
Teriakan dari jalan sebrang terdengar oleh Arch dan Anson. Seorang pria memarahi seorang anak perempuan dengan mengatakan bahwa anak perempuan itu sudah mencuri uangnya.
"Jangan melihat ke sana! Itu hanya tipuan. Sudah banyak sekali yang memakai trik semacam itu untuk menarik simpati pengunjung wilayah Holaust." Arch menatap mata anak perempuan yang sempat melirik padanya.
"Memang banyak sekali yang menggunakan cara sampah. Saya juga sering menjumpai situasi ini di wilayah lain." Anson merasa yang dikatakan Arch ada benarnya.
"Tetap fokus pada tujuan kita kali ini!" Arch melihat sekumpulan orang-orang berbaju mewah.
Arch memutuskan untuk menghampiri sekumpulan orang-orang berbaju mewah. Dilihat dari cara berpakaian mereka, jelas semua sekumpulan orang-orang itu sepertinya bangsawan atau para pedagang kelas menengah dan tinggi.
Jika dilihat, ini seperti kontes pakaian terbaik. Semua pakaian yang dikenakan dibaluri emas berkilauan sebagai hiasan. Orang-orang miskin hanya bisa menatap dari kejauhan memandangi hiasan emas, lalu berpikir bagaimana kalau aku mencuri pakaian itu dari mereka?.
Arch hanya bisa menggelengkan kepala melihat situasi aneh ini. Di satu sisi ada yang mendapatkan takdir indah seperti orang-orang kaya yang dikawal kemudian di sisi lain perasaan iri, marah, sedih memenuhi wajah para orang-orang miskin yang bahkan tidak bisa membayangkan kehidupan seperti apa yang para orang kaya rasakan.
Arch bertanya pada salah satu pengawal, dikarenakan tubuhnya pendek jadi Arch menyuruh Anson untuk bertanya saja.
"Permisi, apa yang mereka lakukan di sini?" Anson berusaha bertanya pada seorang pengawal.
"Oh, apa kau juga seorang tamu? Harusnya kau sudah tau kalau acara lelang akan dimulai, jadi kami menunggu seorang pemandu untuk menuntun ke tempat lelang."
"Begitu, Terima kasih telah memberitahu saya."
"Iya."
Anson pun menyampaikan informasi yang dia dapat setelah bertanya.
"Dikumpulkan untuk menunggu seorang pemandu? Baiklah, mari kita ikuti sekumpulan orang-orang ini!"
__ADS_1
"Baik. Tuan muda."
Setelah sepuluh menit seseorang memakai pakaian formal sederhana muncul.
"Semuanya, maaf saya datang lebih lama dari yang diperkirakan. Silahkan ikuti saya untuk ke tempat lelang. Pastikan anda tidak memalingkan pandangan saat kita berjalan ke ruang bawah tanah!"
Sepanjang perjalanan yang gelap, namun telah terang setelah pemandu menyalakan cahaya di item yang sedang dia pegang. Perjalanan nampak normal, begitu memasuki lebih dalam ruang bawah tanah bukan tembok lagi di kedua sisi melainkan penjara hewan sihir.
Segala monster bentuk aneh menyambut di seperjalanan. Pemandu juga menyuruh untuk tetap tenang sebab penjara telah di kunci menggunakan sihir. Bau busuk juga tercium dari beberapa penjara yang di lalui. Arch melihat ada sekitar sepuluh hewan sihir yang mati dibiarkan begitu saja.
"Tugas saya telah selesai sampai sini. Mohon untuk memberikan kartu undangan pada penjaga agar anda mendapatkan kursi." Pemandu pergi meninggalkan orang-orang.
"Kartu undangan? Aku lupa tentang aturan lelang." Arch berpikir bagaimana cara mendapatkan kartu undangan.
Peraturan yang wajib diketahui oleh pelanggan adalah mempunyai kartu undangan yang secara khusus dibeli dari agen lelang. Harga kartu undangan juga tergolong mahal. Bukan itu saja yang menjadi masalah, kartu undangan sulit didapat walau sudah menjumpai agen lelang. Beberapa orang bahkan sampai ada yang membunuh orang yang mendapat kartu undangan agar dapat mengikuti acara lelang.
"Oke, masalah sudah selesai. Aku tinggal menunjukkan kartu ini?" Arch takut akan ketahuan meski bentuk kartu sudah mirip.
Kursi sudah penuh di duduki. Arch mendapatkan bagian depan bersama Anson. Acara dimulai ketika semua telah duduk. Perempuan memakai seragam hijau keluar dari balik panggung. Suara yang dia keluarkan terdengar jelas karena menggunakan sihir pembesar suara.
"Semua telah berkumpul? Saya akan memulai lelang, tapi sebelum ke acara utama, saya akan memulai terlebih dahulu acara kecil. Di sini ada dua anak kecil dengan harga yang murah. Dengan tiga puluh koin perak saja. Haishhh.... karena lemah jadi kami tidak bisa menjual barang cacat dengan harga yang mahal. Dimohon untuk menawarkan harga melalui koin perak."
Barusan wanita itu mengatakan barang? Oy mereka manusia bukan barang dan juga cacat? apa-apaan ini. aku harus pergi ke menemui pemilik pelelangan.
Arch berbisik pada Anson. Tatapan orang-orang yang berada di sana sangat menyebalkan. orang-orang menatap dua anak di depan seperti barang yang tidak berguna sama sekali. Papan kayu mulai di angkat, sebuah suara mulai satu persatu muncul menawarkan harga. Arch juga mengangkat papan kayu yang sudah disediakan di samping kursi.
"Seratus koin perak."
__ADS_1
Hanya suara Arch yang menawarkan harga tinggi.
"Apa ada yang mau menaikan harga lagi? Tidak ada? Baiklah harga tertinggi jatuh pada pelanggan di depan jadi silahkan temui petugas di belakang untuk menandatangani beberapa surat!"
Orang yang membeli sesuatu dari mereka harus menandatangani secarik kertas yang menyatakan bahwa tanggung jawab sepenuhnya tidak akan di tanggung pemilik lelang bila terjadi sesuatu.
Arch menemui petugas di belakang yang kebetulan pemilik lelang. Arch dapat tau dari pakaian dan tingkah lakunya. Senyuman yang ditampilkan seharusnya bagus untuk dilihat tetapi ada yang disembunyikan oleh orang itu.
"Ada sesuatu tuan pelanggan?"
"Horios, apa itu namamu?" Arch melihat di kertas yang di tandatangani.
"Benar, wahai tuan muda dari keluarga Lord. Arch Lord yang telah menundukkan suku elf dan menjalankan sebuah dungeon menjadi sumber uang. Hahaha, ide darimana itu? Tidak terpikirkan sama sekali. Aku iri, loh sebab aku yakin pendapatan dari dungeon lebih besar dibandingkan lelang atau pasar gelap. Belum lagi para petualang bukannya kapok datang ke dungeon, mereka justru malah seperti terobsesi ingin menyelesaikan dungeon yang anda modifikasi."
"Wah, pasti kau dapat dari guild informasi, ya?"
"Sebenarnya saya menanyakan informasi lain, tapi orang yang berada di ruangan mengatakan informasi itu semua serta tawa yang dikeluarkannya sangat berisik."
Itu pasti paman. Aku yakin. Siapa lagi kalau bukan orang bodoh itu? Aku ingin sekali mengajaknya berkelahi. Paman kenapa membocorkan tentangku pada orang lain. Tidak, apa hanya bilang pada orang ini saja? Akhhh, kacau. Dasar paman bodoh.
"Tolong rahasia dari orang lain!"
"Saya hanya menyimpan untuk diri saya sendiri informasi ini. Lagipula apa yang akan didapat kalau memberitahu pada yang lain?"
"Kalau begitu aku malah semakin khawatir!"
"Terus terang, saya senang bisa berjumpa dengan tuan muda Arch. Apa anda datang kemari hanya untuk membeli dua anak saja?"
__ADS_1