Reader: Deirdre

Reader: Deirdre
Bab 25—Pergi ke markas musuh


__ADS_3

Anson membuka pintu perlahan, membiarkan mayat-mayat orang-orang tadi. Arch mengikuti di belakang, ini seperti rumah pada umumnya yang hanya memiliki kursi panjang dan meja.


Arch melihat-lihat, ada yang aneh mengapa ada telapak tangan di tembok? Apakah itu kunci masuk? Adakah jalan rahasia? Atau apa ada ruang bawah tanah? Arch mulai meletakkan tangannya ke tembok yang terdapat telapak tangan.


Telapak tangan itu sangat besar, mungkin saja tangan Arch yang kecil. Anson yang melihat tersenyum kecil melihat tingkah Arch yang sangat fokus itu.


Arch mulai menyerah mengutak-atik dan mengeluarkan artefak. Saat dia mengeluarkan artefak, Anson terkejut berusaha menghentikan Arch.


Dia tau tindakan apa yang akan Arch lakukan. Tiba-tiba saja suara ledakkan terdengar begitu kencang sampai tembok hancur dan debu berterbangan di mana-mana.


Artefak ledakkan kecil, meski ledakkan kecil namun suara yang ditimbulkan begitu keras. Untung saja Arch memakai Artefak peredam suara (Suppressor).


Artefak yang mampu menghilangkan suara seakan tidak terjadi apa-apa. Sekeras apapun suara yang dikeluarkan akan dihilangkan oleh artefak ini.


Cara kerjanya sangat sederhana, artefak Suppressor akan tetap menyeimbangkan molekul-molekul udara yang terganggu. Artefak yang sangat mudah di bawa kemanapun karena ukurannya yang sederhana.


Artefak ini selalu digunakan Arch setiap kali bereksperimen agar siapapun yang melewati kamarnya tidak mendengar apapun.


Arch yang tidak merasa bersalah begitu saja memasuki ruang bawah tanah yang terletak di lantai rusak. Akankah semua baik-baik saja pikiran Anson mulai memenuhi isi kepala.


Perlahan Arch melangkahkan kaki menuruni anak tangga yang menuntun mereka ke sebuah lorong.


Lorong yang di sinari cahaya lampu sihir mulai terlihat jelas bentuknya. Seperti labirin berbentuk lingkaran.


Setelah menempuh perjalanan mengelilingi lorong itu, Arch dan Anson mulai melihat celah cahaya matahari yang menandakan akhir dari lorong.


Tidak disangka lorong itu berakhir di hutan yang mana ada sungai kecil menghalangi.


"Bagaimana, tuan muda?"


Anson yang sedari tadi membersihkan pakaiannya terpaku melihat sungai di depan.


Ukuran sungai memang tidak terlalu besar, namun mereka tidak tau kedalaman sungai itu dan hewan apa saja yang menghuni.


"Ayo, buat jembatan!"


"Tolong, tuan muda. Ini bukan waktunya bercanda."


"Siapa yang bercanda? Anson, dengar! Aku bisa melakukan hal kecil semacam ini tau. Jadi jangan remehkan aku, ya."


"Baik, tuan muda."


Arch mengeluarkan artefak kembali, bentuk panjang seperti kayu. Memang itu dari bahan kayu, lalu alat itu dapat meniru sebuah benda yang dapat terpakai di air.


Artefak yang pembuatannya sangat panjang, perlu beberapa kali uji coba untuk hasil yang maksimal hingga menghabiskan banyak waktu.


Arch tidak akan lagi membuat artefak ini kecuali jika memang perlu.

__ADS_1


Arch tidak mempermasalahkan waktu pembuatannya karena dia bisa membuat artefak ini dengan berbagai cara, hanya saja bahan untuk artefak ini sedikit sulit di cari dan durasi pakai hanya sepuluh menit.


Meski Arch berusaha kali memperpanjang durasi tetap saja durasi hanya bertambah satu menit.


Ini membuat dia sedikit frustasi, rincian pembuat Artefak Barclay masih terus dikembangkan.


Arch bisa saja menyerah membuat Artefak Barclay, tapi sifatnya yang bersih kukuh memaksa dia agar tidak menyerah.


Langkah awal yang bagus di mulai dari hal kecil, Arch menganggap ini sebagai tantangan untuknya.


"Yosh, lempar!"


Arch melempar sambil berteriak. Artefak memperbesar ukurannya, hingga benda bernama perahu terbentuk dari Artefak itu.


Anson memandang tajam pada benda itu, dia terkejut dengan apa yang benda itu lakukan.


"Apakah ini yang baru, tuan muda?"


"Tidak, ini masih versi lama. Aku akan memperbaiki lagi nanti."


"Ho, begitukah! Anda memang selalu penuh kejutan, tuan muda."


"Mari naik!"


Arch menaiki perahu bersama Anson, Arch melihat Anson yang dari tadi mencari sesuatu hingga Arch bertanya.


"Ada apa?"


"Hahaha, aku kira sedang apa! Perahu ini melaju secara otomatis bila kita manaruh sihir gerakkan, lihat! Bergerakkan?"


"Tentu, luar biasa. Mekanisme yang unik."


Arch yang mendengar mulai menghela nafas, Anson tau helaan nafas itu adalah lelah.


"Karena waktu pemakaian yang sebentar, jadi aku memilih mekanisme seperti ini agar menghemat waktu."


Sungai mulai di sebrangi, perahu melacu cukup cepat.


Arch mulai bertanya dalam benaknya tentang cara mereka menyebrangi sungai ini.


Harusnya ada perahu di salah satu sisi, melihat tidak adanya itu membuat Arch menebak kalau mereka menyebrangi sungai dengan sihir yang berarti anggota penyihir mereka cukup banyak.


Untuk bisa menggunakan sihir terbang setidaknya kamu harus bersama-sama membagi mana.


Sihir terbang sangat menguras mana, jadi penyihir harus mengorbankan mana mereka untuk rekan yang akan menyebrangi sungai.


"Apakah tadi ada seorang penyihir di antara mereka?"

__ADS_1


"Tidak ada, semua hanya seorang penggunaan senjata jarak dekat."


"Ada yang aneh!"


Perahu telah mencapai sisi sungai. Arch dan Anson segera turun, waktunya sangat pas hingga Artefak kembali ke bentuk semula.


Artefak ini bisa dipakai beberapa kali, jadi itu keunggulan lainnya.


Hutan di penuhi tanaman obat, tanaman beracun, dan serangga. Ini seperti sedang bertamasya ke hutan lindung.


Sebuah mansion tua terlihat, area sekitar terlihat gelap. Pepohonan juga mengering di sekitar mansion hingga tanah tandus berbentuk persegi.


Ada yang tidak beres, firasat Arch terus berteriak, suatu energi hitam—sangat hitam dapat Arch rasakan.


Bahkan bukan hanya dia, hal serupa di rasakan Anson juga.


"Apakah mereka meneliti sihir hitam, tapi sampai tahap mana?"


Anson secara cepat menjawab.


"Ini pasti sudah banyak mengorbankan jiwa. Apalagi jiwa orang yang baik akan sangat berpengaruh besar."


"Aku mengerti. Sihir hitam ini menarik sekali!"


"Saya mohon, tuan muda. Jangan membahayakan nyawa anda!"


"Oke. Aku serahkan lagi padamu."


"Baik, saya amat berterima kasih anda telah mendengarkan ucapan saya."


Saat Anson menapakkan kaki di tanah itu, seketika saja tanah bergetar memunculkan sekelompok tengkorak manusia yang bergerak lambat.


Walau begitu, tetap saja tampilan mereka sangat menakutkan. Sekelompok tengkorak manusia yang tidak menyisakan apapun, semua murni hanya ada tulang.


Arch sampai menelan ludah melihat tengkorak yang bergerak ke arahnya.


Anson menghancurkan tengkorak dengan tangan kosong, seperti memukul benda lunak. Karena keributan itu menarik sekelompok orang-orang keluar. Keadaan semakin menegangkan saat orang-orang yang nyatanya adalah penjaga mansion menyerang Anson.


Semua tipe petarung jarak dekat, pedang yang terayun ke kepala Anson harusnya berhasil menebas kepala Anson, orang-orang terkejut ketika Anson menghindari serangan begitu mudah, seakan dia telah membaca semua pergerakan musuh.


Anson menebas kepala orang-orang satu persatu hingga sisanya mundur menjauh.


Hanya dengan tangan saja dia mampu memisahkan kepala karena kekuatan tangannya sangat ringan dan cepat.


Anson mulai membuka jarak dengan orang-orang yang tersisa.


Sekitar enam orang, Anson ingin mengakhiri ini secepatnya dan kumpulan tengkorak itu sangat menganggu pergerakan.

__ADS_1


Saat Arch hendak bergerak, Anson secara cepat melompat ke kumpulan tengkorak hingga tulang-tulang berhamburan terkena benturan tubuh Anson.


Membiarkan Arch mengatasi tengkorak berarti dia telah gagal dengan janjinya.


__ADS_2