Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 98 - Menyerang Kediaman Tuan Kota


__ADS_3

Silahkan Dibaca.


Kerajaan Zhou, pelabuhan Veast.


Invasi Benua sudah dilakukan, para orang-orang dari Benua lain mulai menyerang Kerajaan Zhou.


“Semuanya, kuasai daerah ini dan mulai menyebar menguasai seluruh Benua Yuansu!” Teriakan Duan Shikong keras dan penuh akan dominasi.


“Ohhh..” Para pasukan yang berjumlah sekitar seribu mulai meluncur dan menyerang berbagai warga di Kerajaan Zhou dengan kejam.


Para warga pertama kali linglung dan terkejut. Namun, ketika pembantaian di mulai. Mereka dengan panik dan cemas mulai berhamburan pergi dari lokasi.


“Tolong...”


“Ampuni kami...”


“Jangan bunuh...”


Berbagai teriakan putus asa terdengar dengan jelas. Namun, tetap tidak di dengar. Hal itu bertujuan untuk membuat para warga yang berada di sekitar ketakutan dan menyerah tanpa syarat.


Pelabuhan Veast ditaklukkan dengan cepat. Hanya butuh beberapa jam, pelabuhan itu sudah menjadi milik Pasukan Invasi.


***


Kerajaan Zhou, Istana.


“Apa!” Teriakan amarah seorang pria yang tengah memakai armor emas terdengar. Dia menatap ke arah pasukan yang melaporkan kejadian yang terjadi di Pelabuhan Veast.


“Invasi dari lautan lepas. Sial, kumpulkan pasukan dan mulai menyerang mereka!” Pria itu memerintahkan pasukan yang berada di depannya tersebut dengan tegas.


“Baik, Yang Mulia.” Pasukan itu pergi dengan gugup dan ketakutan ketika mendengar Raja marah.


Pria itu yang tak lain adalah Raja Zhou, memandang ke arah luar. Dia benar-benar tidak berharap adanya invasi, di saat dia sendiri berperang dengan Kerajaan Ning.


“Sial! Kekuatan milikku, kenapa menghilang. Sekarang semua orang tengah lemah. Apakah ini senjata lain dari Ning?”


Raja Zhou benar-benar menebak dengan asal. Dia selalu waspada dengan Kerajaan Ning. Melampiaskan kesalahan kepada musuh, itu adalah hal wajar.


Raja Zhou kemudian keluar dari singgasana. Dia sekarang menuju ke arah medan perang antara Zhou dan Ning.


“Terkutuk kalian, Ning sial*an!”


***

__ADS_1


Kota Linkuen.


Xiao Fan selesai menstabilkan kekuatannya. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Benua miliknya terisolasi dari luar.


Xiao Fan menemukan bukti akan hal itu, ketika menjelajah di perpustakaan kota. Bagaimanapun juga, ilmu adalah hal pertama yang dia cari.


Xiao Fan sekarang tengah berjalan menuju ke tempat Tuan Kota berada. Dia tidak memiliki Roh Elemen, artinya dia tidak memiliki satu utas benang sama sekali.


Xiao Fan juga menyadari satu hal, bahwa Dunia miliknya berada hanya ada satu kekuatan yaitu Elemen.


Dia masih belum mengetahui tentang tingkatan di Dunia miliknya berada, apalagi di Planet tempat dirinya tinggal sekarang.


‘Ibu pernah berkata, hanya Benua Yuansu yang unik dengan Roh Elemen. Dia tidak memberitahu tentang terisolasinya Benua ini. Sebenarnya rahasia apa yang ada di Dunia?’


Xiao Fan masih berpikir dengan keras, tetapi dia segera menghilangkan pikirannya sebentar, karena sekarang dia sudah tiba di depan Kediaman Tuan Kota.


“Untuk sementara, jangan gegabah.” Xiao Fan mengeluarkan topeng putih dengan pola akar miliknya, dia juga menggunakan jubah berwarna hitam.


Penyamaran selesai, dia terlihat seperti Ninja yang seluruh penampilannya hitam.


Xiao Fan berjalan secara sembunyi, dia yang semula barbar, berubah menjadi waspada tinggi.


Ada dua penjaga yang masih bingung, akan kekuatan mereka yang menghilang. Xiao Fan memanfaatkan hal itu, dia dengan cepat mengeluarkan Belati yang dia siapkan sebelumnya.


Xiao Fan melesat, kemudian tiba di dekat kedua penjaga yang terkejut akan kehadirannya.


Xiao Fan melesat masuk, dia memperhatikan sekitar dan menemukan ada halaman yang luas dengan tiga bangunan yang tinggi.


Xiao Fan mengarahkan Qi miliknya ke mata dan menyadari bahwa, Tuan Kota Linkuen tengah berada di bangunan tengah.


Xiao Fan mengalihkan pandangan ke arah bangunan kanan, dia hanya melihat ada beberapa orang yang saling berbicara satu sama lain.


Xiao Fan kemudian mengalihkan pandangan ke arah bangunan kiri, dia melihat tempat itu ada sekitar sepuluh orang.


“Sepertinya, di sana adalah Kediaman para istri dari Tuan Kota ini. Sementara, di sisi kiri ialah tempat para petinggi pasukan berada.”


Xiao Fan sedikit mengerutkan keningnya, dia melupakan keberadaan Klan yang berada di Kota Linkuen tersebut.


“Aku melupakan hal itu. Namun, pertama yang harus di urus adalah Tuan Kota ini.” Siluet terlihat di matanya. Kemudian, dia menghilang dan melesat ke arah kediaman tengah.


Tak butuh waktu lama, Xiao Fan tiba di kediaman tengah. Dia sekarang mengamati tempat tersebut dari pohon yang berada di luar Kediaman tengah.


“Ada tiga puluh penjaga, lima belas di luar, lima belas lagi di dalam. Sepertinya, menarik.”

__ADS_1


“Bugh...” Xiao Fan memukul pohon yang dia tempati. Berbagai daun bertebaran dimana-mana. Lima penjaga yang tengah berpatroli segera siaga.


“Siapa di sana!” Teriak tegas penjaga1, dia mengamati pohon. Namun, tidak menemukan orang sama sekali.


Penjaga2 juga membantu mengamati, tetapi tidak menemukan jejak orang sama sekali.


Penjaga3 melirik ke arah Penjaga4 dan Penjaga5, kedua penjaga sadar akan hal itu dan mengangguk kepada Penjaga3.


Ketiga penjaga itu mulai mendekat ke arah pohon. Namun, belum sempat beberapa langkah, kelima penjaga melihat berbagai daun melesat ke arah mereka.


Kelimanya mengerutkan keningnya, pikirannya sekarang adalah... Apakah daun dapat melukai mereka? Namun pikiran tersebut segera menjadi kenyataan ketika kelimanya merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


“Jleb..Jleb..Jleb..” berbagai daun menusuk dan menembus tubuh mereka berlima. Kelima penjaga melebarkan matanya, kelimanya ingin berteriak. Namun, pandangan segera menghitam dan jatuh tanpa nyawa.


Angin seketika muncul di dekat kelima penjaga, kemudian Xiao Fan muncul di angin tersebut. Dia sedikit tersenyum dan berkata, “Benar-benar efektif.”


Xiao Fan sebelumnya menyebarkan Qi ke daun-daun yang bertebaran. Lalu, menargetkan ke arah lima penjaga tersebut. Dia tidak menyangka, bahwa penjaga sangat lemah.


“Seperti yang kuduga, semuanya berada di tahap lemah.” Xiao Fan menyeringai, dia kemudian menatap ke arah Kediaman tengah.


Seketika dia menghilang kembali, di terpa oleh angin yang kuat. Xiao Fan benar-benar sudah ahli dalam mengendalikan elemen angin. Hal itu, diakibatkan dari kehidupan sebelumnya.


***


Di dalam kediaman tengah.


“Apakah kalian mengetahui, apa yang sebenarnya terjadi?” seorang pemuda dengan perut buncit bertanya.


Beberapa pelayan melayani dirinya dengan pakaian tipis. Jendral yang berada di dekatnya, berkata dengan nada serius.


“Kami belum mengetahui apa yang terjadi, Tuan Muda.” Jendral tidak menyebut pemuda itu Tuan Kota, hal itu karena... Kota Linkuen belum mendapatkan kabar bahwa Tuan Kota atau Ayah dari Pemuda itu meninggal.


“Aku tidak bisa menyiksa pelayan itu, cih.” Para pelayan gemetar, mereka benar-benar ketakutan kepada pemuda tersebut.


***


Xiao Fan membantai pasukan yang berjaga di luar. Dia sekarang menatap ke arah pintu masuk kediaman tengah.


“Waktunya eksekusi.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2