
Sihir yang diperlihatkan Lily lumayan menarik bagi Arch. Sihir yang sudah dikembangkan pada Makhluk hidup maupun tumbuhan dengan memerhatikan tempo waktu dan ukuran.
"Apa waktunya dapat diatur?"
"Tentu saja, saya bisa mengatur sesuai kapasitas evolusi." Suara lembut Lily membalas pertanyaan Arch.
"Apa perubahan tergantung pada hewannya?"
"Begitu, bila kita menggunakan pada tikus maka tercipta monster tikus atau disebut juga tikus raksasa pemangsa begitupula bila dilakukan pada organisme lain."
"Jadi maksudmu kalau menggunakan pada kadal atau Lizarmen maka terciptalah seekor naga?" Arch menurunkan alisnya.
"Saya tidak yakin akan itu. Bisa saja evolusi ini random tergantung jenis tempat atau si pengguna sihir evolusi."
"Oh, aku paham. Sekali lagi aku mendapatkan sesuatu yang menarik darimu."
"Saya juga senang bila Tuan muda tertarik melihat sihir saya."
"Yah, sayang sekali aku ingin melihat sihirmu yang lain, tapi waktu tak mengizinkan. Oh, Lily jangan terlalu formal padaku lagipula kau lebih tua. Abaikan tentang siapa aku atau dari keluarga mana."
"aku akan menantikan kunjunganmu, Arch." Lily tersenyum mengucapkan salam perpisahan.
"Begitu lebih baik. Rasanya teringat diriku yang dulu."
"Boleh aku menanyakan sesuatu padamu?"
"Bertanya tentang apa?"
"Kenapa anda menanyakan seseorang yang membeli rumput api? Apa Arch memiliki masalah dengan orang itu?"
"Sedikit, dialah yang hendak menyerang ibuku menggunakan racun malam. Entah apa yang ada didalam pikirannya sehingga menambah beban pekerjaanku saja."
"Hm, apa aku perlu membantumu mencari pelakunya? Aku sedikit kaget mendengarnya."
"Kalau Lily pergi, siapa yang akan menjaga rumahmu? Rumah ini bisa mudah dihancurkan atau dimaling, loh!"
"Meski aku dapat menggunakan sihir?" Lily menyeringai.
__ADS_1
"Ugh, sudahlah jangan ikut. Tetap di sini! Pekerjaan kecil semacam ini dapat aku selesai dengan cepat.
Arch sangat enggan membawa Lily dalam menyelidiki kasus yang sedang dia kerjakan. Lily terkadang mudah terbawa emosi sehingga kadang menimbulkan masalah baru. Arch berinisiatif akan memberikan tamparan keras pada pelaku agar tidak meremehkan keluarga Lord.
Selepas mereka dari rumah penyihir Lily yang ingin ikut, tapi ditolak Arch. Anson sedari tadi cuman diam bahkan tanpa sepatah kata pun. Arch melihat kearah Anson, tatapan Arch membuat Anson bergidik sesaat.
"Tuan muda, saya melamun tadi tolong maafkan saya." Anson mengeluarkan keringat kecil dari dahinya. Dia juga terheran seperti baru saja hewan buas sedang menatap buruan.
"Anson, kau dari tadi melamun terus, ada apa?"
"Saya mulai memikirkan penyihir tadi, perasaan saya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres padanya? Mungkin ini hanya perasaan saya saja."
Arch berusaha menahan tawa, sampai air ludahnya terciprat. Untuk seorang kesatria tingkat sepuluh yang dapat merasakan suatu keanehan membuat Arch tidak menyesal memilihnya sebagai orang terdekatnya (pelayan).
"Lupakan saja dia. Seiring waktu berjalan kau akan tau siapa sebenernya wanita itu!"
aku bukannya malas menjelaskan. yah, anggap saja memang tidak tau bagaimana menjelaskannya. masa harus bilang bahwa dia seorang kriminal yang terganggu kejiwaannya dan memiliki hobi gila melakukan percobaan pada hewan. Sekali lagi, ada orang yang mengatakan jangan melihat seseorang dari luarnya saja seperti buku yang dilihat covernya saja. Sesekali lihatlah sisi lain dari diri seseorang.
"Anda mungkin terganggu dengan pernyataan saya tadi. Saya seharusnya tak mengucapkannya. Tuan muda sekarang anda akan kemana lagi?"
"Guild informasi? Saya baru tau guild itu!"
"Guild informasi beroperasi secara rahasia. Beberapa saja yang mengetahui guild ini karena sulit menemukan tempat mereka yang selalu berubah-ubah. Para pelanggan juga diharuskan mengetahui sandi saat memasuki guild agar informasi yang diberikan lebih spesifik."
"Jika tidak mengetahui, apa informasi yang diberikan hanya setengah saja?"
"Masih mending, itu kalau mereka sedang ingin melayani pelanggan non sandi. Bukan setengah informasi yang diberikan melainkan hanya sedikit saja bisa dibilang dasarnya."
Guild informasi yang memiliki berbagai informasi dari seluruh daerah yang ada seperti kebiasaan penduduk, bangsawan, siklus dari daerah, apa saja ciri dari suatu wilayah, keunggulan, serta informasi yang sedikit dalam tentang suatu kerajaan atau penguasaan daerah semua tersedia.
Pemilik guild adalah paman Arch, dia memiliki beberapa informan handal yang pintar menyusup ke suatu wilayah tanpa ketahuan. Penyembunyian hawa kehadiran diajarkan begitu detail dan jelas. Mereka diajarkan untuk berprinsip ada tetapi juga tidak ada.
Membutuhkan banyak tenaga dan fokus tinggi untuk menghilangkan hawa kehadiran selama beberapa jam. Itulah kenapa harga informasi yang dibeli cukup mahal, pelanggan juga tidak komplain tentang harga. Yang terpenting mereka mendapatkan informasi yang mereka mau.
Arch sedikit malas pergi ke guild informasi, seandainya ada website atau forum yang bisa dia gunakan untuk mencari informasi tentu saja mustahil meski berpikir begitu. Guild informasi sekarang berada di daerah dekat pasar tepatnya didekat penginapan kecil. Arch masuk di sambut oleh seorang pemilik penginapan.
"Selamat datang. Oh, apa anda ingin menginap saja atau hanya makan?"
__ADS_1
"Pria berambut hitam mempunyai kumis jelek." Arch menatap pemilik penginapan.
"Ya ampun, tunggu sebentar!" Segera dia pergi ke atas.
"Tuan muda barusan menyebut kumis jelek?" Anson menelan ludah.
"Bukan kumismu."
Anson salah paham pada Arch, hanya mendengar kumis jelek saja saat masuk. Anson diluar sedang mengikat tali agar kuda tidak lepas. Jadi dia cukup terguncang dengan perkataan kumis jelek padahal kumisnya dirawat teratur.
"Fuh, saya pikir anda sedang menyebut tentang kumis saya."
"Untuk apa aku menyebut kumismu? Kumismu bagus. Dengar ya, kumis itu pasti dicuci dan disisir setiap hari lalu warna putih menambah kesan karisma kuat padamu, jadi coba sedikit percaya diri akan kumismu." Arch berusaha menyusun kalimat semangat untuk Anson agar kesalahpahaman dapat diperbaiki.
"Tuan muda, lelaki tua ini sangat terharu dengan perkataan anda." Anson masih berwajah kaku dan hanya menundukkan wajah saja.
Seseorang turun dari tangga, pemilik penginapan membawa orang lain untuk menemui Arch.
"Mana orangnya?"
"Roit, buka matamu lebar-lebar. Anak itu orangnya." Pemilik penginapan membuka kedua mata Roit hingga ditepis.
"Hei, dasar kau. Aku juga dapat lihat maksudku kenapa anak kecil ingin membeli informasi, mungkin saja dia hanya mengucapkan itu secara kebetulan."
Pertengkaran terjadi diantara keduanya. Riot tidak percaya pada Ray (pemilik penginapan) yang mengatakan anak kecil ingin membeli informasi.
"Kenapa malah kalian yang ribut? Panggil paman Bourner saja sana!"
Keduanya menghentikan argumen mereka. Menatap satu sama lain menampilkan wajah terkejut.
"Tuh-kan benar kataku. Anak itu tau nama pemimpin maka dia pasti bukan anak biasa. Cepat panggil sana!" Rey menyambut Arch kembali.
"Hahaha, saya minta maaf atas tindakan si bodoh itu. Apa anda ingin minum atau makan kue?"
Arch hanya diam menatap. Ray jadi merasa diabaikan hingga dirinya merasa malu sendiri. Ray kemudian menyiapkan minuman jeruk yang dihias sebagus mungkin.
"Silahkan, pasti lelah menunggu lama maka dari itu kalau anda berkenan maka minumlah minuman ini." Ray menyuguhkan minuman di depan meja Arch.
__ADS_1