Reader: Deirdre

Reader: Deirdre
Bab 10—Makan malam keluarga


__ADS_3

Anson memasuki kamar Arch. Membantunya bersiap untuk makan malam yang diadakan ayah Arch, karena anggota keluarga telah pulang semua maka pertemuan perlu dilakukan secara formal.


Arch mengenakan pakaian coklat dengan hiasan di sekujur baju. Kesan elegan dari pakaian Arch terpancar begitu pas saat Arch mengenakan pakaian. Lambang keluarga juga dipasang di dekat saku dada kanan. Lambang keluarga Lord adalah burung gagak sangat sesuai dengan mereka.


Rambut hitam dan mata merah merupakan ciri keluarga Lord. Anson membantu menyisir rambut Arch agar lebih rapi saja. Setelah selesai Arch pun keluar kamar ditemani Anson. Sepanjang perjalanan para penjaga membungkuk hormat. Perasaan lelah Arch rasakan, rasanya dia ingin sekali langsung terbaring di kasur. Suara muncul memanggil Arch dari arah belakang.


"Hoi, bukankah kau harus menyapaku dulu?"


Arch berbalik, seketika raut wajahnya menjadi marah melihat orang itu. Bertal seorang anak yang dipilih Branch (Ayah Arch) untuk memimpin pasukan literal. Pasukan pengintai luar perbatasan.


Bertal memang tidak diangkat menjadi anak ataupun keluarga Lord. Dia hanya dipilih karena potensi kemampuannya di atas rata-rata anak biasa. Ahli menyamar untuk mengumpulkan sejumlah informasi yang dibutuhkan.


"Oh, salam." Arch menyapa.


"Hanya itu? Singkat sekali. Apa kau akan pergi ke ruang makan?" Bertal bertanya.


"Bukan urusanmu bertanya padaku!" Arch sedikit kesal.


"Kasar sekali. Anak kecil seharusnya lebih menghormati yang lebih tua. Kebetulan umur kita berjarak enam tahun-kan? Hahaha, waktuku bisa terbuang sia-sia kalau terus berbicara padamu. Kalau begitu aku pamit dulu, ya." Bertal pergi diikuti dua pelayan di sampingnya.


Bertal hanya anak dari prajurit biasa. Ketidakjelasan indentitas bisa dibilang dia anak dari kalangan bawah (rakyat). Bagi rakyat hormat pada keluarga bangsawan sudah merupakan peraturan dari kekaisaran.


Arch anak dari Branch dan Emilia. Putra ketiga dari keluarga Lord. Arch lebih banyak diberikan hak istimewa dari ayahnya, terbukti seharusnya dia jangan menerima tugas karena belum melaksanakan upacara kedewasaan.


Upacara kedewasaan dilaksanakan saat seorang anak berusia maksimal dua belas tahun untuk anak laki-laki dan tiga belas tahun bagi anak perempuan. Setelah melewati upacara kedewasaan maka seorang anak boleh bekerja atau bersekolah.


Di keluarga hanya Arch saja yang belum melaksanakan upacara kedewasaan juga seharusnya belum diizinkan keluar kamar. Arch kesal pada Bertal bukan karena orang itu tidak bersikap hormat padanya melainkan sorot mata merendahkan dari seseorang yang memandang Arch hanya hama kecil. Arch tau bagaimana sifat Bertal, lela melakukan apapun untuk mendapatkan kepercayaan kepala keluarga. Bertal ingin sekali diangkat menjadi bagian dari keluarga Lord padahal dia masih memiliki orang tua yang sehat.


Arch juga mengingat beberapa kalimat tentang Bertal di novel MCS (Main character story) dijelaskan. Bila diingat kembali Arch bisa saja membanting barang ke lantai.

__ADS_1


...Bertal memiliki bakat sebab itu keluarga Lord menjadikannya sebagai pemimpin pasukan. Hati-hati dengan sifat liciknya. Dia pandai memprovokasi lawan untuk melihat kelemahan lawan. Pelaku utama yang terus menganggu Arch sampai di Akademi. Penindasan parah dari orang-orang akademi pada Arch membuat mental Arch terganggu hingga Arch mengamuk membantai seluruh siswa yang berada di sana. Arch dipenjarakan lalu di buang ke pulau tak berpenghuni, setelah melakukan itu Bertal melakukan aksinya dengan mengadu domba menyebarkan rumor palsu bahwa keluarga Lord sedang mengumpulkan kekuatan besar untuk melakukan pemberontakan dan akan menyerang tiga keluarga besar lainnya. Maka di situlah era kehancuran empat keluarga bangsawan karena peperangan tiada ujung....


"Haruskah kubunuh saja dia, ya?" Arch bergumam.


"Ada apa tuan muda?" Anson bertanya pada Arch yang mengoceh dari tadi.


Arch melanjutkan kembali langkahnya hingga sampai di depan pintu. Pintu dibukakan oleh penjaga, terlihat beberapa pelayan sedang menyajikan makanan di meja panjang. Semua keluarga Arch telah sampai lebih dulu juga ada beberapa orang penting di sana.


Arch mengambil tempat duduk di dekat kakak perempuan dan ibunya sebab kursi itu saja yang tersisa. Pandangan orang-orang menuju pada Arch membuat ketidaknyamanan.


"Baiklah, semua telah berkumpul di sini. Aku kepala keluarga Lord dengan ini menyuruh kalian makan. Nikmatilah makanan yang tersaji di meja makan!" Branch mengangkat gelas ke atas sebagai tanda telah dimulai.


Semua memakan makanan. Ekspresi serta gerakkan begitu pelan bahkan sekecil suara dari garpu tidak terdengar. Makan malam akhirnya selesai, piring-piring dibawa oleh pelayanan. Meja kini telah kosong menyisakan buah-buahan segar yang diletakkan di tempat berwarna emas.


"Akhir-akhir ini kita sangat sibuk. Senang bisa melihat kalian telah pulang semua." Walau berkata begitu Branch berekspresi biasa saja.


"Saya juga perlu mengumpulkan informasi lebih banyak lagi untuk anda, tuan Branch." Bertal tersenyum.


"Nak, badanmu mulai kurus. Juga kenapa raut wajahmu tegang begitu?" Emilia (ibu Arch) melontarkan pertanyaan.


"Aku? Aku baik-baik saja, juga badanku masih normal." Arch jengkel.


"Hei, Adik. Apa betul kau menerima tugas dari ayah?"


Anak kedua, Barbara. Menyukai pedang bahkan sampai menamai pedangnya. Setiap ada waktu dia juga akan berkuda bersama pelayan menelusuri wilayah terdekat. Memiliki pasukan khusus bernama Bulan malam. Bertugas menangkap penjahat kelas kakap atau pemberontak yang akan melakukan siasat.


"Hentikan, Barbara! Ini pertama kalinya dia makan bersama kita. Kamu bisa membuat dia merasa tak nyaman nanti!"


Anak pertama. Galen seorang putra yang memiliki hobi sihir. Seorang yang memiliki organisasi tentara bayaran yang dibayar untuk menyelesaikan permintaan. Memiliki otoritas dalam mengatur para penyihir menara di wilayah Lord agar tidak ada sesuatu yang diinginkan terjadi. Sekiranya Galen dapat mengendalikan penyihir menara untuk kepentingan keluarga Lord maupun pribadi.

__ADS_1


"Ck .... kenapa kau terus ikut campur?" Barbara kesal.


"Aku kakakmu. Bisakah kau memanggil kakak? Arch jangan seperti dia!" Galen menyikapi Barbara.


"Eh, Arch masih berusia delapan tahun. Dia masih belum diizinkan keluar dari kamar dan diberi tugas, Tuan Branch?" Bertal melihat pada Branch.


"Memang, Arch lebih dewasa dibandingkan kedua anakku, namun memberikan izin dan tugas lebih awal padanya tidaklah masalah. Apa kau keberatan dengan keputusanku?" Branch menatap tajam pada Bertal.


"Ti .... tidak. Saya mana mungkin keberatan pada keputusan anda." Bertal menggelengkan kepala.


Branch langsung pergi melanjutkan kembali pekerjaannya. Begitu sibuk pada pekerjaan hingga sulit meluangkan waktu bahkan untuk makan malam.


"Makan malam selesai. Aku juga masih memiliki beberapa tugas dari ayah." Barbara bangun dari kursinya.


"Kau! Aku memberitahu padamu untuk menambahkan kata tuan muda pada adikku, Arch. Betapa buruknya tadi. Hormati keluarga ini meski ada yang lebih muda darimu. Terapkan di otakmu bahwa keluarga Lord bukan keluarga biasa. Arch mungkin tidak masalah, tapi orang-orang nanti akan meremehkan kami bila seorang dari kalangan biasa sepertimu mengucapkan nama keluarga Lord tanpa diawali tuan atau nona." Mata Galen memancarkan aura intimidasi berat pada Branch sebagai peringatan.


"Maafkan aku. Tuan Galen." Bertal merinding melihat tatapan Galen.


Semua keluar dari ruangan. Arch buru-buru pergi keluar, pundaknya ditepuk oleh Amilia yang ingin berbicara berdua dengan Arch. Arch mengangkat sudut bibir sembari berusaha melepaskan tangan ibunya yang begitu sulit dilepas.


"Ibu, lepaskan aku ini sakit tau."


"Ya ampun, anakku, kita baru saja bertemu masa kamu tidak kangen dengan ibu, Nak?"


"Bodo amat, ibu pasti memerlukan sesuatu-kan?"


"Hahaha, bagaimana kalau kita berbicara di ruangan ibu, Nak."


Emilia melepaskan tangannya dari pundak Arch. Melihat sebuah kesempatan, Arch langsung melarikan diri pergi. Emilia menatap pelayan di sampingnya, pelayan mengerti dan langsung berlari kencang menangkap Arch. Membawa Arch pergi ke ruangan Amilia.

__ADS_1


"Kelinci kecil ibu tertangkap, ya? Duduk! ibu masih menahan diri. Daripada dihukum lebih baik duduk diam di kursi dan dengarkan ibu bicara."


__ADS_2