
Arch berjalan seiring sinar matahari memancarkan sinarnya. Arch menoleh untuk mengamati bangunan sekitar yang sangat klasik dan mengingatkannya pada gambar dalam novel.
Setiap bangunan seperti mempercantik diri. Kilauan yang memancar merupakan butiran emas untuk menambah kesan elegan di setiap tembok atau tiang.
Bangunan yang dirancang bukan hanya dari daya tahan saja, terlihat mereka juga peduli terhadap kualitas seni yang jelas sekali terpancar dari ornamen di sekitar.
Walau Arch melihat rumahnya yang juga mewah, bersih, dan luas.
Baginya yang seorang dari dunia lain tetap saja terkesima melihat pemandangan seperti ini beberapa kali. Mungkin, untuk sekarang dia ingin sekali memotret bangunan ini untuk koleksi gambarnya. Ah, mengingat di dunia ini tidak ada alat elektronik modern dari zamannya, Arch menghela nafas kecewa.
Setelah beberapa langkah yang di tempuh Arch, dia melihat beberapa orang di depan pintu keluar sedang berbicara seperti saat pertama kali dia lihat.
Galen juga selalu ada di sana dan kali ini Arch yang menghampiri Galen. Melihat adik termuda datang menemui dia, Galen segera memerintah semua orang untuk pergi melanjutkan tugas mereka.
"Ehem, Galen Simon Winchester Lord. Aku ingin bicara mengenai satu hal padamu."
Alis Galen turun bersama terangkatnya sudut bibir merasa tidak suka dengan mana yang Arch sebut.
"Cukup panggil saja Galen! Apa ada hal yang kau inginkan, Arch?"
Galen meletakkan pulpen di sakunya bersama buku yang dia pegang di tangan kiri. Dia sekarang sedang menggunakan jas berwarna putih mirip seperti seorang dokter.
"Bolehkah aku meminta orang bernama Affilor Ruth Wolfson untuk bekerja di bawah naunganku secara langsung?"
Galen kemudian bertanya, "Bekerja secara langsung! Berarti dia akan keluar dari menara ini?"
"Bisa dibilang begitu."
"Aku mengizinkan. Ambil saja dia, lagipula aku ingin melihat perkembangannya yang bekerja untukmu.
Jangan lupa untuk buang sampah yang tertinggal, Arch!" Galen langsung pergi dengan raut wajah datar.
Yang dimaksud Galen adalah penyusup yang Arch pergoki. Galen sudah tau ada penyusup di dalam menaranya hanya saja dia tetap diam untuk mengawasi gerak-gerik si penyusup.
__ADS_1
Setelah mendapat sedikit informasi, tadinya Galen akan membunuh si penyusup, namun tindakan itu dihentikan Arch yang berkomunikasi menggunakan Artefak telekomunikasi (smapho).
Smapho—membuat sang pengguna dapat berkomunikasi dengan seseorang yang berada dalam satu radius tak menentu atau bisa dibilang tidak menentukan jarak.
Tidak ada batas waktu untuk berkomunikasi menggunakan smapho, kekurangannya hanya bisa dipakai sekali saja dan pembuatan smapho sangat memakan banyak waktu.
Arch menunggu, dia menghubungi Boston untuk pergi ke lokasi menara master.
Smapho kali ini di gunakan lagi oleh Arch yang kebetulan membawa empat artefak smapho. Dia menyimpan artefak di sub ruang penyimpanan khusus yang dibuat melalui metode ruang dan waktu.
"Boston! Apa kau sibuk?"
{"Tuan muda? Apa itu anda? Saya hanya sedang berlatih jadi tidak kesibukan lain."}
"Pergilah ke menara master! Bawa dua kuda dan jemput orang yang bernama Affilor Ruth Wolfson!"
{Baik, dengan senang hati, tuan muda. Saya akan menyiapkan kuda terlebih dahulu dan secepatnya datang. Anu, apa saya boleh menanyakan keberadaan anda saat ini?}
"Aku sedang di menara master. Sekarang aku akan pulang, mungkin kita tidak akan berpapasan di jalan, karena aku mengambil rute yang beda. Langsung saja jemput dia dan pergi ke wilayah Holaust. Di sana nanti ada Anson yang akan menunggu!"
Boston menerima panggilan Arch meski dia bingung pada awalnya siapa suara yang menghubunginya.
Arch menunggangi kuda pergi ke rumah yang sebenarnya dia tadi akan pergi bersama Affilor Ruth Wolfson. Beberapa kendala akan timbul nanti, jika mereka berdua pergi. Lagipula Affilor Ruth Wolfson akan pergi ke tempat lain di mana semua nanti berkumpul.
Kemudian di perjalanan Arch kembali memakai artefak smapho kembali. Meskipun pasti ada kerugian memakai artefak sekali pakai, tetap saja Arch harus menggunakan artefak itu daripada menyimpan karena sayang terbuang sia-sia.
"Anson!"
{Ya, tuan muda. Ada perlu apa?"}
Anson sangat cepat sekali menjawab panggilan Arch. Seakan dia tau Arch akan menghubunginya.
Cepat banget. Darimana dia tau aku akan menghubunginya? Ah, sudahlah.
__ADS_1
"Anson, apa kau bisa menunggu di pintu masuk wilayah Holaust. Aku telah menyuruh seseorang bernama Boston untuk pergi ke sana!"
{"Tentu saja, tuan muda. Saya juga ingin menanyakan beberapa hal mengenai urusan anak-anak yang anda berikan pada saya. Mengenai masalah transportasi, pakaian, dan masalah lainnya."}
Aduh, gawat aku lupa masalah itu lagi.
"Aku akan ke sana nanti malam. Ada beberapa hal juga yang perlu diuruskan! Tunggulah! Aku sekarang sedang ada urusan yang lain dulu."
{"Baik, saya akan menunggu anda, sementara urusan kecil biar saya selesaikan dulu di sini." }
"Terima kasih, Anson."
Panggilan pun diakhiri. Arch bisa tenang kali ini, dia yakin Anson bisa menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Mengenal dia orang yang cekatan dan teliti dalam tugasnya membuat Arch merasa telah tepat menyerahkan pada Anson.
Dua prajurit menyambut Arch di depan gerbang. Memberi salam, mereka berdua dilengkapi armor di sekujur tubuh bahkan kepala.
Armor yang mereka pakai cukup ringan dan cukup untuk melindungi diri.
Dua prajurit masing-masing memegang senjata yang berbeda di mana yang satu adalah tombak dan satunya lagi sebuah pedang yang di letakkan di pinggang.
Arch membungkukkan kepalanya sedikit, gerakan itu bukan karena dua prajurit lebih tua dari Arch, melainkan sebagai citra saja. Mungkin dapat dikatakan seperti "Wah, lihatlah itu! Seorang bangsawan menjawab hormat dari prajurit biasa seperti kita?" Begitu kira-kira yang akan dipikirkan dua prajurit itu.
Untuk mendapatkan pandangan baik, walau agak menyebalkan biasanya bangsawan atau keluarga kerajaan dan kekaisaran akan berusaha bersikap baik pada rakyat biasa.
Agar pandangan mereka setidaknya bisa sedikit naik di kalangan rakyat. Meskipun seberusaha keras dirimu memainkan peran itu, tetap saja pada akhirnya bangsawan harus memilih dua kubu.
Antara kubu mana yang akan dipilih ada di tangan mereka masing-masing.
Sejak dulu, dua kubu telah terbentuk dengan sendiri. Kubu bangsawan di mana para bangsawan memihak satu sama lain, membuat perjanjian, pertemanan, hubungan, dan hutang budi.
Semua kegiatan yang diadakan juga harus dihadiri semisal saja pesta teh, pesta dansa, pesta debut, kelahiran anak, pesta ulang tahun, pesta, pernikahan, pesta pertemanan, pesta keluarga, dan banyak sekali kegiatan yang ada.
Lagi, seorang bangsawan juga bisa memilih kubu rakyat biasa. Di mana mereka akan memberikan bantuan pada rakyat, baik berupa primer maupun sekunder. rekonsiliasi juga diperlukan.
__ADS_1
Sebagai gantinya rakyat akan berada di pihak bangsawan lalu keuntungan apa yang diperoleh oleh bangsawan? Kebanyakan yang memilih kubu rakyat menjadikan kepercayaan sebagai arus publik dan bisa dengan mudah menyebarkan hal apapun, pergunjingan tetang seseorang pun tak luput dimanfaatkan.
Informasi, perluasan pasar gelap, dan perbudakan dalam hal ini beberapa rakyat juga ikut andil. Penghasilan yang dibagi tidak sedikit, rata-rata mereka bisa membeli kebun, rumah, dan barang mewah dari hasil kerja sama itu.