
Silakan Dibaca.
Xian Nan menatap ke arah Tetua Ketiga dengan dingin. Percikan kilat di seluruh tubuhnya terus menyala, membuat tatapan Xian Nan menjadi lebih tajam.
Tetua ketiga menatap dengan gelap, ia tidak menyangka seseorang sampah dari keluarganya dulu. Sekarang berdiri dan membantai berbagai prajurit Xian, serta Tetua Xian.
“Xian Nan, apa keinginanmu sebenarnya...” Tetua keempat tiba di dekat Tetua ketiga, ia memiliki wajah muram sekarang ketika melihat Xian Nan sekarang.
Xian Nan menatap kedua Tetua tersebut, sudut mulutnya naik membentuk senyum mengejek yang dalam. “Keinginanku... Bukankah kalian seharusnya mengetahuinya, Tetua busuk.”
Tetua ketiga, Tetua keempat yang mendengar ucapan Xian Nan dan tatapan mengejek tersebut, langsung naik pitam. Mereka tidak pernah dihina serendah itu.
“Bajin*gan, Keluarga Xian sudah memberimu muka sebelumnya, sekarang ini pembalasanmu...” Tetua kelima yang baru tiba dan melihat pemandangan, serta ucapan Xian Nan tak bisa tidak marah.
Xian Nan mendengar suara Tetua kelima, hanya melirik saja. Dirinya diam, selepas itu kilatan petir di tubuhnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
“Pembalasan... Muka... Hanya alasan saja, sebelum kalian mati!” Xian Nan menatap dengan tajam dan serius, ia tidak ingin berlama-lama berbicara dengan ketiganya.
Tangan lembut dan halus naik sejajar, berbagai bola kecil berwarna biru muncul di dekat Xian Nan melalui udara kosong.
Bzzt Bzzt...
Bola kecil mengeluarkan kilatan petir biru, membuat berbagai prajurit yang melihat hal itu melebarkan matanya. Mereka sebelumnya hanya menatap biasa ketika hanya satu bola saja. Namun, ketika bola kecil semakin muncul dan memenuhi langit, prajurit seketika gemetar ketakutan.
“Apakah ini masih dimiliki oleh perempuan itu...”
“Tidak ada tempat untuk berlari...”
Bisikan-bisikan ketakutan para prajurit benar-benar menurunkan moral mereka. Ketiga Tetua juga gemetar, tetapi mereka menahan hal itu.
“Bola petir...”
Setelah suara Xian Nan keluar, seketika seluruh bola kecil tersebut bersinar terang dan melesat dengan cepat menghantam ke arah tanah.
Boom Boom Boom Boom.
“Arhh..” teriakan para prajurit yang tengah dilanda ledakan-ledakan bola kecil, benar-benar terasa menyakitkan.
Prajurit berhamburan pergi tak menentu arahnya. Namun, bola kecil tetap akan menjangkau mereka dan menghancurkan mereka dalam sekejap.
Ketiga Tetua menatap ke arah para prajurit yang berteriak keras. Mereka mengepalkan tangannya, matanya memerah karena marah melihat adegan tersebut.
Pandangan ketiganya langsung sengit dan tajam menatap ke arah Xian Nan, ketiganya melesat ke arah Xian Nan sambil mengarahkan pedang ke arah Xian Nan.
“Berhenti, *******!”
Tiga Tetua mengeluarkan aura Qi dengan kuat, seketika ketiga Tetua tersebut tiba di dekat Xian Nan yang masih tenang menatap ke arah para prajurit.
__ADS_1
Tiga Tetua mengayunkan pedangnya dengan cepat ke arah Xian Nan.
Ding...
Pedang mereka seketika terhenti oleh pedang milik Xian Nan. Ketiga Tetua tertegun. Namun, Tetua kelima merasakan bahaya dalam sekejap, tetapi ia tidak bisa bergerak sama sekali.
“Lambat...”
Satu kata tersebut terdengar di telinga Tetua kelima, sebelum pandangannya berputar dan menemukan tubuhnya yang sudah tanpa kepala.
‘Ah... Jadi aku sudah mati.’
Xian Nan menendang tubuh Tetua kelima ke arah Tetua keempat, menyebabkan Tetua keempat terpental mundur ke belakang sambil membawa tubuh Tetua kelima.
Tetua ketiga masih membeku di tempat, temannya kembali terbunuh lagi. Perasaan sakit dan amarah, membuat Tetua ketiga sesak.
Tatapan Tetua ketiga menjadi kejam dan mengayunkan pedangnya ke arah Xian Nan.
Xian Nan menatap ke arah tebasan tersebut dengan hina. “Kau ingin menyerangku dengan kecepatan yang lambat ini!”
Xian Nan menghilang dan menendang perut Tetua ketiga ke bawah. Tetua ketiga dalam sekejap terkirim ke arah tanah dan menghancurkan tanah di bawahnya.
Boomm..
Tetua keempat yang sudah mendarat masih membeku ketika memegang mayat tanpa kepala tersebut. Tetua keempat dengan cepat membuang mayat tersebut ke samping.
Tetua keempat melebarkan matanya, dalam sekejap dirinya terpental dengan kuat ke belakang dan menghancurkan Kediaman Utama keluarga Xian.
Boomm.
Xian Nan yang berdiri di tempat Tetua keempat sebelumnya, menatap dengan tajam ke arah Kediaman utama. Xian Nan berkedip menghilang dari tempatnya sekarang.
***
Reruntuhan kediaman Utama Xian.
Terlihat Tetua keempat terbaring di reruntuhan kediaman tersebut, ia tidak kuat berdiri dan darah sudah keluar dari mulut, hidung, bahkan kepalanya.
“Tetua keempat... Apa yang terjadi, kenapa kau terbaring seperti ini...” sebuah suara terdengar dari arah samping Tetua keempat.
Tetua keempat dengan susah payah menatap ke arah sumber suara tersebut, ia melihat seorang pria buncit tanpa busana apapun.
Tetua keempat menyadari bahwa pria tersebut benar-benar orang bermasalah. ‘Semuanya karena ulah orang ini... Jika, dulu tidak menyinggung dan menganiaya Xian Nan. Kita tidak akan mati semuanya.’
Tetua keempat kembali menatap ke arah langit, ia perlahan menutup matanya sambil berkata dalam hatinya.
‘Yah, ini akhir dariku. Tetua semuanya, aku akan menyusul kalian.’
__ADS_1
Tetua keempat menutup matanya, sementara pria buncit tersebut terkejut dan melebarkan matanya. Dia ingin mendekati Tetua keempat. Namun, sebuah suara dingin terdengar di belakangnya.
“Cih, babi benar-benar menghalangi pemandangan!”
Pria buncit yang dipanggil babi, seketika berteriak, “Baj*ingan, siapa ya—“
Teriakannya terhenti ketika merasakan rasa sakit di kedua tangannya dan tidak merasakan bagian bawah sama sekali.
Pria buncit itu jatuh ke belakang dan melihat bahwa tubuh bagian bawahnya tertinggal di depannya. Pria buncit seketika melebarkan matanya melihat pemandangan tersebut.
“Ak—“ belum juga menyelesaikan kalimatnya, ia merasakan rasa sakit di punggungnya. Pria buncit dalam sekejap melesat terbang menuju ke arah depan yang tidak tahu tempat apa yang akan dia tuju.
Xian Nan yang sudah menendang keras punggung pria buncit, ia langsung menghancurkan bagian bawah pria buncit tersebut.
Xian Nan kemudian menatap ke arah sekeliling tempat kediaman Xian, ia tidak merasakan kehidupan sama sekali. Air matanya mengalir dan senyum hangat akhirnya muncul.
“Ayah... Ibu...” perlahan-lahan terlihat sosok kedua orang tua Xian Nan, sampai akhirnya terlihat kematian kedua orang tuanya tersebut.
“Akhirnya, aku bisa membalaskan dendam kalian...”
Xian Nan terduduk, ia benar-benar merasa tubuhnya menjadi ringan dan beban yang menggantung di pundaknya, seketika lepas.
Namun, detik berikutnya Xian Nan merasakan bahaya dari belakangnya, ia juga mendengar suara dari arah belakang.
“Mati..” sosok Tetua ketiga melayangkan pedang miliknya dengan cepat mengarah ke punggung Xian Nan.
Xian Nan terkejut, ia tidak bisa bereaksi sama sekali. Namun, sebelum pedang mengenai dirinya. Sebuah pedang bulan menghancurkan pedang Tetua ketiga, lalu sosok perempuan yang cantik muncul tepat di belakang Tetua ketiga.
Crash..
Tetua ketiga terkejut, ia kemudian merasakan rasa sakit tepat di jantung miliknya. Namun, detik berikutnya, ia akhirnya paham ketika melihat jantungnya keluar dan berada di pegangan tangan seseorang.
“Saudari Xian, kamu lengah.”
***
Kediaman keluarga Kong, terlihat dua perempuan tengah membunuh dan menyeret dua puluh penjaga menuju ke tempat tertutup.
Keduanya dengan cepat menggambar array ritual kebangkitan Roh Elemen lain. Kedua perempuan itu ialah Yu Lin dan Xiao Xia.
“Mari kita mulai...”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.