Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 47


__ADS_3

[Chapter 47.]


[Feng Sha.]


[Silahkan Dibaca.]


Lembah Fengjian.


Xiao Ren melihat Xiao Fan dan ketua bandit jatuh ke dalam jurang, dia melebarkan matanya karena terkejut akan hal itu. Namun, saat akan mengejar keduanya, ia mendapati laba-laba hitam hinggap di bahunya.


Xiao Ren mengerutkan keningnya, akan tetapi laba-laba tersebut kemudian mengeluarkan banyak benang membentuk sebuah tulisan.


Xiao Ren sedikit terkejut, kemudian paham babwa laba-laba itu adalah roh elemen sejati milik Xiao Fan. Dia tidak menyangka bahwa rivalnya tersebut sudah mencapai puncak kultivasi Benua Yuansu, ia tersenyum dan berkata dengan nada serius.


“Aku akan mengejarmu nantinya, Xiao Fan.” Xiao Ren bertekad untuk menjadi lebih kuat. Kemudian, dia berbalik dan pergi menuju ke arah kamp tempat yang lain berada.


***


Xiao Ren tiba di tempat, akan tetapi Lin Hua dan Ning Shui keluar dari kamp. Mereka berdua menunggu kedatangan Xiao Ren tersebut.


“Dimana Fan Ge?” Ning Shui bertanya terlebih dahulu. Dia benar-benar khawatir dengan Xiao Fan. Lin Hua juga mengkhawatirkannya, akan tetapi pertanyaannya sudah di dahului oleh Ning Shui.


Xiao Ren turun dan berubah kembali menjadi manusia, dia menatap ke arah kedua perempuan itu dan menjawab, “Saudara Fan terjatuh ke jurang bersama dengan Ketua Bandit.”


Ning Shui dan Lin Hua melebarkan matanya. Mereka terkejut ketika mendengar hal itu, Ning Shui dengan cepat ingin berlari ke arah jurang, akan tetapi dia terhenti oleh berbagai jaring.


“Apa ini?” Ning Shui berusaha melepaskan diri, akan tetapi jaring terus mengikat dirinya. Lin Hua juga terikat, bagaimanapun juga dia ingin menyelamatkan Xiao Fan.


Keduanya kemudian mengalihkan pandangan ke arah seekor laba-laba hitam. Mereka ingin meraung marah, akan tetapi berhenti ketika melihat tulisan di bawah laba-laba hitam tersebut.


{Jangan khawatir, Master tidak akan mati. Dia ingin melakukan sesuatu di bawah, ia meminta kalian untuk pergi ke tujuan selanjutnya selepas kedua Senior bangun. Nanti dirinya akan menyusul kalian.}


Kedua perempuan itu akhirnya tenang, laba-laba hitam seketika melepaskan jaring miliknya. Kemudian, dia menghilang dari tempat.


Lin Hua dan Ning Shui tersadar, mereka menatap kepergian dari laba-laba hitam tersebut. Kemudian, wajah mereka menjadi sedikit serius.


“Jadi, kita perlu melanjutkan perjalanan menuju ke tujuan selanjutnya.” Xiao Ren mengangguk dengan ucapan dari Lin Hua.


Xiao Ren sendiri sedikit tak berdaya ketika mengatakan pasal Xiao Fan. Jika, tidak ada laba-laba hitam kecil, dirinya pasti akan babak belur dan hancur kali ini.


“Kalau begitu, kita perlu bersiap-siap. Juga, kenapa kamu tidak membangunkan kami ketika ada musuh, Murid Ren?”

__ADS_1


Xiao Ren seketika menegang, ketika mendengar pertanyaan dari Lin Hua. Dia kemudian menatap ke arah guru tersebut dan menjawab, “Xiao Fan bilang agar anda tetap nyaman, jangan sampai membangunkan anda, Guru. Begitu pun juga untuk Putri Ning.”


Lin Hua dan Ning Shui menghela nafas mereka benar-benar tidak bisa menebak jalan pikiran Xiao Fan. Keduanya kemudian berjalan ke arah dalam tenda.


***


Xiao Fan menggunakan benang miliknya untuk turun ke bawah. Sedangkan ketua bandit menggunakan kapak miliknya untuk alas menuju ke bawah.


Wushhhhhh.


Xiao Fan dan ketua bandit tiba di dasar jurang. Mereka saling memandang dan ingin melanjutkan pertarungannya.


“Aku tidak menyangka akan di jatuhkan sampai ke dasar jurang bersamamu bocah.” Ketua bandit geram dan mengayunkan kapaknya ke arah Xiao Fan.


Melihat hal itu, Xiao Fan tidak diam saja. Dia menggerakkan jari-jari miliknya dan menghindar ke belakang.


Booooommm.


Xiao Fan sudah menghindar. Dia melapisi tangan kanan miliknya dengan benang angin.


“Kau terlalu banyak celah.” Xiao Fan berkata dengan ringan, kemudian dia menghilang dan muncul tepat di belakang ketua bandit tersebut.


“Booom...” Xiao Fan berhasil mengenai tepat punggung dari ketua bandit tersebut.


Ketua bandit terkejut dan terlempar lurus ke depan meninggalkan kapak yang terbaring di tanah.


Xiao tidak tinggal diam saja, dia menyatukan kedua tangan miliknya, kemudian ia menggunakan kemampuan keduanya.


“Serigala Pemangsa...” berbagai benang mulai berkumpul menjadi satu membentuk sepuluh makhluk yang paling sering berada di hutan.


“Roaaarr...” Sepuluh serigala meraung dengan keras, mereka menatap ke arah ketua bandit yang tengah terlempar ke belakang.


“Serang!” Xiao Fan memerintahkan kesepuluh serigala tersebut. Dengan cepat mereka bersepuluh, melesat menuju ke arah ketua bandit.


“Wush...” kesepuluh berlari dengan cepat, mereka secara cepat tiba di dekat ketua bandit tersebut.


“Slashh...” sepuluh serigala seketika menerkam dan mencabik-cabik ketua bandit itu.


“Arhkkk.” Teriakan ketua bandit sangat keras, api hitam seketika melebar dan menghancur para serigala tersebut.


Ketua bandit terbaring di tanah, kemudian perlahan-lahan mulai berdiri dan menatap ke arah Xiao Fan dengan amarah tinggi. Berbagai luka terlihat di tubuhnya bahkan darah menetes terus-menerus.

__ADS_1


“Aku, Feng Sha... Kau benar-benar membuatku marah, Nak.” Ketua bandit itu menyebutkan namanya, entah apa yang akan dia pikirkan sebenarnya.


Feng Sha mengeluarkan sesuatu dari cincin ruang miliknya. Xiao Fan mengerutkan keningnya ketika melihat sebuah pil berwarna ungu di tangan Feng Sha tersebut.


“Pil?” Xiao Fan mengerutkan keningnya. Dia dengan cepat merasakan bahaya dari tempat Feng Sha tersebut.


“Kruck...” Feng Sha mengunyah dan menelan pil tersebut. Seketika jantungnya mulai berdetak lebih keras.


“Dug...” Jantung berdebar-debar dengan keras, Feng Sha memejamkan matanya. Kemudian, dia membuka matanya dengan lebar.


Terlihat mata Feng Sha berubah menjadi hitam sepenuhnya, aura di sekitarnya juga menjadi hitam dan ganas. Perlahan-lahan, ia menatap ke arah Xiao Fan dan iris matanya mulai muncul dan berwarna merah darah.


Xiao Fan melihat hal itu, sedikit terkejut. Dirinya tidak menyangka bahwa Feng Sha menjadi tambah kuat.


“Gahhhh...” Xiao Fan mengerutkan keningnya, dia benar-benar sudah menduga bahwa Feng Sha akan kehilangan kewarasannya.


“Sepertinya, pil itu menambah kekuatan seperti pil merah darah.” Xiao Fan berasumsi dengan cepat, dia kemudian melambaikan tangannya.


Xiao Fan berubah bentuk menjadi normal kembali, batas penggunaan Setengah Dewa Angin miliknya benar-benar sudah habis.


“Tanpa mode itu, kemampuan keempatku tidak bisa besar.” Xiao Fan berkata dengan nada serius. Bagaimanapun juga, musuhnya sekarang berubah menjadi aneh.


Xiao Fan menstabilkan nafasnya, dia tidak peduli akan perubahan musuhnya sekarang. Tujuannya kali ini hanya mengalahkan musuh tersebut.


“Sring...” berbagai benang angin mulai bergerak dan membentuk sebuah Serigala. Xiao Fan melihat hal itu, segera melompat dan naik di punggung Serigala tersebut.


Feng Sha yang melihat pergerakan lawannya. Dia tidak peduli dan mengangkat tangannya lurus ke samping.


Seketika kapak hitam muncul, Feng Sha dengan cepat memegang kapak tersebut. Dia kemudian melesat maju ke arah Xiao Fan.


“Wush...” Xiao Fan melihat Feng Sha melesat, dia dengan cepat menggerakkan serigala miliknya ke arah Feng Sha tersebut.


“Mari kita gunakan cara lelaki.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2