RATU E_E_A

RATU E_E_A
BAB 25


__ADS_3

"Kau tidak perlu risau, aku juga dikirim oleh adik aku untuk menjaga Ratu Medina"sahut putera Daunde.


"Lebih baik kau menepati perkataan kau, jika kau berani apa-apa kan El aku pasti akan bunuh aku"kata Retda lalu terus pergi kerana pintu gunung berapi tidak akan lama lagi tertutup.


Setelah Retda pergi putera Daunde kembali merenung wajah Ratu Elena.


"Tidak hairan kau menajdi sahabat darah Daifalie,selain aura yang menakutkan wajah juga terlalu indah"puji putera Daunde.


"Menjauh dari muridku"kata seorang perempuan yang hanya tinggal roh meleyang di depan putera Daunde.


Putera Daunde melangkah kebelakang.


"Kau pasti dewi api"kata putera Daunde.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku, yang pasti kau harus menjauh dari tubuh muridku"kata Dewi api.


"Sangat disayangkan, aku fikir akan tinggal berduaan dengan Ratu Medina rupanya masih ada roh yang terkurung disini"kata putera Daunde.


"Aku memang roh tapi hanya dengan menggunakan roh aku boleh membunuh kau"sahut Dewi api.


"Baiklah..urus saja urusanmu..aku akan menyelesaikan urusanku"kata putera Daunde lalu masuk ke dalam lava tetapi dia dengan cepat melompat keluar dari lava itu kerana lava itu terlalu panas.


Dewi api tersenyum sinis.


"Lelaki sekarang sangat menakutkan"ejek Dewi api kepada putera Daunde.


"Siapa Bilang aku takut?"soal putera Daunde.


"Aku tidak mengatakanya,kau sendiri yang bilang"sahut Dewi api lalu terus pergi.


Putera Daunde emosi dengan kedua perempuan yang dia temui hari ini, tapi melihat wajah indah Ratu Elena dia terus menjadi sejuk dan dengan sendiri masuk ke dalam lava sambil merenung wajah Ratu Elena.


"Betapa beruntungnya hidup aku jika boleh memiliki kau sebagai calon ratu ku"kata putera Daunde sambil melihat ke arah Ratu Elena.


Rombongan meminang Wenses sudah berada di depan istana kerajaan dua elemen. Mereka tinggal menunggu titah dari sang Ratu untuk mengizinkan mereka masuk.


"Kalian dibenarkan masuk"kata pengawal yang baru keluar dari istana.


Wenses dan ayahnya saling berpandangan lalu mereka masuk ke dalam istana.


Semua petinggi istana berdiri menyambut kedatangan mereka.


Wenses melihat ke arah singasana yang kosong itu. Hatinya sedikit bergetar ketakutan kerana Ratu Elena tidak terlihat.


"Apakah tujuan yang mulia Raja Wendra datang berkunjung?"soal Retda setelah mereka semua sudah duduk.


"Dimanakah yang mulia Ratu Medina?"soal Raja Wendra.


"El tidak ada di istana sekarang"sahut Retda.


"Dimana El?"soal Wenses.


Raja Wendra terus menyentuh lengan Wenses kerana memanggil Ratu Elena dengan nama yang akrab di dalam sitana mereka.


Wenses melihat ke arah ayahnya.


Retda terdiam buat seketika.


"Maafkan ketidak sopanan saya, dimanakah Ratu El berada?"soal Wenses dengan nada yang lebih baik.


"El mengasingkan diri, dia tidak mahu bertemu dengan siapapun"sahut Retda.


Wenses yang menahan marahnya kepada Ratu Elena dari semalam tidak dapat menahanya lagi.


"Katakan dimana El berada"kata Wenses dengan kasar sambil berdiri.


"Jaga tindakan kau putera Wenses"tegur Humrey.


"Kau diam..ini tidak ada urusan nya dengan kau. Aku belum memperhitungkan perbuatan kau dulu pada aku"sahut Wenses.


Humrey terus terbatu. Dulu dia sempat menjuluki Wenses sebagai lelaki tidak berguna tetapi saat ini dia malah melihat Wenses seakan-akan seperti seekor naga yang menakutkan.


"Harap maaf atas perbuatan putera saya,jika Ratu Medina tidak ada maka tujuan kami juga tidak akan boleh dilanjutkan tanpa dia. Maka, kami mahu undur diri terlebih dulu"kata Raja Wendra.


"Tidak ayah, jika El tidak keluar makan saya akan buat dia keluar"kata Wenses lalu mengelurkan naga Air miliknya.


Semua petinggi istana saling berpandangan.


"Hentikan Wenses"kata Retda.


"Tidak, panggil El keluar dulu baru saya akan berhenti"sahut Wenses.


"El tidak ada di sini Wenses"kata Well yang baru tiba di aula utama istana.


Wenses memandang ke arah Well.


"Aku tahu kalian bersubahat untuk menyembunyikan El agar lamaran aku hari ini akan terbatalkan. Tapi jangan harap aku akan menuruti keinginan kalian"kata Wenses lalu melepaskan naga Air miliknya ke arah singasana Ratu Elena.

__ADS_1


Tiba-tiba ada sebuah angin yang menghalang naga Air itu dari menghancurkan singasana Ratu Elena.


"Semakin kau membabi buta seperti ini semakin El akan membenci kau Wenses"marah puteri Angelia yang baru tiba bersama puteri Duyana dan puteri Daifalie.


Wenses memandang ke arah mereka bertiga.


"Pergilah Wenses, El benar-benar tidak dapat bertemu dengan kau sekarang"kata puteri Duyana.


"Jawab aku...dimana El berada?"soal Wenses.


Mereka saling berpandangan.


"Jika El sudah kembali maka kami akan segera memberitahu kan kepada kau"sahut Puteri Daifalie.


"Baik...aku akan pergi, sampaikan pesan aku buat El...tanyakan kepada dia dimana janji yang dia katakan kepada saya?. Dimana sumpah kami untuk selalu bersama sehingga mati?, Katakan juga aku tidak akan menyerah. Jika dia tidak mahu bertemu dengan aku maka aku yang akan mencari dia"kata Wenses lalu membawa ayahnya pergi. Jika diikutkan hati dia mahu saja membuat kekacauan di dalam istana itu untuk membuat Ratu Elena keluar tapi di sisi lain hatinya tidak mengizinkan perkara itu.


Mereka berempat saling berpandangan .


"Kami bertiga sudah mengambil keputusan akan tinggal di sini sehingga El kembali. Perkara ini mungkin boleh mencegah beberapa masalah akan berlaku"kata puteri Daifalie kepada Retda.


"Lebih baik seperti itu, jika hanya saya saja..saya takut tidak akan boleh menyelesaikan semua masalah kerajaan"sahut Retda.


Lalu mereka berempat pun pergi.


Well berjalan ke arah Humrey.


"Jangan mencari masalah lagi dengan Wenses, dia adalah lelaki yang El sanggup lindungi dengan nyawanya. El menderita sekarang juga disebabkan lelaki itu"kata Well.


"Aku tahu Well, aku cuma terkejut melihat Wenses yang berubah banyak. Sekarang dia menjadi menakutkan dan sangat ganas"sahut Humrey.


"Sebenarnya...naga Air milik Wenses ialah hasil dari darah Murni El yang diberikan padanya. Itulah sebab kenapa Wenses sama menakutkan dengan El ketika marah"kata Well.


"Itu bermaksud Wenses boleh menjadi dewa?"soal Humrey dengan riak terkejut.


"Jika kekuatan Wenses boleh sebanding dengan El...maka dia akan boleh digelar sebagai dewa"sahut Well.


"Kita kalah telak Well"kata Humrey dengan sedih.


"Hey..kita?, Aku tak sama ok. Aku dah tak memgharapkan El lagi"kata Well.


Humrey memandang ke arah Well.


"Maksud kau?"soal Humrey.


"Lebih baik kita cintai orang yang mencintai kita Humrey"kata Well lalu terus pergi meninggalkan Humrey.


(Di kerajaan elemen Air)


Wenses menghancurkan semua hadiah yang disediakan untuk Ratu Elena.


"Sampai hati kau El!"Wenses berulang kali.


Raja Wendra dan Ratu Welia hanya dapat melihat perbuatan Wenses.


Adref menarik lengan Wenses dengan kasar.


"Sadar Wen!, Jika kau begini tidak akan dapat menyelesaikan apa-apa masalah"kata Adref.


"Kau tak tahu Ref, El kata kalau ayah dan ibu sudah kembali dia mahu saya pergi meminang dia. Tapi apa Ref apa!, Disaat saya sudah mendapatkan gelaran putera dan kerajaan elemen Air dia malah menghilang!" Marah Wenses.


"Saya faham Wen, kita kena bersabar dan tunggu Ratu El muncul. Mungkin memang benar dia ada urusan yang perlu diselesaikan terlebih dulu"kata Adref.


"Saya akan tunggu tapi jika El tetap tidak muncul saya akan hilangkan perasaan ini sampai saya mati!"kata Wenses lalu pergi entah kemana.


(Di dalam gunung berapi)


Wajah dan tubuh Ratu Elena mula meleleh seperti ais yang mencair.


Putera Daunde melompat keluar dari dalam lava kerana terkejut melihat wajah dan tubuh Ratu Elena meleleh.


"Kenapa melompat lagi?"soal roh dewi api.


"Dewi..kenapa dengan wajah Ratu Medina?"soal putera Daunde.


"Ini perkara biasa bagi pembentukan jiwa"sahut Dewi api.


"Menakutkan sekali"sahut putera Daunde.


"Kau lebih menakutkan..baru berapa hari kau dah banyak kali melompat dari dalam lava. Kau tidak akan pernah keluar dari sini jika seperti itu terus"kata Dewi api.


Putera Daunde tidak menyahut.


"Berapa lama Ratu Medina perlu berendam?"soal putera Daunde.


"Mungkin..sebulan, dua bulan atau setahun...itu mengikut kekuatan jiwa yang dibentuk"sahut Dewi api.


"Semakin kuat jiwa yang dibentuk maka semakin lama masa yang diambil?"soal putera Daunde.

__ADS_1


"Tidak..sebaliknya"sahut Dewi api.


"Jika seperti itu.. Ratu Medina akan siap membentuk jiwa dalam sebulan saja kerana jiwanya pasti kuat"sahut putera Daunde.


"Itu bergantung padanya..jangan sibuk"kata Dewi api lalu menghilang.


Putera Daunde masuk kembali di dalam lava.


Dia tidak dapat fokus kerana sekejap-sekejap melihat ke arah Ratu Elena yang hanya tinggal kerangka.


"Sungguh tabah dan kuat hati kau Ratu Medina, sungguh disayangkan jika kau salah memilih pendamping nantinya"kata putera Daunde.


(30 HARI KEMUDIAN ....)


Selama tiga puluh hari itu Wenses selalu datang ke kerajaan dua elemen mencari Ratu Elena tetapi tetap saja dia tidak berjaya berjumpa denganya.


Keadaan Wenses sangat menyedihkan, dirinya terlihat sangat tidak terurus kerana badanya sangat kurus dan wajahnya kehilangan maya.


"Kau pergilah Wenses, jangan menyulitkan keadaan lagi"kata Ratu Rubefta.


Bukan hanya Wenses yang menderita atas kehilangan Ratu Elena mereka semua juga turut bersedih dan menderita.


"Aku mohon beritahukan El dimana"kata Wenses sambil berlutut di depan mereka berlima.


"Kami tidak boleh memberitahukan kepada kau Wenses,kami minta maaf"kata puteri Daifalie.


"Aku mohon"kata Wenses lalu bersujud.


Hati Ratu Rubefta sangat sakit melihat Wenses bersujud. Seandainya dia tidak mengingati janjinya dengan Ratu Elena dia akan membongkar rahsia tentang kehilangan Ratu Elena itu.


"Kau pergi sekarang Wenses!"marah Ratu Rubefta.


"Tidak..aku akan bersujud di sini sampai aku tahu dimana El berada"kata Wenses.


Ratu Rubefta mencengkam leher baju Wenses dengan kasar sehingga lelaki itu berdiri.


"Kau berani tunjukkan wajah di sini lagi maka jangan salahkan aku akan bunuh kau!"jerkah Ratu Elena lalu menolak badan Wenses dengan kasar.


"Kalian tidak tahu penderitaan aku!, Kalian hanya tahu menyembunyikan El!"jerkah Wenses.


"Hei!. Kau fikir hanya kau yang sedih dan menderita?"marah Ratu Rubefta lalu menendang perut Wenses.


Wenses terbanting ke belakang.


"Hentikan Rubefta"kata puteri Duyana.


Mereka berempat memegangi Ratu Rubefta agar tidak menyerang Wenses lagi.


Wenses bangun dari jatuhnya itu.


"Jika El tidak datang malam ini menemui aku maka aku akan menerima tawaran raja Aprien untuk menikahi puteri nya"kata Wenses.


"Lakukan apa yang kau mahu Wenses!, Kau akan menyesal"marah Ratu Rubefta.


"Bukan aku yang akan menyesal tapi sahabat darah kalian yang akan menyesal"kata Wenses lalu pergi.


Setelah Wenses pergi barulah mereka melepaskan Ratu Rubefta.


"Ingat Rubefta, Wenses ialah tunangan El ,jika terjadi sesuatu dengan dia El akan membunuh kita"kata puteri Angelia.


"Aku tidak tahan lagi. Dia tidak tahu jika El menjadi seperti sekarang kerana dia!"marah Ratu Rubefta.


Mereka hanya diam kerana di dalam hati mereka membenarkan perkataan Ratu Rubefta.


Wenses yang baru keluar dari pintu ghaib terkejut melihat Well sedang berdiri melihat ke arahnya.


"Kau datang lagi Wenses"sapa Well.


"Kau mesti datang untuk mentertawakan aku kan?"soal Wenses.


Well menggelangkan kepala.


"Aku turut bersedih melihat keadaan kau Wenses. Disebabkan itu aku datang ingin memberitahukan kepada kau keberadaan El"sahut Well.


"Kau tahu dimana El?"soal Wenses dengan kening berkerut.


"Malam ini datang lah ke gunung berapi berkembar. Kau akan temui El disana jika pintu gunung terbuka"kata Well.


"Apa yang dilakukan El disana?"soal Wenses.


"Kau akan tahu"sahut Well lalu masuk ke dalam pintu ghaib.


Wenses tersenyum gembira,akhirnya dia dapat menemukan Ratu Elena.


(Malam itu...)


Tepat jam 12 malam Wenses sudah berada di luar gunung berapi berkembar.

__ADS_1


__ADS_2