
Tidak lama kemudian seorang lelaki pun melangkah masuk ke dalam dewan.
Mata Wenses berkaca-kaca melihat lelaki itu yang merupakan ayahnya iaitu raja Wendra.
"Hamba menghadap yang mulia"sapa lelaki itu dengan hormat.
"Seseorang ingin bertemu dengan anda"sahut Ratu Elena lalu melirik ke arah Wenses.
"Pergilah berbicara dengannya"kata Ratu Elena.
Wenses mengangguk lalu pergi bersama dengan ayahnya.
(Di kediaman petinggi elemen air)
"Ayah apa khabar?"soal Wenses.
Senyum manis Raja Wendra terus sirna begitu juga dengan isterinya.
"Kenapa anda memanggil saya ayah?"soal raja Wendra.
"Saya Wenses anak ayah dan ibu"sahut Wenses.
Kedua orang itu tampak terkejut.
"Ratu Medina tidak membunuh kau?"soal Raja Wendra.
Wenses mengerutkan kening.
"Kenapa ayah berkata begitu?"soal Wenses.
"Terakhir kali ketika Ratu Medina memasuki alam roh dia berkata jika kau sudah dibunuh olehnya"sahut Ratu Melita.
"Tidak, dia tidak membunuh saya"kata Wenses.
"Wen, kau sudah dewasa fikirkan masa depan kau dengan Ratu Medina ya"kata Ratu Welia.
"Maksud ibu apa?"soal Wenses.
"Medina ialah tunangan Wen"sahut Raja Wendra.
Wenses terkejut bukan main lagi.
"Saya tidak faham ayah,ibu"kata Wenses.
"Sebelum kau dihantar ke alam manusia kau sudah bertunangan dengan Medina, Tapi kembaran Ratu Medina menghancurkan segalanya, disebabkan itu Medina meminta kami untuk menghantar Wen ke alam manusia"cerita Raja Wendra.
"Kembaran?"soal Wenses.
Raja Wendra dan Ratu Welia menganggukkan kepala.
"Siapa namanya?"soal Wenses.
"Kami sudah lupa"sahut Raja Wendra.
"Baiklah ini tidak penting, Wen cuma nak tahu apa ayah dan ibu baik-baik saja di sini?"soal Wenses.
"Kami baik-baik saja, awalnya ayah salah faham dengan Ratu Medina kerana tiba-tiba menghisap roh kami berdua. Tapi pada kenyataannya dia sedang menyalamtkan kami dari kutukan berpanjangan dengan berusaha mengubah takdir kami"kata Raja Wendra.
"Maksud ayah?"soal Wenses.
"Raja iblis neraka datuk kepada Ratu Medina menanamkan kutukan berpanjangan kepada kami dan beberapa orang di alam roh ini, kutukan itu akan menghisap energi kami sehingga kami mati. Disebabkan itu, Ratu Medina menghisap roh kami di dalam cincin pengubah takdir untuk mengubah takdir kami"terang Raja Wendra.
"Itu bermaksud ayah dan ibu boleh kembali ke alam elemen?"soal Wenses.
Kedua orang itu menganggukan kepala dengan cepat.
"Wen sudah salah faham dengan Ratu Medina"keluh Wenses.
"Minta maaflah kepadanya Wen"sahut Raja Wendra.
Wenses mengangguk.
Tiba-tiba badan Wenses seakan-akan terbakar api panasnya. Dia menjerit kesakitan.
Ratu Elena yang mengetahui hal itu terus datang kepada Wenses.
"Dia kenapa?"soal Ratu Elena dengan riak wajah risau.
"Kami tidak tahu yang mulia, Wen tiba-tiba menjerit"sahut Raja Wendra.
Ratu Elena memeriksa tubuh Wenses sambil mengalirkan energi murni miliknya.
"Bagaimana keadaannya yang mulia?"soal Raja Wendra.
"Dia kehilangan energi murni terlalu banyak, saya akan membawanya kembali terlebih dulu"kata Ratu Elena.
__ADS_1
"Baiklah kami memohon agar yang mulia dapat menyelamatkan nyawa anak kami"kata Ratu Welia.
Ratu Elena tidak menyahut dia terus membawa Wenses keluar dari alam roh tetapi tanpa disangkah pintu keluar untuk ke alam elemen hilang.
Ratu Elena kebingungan.
Wenses bergetar kesakitan.
"Bertahan lah Wen saya akan menyelamatkan kau"kata Ratu Elena lalu menyalurkan lagi dan lagi energi murni miliknya ke dalam tubuh roh Wenses.
Walaupun energi murni milik Ratu Elena terus mengalir di dalam tubuh roh Wenses keadaan tubuh roh Wenses semakin lama semakin melemah.
Jika pintu keluar masih tidak dapat ditemui maka kemungkinan besar tubuh roh Wenses akan menghilang itu sama saja Wenses akan mati.
Ratu Elena cukup kebingungan ketika itu, di ingatannya ada seseorang yang boleh membantu mereka keluar tetapi hati Ratu Elena masih berkeras tidak meminta bantuan kerana orang itu ialah puteri Rubefta.
Beberapa saat kemudian Wenses pun tidak sadarkan diri lagi.
Dengan terpaksa Ratu Elena mengirimkan permintaan bantuan kepada puteri Rubefta.
Puteri Rubefta yang sedang tidur ketika itu terus terbangun dan dengan secepat kilat pergi ke kediaman Ratu Elena. Di sana hanya ada sebuah cincin Perak, tubuh fizik milik Ratu Elena dan Wensas.
Puteri Rubefta langsung tahu jika Ratu Elena memerlukan bantuanya di dalam alam roh.
Puteri Rubefta terus mengeluarkan kekuatan pengganda roh lalu rohnya yang satu memasuki cincin dan yang satunya lagi menyalurkan energi murni ke dalam cincin.
Tidak berselang terlalu lama puteri Rubefta pun berjaya membawa keluar Ratu Elena dan Wenses dari dalam alam roh.
Semua sahabat Ratu Elena berkumpul di tempat itu sekarang kerana mengetahui jika terjadi sesuatu dengan Ratu Elena.
"Apa yang berlaku El?"soal puteri Angelia.
"Berikan saya biji teratai dewa"kata Ratu Elena.
"Tapi biji teratai dewa hanya tersisa satu El, jika diberikan kepada dia maka kau tidak akan mudah sembuh dan itu akan mempengaruhi keseimbangan keadaan kerajaan dua elemen ditambah lagi kutukan kau akan sering datang nantinya"kata puteri Rubefta.
"Aku tidak perlu diajari dalam bertindak Rubefta!, berikan biji teratai dewa sekarang!"marah Ratu Elena.
Dengan terpaksa puteri Angelia pun memberikan biji teratai dewa itu kepada Ratu Elena.
Ratu Elena terus memasukkan biji teratai dewa itu ke dalam mulut Wenses.
Dia secara terus menerus menyalurkan energi murni miliknya ke dalam tubuh Wenses ketika itu.
Para sahabat Ratu Elena saling berpandangan.
Ratu Elena mengangguk perlahan lalu dia pun terus mencuba untuk memulihkan sedikit kekuatanya.
Mereka bertiga menyalurkan energi murni ke dalam tubuh Wenses.
Tidak berselang terlalu lama Wenses pun Sadar dari pengsannya. Dia melihat para wanita itu mengelilinginya.
Tiba-tiba dia teringat dengan Ratu Elena, dia terus berdiri untuk mencari Ratu Elena tetapi dipaksa duduk kembali oleh puteri Rubefta sambil menunjuk ke arah Ratu Elena yang sedang berusaha memulihkan diri.
"Kau tahu masalah apa yang diterima oleh El sebab membawa kau memasuki alam roh?"soal puteri Rubefta kepada Wenses.
Puteri Daifalie dan puteri Angelia hanya saling berpandangan, mereka tahu jika berkaitan dengan keselamatan Ratu Elena puteri Rubefta akan menjadi seperti apa.
"Maksud nona?"soal Wenses dengan kebingungan.
Puteri Rubefta tersenyum sinis.
"Aku harap El akan Sadar jika lelaki yang dia cintai ini sangat bodoh dan tidak berguna!"marah puteri Rubefta.
Wenses terkedu mendengar perkataan puteri Rubefta.
"Sudahlah Rubefta, kau bunuh dia pun bukan boleh mengubah keadaan lagi"kata puteri Daifalie.
"Maksud kalian apa?"soal Wenses.
"Hei bodoh! disebabkan kau kutukan El akan sering kembali tanpa henti !, menerima kutukan satu minggu satu kali saja El sudah menderita apalagi jika setiap hari !" Jerit puteri Rubefta.
Wenses terkejut dia tidak tahu jika Ratu Elena akan mengambil resiko seperti itu agar dia boleh memasuki alam roh.
"Maafkan saya"kata Wenses. Hanya itu yang boleh dikatakan oleh bibirnya.
Puteri Rubefta hendak menyerang Wenses kerana berasa marah tetapi puteri Angelia dan puteri Daifalie menahannya.
"Tenangkan diri kau Rubefta"kata puteri Daifalie lalu mereka berdua membawa pergi puteri Rubefta. Kini hanya Wenses dan Ratu Elena yang ada di dalam Paviliun.
Wenses duduk di depan Ratu Elena yang sedang duduk bersilah untuk menyembuhkan diri.
"Kenapa kau lakukan ini El?, Saya dah banyak kali mahu membunuh kau tapi kenapa kau masih mahu menyelamatkan saya dan berkorban seperti ini El" kata Wenses dengan perasaan yang sedih.
Kelopak mata Ratu Elena terbuka perlahan dan melihat ke arah Wenses.
__ADS_1
"Sebab Wen ialah tunangan saya"sahut Ratu Elena. Akhirnya hatinya membuat pilihan jika Wenses hanya boleh bertunangan dengannya bukan dengan kakaknya walau apapun yang akan terjadi.
Wenses terdiam sambil merenung anak mata Ratu Elena.
"Maafkan saya El"kata Wenses sambil menundukan kepala kerana rasa bersalah.
Ratu Elena tersenyum manis.
"Ingat Wen, nyawa Wen milik saya sekarang"kata Ratu Elena.
Wenses melihat ke dalam anak mata Ratu Elena.
"El, saya mahu bertanya sesuatu" kata Wenses.
"Lanjutkan"sahut Ratu Elena.
"Berapa banyak rahsia lagi yang El sembunyikan dari saya?"soal Wenses.
Ratu Elena agak terkejut mendengar pertanyaan Wenses.
"Saya menyembunyikan perkara yang lebih baik Wen tidak ketahui"sahut Ratu Elena.
"Termasuk tentang orang tua saya dan pertunangan kita dulu?"soal Wenses.
Ratu Elena agak terdiam, kini dia tahu orang tua Wenses ada mengatakan sesuatu kepada Wenses di dalam alam roh.
Cuma saja perkara yang membuatnya risau ialah siapa tuanagan yang dimaksudkan oleh orang tua Wenses kerana ingatan semua makhluk dunia elemen telah dicuci oleh dewi pelindung Ratu Elena pada 22 tahun yang lalu.
Semua ingatan makhluk dunia elemen tentang Ratu Elena telah dicuci kan kerana Ratu Elena menukar identitinya dengan Medina dan ada sebab yang lagi berbahaya tentang nama Ratu Elena yang tidak boleh disebut langsung oleh orang lain.
"Siapa nama tunangan Wen?"soal Ratu Elena.
"Mestilah yang mulia Ratu Medina, siapa lagi?"soal Wenses sambil tersenyum manis.
Jantung Ratu Elena seakan-akan berhenti berdetak.
"Owh"hanya itu yang dapat dikatakan oleh Ratu Elena kerana hatinya berasa kecewa dan sedih ketika itu.
Wenses dapat merasakan perubahan emosi Ratu Elena.
"Jika saya bukanlah Medina tetapi itu ialah orang lain, Wen tetap akan mahu bertunangan dengan Medina ke?"soal Ratu Elena untuk mendapat kepastian tentang perasaan Wenses.
"Siapa lagi di dunia ini yang bernama Medina selain El?,walaupun kembaran El hidup dan datang menghancurkan kita saya akan tetap memilih El"sahut Wenses.
Ratu Elena mengerutkan kening.
"Dari mana Wenses tahu kalau saya ada kembaran?"soal Ratu Elena.
"Saya diberitahu oleh ayah dan ibu"sahut Wenses.
"Sebenarnya Wen bukan tunangan saya tapi tunangan kembaran saya yang bernama El"sahut Ratu Elena.
"Saya tidak faham"sahut Wenses.
"Sebelum kita bertunangan , Wen lebih dulu bertunangan dengan kembaran saya yang bernama El, dan disebabkan rasa bersalah saya terhadapnya saya mengubah nama panggilan menjadi El" cerita Ratu Elena dengan membalikkan cerita tentang dirinya dan kakaknya.
"Tapi orang tua saya mengatakan bahawa saya bertunangan dengan El bukan dengan kembaran El jadi..maknanya saya hanya bertunangan dengan El yang ada di depan saya ini bukan El yang lain"sahut Wenses.
"Baguslah kalau Wen cakap macam tu"sahut Ratu Elena lalu turun dari tempat tidurnya.
"El mahu pergi kemana?"soal Wenses.
"Saya mahu mencari Well dan bertanya kenapa dia tidak mengawasi cincin Perak ini"sahut Ratu Elena.
"El..percaya sangat ke dengan Well?"soal Wenses, dia sendiri yakin jika Well sengaja menjebak dia dan Ratu Elena di dalam cincin agar energi murni miliknya habis dan dia mati.
"Kenapa Wen tanya macam tu?" Soal Ratu Elena.
"Takde saja saya tanya"sahut Wenses sambil tersengih.
"Saya percayakan dia"sahut Ratu Elena sambil memerhati reaksi Wenses.
Wenses tersenyum kecil sambil mengangguk lemah.
"Tapi tidak percaya sepenuhnya"sambung Ratu Elena.
Wenses memandang wajah Ratu Elena sambil mengukir senyum manis.
"Wen ne ada-ada saja, tidak seorang pun yang berjaya membuat saya mempercayai mereka sepenuhnya kerana saya pernah dikhianati"kata Ratu Elena.
"Ouh macam tu"sahut Wenses dengan suara perlahan dia sendiri sedar jika terlalu awal untuk Ratu Elena menyebut namanya sebagai orang terpercaya kerana dulu dia hampir saja membunuh wanita itu.
"Dahlah mari kita cari Well"kata Ratu Elena.
Baru berapa langkah mereka keluar dari Paviliun peribadi milik Ratu Elena, tiba-tiba seorang pengawal berlari ke arah mereka.
__ADS_1
"Hormat yang mulia"kata pengawal itu sambil berlutut.
"Ada masalah apa?"soal Ratu Elena.