Rasa Sejati | REVISI

Rasa Sejati | REVISI
5. Gugup


__ADS_3

"Ya sudah ayo kita makan dulu, kasihan cacing di perut oma udah pada teriak." Kata Naura sambil mengambilkan nasi ke piring oma.


"Cie, oma malu-malu nih ye..." Lawak Varrez yang membuat keadaan semakin seru.


"Udah ayo makan." Perintah Naura yang langsung diangguki oleh Zian, Varrez dan Acha.


Mereka pun menjalani makan malam dengan bahagia. Sesekali berbicara tentang cerita di sekolah, masalah kantor, dan yang lainnya. Hingga tak terasa makan malam pun selesai.


Acha sempat membantu Naura untuk membersihkan sisa makanan tadi, oma dan Varres langsung masuk ke kamar masing-masing, dan Zian ke ruang kerjanya untuk kembali berkutat di layar monitor.


Setelah membantu Naura, Acha kembali ke kamar dan langsung mengistirahatkan tubuhnya lagi.


❖❖❖


Pagi pun tiba, bi Jum hari ini sudah kembali bekerja dan langsung membantu Naura untuk menyiapkan sarapan.


Varrez dan Acha terlihat sedang berjalan menuju meja makan dengan tenang, tidak seperti biasa yang dimana pun tempat selalu berdebat.


"Pagi mah, pah!" Sapa mereka berdua.


"Pagi juga anak kesayangan mama."


Zian melirik kedua anak-anaknya. "Tumben akur?"


"Ya gak apa-apa pah, sekali-sekali akur." Sahut Varrez sambil mengacak pelan rambut adiknya.


Acha mengangguk. "Iya pah, hehehe."


"Yaudah ayo cepat makan, nanti kalian terlambat datang ke sekolahnya." Titah sang oma yang memang sembari tadi sudah berada di meja makan. Yang berada disana pun ikut mengangguk lalu duduk di kursi masing-masing.


Mereka langsung mengambil makanan dengan porsinya. Tetapi saat Acha melahapnya ia merasakan rasa yang sedikit berbeda.


"Rasanya kok..." Gumam Acha yang masih mengunyah makanannya.


Naura melirik sekilas putri bungsunya yang tengah memikirkan sesuatu, sebenarnya ia tau apa yang terjadi. "Kenapa sayang?" Acha sontak menatap Naura.


"Mah..." Panggil Acha sambil sesekali melirik piringnya.


Naura yang paham akan maksud putrinya itu hanya manggut-manggut.


Seketika kedua ujung bibir Acha tertarik keatas. Ia langsung menolehkan pandangannya ke arah dapur untuk mendapati orang yang dicari.


Hingga pandangannya terhenti pada wanita paruh baya yang berperawakan kurus sedang tersenyum ke arahnya.


"Bi Jum!" Pekik Acha yang langsung menghampiri orang yang selama ini ia anggap keluarganya sendiri.


"Acha kangen bibi..." Ungkap Acha yang sudah berada di pelukan wanita tersebut.


"Bi Jum juga kangen non Acha." Sahutnya sambil mengelus punggung Acha.


Orang-orang yang berada disana pun ikut terharu dengan suasana. Mereka semua tau kalau Acha sangat dekat dengan ART yang sudah 12 tahun bekerja di rumah ini.


"Bi Jum gak kangen sama Varrez?" Tanya Varrez dengan tiba-tiba.


"Bibi juga kangen den Varrez kok, bibi kangen kalian semua." Sahutnya.


"Wah, ternyata ada yang kangen oma juga." Ucap oma yang terbalaskan gelak tawa oleh orang-orang yang sedang menyaksikan kejadian tersebut.

__ADS_1


"Dasar oma-oma." Gumam Varrez yang ternyata masih terdengar oleh oma nya.


"Kamu bicara apa Varrez?" Tanya oma sinis.


"E-eh anu, oma ternyata masih awet muda ya." Elak Varrez yang diiringi senyuman kakunya.


Oma menjadi malu saat dibilang 'awet muda' oleh cucunya sendiri. "Bisa aja kamu ini."


Naura hanya menggelengkan kepala saat melihat putra sulungnya sedang menggaruki kepalanya tak jelas.


"Ayo lanjut sarapannya lagi, lihat tuh udah jam berapa." Ucap oma sambil melirik jam dinding.


"Ayo bibi juga ikut sarapan." Pinta Acha sambil sedikit menarik pergelangan tangan bi Jum.


"Enggak usah non, bibi tadi udah makan kok di rumah." Tolak bi Jum dengan lembut.


"Ayo bibi temanin Acha dong." Rengek Acha.


Oma terlihat menganggukkan kepalanya pelan terhadap bi Jum yang memintanya untuk menyetujui permintaan cucu kesayangannya.


Akhirnya bi Jum pun menyetujui permintaan Acha dan mereka pun kembali menyantap sarapan paginya.


Setelah selesai sarapan, Varrez dan Acha pun berpamitan untuk berangkat ke sekolah. Tak berselang lama, kini Zian yang pamit untuk pergi ke kantor.


❖❖❖


Hari ini hari kedua Acha melaksanakan MPLS. Saat sampai di sekolah, ia langsung masuk ke dalam kelas dan berbincang-bincang dengan Nabila, karena saat itu Nabila sudah datang lebih pagi. Masih ada rasa canggung antara Nabila dan Acha.


"Cha, itu tadi abang lo?" Tanya Nabila.


"Ganteng juga." Ucap Nabila yang membuat Acha terkekeh geli. Acha sudah terbiasa karena sejak SMP juga banyak temannya yang bilang kalau Varrez itu ganteng.


"Oh iya, nanti ke kantin bareng yuk, Cha." Ajak Nabila. "Kemarin gue mau ngajak lo tapi takut lo nya nolak, hehehe." Lanjutnya.


"Ayo! nanti bareng abang gue juga ya, biar minta traktiran lagi." Sahut Acha dengan sumringah. Nabila pun manggut-manggut.


Tak lama, bel masuk pun berbunyi. Andra dan temannya pun masuk ke kelas Acha, tapi tunggu, kali ini Andra bukan bersama temannya kemarin.


"Pagi adik-adik!" Sapa Andra dengan semangat. Memang benar, Andra terkenal ramah dengan seluruh orang.


"Pagi juga kak!"


"Oke, jadi hari ini kakak bakalan ngawas kelas kalian lagi, tapi sekarang bukan sama teman kakak yang kemarin." Kata Andra. Pandangan murid-murid kelas pun berpindah kepada sosok laki-laki yang berdiri disamping Andra.


"Hai dek! perkenalkan nama kakak, Kevin Alfredo, kakak dari kelas XI IPA 1." Jelas Kevin dengan senyuman manisnya.


Ada beberapa siswi yang terpanah oleh senyuman Kevin, ada juga yang meminta nomor wa Kevin dan id line nya.


"Kakak juga gamer, hahaha." Canda Kevin.


"Nanti mabar kak!" Pekik salah satu siswa laki-laki yang duduk tak jauh dari tempat Acha.


"Ashiapp!" Balas Kevin.


Kevin memerhatikan siswi-siswi di kelas itu secara bergantian, sehingga tatapannya terhenti pada gadis yang ia cari. Ujung bibir Kevin pun tertarik ke atas.


Kevin masih bercanda gurau dengan adik kelasnya, sesekali melirik Acha dengan senyuman sumringah.

__ADS_1


Selesai bercanda, Kevin dan Andra punya susunan rencana untuk permainan yang akan mereka lakukan.


Mereka berdua menyuruh adik kelasnya untuk berdiri, dan membagi kelompok sesuai dengan barisan bangkunya.


Setelah membagi kelompok dan menyusun barisan, Andra pun mulai menjelaskan tata cara permainan kepada anggota MPLS di kelas itu.


Di permainan ini, Andra membutuhkan 3 anak buahnya untuk melengkapi permainan.


Andra dan temannya yang lain sudah berdiri di depan barisan anggota, dengan Kevin yang sengaja memilih barisan Acha.


Mereka memulai permainan dengan membisikkan beberapa kalimat di telinga para anggota dan kembali menyampaikannya ke teman yg berada di belakangnya.


Mereka melatih kecepatan dan ketelitian, siapa yang membisikkan kalimatnya hingga sampai di belakang dengan cepat, maka mereka akan mendapatkan bintang.


Sudah beberapa kalimat yang mereka ucapkan, hingga kini bagian Acha yang berada di depan untuk memimpin temannya.


Kevin sedikit gugup saat berada di depan Acha, hingga membuatnya sedikit tidak fokus.


Lalu, dengan segera Andra memberi aba-aba kepada temannya untuk menyampaikan kalimat pada anggota di depannya.


Mereka pun membisikkan kalimatnya masing-masing.


"Kamu cantik." Bisik Kevin tepat di telinga Acha.


Acha sedikit bingung dengan kalimat yang diberikan Kevin, tapi dengan sigap ia membuang jauh-jauh pikiran itu dan langsung membisikkan kalimatnya kembali pada teman belakangnya.


Hingga tak terasa permainan pun berlalu dengan seru. Barisan Acha mendapatkan bintang yang paling banyak.


Acha masih memikirkan maksud dari perkataan Kevin tadi.


'Kamu cantik' halah permainan doang kok -Acha.


Acha yakin perkataan tadi termasuk susunan dalam permainan yang mereka mainkan,hingga ia langsung melupakannya.


Setelah permainan berlalu, Kevin dan Andra sedikit memberikan beberapa materi dan mars sekolahnya.


Hingga akhirnya bel istirahat pun berbunyi.


Kringg kringgg





To be continue...


Maaf guys aku baru up, soalnya kemarin ngurusin pindahan akun...


Varrez: elu thor, ngurus pindahan akun aje kyk ngurusin pindahan rumah.


Author: diem ya kamu....


/senyum manis


Jangan dengerin Varrez, jangan lupa like nya ya.... sayang readers banyak2 muah muah muahhhh

__ADS_1


__ADS_2