
Tetua elf menghampiri Cade memberikan ucapan selamat atas penaklukan monster yang telah Cade kalahkan.
"Selamat atas penaklukan, Nak. Kamu berhasil seorang diri, barusan Cain menaklukan Hydra. Meski begitu aku tetap bangga padamu."
Cade termenung saat tetua mengucapkan perkataan itu, ternyata Cain lebih dulu membawa monster lebih bahaya ke mari.
Oh, aku paham sekarang, jadi ini adalah kompetisi secara tidak langsung antar saudara. menarik! Mari ikuti skenario novel ini secara langsung.
Cade merasa kegagalan menyelimuti sekitar. dia mulai menganggap hidupnya hanyalah sebuah beban belaka. Arch kemudian berbisik pada Cade.
"Hei, apa kau puas dengan situasi sekarang? Bukankah kau ini anak pertama yang berhak berada diposisi ketua jadi pilihlah berusaha merebut posisi itu atau pasrah dengan keadaanmu yang sekarang?"
Seketika mata Cade terbelalak, dia melihat kearah pundak tempat Arch berdiri.
"Aku ingin posisi ketua, aku berhak."
"Bagus, aku suka percaya dirimu."
"Apa kau akan membantuku?"
"Tentu, seperti sebelumnya."
Cade tersenyum menundukkan kepalanya, seakan mendapatkan bantuan besar dia menggenggam tangan dengan mata membara.
"Ada apa, Nak?"
"Tidak apa-apa aku sedikit lelah."
Tetua elf menyuruh Cade beristirahat di kamar agar memulihkan kembali tubuhnya. Kamar didekorasi penuh pernak pernik, Arch merubah kembali menjadi wujud manusia dan duduk di kursi.
"Wujud burung membuatku harus bertengger di pundakmu."
"Jadi bisakah aku memanggilmu tuan Arch?"
"Oh, panggil saja Arch. Aku lebih nyaman jika di panggil nama."
"Arch, aku akan langsung menceritakan tentang wilayah ini."
"Oho, oke."
Ternyata elf bermigrasi ke mari kerena wilayah mereka hancur di serang naga. Hutan molos memiliki sumber energi alam yang besar dan subur membuat para elf menyukai hutan molos.
Mereka membangun kehidupan di hutan dan menamakan wilayah mereka losmo. Hutan seharusnya masih dalam kekuasaan keluarga Lord. hutan molos di pakai untuk tempat berlatih prajurit dan kesatria agar lebih akrab saat berperang di hutan.
Tempat luas dan nyaman tentu siapa yang tidak menyukai? jika aku cerna apa yang dikatakan Cade, Molos masih termasuk wilayah Lord. ini sama saja mereka ingin membuat sebuah kerajaan baru di wilayah Ayah? aku mengerti, Ayah ingin aku membunuh elf agar mereka tidak semakin kuat dan melakukan agresi senjata.
"Jadi aku ingin memintamu untuk membantu menjadikanku tetua di sini."
__ADS_1
"Menjadikanmu tetua adalah perkara mudah, namun imbalan apa yang akan kau berikan setelahnya?"
"Imbalan?"
"Kau tau, aku tidak akan membantu dengan gratis, loh."
Cade setuju, menemukan rekan untuk bekerja sama saja membuat dia senang.
"Imbalan apa?"
"Apa ya? Nanti saja akan kuberitahu."
"Selama saya masih bisa memenuhinya tidaklah masalah."
Cade di panggil ke pertemuan keluarga. Arch memutuskan tidak ikut dulu. dia ingin bersantai sebentar, memasang alat pendengar jarak jauh di belakang baju Cade. ukuran kecil membuat benda itu tidak terlihat sama sekali.
"Bersantai, aku ingin tidur. mendengarkan sedikit perbincangan keluarga hahaha aku lancang, ya?"
Cade di persilahkan duduk dekat tetua. adik kembar dan ibu juga paman dan bibinya ikut hadir. makanan di sajikan di atas meja, mereka memakan tanpa bersuara sedikitpun.
Hingga sesi makan keluarga selesai tetua berbincang pada Cade.
"Nak, aku sebagai ayahmu merasa belum memenuhi penuh kebutuhanmu apa kau perlu sesuatu?"
Cade menurunkan tangannya dan melihat wajah tua ayahnya. keriput wajah terlihat jelas bersama mata sayup memandang seakan Cade masihlah anak-anak.
Meja makan hening berubah menjadi sebuah teriakan dari Cade.
"Diam! di mana sopan santunmu, Cade?"
Ibu Cade memukul meja hingga suara dari meja membuat seluruh bangun dari kursi. Paman dan Bibi Cade juga memarahi sedangkan kedua adiknya hanya diam tak berkata apapun.
"Sial, aku muak dengan kalian!"
Cade meninggal ruangan, amarah memenuhi perasaan hingga dia diam di depan pintu kamar.
"Tenang, aku harus tenang! Arch pasti akan bertanya kalau melihatku begini."
oh, pertengkaran keluarga, seorang putra yang merasa dirinya dianggap anak kecil. ini semakin seru saja.
Cade masuk kembali ke kamar, dia berusaha menyesuaikan wajah seperti sebelum dia pergi tadi. Cade kemudian memberitahu pada Arch bahwa sebentar lagi akan diadakan latihan tanding antar saudara.
Cade harus ikut karena dia anak tertua dari tiga bersaudara. Cade tidak bodoh untuk pergi dari pertandingan.
"Lawan saja aku akan menyaksikan dari kejauhan."
Cade tau Arch akan merencanakan sesuatu untuk kemenangan. Pertandingan akan dilaksanakan besok tepat di pagi hari. Cade tidak bisa kalah apalagi tadi dia telah bersikap begitu di hadapan keluarganya.
__ADS_1
Area pertandingan sangat ramai, para elf berbondong-bondong menyaksikan pertarungan anak-anak dari tetua. Sebagian melakukan pertaruhan, mereka menebak siapa yang akan menang. kalau berhasil makan uang akan mereka dapat.
"Wah, suasana ramai."
"Aku justru takut."
"Jangan khawatir ada aku."
Cade duduk bersama dengan keluarga. Arch menaiki pohon tinggi untuk mengawasi dari kejauhan.
"Setelah memasang alat pendengar yang telah rusak ketika dipakai sekarang aku harus pakai apa lagi?" Arch memiringkan sedikit kepala memikirkan sebuah rencana.
Cade maju melawan Cain. Para elf lain telah menduga siapa yang akan menang, seorang pengguna elemen ganda melawan seorang elemen tunggal? Tentu, banyak dukungan dari pengguna elemen ganda, tapi tidak ada yang tau seorang elemen tunggal bisa lebih kuat kalau mereka tau basis kekuatan elemen itu.
Cade tidak goyah sedikitpun, melawan saudara baru pertama kali ini dia lakukan. Penuh keyakinan akan kemenangan Cade menyerang terlebih dahulu.
Dia mengeluarkan serangan lemah, seperti angin sepoi-sepoi saja dirasakan Cain.
"Kakak, lemah tetap lemah, ya?"
Cade berkerut.
"Biasanya dia yang banyak bicara akan cepat kalah."
Cain menyerang tanpa jeda tumbuhan menjalar ke tubuh Cade. Mengikat hingga dia tidak bisa bergerak.
"Maafkan aku, perilakumu sungguh menjengkelkan kemarin."
Api dilontarkan pada Cade. tidak ada kegelisahan pada Cade, begitu tenang dan tidak tergesa-gesa. Tumbuhan langsung terpotong sampai dia bergerak menghindari serangan api Cain.
"Boleh juga serangamu."
"Kenapa bisa? Tumbuhanku terpotong?"
Cain menyerang menggunakan elemen api. Cade menempatkan elemen angin menjadi pusaran tameng. Cade menggunakan serangan yang dia pakai untuk membunuh laba-laba raksasa pada Cain. Pipi kiri Cain tergores sampai sedikit darah mengalir.
Para elf lain terdiam, mereka penuh keheranan akan serangan Cade. Bukankah dia seorang lemah pengguna elemen tunggal? Kenapa bisa melukai Cain?
Cain marah mengeluarkan api lebih besar. panas api membuat para elf menjauh, serangan bola api bisa saja membuat Cade mati ditempat. Tetua berusaha menghentikan Cain, namun Serangan telah dilemparkan.
Cade menoleh mencari Arch setelah dia menemukan keberadaan Arch di atas pohon. Cain sukarela menerima serangan. Betapa percaya diri membuat elf lain tertawa.
Arch menggunakan sihir untuk meniadakan sihir dalam sekejap sebelum menyentuh Cade. Pemandangan terlihat seakan Cade-lah yang memusnahkan bola api itu.
"Tidak mungkin?"
Kejadian menjadi sebuah berita besar. Cade menjadi perbincangan hangat dikalangan elf.
__ADS_1