Reader: Deirdre

Reader: Deirdre
Bab 13—Membeli informasi


__ADS_3

Arch menunggu sembari meminum minuman bersama Anson. Kemudian Riot kembali menyuruh Arch ke atas hanya seorang diri saja. Wajah Riot ragu akan Arch jika membawa orang lain. Arch membantah Riot, dia tetap akan ke atas dengan Anson, karena mau bagaimanapun menurut Arch, Anson harus tau apa yang akan dibicarakan agar tidak bertanya terus.


"Apa? Kalau begitu aku pergi saja. Aku yakin orang itu akan marah." Arch melangkah pergi ke pintu keluar.


"Tunggu, silahkan masuk saja berdua." Ray mengizinkan Arch membawa Anson.


Riot menggaruk kepalanya merasa apa yang dikatakan tadi sedikit berlebihan. Riot meminta maaf sebesar-besarnya atas ucapannya tadi.


"Lain kali jangan mengatakan bahwa aku di suruh masuk sendiri, padahal dia saja tidak melarang." Arch di tuntun oleh Riot pergi menemui Bourner.


Di atas ternyata terdapat rak buku tua yang lusuh dan kotor. Riot mendorong rak buku tua tersebut menampilkan sebuah lorong berukuran sedang untuk dimasuki. Setelah melewati lorong sebuah ruangan yang dihias klasik dengan meja kerja di tengah ruangan dan seseorang yang sedang menulis.


"Tuan, anak inilah yang ingin menemui anda." Riot menunjukkan sopan santun padanya.


"Pergilah! Biar kami bicara secara pribadi di ruangan ini."


Arch mengetahui orang itu yang tidak lain adalah Bourner pamannya. Bourner menyuruh Arch dan Anson duduk di kursi di depan. Memainkan pena dengan memutar karena bentuk pena persis seperti yang ada di dunia Arch. Pena yang di pegang Bourner memang buatan Arch yang diberikan sebagai salam perpisahan setelah mengunjungi rumahnya dulu.


Arch merasakan suatu energi kuat menghampiri kamarnya, tanpa sadar dia meluncurkan serangan pada Bourner. Melihat itu, Bourner langsung menghindari serangan. Pupil matanya membesar menyaksikan kecepatan Arch dalam menyerang.


Bourner memperkenalkan dirinya dan menyuruh Arch berjanji untuk tak memberitahu siapapun tentang dirinya yang menemui Arch dalam masa kurungan. Bourner menghabiskan waktu untuk mendengar penjelasan Arch mengenai sihir yang Arch pelajari. Bourner merasa senang melihat keponakannya memiliki bakat sihir sampai dia menyadari hari mulai berjalan.


Arch kemudian memberikan sebuah pena pada Bourner yang tangannya hitam dikarenakan tinta yang berceceran. pena dibuat menggunakan sihir jadi untuk mengisi tintanya tinggal mengganti batu sihir atau memasukkan 'mana' ke dalam pena. Bourner juga memberikan sebuah bola hitam pada Arch. Arch heran benda apa itu? untuk apa?.


Bourner menyarankan Arch untuk menyimpan bola di bawah sinar matahari didekat jendela. Bourner pergi memberikan salam perpisahan pada Arch. Pada umumnya Bourner terlihat seperti paman yang baik, peduli pada keponakan, namun setelah Arch tau bola itu adalah bom sihir langka dari kumpulan inti monster, Arch seketika membuka jendela melempar bom sihir keluar. Jantungnya masih berdetak kencang dengan apa yang terjadi barusan. Arch dibodohi oleh orang yang bukan lain adalah pamannya sendiri.


Setelah kejadian itu, Arch malas untuk berjumpa dengan Bourner nanti setelah dia mendapatkan izin keluar kamar. Mengetahui fakta dia berkata begitu justru sekarang pamannya yang memberikan bom pada Arch ada di depan mata.

__ADS_1


"Hahaha, ada apa ini? Apa kau masih marah pada kejadian dulu? Ayolah, aku hanya bercanda saja. Wajahmu sama sekali sulit berekspresi sehingga satu-satunya cara hanya membuatmu mengalami suatu kejadian yang tidak terduga."


Anson hampir bangun dari kursi mendengar Bourner bicara begitu. Arch tidak mengatakan apapun tentang kejadian itu pada Anson.


"Tuan muda bisa terluka?" Anson mengerutkan wajah.


"Apa keluarga Lord akan takut jika mengetahui fakta bahwa diri mereka akan terluka hanya karena benda murahan?" Bourner menatap Arch yang bergeming.


"Tetap saja Tuan muda masih kecil. Seorang anak kecil cendrung takut dan trauma setelah mengalami kejadian yang menakutkan."


"Begitukah? Bagus, dia bisa menahan rasa takut bahkan mungkin bukan apa-apa. Kalau kau takut maka apa berhak kau menerima nama Lord dibelakang namamu!"


"Sudah selesai? Aku kemari bukan untuk buang-buang waktu membahas kejadian itu paman. Aku ingin membeli sebuah informasi darimu langsung."


"Membeli informasi dariku?Informasi tentang apa?"


Arch menunjukkan racun malam. Bourner mengerti setelah melihatnya pasti Arch ingin tau siapa yang dapat membuat racun dan darimana saja asal bahan-bahannya.


Arch mengeluarkan sepuluh kantong uang yang masing-masing berisi koin emas.


"Darimana kau dapat uang sebanyak ini lagi apa ini emas semua?" Bourner curiga Arch mendapatkan dari merampok.


"Aku punya bisnis yang berjalan lancar. Jangan menuduh mencuri, wajahmu terlihat jelas mengatakan darimana kau mencuri ini?"


"Ehem, aku lanjutkan informasinya."


Bourner mulai menceritakan secara jelas. Affilor tinggal di daerah sekitar menara master yang dihalangi oleh tembok. Dia diberikan hak khusus untuk membuat berbagai sihir tanpa perlu mengikuti pelajaran sihir, etika, atau dasar sihir dan bahan-bahan didapat dari pasar gelap pelelangan yang akan diadakan besok.

__ADS_1


"Singkat saja paman! Siapa yang tau letak bahan-bahannya?"


"Bahan-bahan dicari oleh anak-anak kecil yang dijual oleh orang tua mereka. Seorang pria menyuruh mereka mencari disekitar hutan yang terdapat banyak monster."


"Perbudakan? Di daerah ayah?"


"Bukan, bukan. Kalau begitu pasti kepalanya sudah melayang jatuh ke tanah. Pasar gelap berada diluar perbatasan tepatnya di wilayah Holaust untuk lelang diadakan diruang bawah tanah."


"Informasi yang kudapat sudah jelas. Anson ayo pergi!"


"Beneran kau akan ke wilayah Holaust? Budaya mereka sangat buruk. Kejahatan dimana-mana. Yah, wilayah itu bukan bagian dari kita melainkan wilayah bebas tanpa pemimpin."


"Aku harus menyelesaikan dengan cepat. Mau tak mau harus ke sana."


"Hati-hati bocah. Kalau ayahmu tau kau kemari dan pulang terluka bisa-bisa guild ini dihancurkan olehnya."


"Aku rasa ayah bukan orang yang mencampuri urusan orang lain." Arch pergi meninggalkan ruangan.


"Dasar, kalau anak itu tau ayahnya sangat khawatir padanya bagaimana reaksinya, ya?" Bourner tertawa.


Arch menaiki kuda. Anson sempat bertanya ada apa dengan orang itu?.


"Hanya orang gila." Begitu kata Arch.


Perjalanan kembali ditempuh. Arch semakin merasa masalah ini malah makin jauh kemana-mana. Arch sudah melewati perbatasan karena kuda yang dinaiki dipakaikan sihir begitupula Anson.


Wilayah Holaust mulai nampak. Gerbang depan yang bertujuan untuk menandakan nama wilayah rusak parah. Keadaan sekitar juga dipenuhi tumpukan sampah. Sekeliling jalan para gelandangan memenuhi sisi jalan. Arch punya perasaan tidak enak kemudian memutuskan untuk menghilangkan kuda menggunakan artefak tidak terlihat.

__ADS_1


"Buruk sekali keadaan di sini!" Anson menutup hidung mengetahui betapa baunya udara di sekitar.


"Jangan heran. Mereka wilayah merdeka tanpa pemimpin dari bangsawan ataupun keluarga besar. Hanya di pimpin oleh orang yang dinamakan ketua. Wilayah ini tidak memiliki apapun untuk dijadikan kerja sama bagi wilayah lain. Hanya mengandalkan orang kaya saja yang masih tinggal di sini. Aku saja sampai ingin pulang setelah sampai."


__ADS_2