Reader: Deirdre

Reader: Deirdre
Bab 16—Kepercayaan diri seseorang?


__ADS_3

Sekumpulan penyihir sedang sibuk berdiskusi satu sama lain di luar menara. Beberapa sedang meneliti sihir jenis baru atau sihir yang akan dikembangkan. Terlihat rambut dan pakaian para penyihir begitu berantakan dikarenakan pekerjaan yang tiada selesai.


Bisa saja para penyihir beristirahat bersantai sejenak, tapi hari ini Galen secara langsung datang mengawasi. Tentunya, para penyihir tau bagaimana sifat Galen yang sangat disiplin dalam hal waktu. Galen memiliki bakat sihir, juga dalam kecerdasan memahami unsur sihir yang luar biasa. Bahkan banyak sihir baru yang dibuat dari sihir lama.


Para petua juga sangat kagum pada Galen. Di usia semuda itu dapat menguasai segala tentang sihir rakyat atau bangsawan merupakan anugerah. sihir rakyat memiliki tingkat lain begitu juga sihir bangsawan. Bangsawan bisa memakai sihir rakyat yang tergolong sihir sehari-hari, tapi rakyat tidak akan bisa menggunakan sihir bangsawan, kalaupun bisa, tentu dampaknya akan berbeda dari yang dihasilkan bangsawan.


Suatu kebetulan Galen terdapat diantara kumpulan para penyihir. Melihat hal itu, Arch buru-buru memutar balik arah kudanya. Sudah terlambat, di saat bersamaan tali muncul mengikat kuda Arch hingga Arch terpaksa turun.


"Yo, Arch. Sedang apa kau? Apa ada urusan?"


Galen menyerahkan beberapa kertas yang dia pegang pada salah satu penyihir. Pergi menghampiri Arch dengan wajah yang sedikit menampilkan senyum.


"Ah, aku ingin menemui orang bernama Affilor!"


Galen terdiam sejenak untuk mengingat nama yang Arch sebutkan. Tak lama Galen langsung mengingat.


"Oh, Affilor Ruth Wolfson? Orang itu sekarang sedang berada di menara. Aku akan mengantarkan ke ruangannya."


"Tidak, tidak usah."


Arch menolak keras. Seketika Galen berwajah kaku tanpa menampilkan satu ekspresi pun.


"Apa kau tau ruangannya? Lagipula untuk menemui seseorang di menara harus ada perjanjian dulu. Melihat datang secara langsung tanpa perjanjian, itu akan berproses lama."


Mau tak mau Arch membiarkan Galen mengantar. Membuat perjanjian terhadap orang yang akan ditemui akan sangat panjang. Bisa jadi dia akan diizinkan besok. Beda lagi bila ada seseorang yang mempunyai koneksi dalam pada menara.

__ADS_1


"Oke."


Arch ditunjukan ruangan kerja Affilor Ruth Wolfson oleh Galen. Setidaknya buku-buku tersusun rapi pada tempatnya. Berbeda pada barang-barang yang kebanyakan terbuat dari kaca berserakan begitu saja.


"Ada yang ingin menemui Affilor Ruth Wolfson!"


Seseorang keluar dari sisi celah rak buku. Rambut hijau, serta warna mata hijau gelap ditambah dari perilaku mencerminkan seseorang yang kurang percaya diri. Buku tebal berwarna coklat juga selalu dipegang oleh kedua tangannya.


"Tu..., tuan Simon Winchester. A... apa ada yang bisa saya bantu?"


Untuk seseorang yang sudah beranjak dewasa, lalu melakukan pencapaian akan diberikan nama tambahan secara resmi. Jadi apabila orang-orang di menara sihir ataupun diluar itu harus menyebut nama gelar setelah nama pertamanya. Jadi nama resmi akan menjadi Galen Simon Winchester Lord.


Nama yang terlalu panjang sangat bermasalah untuk Galen, jadi dia menyuruh orang-orang menara sihir untuk memanggil nama gelar saja. Itulah kenapa kebanyakan yang sudah tau selalu memanggil Simon Winchester.


Arch baru tau setelah Affilor Ruth Wolfson menyebutkan nama lain Galen beserta nama kepanjangan Affilor Ruth Wolfson. Galen meninggalkan mereka berdua sebab masih banyak tugas penyihir yang harus dia periksa. Lagipula Galen tidak akan penasaran tentang hal-hal yang berada di luar tanggung jawabnya, karena begitulah sifatnya.


Arch menyebut namanya. Affilor Ruth Wolfson tergugu-gugu. Dia takut salah bicara dan malah berakibat kebingungan seperti orang linglung. Arch sedikit mengerutkan alis melihat pergerakkan Arch, Affilor Ruth Wolfson langsung segera melakukan perkenalan.


"Sa... salam kenal. S... Sa... Saya Affilor Ruth Wolfson dari menara sihir. A... anda pasti anak termuda dari ke... keluarga Lord. A... Arch Lord. Maafkan bila saya salah menyebut."


Wajah panik Affilor Ruth Wolfson membuat dia mengeluarkan keringat di dahi. Melihat tingkah laku Affilor Ruth Wolfson, Arch ingin sekali menggelengkan kepalanya. Affilor Ruth Wolfson mempersilahkan Arch duduk. Saat dia akan membuat minum untuk Arch, tindakan itu langsung dihentikan.


"Tidak perlu! Aku hanya ingin menanyakan sesuatu darimu."


Sekali lagi, racun malam di letakkan di atas meja. Affilor Ruth Wolfson menatap untuk memastikan apa itu buatannya atau bukan.

__ADS_1


"Ra ...Racun inikan yang baru beberapa minggu dipesan! A... Apa ada sesuatu yang berhubungan dengan ra... racun ini tuan Arch Lord."


"Arch saja! Jangan menyebut Lord. Apa bisa berbicara lebih lancar. Bicaramu yang terbata-bata agak sedikit —"


Arch menghentikan ucapannya. Affilor Ruth Wolfson langsung menanggapi dengan berusaha berbicara selancar mungkin yang dia bisa.


"Ma... Maafkan saya. Berbicara seorang di... diri lebih nyaman dibandingkan dengan orang lain."


Affilor Ruth Wolfson menundukkan wajah seketika. Arch menghela nafas dalam-dalam. Walau dia tidak mengerti apa yang dimaksud Affilor Ruth Wolfson, Arch berusaha memahami apa yang diinginkan.


"Ini bukan sesuatu yang layak, tapi kalung ini dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri. Meski kepercayaan itu datang dari diri sendiri. Jangan terlalu mengandalkan benda-benda sihir. Cobalah berlatih bicara di depan cermin mungkin akan efektif."


Ah, aku bahkan mengatakan sesuatu yang aneh lagi. Apa aku cocok jadi penasihat saja, ya? Malah memikirkan itu.


Affilor Ruth Wolfson memandang kalung. Mata berbinar cerah yang ditunjukkan bersamaan senyuman lebar membuat dia bertanya pada Arch lagi.


"Ini ar ... artefak? A ... Apa anda serius memberikannya pada saya?"


"Hanya benda biasa saja. Lagipula tidak ada gunanya kalau aku terus menyimpan."


Seketika Affilor Ruth Wolfson menelan ludah dalam-dalam. Artefak yang diberikan Arch begitu saja sampai membuat kedua tangan Affilor Ruth Wolfson yang sedang memegang gemetar. Setelah tenang sedikit, dia langsung memakainya. Kalung Citrine yang memiliki batu berwarna kuning keemasan menambah kepercayaan diri bagi sang pengguna.


Itu dapat dirasakan langsung setelah menggunakan kalung Citrine. Affilor Ruth Wolfson langsung merasakan sesuatu, lebih tepatnya—jantungnya berdetak lebih kencang. Perasaan senang bercampur aduk hingga jantungnya terasa panas.


"Terima kasih telah memberikan benda berharga ini. tuan Arch."

__ADS_1


Affilor Ruth Wolfson membungkuk setulus-tulusnya pada Arch yang telah memberikan artefak yang tidak pernah dia miliki. Kini Affilor Ruth Wolfson tau bahwa keluarga Lord sudah berada di tingkat yang sangat berbeda dari bangsawan lainnya. Dia dulu hanya memandang empat keluarga hanya sebatas mengandalkan leluhur saja. Mereka beruntung karena leluhur mereka itulah yang dulu Affilor Ruth Wolfson pikir. Semua keluhan, kini merubah pola pikirnya tentang keluarga Lord. Semua anggota keluarga Lord sangat hebat. Affilor Ruth Wolfson menyeka keringatnya dengan kain di saku kiri.


__ADS_2