
Silakan Dibaca.
Malam hari tiba...
Desa Kembang Api mulai perlahan-lahan menjadi sepi, bahkan suara jangkrik maupun belalang sama sekali tidak terdengar.
Kabut tipis mulai memenuhi Desa, hal ini menambahkan kesan yang begitu menakutkan.
Xiao Fan yang sudah kembali, tidak masuk ke dalam kereta. Dia melihat para prajurit yang gemetar ketakutan dan wajah mereka pucat.
“Tuan, akhirnya Anda kembali.”
Salah satu prajurit yang melihat kedatangan Xiao Fan, mulai menghela nafas lega. Meski mereka sudah setengah tidak takut, kewaspadaan mereka selalu aktif.
“Kalian, apakah semuanya di dalam?” tanya Xiao Fan selepas mengamati sekitar dan tidak menemukan Lan Yansho sama sekali.
“Itu benar, Tuan.” Prajurit membalas sambil mengangguk.
Xiao Fan memegang dagu sebentar. Namun, sebelum dia sempat berpikir. Alunan nada sedih dan penuh kesepian terdengar di telinganya.
Para prajurit yang mendengar alunan nada sedih seketika bergidik ngeri. Mereka benar-benar ketakutan sekarang.
Xiao Fan memandang arah asal suara tersebut. Matanya menyipit, kemudian dia melangkah maju sambil berkata, “kalian tetaplah di tempat. Aku akan melihat pemilik suara ini.”
Para prajurit terkejut, mereka ingin menghentikan Xiao Fan. Namun, Xiao Fan sudah menghilang terlebih dahulu dari tempatnya.
Para prajurit gemetar, mereka takut bahwa Xiao Fan akan dimakan oleh hantu. Salah satu dari mereka segera mengetuk pintu kereta.
Lan Yansho yang memejamkan matanya, sedikit terkejut dengan ketukan dari luar. Dia memandang ke arah para perempuan sebentar, sebelum membuka tirai sedikit.
“Ada apa?”
Prajurit yang berdiri di dekat tirai jendela segera menundukkan kepalanya dan mulai melapor. “Kepala Lan, Tuan Fan pergi mendatangi asal suara itu.”
Lan Yansho yang mendengar hal itu memejamkan matanya sebentar dan berkata dengan ringan. “Baiklah, biarkan saja. Dia bisa mengatasi ini sendirian.”
Prajurit tertegun, kemudian menunduk sebentar dan mundur ke belakang. Tirai kembali tertutup dan Lan Yansho memegang dagunya untuk berpikir.
Namun, dia segera menggelengkan kepalanya dan menghentikan pikirannya sekarang. “Semoga kamu aman, Nak.”
__ADS_1
Lan Yansho tidak bisa pergi mengikuti Xiao Fan. Hal ini karena dia membuat kesepakatan dengan Xiao Fan, bahwa dirinya hanya perlu di kereta untuk melindungi semuanya jika ada yang salah nantinya.
Lan Yansho hanya mengangguk setuju dan sekarang dia melindungi semuanya sambil berdoa untuk keselamatan Xiao Fan sendiri.
Beralih ke Xiao Fan. Kini pemuda itu melangkah di atap rumah dan memandang sekelilingnya. Dia perlu mencari kabut yang sangat tebal karena kabut tebal tersebut, persembunyian untuk makhluk pemilik suara itu.
Namun, sebelum Xiao Fan menemukan kabut tebal. Dia mengerutkan keningnya ketika alunan nada berhenti dalam sekejap.
Tak jauh di belakang Xiao Fan, muncul sosok perempuan melayang dari udara. Perempuan itu sangat cantik, tubuhnya putih pucat, pakaiannya putih polos, rambutnya hitam.
Perempuan itu tidak memakai alas kaki, sedikit melayang di atas tanah. Ketika kepalanya menatap Xiao Fan, sinar bulan menerpa wajahnya. Terlihat wajah yang sangat cantik, senyuman yang tulus dan hangat terpampang di wajahnya, iris mata hitam dengan kedalaman yang dapat dilihat betapa sedihnya perempuan itu.
Xiao Fan merasakan ada sosok di belakangnya. Dia tanpa sadar berbalik dan tertegun melihat kecantikan di depannya tersebut.
Namun, Xiao Fan segera sadar dan mendekat ke arah perempuan itu. Tiba tepat di depan perempuan tersebut, Xiao Fan mengulurkan tangannya ke arah pipi perempuan di depannya.
Dingin, kaku, dapat dirasakan oleh Xiao Fan. Namun, pemuda itu tetaplah mengelus dengan ringan, sampai akhirnya tangan perempuan itu bergerak menempel di tangan Xiao Fan.
“Bisakah kamu membantuku?”
Suara serak berasal dari perempuan itu, membuat Xiao Fan tanpa sadar mengangguk. Air mata perempuan keluar dan mengenai tangan Xiao Fan.
“Aku bisa membantumu, namun aku perlu kerja samamu juga.”
“Bisakah kamu memberitahuku di mana cawan emas itu?” tanya Xiao Fan, kemudian dia menarik kembali tangannya dan menatap sosok perempuan di depannya dengan lembut.
Perempuan itu tertegun, namun segera sadar dan mengangguk. “Cawan emas sangatlah besar. Tempatnya berada ialah di bawah Desa ini.”
Xiao Fan tertegun, dia akhirnya sadar dan tanpa sadar pandangannya beralih ke arah bawah Desa Kembang Api. Mata qi miliknya aktif, namun tidak menemukan jejak apapun.
Sampai akhirnya, Xiao Fan menggunakan mata raja. Berikutnya, visi Xiao Fan berubah dan hal inilah yang mengejutkan Xiao Fan.
Terlihat benang yang besar semuanya naik ke atas dan terhubung ke arah perempuan di sebelahnya. Benang yang dilihat Xiao Fan adalah kumpulan benang kecil yang terurai menjadi satu, sehingga membentuk benang sebesar Desa Kembang Api.
Xiao Fan benar-benar terkejut akan hal itu. Dia juga melihat cawan emas yang sangat besar. Ukurannya melebihi dari Desa Kembang Api itu sendiri.
“Apakah ini semuanya adalah bayi?” Xiao Fan tidak bisa untuk tidak terkejut. Bayi seluruh Kerajaan Qian dikumpulkan jadi satu dan dipanggang di dalam cawan emas tersebut.
“Waktu itu, selepas kami mendengar para laki-laki semuanya mati di medan perang, kami benar-benar terkejut. Awalnya seluruh perempuan termasuk aku sendiri tidak percaya...” Ucap perempuan di sebelah Xiao Fan.
__ADS_1
“Sampai akhirnya, pedagang yang biasanya lewat mengatakan bahwa saat di Medan Perang. Para suami kami, terbunuh karena memasuki perangkap yang sudah disediakan.” Lanjut perempuan itu.
“Kami sedih, namun rasa sedih ini berganti menjadi rasa takut ketika para orang Barbar datang. Mereka mulai memperlakukan kami layaknya budak, di buat mainan bahkan setiap hari kami tidak diizinkan untuk memakai pakaian sama sekali.” Lanjut perempuan itu.
“Sampai akhirnya, mereka bosan dan mempermainkan kami sekali. Setelah itu, anak-anak kecil dan bayi di ambil dan ditaruh dalam cawan emas besar yang mereka miliki.” Lanjut perempuan itu.
“Kami tidak berdaya, karena selepas itu kami di baringkan di tanah. Kaki kanan di ikat dengan seekor kuda begitu juga kaki kiri. Kemudian, kuda bergerak maju dan kami berteriak sampai akhirnya mati terbelah.” Akhir cerita perempuan itu dengan tangis yang kuat.
Awan hitam berkumpul di langit dan rintik-rintik hujan mulai turun, sampai akhirnya menjadi hujan deras tanpa adanya petir.
Alam pun merasakan kesedihan perempuan yang berubah menjadi hantu tersebut.
Perasaan tidak enak dan kesedihan terasa di hati Xiao Fan. Namun, hal ini sudahlah biasa baginya. Bahkan ada yang lebih kejam daripada kali ini.
Xiao Fan menghela nafas dan menepuk kepala hantu perempuan itu, kemudian memeluknya dan mengelus punggungnya dengan lembut.
Meski dingin, Xiao Fan tetap melakukan hal itu. Dia menenangkan hati perempuan di depannya.
Di dalam kereta. Para perempuan terbangun dan air mata tanpa sadar ikut keluar, mereka tidak tahu namun hati mereka sangatlah terasa sakit.
Lan Yansho yang melihat hal itu tidak tahu harus berbuat apa. Dia juga melihat keanehan hujan deras di luar dan menduga bahwa hujan tersebut menandakan alam ikut sedih.
Kembali ke sisi Xiao Fan, dia masih dalam posisi yang sama yaitu memeluk perempuan di hadapannya dengan lembut.
Beberapa menit berlalu...
Hujan mulai mereda dan perempuan di pelukan Xiao Fan sudah mulai tenang. Matanya memerah karena habis menangis.
Xiao Fan melepaskan pelukannya dan memandang ke arah perempuan di depannya dengan tatapan tulus.
“Sudah tenang?”
Perempuan di depan Xiao Fan mengangguk tanda bahwa dirinya sudah tenang. Kemudian, Xiao Fan tersenyum sambil memandang ke arah bawah.
“Kalau begitu...”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote dan Hadiahnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.