
Silakan Dibaca.
Medan perang.
Xiao Fan melesat menuju ke arah para prajurit yang bergegas menuju ke arah dirinya. Xiao Fan menyeringai, ia kemudian melompat dan tiba di depan prajurit di depannya.
Xiao Fan menari dengan cepat, setiap tebasan, darah akan menyembur keluar dan prajurit tersebut mati dalam sekejap.
Ni Shan Jian melesat mengikuti jejak Xiao Fan, ia sama sekali tidak menurunkan kecepatannya dan menghancurkan formasi musuh dengan tubuhnya.
Booom!
Berbagai prajurit yang dilaluinya terbang ke berbagai arah, dan menabrak prajurit lainnya yang tengah melesat maju.
Ni Shan Jian berhenti dan melihat ke segala sisinya, ia benar-benar dikelilingi dengan berbagai prajurit. Tombak-tombak mereka siap meluncur ke arahnya.
Namun, Ni Shan Jian sama sekali tidak takut. Melainkan, ia menyeringai senang ketika melihat hal itu. Kemudian, ia mulai meraung layaknya Harimau dan menghancurkan berbagai prajurit.
Para prajurit juga tidak takut, mereka ada belasan juta, sementara lawan hanya ada enam orang, untuk apa mereka takut dan mereka yakin bahwa kemenangan sudah pasti jatuh ke tangan mereka.
***
Yan Han yang berada di belakang sendiri, ia menghentakkan kakinya kembali dan berbagai batu melayang ke udara. Kemudian, ia mengayunkan tangannya ke arah batu-batu tersebut.
Boom!
Batu terpecah dan melesat cepat ke arah para prajurit yang melesat ke arahnya tersebut.
Para prajurit tidak dapat menghindar, mereka semua terkena serangan Yan Han tersebut. Mereka kemudian terjatuh ke tanah, begitu juga dengan kuda yang mereka tunggangi.
Namun, masih ada berbagai prajurit yang tersisa, mereka tidak peduli dengan rekan yang mati tersebut. Bagi para prajurit, mati di medan perang adalah hal wajar.
Pengorbanan seperti itu, patut mereka hargai dengan cara menyelesaikan apa yang prajurit tersebut belum selesaikan.
Para prajurit melesat dengan cepat menuju ke arah Yan Han, mereka tiba di dekat Yan Han dan mengayunkan tombaknya dengan cepat dan kejam.
Yan Han sendiri tidak takut akan serangan tersebut, ia menyeringai dan mengayunkan tangannya yang telah berubah merah ke depan.
Boom!
Ledakan dan kobaran api besar tercipta seketika tepat di arah para prajurit berada. Tombak yang masih melesat ke arah Yan Han, terblokir oleh tubuh Yan Han yang begitu keras.
Dentang!
Tombak tertancap, namun bukan darah yang keluar melainkan tombak yang tertancap perlahan-lahan mulai memanas dan membakar tangan prajurit yang memegang tombak.
__ADS_1
“Panas!” teriak prajurit tersebut, namun mereka segera mendapatkan sinyal bahaya dari insting mereka sendiri.
Slash! Slash! Slash!
Para prajurit yang berada di dekat Yan Han seketika terbunuh dengan cepat, kemudian tiga orang berpakaian prajurit muncul di dekat Yan Han.
Para prajurit terkejut dengan kehadiran ketiga orang yang berpakaian sama dengan diri mereka.
Namun, mata para prajurit segera menggelap dan amarah tinggi muncul dari dalam hati mereka. Semangat membara, lalu mengayunkan seluruh senjata ke arah Yan Han dan tiga orang yang memakai pakaian prajurit.
Tiga orang yang menjadi anak buah Yan Han tidak hanya diam, mereka melesat ke arah tiga sisi dari Yan Han.
Mereka menari dengan cepat dan ganas. Para prajurit yang direndam amarah, tidak bisa bereaksi akan kecepatan tiga anak buah Yan Han.
Para prajurit terbantai satu persatu, mereka dipenggal, tertusuk jantung, maupun di potong keseluruhan tubuhnya.
Semuanya mati dengan tragis. Para prajurit yang melihat pembantaian tersebut, benar-benar gemetar dalam hati.
“Bagaimana bisa..” ucap salah satu prajurit, mereka benar-benar terkejut akan kecepatan ketiganya yang perlahan-lahan terus meningkat.
***
Sisi Kanan Yan Han.
“Tian San..” salah satu prajurit mengenali nama dari anak buah Yan Han tersebut, namun sayang sekali orang yang dia panggil telah berbeda.
Lin Tian San, salah satu anak buah yang diambil oleh Yan Han. Ia memiliki harta dalam tubuh yang berupa tubuh api.
Di mana, ia bagaikan api yang siap melahap berbagai orang. Lin Tian San sendiri belum mengaktifkan api miliknya, karena ia sama sekali belum memiliki Roh Elemen.
Namun, meski begitu tubuh api memiliki ketahanan dan kekuatan yang begitu mengerikan, ukuran tubuhnya mirip 1000 kekuatan tubuh manusia.
Hal itulah yang membuat Lin Tian San sangatlah kuat, dibandingkan para prajurit di depannya itu.
Slash! Slash! Slash!
‘Kata Tuan Yan Han, membangkitkan Roh Elemen hanya memerlukan dua puluh mayat.’ Batin Lin Tian San, kemudian melirik sekilas dan mengetahui bahwa mayat yang ia kumpulkan sudah mencapai 500 orang.
“Sedikit berlebihan..” ucap Lin Tian San, kemudian ia mengeluarkan kertas kecil yang diberikan oleh Yan Han.
Ia menghancurkannya dan mayat yang dirinya bantai mulai bersinar dengan terang. Para prajurit yang ingin menyerang Lin Tian San berhenti, mereka segera waspada dengan gerakan Lin Tian San.
Para prajurit takut, bahwa Lin Tian San akan menggunakan kemampuan Area. Kemampuan tersebut sangatlah sulit untuk dihindari, apalagi sekarang mereka berkerumun.
Namun, sayang.. ekspektasi mereka tidak sama dengan realita.
__ADS_1
Lin Tian San bercahaya merah, kemudian ia melayang ke udara dan berbagai cahaya yang muncul dari mayat mulai menyatu dengan Lin Tian San.
Tidak ada yang mengetahui apa yang dilakukan Lin Tian San, sampai akhirnya seorang komandan melebarkan matanya ketika melihat adegan tersebut.
“Bahaya, batalkan perubahannya!” teriak dengan keras Komandan ketujuh.
Para prajurit tertegun, namun saat mereka ingin melangkah. Panas matahari menjadi begitu mengerikan, para prajurit tanpa sadar mundur ketika merasakan panas tersebut.
“Sial, kita terlambat!” umpat kesal komandan ketujuh tersebut, ia tidak menyangka akan berakhir seperti ini.
Dirinya segera bergabung dengan Roh Elemen miliknya untuk menahan momentum kebangkitan Roh Elemen Lin Tian San.
Namun, momentum panas Lin Tian San benar-benar sangatlah berat. Komandan ketujuh berkeringat deras ketika merasakan panas yang begitu menyengat.
“Terima kasih, telah memberikan waktu..” ucap Lin Tian San sambil memandang ke bawah, ia sekarang terlihat berbeda dari sebelumnya.
Pakaian perang berwarna merah gelap, iris mata merah dan rambut panjang menyala berkibar ke belakang. Lalu, berbagai kelap-kelip bola kecil melayang di dekatnya.
“Jadi, terimalah hadiah dariku.” Kata Lin Tian San, sambil mengayunkan tangannya ke bawah.
Detik berikutnya, berbagai kelap-kelip bola kecil tersebut melesat ke arah bawah dan diiringi dengan ucapan Lin Tian San, bola tersebut pecah dan menyebarkan api kemana-mana.
“Api Kunang-kunang.”
Api menyebar dengan luas dan melahap berbagai prajurit yang berada di sekitar bola kecil tersebut.
“Arhh!” teriakan para prajurit yang tertelan oleh api bergema ke seluruh tempat, suara mereka perlahan-lahan mengecil dan akhirnya menghilang, ketika pemilik suaranya berubah menjadi abu.
Komandan yang melihat hal itu, sangatlah marah. Ia menghisap udara di sekitar, dan serangan Kunang-kunang tersebut terhisap ke dalam mulut Komandan ketujuh.
“Baji*ngan! Rasakan kekuatanmu sendiri!” raung Komandan ketujuh dan meludahkan seluruh kunang-kunang yang telah pecah membentuk api.
Api kunang-kunang menyatu dan menjadi besar, kemudian melesat ke arah Lin Tian San yang tengah menatap serangan tersebut dengan ringan.
Serangan mendekat dan akhirnya bertabrakan dengan Lin Tian San, kemudian meledak dengan keras.
Booom!
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1