RATU E_E_A

RATU E_E_A
BAB 19


__ADS_3

"Kau bebas melakukan apapun di dalam istana kecuali satu, melakukan kejahatan yang tak terampuni. Ingat lah identiti kau sebagai sahabat darah saya, dan tolong jaga kan Eleya untuk saya"kata Ratu Elena.


"Baik El"sahut Retda.


"Baiklah Retda bersiap lah untuk pindah ke paviliun matahari. Retda boleh pergi sekarang"kata Ratu Elena.


"Saya undur diri El"sahut Retda lalu pergi dengan riak wajah yang gembira. Setelah sekian lama dia menjadi menteri kanan kerajaan dua elemen akhirnya cita-cita dia menjadi sahabat sang Ratu tercapai dan kini dia tidak sendirian lagi kerana dia berasa sudah mempunyai saudara.


Ratu Elena berjalan-jalan di taman jalan belakang paviliun miliknya dengan santai sambil menikmati keindahan bunga.


"Indahnya"puji Wenses yang tiba-tiba muncul di sebelah kanan Ratu Elena.


Hampir saja Ratu Elena terlompat kerana terkejut.


"Wen ne datang tak bagi tahu"marah Ratu Elena.


"Salah El sebab tidak perasan masa saya datang"sahut Wenses sambil mencuit hidung Ratu Elena dengan perlahan.


"Indah kan bunga-bunga ne"kata Ratu Elena sambil memalingkan wajah kerana merasa malu dengan perlakuan Wenses.


Wenses tersenyum manis.


"Iya indah,tapi maksud saya sang Ratu buah hati saya bukan bunga yang ada di taman ini"sahut Wenses.


Ratu Elena memandang ke arah Wenses.


CUP


Wenses mengecup dahi Ratu Elena dengan cepat.


"Semakin berani Wen ne"kata Ratu Elena sambil memegang dahinya.


"Lebih dari ini pun saya berani"kata Wenses.


"Ini kat luar lah Wen"marah Ratu Elena lalu memukul bahu Wenses perlahan.


"Saya fikir El tak pandai malu dengan saya, baru cakap macam tu wajah El dah macam cili api"ejek Wenses.


"Ada hal ke Wen nak cakap?"soal Ratu Elena.


"Ada beberapa, El nak dengar mana dulu?"soal Wenses.


"Mana-mana pun boleh"sahut Ratu Elena.


"Ok hal pertama, El tahu ke kalau Well dan Humrey suka kat El?"soal Wenses.


Ratu Elena mengangguk.


"Dah tahu?"soal kembali Wenses.


"Iya, sejak Wen datang Humrey dan Well dah cari masalah beberapa kali dengan Wen sebab mereka tahu jika Wen ne tunangan saya. Well juga banyak kali memburukkan nama Wen di depan saya. Manakalah Humrey diam-diam mahu melukai Wen. Kalau mereka berdua tak suka saya apa ada maksud lain lagi"sahut Ratu Elena.


"El dah tahu rupanya, jadi kenapa tak cakap dengan mereka yang El tak suka dengan mereka berdua?"soal Wenses dengan nada cemburu.


"Kalau saya cakap..mereka nak ke berhenti suka saya?. Cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini ialah menemukan pasangan yang menyukai mereka"sahut Ratu Elena.


"Siapa yang El maksudkan?"soal Wenses.


"Rubefta dah lama suka kat Well tulah saya kirim Well ke kerajaan Ruba untuk menemani Rubefta. Humrey pula dah lama disukai oleh Retda cuma Humrey tidak mengetahuinya dan ada larangan para petinggi istana tidak boleh jatuh cinta oleh sebab itu saya angkat Retda sebagai sahabat darah saya. Jadi Wen, Wen faham kalau saya sedang mencari penyelesaian?"Terang Ratu Elena.


Wenses terdiam buat sejenak. Dia kini tahu kenapa Retda membantu dia membuka pintu ingatanya yang terkunci.


"Baiklah ke hal kedua pula, cuba El bagi tahu saya bagaimana cara agar kutukan panas dingin El boleh hilang"kata Wenses.


"Hanya dengan menyatukan dua elemen, saya pernah dengar cairan inti lava boleh membantu latihan untuk menyatukan elemen Air dan api cuma inti lava di gunung berapi sudah hilang entah kemana"sahut Ratu Elena.


"Jadi maksudnya jika inti lava itu ditemukan kutukan El akan hilang?"soal Wenses.


"Begitulah kira-kira"sahut Ratu Elena.


Wenses mengangguk.


"Ok hal terakhir,setelah menghantar saya ke alam manusia apa yang berlaku dengan El?"soal Wenses.

__ADS_1


Ratu Elena memandang ke dalam mata Wenses.


"Setelah menghantar Wen, saya berperang dengan kedua orang tua dan datuk saya. Roh kedua orang tua saya..saya hisap di dalam cincin perak pengubah takdir dan datuk saya..guru saya kurung bersama dirinya di dalam gunung berapi. Medina pula meninggal saat iblis neraka menguasai tubuhnya"cerita singkat Ratu Elena.


"Selama 10 tahun itu? El berperang?"soal Wenses.


"Tidak..cuma saya memastikan keadaan lebih selamat baru mahu membawa Wen kembali. Tapi tanpa disangkah Gita anak buah ibunda Wen membawa Wen kembali malam itu dan Wen melihat apa yang berlaku"sahut Ratu Elena.


"Kenapa El hantar saya ke alam manusia?"soal Wenses.


"Jika tidak maka saya tidak dapat fokus berperang dengan datuk saya kerana risaukan Wen akan terlibat. Lagipun, Wen tidak tahu jika saat itu kutukan penghisap energi sedang menular, jadi saya menghantar Wen ke alam manusia berharap agar datuk tidak dapat menemui Wen dan Wen tidak terkena kutukan itu"sahut Ratu Elena.


"Sampai bila El anggap saya ne tidak berguna?"soal Wenses.


"Bukan itu maksud saya Wen, jika Wen berada di pihak saya Wen akan tahu bagaimana rasanya takut kehilangan orang yang kita sayang"sahut Ratu Elena.


Wenses menarik nafas dalam-dalam lalu terus menarik Ratu Elena di pelukanya.


"Maafkan saya El, saya tidak memahami perasaan El..saya mencuba memaksa El mengatakan keperitan El kepada saya. Saya tahu hidup El sudah terlalu sukar maka dari itu kedepannya El harus berkongsi apapun masalah dengan saya"kata Wenses.


Ratu Elena menganggukkan kepala perlahan di dalam pelukkan Wenses.


"El!" Panggil Retda sambil berlari tergesa-gesa ke arah Ratu Elena dan Wensas.


"Ada apa Retda?"soal Ratu Elena sambil menolak perlahan tubuh Wenses agak melerikan pelukkan mereka.


"Ada kekacauan di dalam istana"lapor Retda.


"Kekecauan apa?"soal Ratu Elena sambil berdiri bersama Wenses.


"Puteri Medina....kembali"kata Retda dengan suara tersekat-sekat.


Ratu Elena tersenyum gembira lalu terus berlari ke arah istana.


Wenses mengejar Ratu Elena dari belakang.


"Kakak!"panggil Ratu Elena dengan suara girang sambil melangkah memasuki istana.


Puteri Medina tidak menyahut dia dengan santai duduk di singasana tempat Ratu Elena selalu duduk.


Para petinggi istana terbingung melihat keadaan itu.


"Kakak tidak meninggal?"soal Ratu Elena sambil berjalan menghampiri puteri Medina.


"Serahkan hak aku El"kata puteri Medina dengan suara yang dingin.


Langkah kaki Ratu Elena terus terhenti.


"Maksud kakak apa?"soal Ratu Elena.


Dia sedikit curiga jika yang didepanya bukankah kakaknya tetapi orang lain kerana kakaknya itu tidak pernah memanggilnya dengan sebutan nama El melainkan Elena.


"Kembali kan gelaran Ratu, tuanagan ku dan kedua orang tua ku"kata puteri Medina.


Jantung Ratu Elena seakan-akan berhenti berdenyut.


Kebetulan saat itu Wenses pun muncul di belakang Ratu Elena. Ratu Elena memusingkan badan melihat ke arah Wenses dengan wajah sedih.


"Kakak boleh mengambil gelaran Ratu dan saya akan cuba menempa tubuh fizik kedua orang tua kita cuma satu yang saya minta jangan ambil Wen dari saya"sahut Ratu Elena sambil berlutut di hadapan puteri Medina.


Hati Wenses seperti tersayat pisau melihat wanita yang dia cintai melutut di depan semua orang.


"Aku adalah tunang sah Wenses El, Wenses juga salah satu hak aku!" Bantah puteri Medina dengan suara yang kuat.


"Tidak kakak, saya lebih dulu bertunangan dengan Wenses"sahut Ratu Elena.


"Pengawal! , Cepat tangkap perempuan penipu ini dan penjarakan tunggu suasana hati aku baik dan aku akan menghukum dia sendiri!"arah puteri Medina.


Para pengawal tidak berani mendekati Ratu Elena kerana bagi mereka Ratu yang satu-satunya mereka akui ialah Ratu Elena di depan mereka itu.


"Dengarkan perintah, mulai sekarang kerajaan dua elemen dipimpim oleh ku sebagai Ratu, dan perempuan ini hanya seorang puteri terbuang dan pengkhianat kerajaan. Jika kalian tidak mendengarkan perintah maka aku akan menghukum kalian!" Bentak puteri Medina.


"Kalian laksanakan perintah Ratu"kata Ratu Elena.

__ADS_1


Para pengawal serba salah membawa Ratu Elena untuk pergi .


"El!..ini tidak adil"jerit Retda.


Wenses memandang wajah miring Ratu Elena.


"Maafkan atas kelancangan saya puteri Medina, saya Wenses tunangan El. Jika yang mulia puteri mahu memenjarakan El maka penjarakan saya sekali"kata Wenses.


"Kau Wenses?"soal puteri Medina.


"Iya hamba ialah Wenses"sahut Wenses.


"Tapi kau milik aku, tidak ada sebab untuk kau dipenjarakan. Tapi jika itu kemahuan kau maka aku akan kabulkan dan pancung kepala kalian berdua secara bersamaan"kata puteri Medina.


"Kita bukan tunangan Wenses, kita hanya teman masa kecil jangan mengakui sesuatu yang tidak pernah berlaku. Dulu akulah yang memaksa kau untuk menjadi tunangan aku tanpa persetujuan kau"kata Ratu Elena.


Wenses tahu itu cara Ratu Elena untuk menelamatkanya.


Tiba-tiba Ratu Elena mengedipkan mata kepadanya.


"Baiklah El, jika itu yang kau katakan maka aku akan menjadi pendamping Ratu Medina kerana tidak ada apa-apa lagi yang perlu aku harapkan dari seorang perempuan yang lemah"kata Wenses.


Ratu Elena tersenyum gembira.


"Kau memang lelaki yang hanya memandang kekuasaan Wenses!, Saat El di bawah kau malah menghinanya!" Marah Retda.


"Jika benar begitu lalu apa yang akan kau lakukan?"soal Wenses.


"Bawa dia!" Arah puteri Medina.


Ratu Elena pun dibawa pergi.


"Kurung perempuan ini"arah puteri Medina kepada pengawal untuk mengurung Retda.


Retda hanya pasrah saja saat itu kerana hatinya juga sedih dengan kejadian yang menimpa Ratu Elena.


"Kalian pasti bingung dengan kejadian ini, biar aku jelaskan..aku adalah puteri Medina anak pertama dari raja kerajaan dua elemen ini. Sebelum ayahanda meninggal dia sudah memberikan tahtah kepada aku tapi El cemburu dan mencari cara agar dapat membunuh aku, pada akhirnya dia berjaya membuat aku terluka berat. Di saat itu tuan Deyse menyelamatkan aku dan menyembuhkan lukaku. Jadi sekarang aku kembali untuk membawa kemakmuran bagi kerajaan kalian harus menuruti semua perintah ku!"kata puteri Medina.


Di dalam hati Wenses sudah menebak jika tindakan Ratu Elena itu pasti ada sebabnya. Dari yang dia tahu semua cerita yang dikatakan puteri Medina sangat berbeza dengan Ratu Elena, hanya ada satu kemungkinan bagi Wenses iaitu salah satunya ada yang menipu.


"Wenses pergilah berehat setelah menyelesaikan urusan di sini saya akan mencari kau"kata puteri Medina.


Wenses pun pergi kembali di dalam paviliunya.


Setibanya di paviliun Wenses terus menulis pesan untuk para sahabat Ratu Elena berkenaan keadaan di istana menggunakan burung merpati untuk mengirimnya.


Setelah itu dia meminta kepada pengawal untuk memenggil Adref.


(Malam harinya)


Puteri Medina menyolek wajahnya di depan cermin sambil tersenyum gembira kerana akhirnya dia berjaya membalaskan dendam abangnya yang meninggal. Sebenarnya orang yang menyamar sebagai puteri Medina itu ialah iblis neraka adik kepada iblis neraka yang mati bersama puteri Medina.


Dia mengetahui serba sedikit cerita tentang kerajaan itupun hanya melalui ingatan abangnya dan hasil dari penyelidikanya.


Dia berdiri lalu keluar dari paviliun untuk ke paviliun peribadi Wenses.


Setibanya dia di sana dia terus menerobos masuk.


Baginya Wenses hanya makan malam yang terhidang lezat untuk nya, jika bukan disebabkan Wenses keturunan kerajaan dia sudah lama membunuh lelaki itu tapi dia masih ingin memakan jantung segar Wenses untuk menambah energi miliknya.


"Wenses"panggil iblis neraka yang bernama Durjana itu.


Wenses tidak bergerak dari tempat tidur.


Durjana memegang dada Wenses dia heran kenapa dia tidak dapat merasakan detak jantung Wenses.


Dia cuba memeriksa detak jantung Wenses dengan saksama tetapi benar jantung Wenses sudah tidak berdetak lagi.


"Apakah dia mati"gumam Durjana sendiri.


"Sangat disayangkan jantung enak seperti ini lenyap tanpa boleh aku makan lagi"kata Durjana lalu berdiri.


Dia meminta kepada pengawal di luar untuk membuang jasad Wenses sejauh mungkin dari kerajaan dua elemen.

__ADS_1


Para pengawal itupun membuang Wenses di dalam laut agar jasadnya tidak ditemukan orang dari daratan.


__ADS_2