
"Sedikit lagi!"
Dia mencoba beberapa kali sihir yang telah ditemukan dan dipelajari. Terkurung di kamar luas dan gelap hanya ada cahaya dari alat penerang saja di kamarnya.
Aku harus segera bisa menguasai sihir ini! Semenjak berinkernasi, tidak ada ketenangan menghampiriku.
Arch mengambil sebatang kayu yang telah tersedia di mejanya. Mengayunkan untuk mengetes seberapa besar sihir yang sekarang dia gunakan.
Jujur saja, aku ingin sekali tidur walau hanya sebentar. Aku tidak tau kenapa berinkernasi ke dunia ini, tapi yang pasti ini adalah dunia dalam novel yang aku baca.
'Main character story' adalah novel yang baru saja Arch baca. Terfokus pada karakter utama yang berjuang mengalahkan karakter jahat. Di mulai dengan tragedi keluarganya yang di serang monster kemudian dia bertekad untuk menjadi kuat dengan usaha lalu kerja kerasnya sampai mencapai akhir yang bahagia.
Usaha apa? Dia hanya berlatih dan mendapatkan kekuatan yang tidak masuk akal. Dicintai karakter lain dan melakukan perjalanan yang selalu berhasil. Sial, semua orang bakal iri dengannya kalau begitu.
Karakter utama dalam novel MCS (Main character story) bernama Edelhard. Sesuai dengan arti namanya, seorang yang kuat dan mulia. Selalu di berkati dalam setiap aksi dan tujuan.
Aku memang lahir di keluarga yang kaya dan memiliki kekuasan, tapi aku menjadi seorang karakter jahat di novel ini! Bukan penjahat biasa melainkan Last bos? Gila, keberuntungan dan kesialan benar-benar mengikutiku.
Sebelum berinkernasi dia dulu hanya seorang pemuda berusia tujuh belas tahun yang menghabiskan waktu di dalam rumah dengan bermain game. Saat akan mencapai kemenangan dalam gamenya secara tiba-tiba lingkaran aneh muncul memancarkan sinar terang sampai dia menutup mata.
Setelah itu dia berinkernasi menjadi bayi dan saat usia empat tahun kepala keluarga mengurungnya di kamar. Hanya berbekal buku-buku yang ditinggalkan dan segala macam eksperimen sihir, Arch di haruskan untuk bisa menguasai seluruh kekuatan yang ada pada buku tersebut.
Lord keluarga yang menempatkan kedudukan tinggi, dahulu ada empat kesatria, mereka mengikuti perang untuk mempersatukan kerajaan menjadi kekaisaran. Berkat usaha itu akhirnya terbentuk lima keluarga bangsawan yang tidak terikat penuh pada aturan kekaisaran.
Mereka di berikan wilayah luas untuk ditempati dan dikembangkan. Lord merupakan keluarga yang berkuasa di timur dengan tambang dan persenjataan yang kuat akhirnya tidak ada satupun bangsawan lain berani menantang keluarga ini.
Bukan hanya itu, kepimpinan keluarga ini begitu ketat. Setiap putra dan putri keluarga ini harus bisa mencapai tingkat tinggi dalam pedang ataupun sihir. Saat berusia empat tahun kurungan dalam kamar memang di haruskan agar anak-anak fokus, mungkin anak lain akan menangis dalam kegelapan saat malam, tapi tidak untuk keluarga Lord.
Daripada harus menangis untuk membuang waktu, mereka malah lebih menyukai keheningan dan secara cepat menyerap apa yang di pelajari. Metode tersebut di panggil sangkar.
Saat Arch lahir, dia langsung diberkati banyak energi sihir. Tepat usia empat tahun pengukuran mana dan ujian diadakan dengan memegang bom sihir yang dapat meledak kapan saja.
Saat itu Arch pikir yang dia pegang hanya bola biasa hingga ledakkan besar terjadi sampai membuat dia terdiam kaku. Anehnya tubuh Arch tidak mengalami luka membuat penguji tertawa.
Sejak itulah Arch diperhatikan lebih oleh ayahnya. Dia mendapatkan izin untuk keluar lebih cepat dari kamar daripada kakaknya dulu.
Saat ini umurku sudah delapan tahun dan sekarang aku sudah di izinkan untuk keluar lebih tepatnya besok! Semoga saja berjalan dengan baik.
__ADS_1
Arch dipanggil ke ruangan ayahnya. Dia begitu gugup saat bertatapan dengan sosok pria dingin yang duduk di depan. Sorot mata intimidasi kuat terpancar jelas seakan menatap hewan kecil.
"Ayah, memanggilku?"
Arch mendekat perlahan dengan gerakan sigap dan postur tubuh tegak dia mendengarkan ucapan ayahnya.
"Sudah lama tidak bertemu, Nak. Kau pasti tau tentang masalah ini!"
Branch nama yang cocok untuk pria tersebut, dia melampirkan sebuah kertas bertuliskan tentang masalah yang terjadi di hutan molos.
"Hutan tempat tinggal elf?"
Arch tau, jelas dibuku disebutkan tentang hutan dan penghuninya.
"Mereka ras yang merepotkan, kau taukan bagaimana sifat para elf itu? Aku ingin kamu segera membersihkan tempat itu bagaimana pun caranya. Ini perintah pertama dariku!"
Pria ini gila, ya? bagaimana seorang anak berusia delapa tahun mengurus masalah ini? Bisakah kau mengurus masalahmu sendiri hah!
Sifat elf dikenal angkuh, mereka tidak akan mau menundukkan kepala apalagi berterima kasih pada ras lain. Kecuali untuk elf yang tinggal di kuil dan melayani dewa.
"Ada apa? Apa kau tidak mau mengurus masalah ini, Arch?"
Arch tidak bisa menolak karena tatapan ayahnya begitu menyeramkan seperti memaksa dia untuk mengerjakan masalah ini dengan cepat.
"Tidak ayah, aku akan mengurus masalah itu."
"Bagus, sekarang cepat pergi!"
"Sekarang juga?"
"Mau kapan kau kalau tidak sekarang?"
Arch langsung pergi dari ruangan. Dia berjalan berusaha memikirkan masalah tersebut. Saat berjalan Arch tidak sengaja malah sampai ke lapangan latihan prajurit.
Seseorang menyapa Arch dari kejauhan. dia menghampiri dengan keadaan berkeringat sehabis latihan berpedang.
"Boston, bukankah kau harusnya berlatih besok?"
__ADS_1
Boston memiliki badan kuat dan besar seperti tameng besi kokoh. Skill pedang luar biasa membuat dia menjadi kesatria tingkat 10. Keluarga Lord, kesatria di tingkatkan semakin tinggi tingkatan semakin kuat dan besar peran seorang kesatria.
Tingkatan
1-3.Pemula.
4-6.Warrior.
6-8.Master.
8-10.Legenda.
10-12.Mythic.
Jika melewati dua belas makan kesatria tersebut digelari Sage Sword.
"Saya mendengar anda akan pergi menjalani misi dari ayah anda, sebab itu saya berlatih untuk menemani anda tuan."
Meski kuat dia orangnya polos dan sedikit bodoh. Sifat itulah yang membuat Arch sedikit menyukai orang ini.
Potensi orang ini begitu besar, jadi aku menempatkannya di sisiku dengan menolong dia saat kesulitan. Mudah sekali merebut hati orang ini.
"Aku tidak memerlukan seseorang untuk menemaniku."
"Apa anda akan sendirian ke hutan itu?"
"Iya."
Boston langsung menampakkan wajah resah. Dia berusaha meyakinkan Arch bahwa dirinya akan berguna dan tidak akan menjadi beban untuk Arch.
"Aku mohon tuan, anda telah menolong saya dan keluarga saya dari bandit jadi biarkan saya menebus hutang itu."
Arch setuju, setelah Boston begitu memaksa untuk ikut.
"Baiklah, kau boleh ikut. bersiaplah sekarang! Kita harus segera berangkat ke hutan."
Boston mengerti, dia langsung pergi bersiap diri mengambil senjata. Arch tidak memakai kuda untuk berangkat, dia memutuskan untuk berjalan kaki walau jarak dari hutan jauh.
__ADS_1