
Suasana nampak canggung diantara keduanya. Arch sesekali memalingkan pandangan saat ibunya menatap. Emilia memulai percakapan.
"Menyelesaikan dua tugas, ibu cukup senang. Pastinya kamu mengalami beberapa kesulitan, tapi itu hanya sebuah penyelesaian kecil. Jangan pernah bangga pada hal kecil. Sudah berapa tahun umurmu sekarang? Pertumbuhan anak-anak memang cepat, ya?"
"Ibu, kalau itu saja yang ingin disampaikan bolehkah sekarang aku pergi?"
"Oh, tentu saja tidak. Ibu ingin menunjukkan sesuatu padamu." Emilia mengeluarkan barang yang diletakkan di depan Arch.
"Ini? Racun malam? Kenapa ibu dapat racun ini?" Arch mengubah ekspresi menjadi takjub.
"Kupikir kamu akan terkejut? Yah, justru ibu ingin kamu menyelidiki darimana racun ini berasal sebab racun malam bersifat rahasia. Walau ada yang bisa membuat maka si pemesan setidaknya harus yang memiliki wewenang kuat."
"Aku mengerti. Kenapa ibu menyuruhku mencari tau?" Arch memerhatikan racun.
"Racun ini hanya aktif dimalam hari, aku yakin kamu tau itu. Pada saat malam kemarin ada seseorang yang menerobos kamarku lalu berniat untuk menuangkan racun ini disekitar kamar. Kami sempat bertarung pada saat itu, ibu melihat luka di bahunya."
Arch tersentak. Dia mengingat penyerangan yang terjadi pada waktu pulang.
"Apa lukanya di kiri?"
"Benar, luka jenis sayatan pisau atau pedang. Kamu tau letak lukanya kalau begitu pasti mudah untuk menemukan pelakunya."
"Iya, ibu tenang saja. Aku pasti bisa menemukan pelaku itu."
Arch pergi dari ruangan bersama Anson. Arch mulai berpikir kenapa orang itu menyerang ibunya? apa yang dia inginkan sehingga menyerang Arch? Arch larut dalam pikiran sehingga Anson menepuk pundaknya.
"Tuan muda, anda terlalu fokus memikirkan sesuatu? Apa ada hal yang mengganggu pikiran anda?" Anson cemas pada Arch.
"Tidak. Anson apa kau tau benda apa ini?" Arch menghentikan langkahnya pada saat disekitar sudah sepi.
"Racun? Tapi saya tidak tau racun apa itu?"
Tentu, racun malam hanya diketahui oleh keluarga Lord saja. Walau ada yang mengetahui mustahil bagi orang lain untuk mendapatkan racun malam begitu mudah. dikatakan bahwa penemu racun mati oleh penemuannya sendiri. Racun ini dapat berkerja dengan menyebarkan disekitar area lalu akan terhirup kemudian menyerang jalur pernapasan.
__ADS_1
"Aku ingin menemui seseorang. Besok siapkan kuda untukku!"
"Baik, Tuan muda. Saya juga akan menemani anda."
Arch berniat menemui seseorang yang akan menemukan jawaban tentang racun malam. Seharusnya dia tidak mengetahui orang yang akan ditemui. Semua berkat ingatan membaca novel dimana dia juga berinkernasi di dunia yang mirip dengan novel itu.
Keesokannya mereka sampai di rumah tua kayu. Halaman terawat serta rumah kayu yang bersih. Pagar kayu juga mengelilingi membentuk lingkaran untuk melindungi pekarangan rumah dari hewan pembuat kacau.
Arch turun dari kuda. Bukannya mengetuk pintu Arch malah mengucapkan sebuah kalimat.
"Informasi yang tidak diketahui. Apa kau menginginkan?"
Pintu terbuka. Seseorang keluar dari pintu. Pakaian sederhana disertai wajah ramah tamah menyambut Arch.
"Oh, Tuan muda dari keluarga Lord. Anak ketiga yang bernama Arch Lord" Saat menyebutkan kata terakhir dari nama panjang Arch suara sedikit hilang.
"Lama tidak berjumpa, Lily?" Arch memberikan salam begitu pula Lily.
Arch membuat Alat sihir komunikasi jarak jauh. Mirip handphone yang menangkap sinyal untuk komunikasi. Benda buatan Arch juga menangkap jalur mana agar terhubung. Arch melakukan percobaan untuk berkomunikasi meski percuma saja karena tidak akan ada yang menjawab komunikasinya. Saat benda dinyalakan tiba-tiba saja suara terdengar. Ternyata ada seorang penyihir yang mengetahui jalur mana yang membentuk panjang seperti benang. Penyihir menangkap jalur mana milik Arch lalu menghubungkan ke bola kristal miliknya. Mereka berdua mulai berbicara sampai penyihir menyebutkan namanya yaitu Lily.
Arch tau siapa Lily, penyihir yang tinggal sendiri dari kawasan penduduk. Dia juga gemar bereksperimen pada sihir baru seperti Arch. Lily bahkan tidak segan untuk menjadikan hewan peliharaan sebagai percobaan sihir baru. Yang paling Arch tau juga Lily adalah penjahat yang akan melawan karakter utama di novel.
Suatu kejadian menimpa Lily. Virus iblis merasuki Lily sampai menjadi monster yang menghancurkan sebagian wilayah milik salah satu keluarga bangsawan. Lily juga memangsa penduduk sampai orang-orang mengalami ketakutan akibat ulah Lily.
Peristiwa masih lama. Lily juga menderita kutukan yang dari lahir dia alami. Arch berhasil melepas kutukan Lily melalui segel. Kutukan tersegel, kutukan yang membuat jantung terasa akan meledak, kadang mengeluarkan anyir yang mengundang hewan buas atau monster, karena Lily tidak bisa memakai sihir sebab sirkulasi mananya akan terganggu mempersulit dia untuk bertahan hidup di wilayah yang dia mau.
"Lily, aku yakin kau tau ini apa?"
Lily mendekatkan pandangan melihat Arch memegang sebuah botol kaca. Cairan hitam pekat membuat Lily mudah mengetahui racun malam.
"Racun! Kenapa anda menunjukkan pada saya?"
"Aku sempat bingung bahan apa saja yang terkandung dalam racun ini, setelah dilihat lagi ternyata ada bahan yang hanya dimiliki olehmu. Apa ada orang yang membeli bahan darimu?"
__ADS_1
"Tunggu sebentar, aku ingat sekarang beberapa hari yang lalu ada orang berpakaian serba hitam yang membeli rumput api dariku. Orang itu tidak menyebutkan namanya."
"Sudah kuduga. Berapa banyak yang dia beli?"
"Dua puluh kantong rumput."
"Jadi dosisnya dinaikkan. Terima kasih Lily berkatmu aku mendapatkan beberapa informasi penting."
"Senang mendengarnya, Tuan muda. Apa anda mau mampir dulu ke rumah saya. Saya ingin menunjukkan beberapa eksperimen."
"Boleh, aku ingin tau eksperimen apa yang akan diperlihatkan."
Lily mempersilahkan Arch dan Anson masuk. Kondisi dalam rumah sangat sederhana. Kursi, meja, beberapa patung kayu, terakhir tumpukan buku di lantai juga lemari buku.
"Tuan muda, apa anda yakin pada wanita itu?" Anson khawatir.
"Dia rekanku."
Lily memiliki penampilan muda meski umurnya telah delapan puluh tahun lebih. Lily dapat mempertahankan penampilan muda yang berasal dari segala macam sihir. Dari kecil dia melihat sihir sebagai keajaiban. Lily melihat sebuah buku sihir yang bertuliskan berbagai mantra-mantra dari sekian banyak mantra, Lily malah menyebutkan mantra ledakkan sedang. Secara cepat setelah menyelesaikan mantra, ledakkan terjadi di rumahnya menghanguskan dan membunuh seluruh penghuni rumah.
Hanya Lily saja tersisa. Seorang penyihir melindungi Lily dengan memasangkan shield. Lily kemudian di masukkan ke akademi fantasi sihir. Selang beberapa tahun Lily berhasil lulus. Kutukan juga diketahui setelah para penyihir melakukan pengecekan kesehatan.
"Saya kenalkan sihir evolusi." Lily menunjukkan rasa bangga pada sihir yang ditemukannya.
"Sihir evolusi?" Arch melihat Lily yang menunjukan kerja sihir evolusi.
Lily mengambil tikus putih sebagai contoh sihirnya. Tikus diletakkan pada kurungan besi juga Lily merapal mantra, mana disekitar berkumpul pada tikus mengelilingi berubah menjadi kabut putih. Tikus yang kecil berubah menjadi monster tikus.
"Oh, hebat. Sihir yang merubah bentuk makhluk hidup?" Arch terpukau pada sihir Lily.
"Bukan hanya makhluk hidup. Tumbuhan juga bisa, Tuan muda." Lily mencoba pada tumbuhan.
"Wah, berapa banyak percobaan yang dilakukan sampai menciptakan sihir evolusi?" Arch agak ngeri.
__ADS_1