Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 114 - Rumah Lelang Saint


__ADS_3

Silahkan Dibaca.


Rumah Lelang Saint, sebuah bangunan dengan dua lantai. Bangunan tersebut sangat luas dan besar, bangunan ini sesuai dengan namanya, hanya untuk lelang barang, pil, senjata, budak, dan lain sebagainya.


Rumah Lelang Saint ini hanya terletak di satu tempat yaitu Ibukota Saint, Kerajaan Ning. Rumah Lelang tidak membuka cabang lain, mengingat peperangan yang terus-menerus ada.


Rumah Lelang ini, dijalankan oleh Keluarga Yu. Keluarga ini sangat cerdas dalam hal berdagang, mereka juga memiliki seorang Ahli yang mengabdi sepenuhnya terhadap Keluarga Yu.


Keluarga Kerajaan sendiri menganggap Keluarga Yu hampir setara dengan mereka. Jejak kehormatan tidak ada karena kedua keluarga saling bermusuhan satu sama lain.


Sekarang, terlihat Xiao Fan berbalik dan melihat seorang wanita cantik tengah berjalan ke arahnya. Wanita itu memiliki rambut perak panjang, juga tubuh yang sangat sempurna.


“Nona Yu...” Xiao Fan berkata dengan nada ringan, kemudian senyum mengambang dan melanjutkan dengan sebuah pertanyaan, “Apakah aku telat?”


Yu Lin, dia adalah putri tertua dari Keluarga Yu. Dia menikah dengan seorang Tuan Muda pedagang dari keluarga Ko. Meskipun keduanya menikah, keduanya sama sekali jarang bersama.


“Tidak, Saya juga baru sampai, Tuan Juan.” Yu Lin mengungkapkan senyumnya. Dia benar-benar ramah dan lembut. Benar-benar sesuai dengan julukannya yaitu Keindahan Yu yang indah.


Keduanya saling memandang, Xiao Fan sendiri hanya tertarik dengan sesuatu yang berada di tubuh Yu Lin. Sementara tubuhnya, Xiao Fan akui bahwa Yu Lin sedikit di bawah dari Xiao Xia, Xiao Mei, dan Xian Nan.


“Jadi, mari kita masuk, Tuan. Pelelangan kemungkinan akan segera dimulai.”


Xiao Fan mengangguk mendengar perkataan Yu Lin tersebut. Kemudian, keduanya masuk berdampingan. Banyak pasang mata menatap keduanya tersebut, mereka berbisik-bisik tentang kecantikan Yu Lin.


“Lihat Nyonya Yu benar-benar cantik...”


“Apakah benar umurnya sudah 39, bagaimana bisa secantik itu...”


“Bodoh! Nyonya Yu adalah keindahan Ibukota Saint, jelas dia sangat cantik...”


“Jika, aku memiliki istri seperti Nyonya Yu, aku akan mengurungnya di rumah...”


“Hahaha, Bodoh! Kau akan dipukuli oleh Keluarga Yu jika mengurung Tuan Putri Tertua...”


Xiao Fan dan Yu Lin mengabaikan pembicaraan tersebut. Sampai akhirnya keduanya masuk ke dalam Rumah Lelang. Xiao Fan sedikit mengangguk melihat interior dalam Rumah Lelang tersebut.


“Mari, Tuan... Ikut dengan Saya menuju ke tangga lantai dua...” Yu Lin memandu Xiao Fan menuju ke arah lantai dua.

__ADS_1


Keduanya berjalan bersama sampai akhirnya, terdengar suara seorang pria paruh baya. Pria itu memanggil nama Yu Lin dengan akrab.


“Lin’er, kau sudah tiba...”


Yu Lin memandang ke arah Pria Paruh Baya tersebut. Dia tersenyum dan menjawab, “Ya, Ayah... Lin’er baru saja tiba di Rumah Lelang.”


Pria Paruh Baya yang tak lain Ayah Yu Lin mengangguk, kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Xiao Fan. Dia sedikit terkejut, ketika melihat Putrinya dekat dengan seorang Pemuda.


“Namamu siapa, Nak?” Ayah Yu Lin bertanya dengan nada sedikit rendah. Xiao Fan kemudian memandang ke arah Ayah Yu Lin, keduanya saling menatap untuk sementara waktu.


“Juan Shi, hanya seorang Pemuda yang suka melakukan petualangan dan mencicipi berbagai makanan.”


Xiao Fan memperkenalkan dirinya dengan ringan. Senyumnya benar-benar terlihat tulus, meskipun itu hanya senyum palsu.


Shan Yuan benar-benar mengajari Xiao Fan untuk bersikap rendah mematikan. Namun, jangan sampai di rendahkan serendah-rendahnya.


Ayah Yu Lin menatap dalam Xiao Fan, tetapi dia sedikit gemetar tanpa sebab. Dia tidak tahu apa hal yang membuatnya gemetar tersebut, tetapi hanya ada satu jawaban dalam pikirannya.


‘Pemuda ini benar-benar Monster.’


Ayah Yu Lin kemudian mengangguk dan menatap ke arah Putrinya tersebut, dia menghela nafas dan benar-benar senang, ketika melihat Putri Tertuanya berkenalan dengan Xiao Fan tersebut.


Xiao Fan memandang Ayahnya Yu Lin tersebut, dia bisa merasakan jejak nafas kemarahan yang diarahkan kepada seseorang. Xiao Fan sedikit menyipitkan matanya, sampai mendengar suara dari Shan Yuan.


‘Bocah, sepertinya orang di depanmu memiliki niat untuk membuat perempuan itu ikut denganmu. Di lihat dari amarahnya, pasti tidak suka dengan sikap menantunya.’


Xiao Fan memahami kalimat Shan Yuan, dia sedikit menyeringai di dalam hati. Bagaimanapun juga, dia sudah mengetahui tingkah Ko Ling dari Putranya yang tak lain Ko Lang.


“Lin’er, temani Pemuda ini. Terkait yang akan menjadi juru lelang, nanti adikmu bisa menggantikannya.”


“Nak Juan, nikmati waktumu di Rumah Lelang ini. Aku akan pergi, masih ada kesibukan lainnya.”


Ayah Yu Lin beranjak pergi tanpa mendengarkan jawaban dari Xiao Fan maupun Yu Lin. Dia tidak ingin mengganggu keduanya.


Yu Lin yang merasa bahwa Ayahnya berbeda mengerutkan keningnya, tetapi dia tidak terlalu banyak berpikir. Tatapannya kemudian jatuh ke arah Xiao Fan.


“Mari, Tuan... Kita pergi ke Ruangan VIP.” Xiao Fan mengangguk, kemudian keduanya berjalan bersama naik ke lantai dua.

__ADS_1


Yu Lin tidak menyadari bahwa telah membawa seekor binatang buas yang akan menerkamnya di ruangan VIP nantinya.


Xiao Fan sendiri menyeringai, Shan Yuan sendiri paham apa yang diinginkan dari Xiao Fan. Dia tahu bahwa Yu Lin ingin keluar dari Kota Saint, tetapi karena keberadaan Suaminya, Yu Lin benar-benar tidak bisa keluar.


Yu Lin tipe perempuan lembut dan penurut, dia benar-benar tunduk terhadap Ko Ling. Bahkan sering Yu Lin ketika bertemu Ko Ling, pasti akan dianiaya bagaikan budak.


Yu Lin sebenarnya tidak terima dan sudah tidak kuat. Namun, ikatan Suami Istri tidak sesederhana itu. Dia harus benar-benar menemukan seseorang yang bisa membantunya keluar dari situasinya tersebut.


Yu Lin perlu seseorang yang kuat, agar Keluarga Ko tidak berani membalaskan dendam tersebut.


Xiao Fan sudah membaca keseluruhan tentang Yu Lin. Dia sebelum berangkat mempelajari beberapa data tentang Yu Lin, hal itu sangat mudah baginya.


Informasi apapun tidak bisa lepas dari telinga Xiao Fan, dia ahli informasi. Hal itu, karena dia bisa mendengarkan suara angin, jadi suara-suara orang pasti akan dia dengar.


Sekarang keduanya tiba di depan ruang VIP. Yu Lin kemudian membukakan pintu, Xiao Fan masuk dan sedikit kagum dengan ruang tersebut.


Ruangan yang kedap suara, dengan layar monitor yang dikendalikan oleh Kristal Perekam gambar.


Xiao Fan menatap ke sekeliling dan hanya ada beberapa kursi. Dia memahaminya, kemudian Yu Lin masuk dan mengunci ruangan. Hal itu wajib di lakukan agar ruangan tidak dimasuki seseorang tanpa izin.


“mari duduk, Tuan Juan... Akan aku jelaskan bagaimana cara kita akan membeli barangnya.”


Xiao Fan mengangguk, kemudian dia duduk dan melihat ada beberapa tombol. Ada tombol merah untuk memesan, kemudian tinggal masukkan nominasinya dengan tombol hijau. Selepas itu tekan tombol biru untuk menampilkan.


Xiao Fan paham, kemudian Yu Lin mengangguk senang bahwa penjelasannya dimengerti. Dia ingin duduk di seberang, tetapi tangan Xiao Fan menarik Yu Lin dan mendudukkannya di kursinya.


“Nyonya Yun, tetap di sini... Bukankah seharusnya begitu...” Xiao Fan berkata dengan nada ringan.


Yu Lin terkejut, tetapi dia lebih terkejutnya adalah tangan Xiao Fan yang memeluknya dari belakang. Dia ingin memberontak, tetapi tetap tidak bisa.


“Tu-Tuan...”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2