
Selamat Membaca.
......................
Reruntuhan Kuno.
Xian Nan keluar dan melesat menuju ke arah jalur kanan, dia sedikit mengerutkan keningnya ketika tidak menemukan kelompoknya di persimpangan.
Tiba di ruangan luas jalur kanan, Xian Nan melebarkan matanya ketika melihat dua puluh orang melawan satu perempuan. Dia juga merasakan kehadiran dari Xiao Fan di atas.
Xian Nan menatap ke arah Tuannya tersebut. Dia mengerti bahwa perempuan yang dikepung oleh anggotanya adalah anak buah Tuannya.
Xian Nan ingin menghentikan pertarungan tersebut. Sampai akhirnya dia mendengar hal menjijikkan yang diucapkan oleh Tuan Kota Linkuen.
***
“Hahaha, kita akan menikmati tubuhmu bersama dengan Xian Nan nanti. Kalian berdua sangat cocok untuk menjilat senjataku.”
Xiao Xia mengeluarkan rantai emas miliknya. Kemudian, dia mengayunkan ke arah Musuh20 dengan cepat.
“Wushh...” Musuh20 dengan cepat bereaksi, dia mengeluarkan Roh Elemen pedang miliknya. Dia ingin menangkis rantai tersebut, tetapi pedang miliknya seketika hancur dan rantai menusuk tepat jantungnya.
“Jlebbb...” Musuh19 dan Musuh18 menghilang dan muncul di atas Xiao Xia. Namun, perempuan itu menyadari terlebih dahulu dan menusuk jantung kedua musuh tersebut.
“Jlebb...Jlebb...” Tidak hanya itu saja, rantai emas Xiao Xia seketika bercahaya dan terlihat tiga musuh sebelumnya mengering dan tersisa tulang saja.
Hal itu membuat berbagai musuh melebarkan matanya, mereka menatap Xiao Xia dengan takut. Kemudian, mereka melihat tatapan Xiao Xia yang sedang menjilat sebuah darah, hanya berpikir satu hal.
‘Iblis.’
Tuan Kota marah, dia benar-benar geram. Perempuan yang ingin dia permainkan melawan. “Bajingn kecil! Kau membuatku marah!”
Tuan Kota segera menyatu dengan Roh Elemen Beruang miliknya. Dia dengan cepat melesat ke arah Xiao Xia.
“Wush...” Xiao Xia melihat hal itu tidak takut sama sekali. Tatapannya datar dan tidak peduli sama sekali, dia mengalihkan fokusnya ke arah belakang kelompok tersebut.
“Ternyata ada seorang perempuan yang tiba,” kata Xiao Xia dengan pelan. Namun, hal itu terdengar oleh Tuan Kota dan beberapa Musuh.
Tuan Kota menghentikan larinya, musuh-musuh berbalik ke belakang diikuti oleh Tuan Kota.
Seluruhnya melihat seorang perempuan, yang tak lain Xian Nan tengah menggelap dan menatap tajam ke arah mereka.
Tuan Kota tidak bisa tidak terkejut. Dia kemudian bergumam, “Apakah dia mendengarkan ucapanku tadi.”
Tuan Kota menggelengkan kepalanya dan tidak peduli, dia kemudian berteriak kepada anak buahnya. “Semuanya, lucuti Xian Nan dan bawa ke Kota untuk kita nikmati!”
Mendengar perintah dari Tuan Kota, para anak buahnya kembali semangat dan melesat dengan cepat menuju ke arah Xian Nan.
__ADS_1
Sementara itu, Xian Nan mengeluarkan Roh Elemen miliknya. Dia bergabung dan berubah menjadi kelinci salju yang memiliki level tingkat pertama, sama dengan benang angin milik Xiao Fan.
Xian Nan sedikit jongkok, kemudian dia mengeluarkan cakar di kedua tangannya. Dia melesat ke arah para musuh dengan cepat, permukaan yang dia tempati awal berubah menjadi jaring laba-laba.
Xian Nan tiba di dekat musuh17 dan Musuh16. Dia tidak memberi keduanya waktu untuk bereaksi, dengan cepat dia menebas kedua leher dari musuh tersebut.
“Slash..Slash..” Xian Nan tidak berhenti begitu saja. Meskipun, ini adalah pertama kali dirinya membunuh manusia. Dia tidak mengalami gejala apapun.
***
Xiao Fan yang melihat keduanya dari atas, sedikit menaikkan sudut mulutnya. “Xian Nan, memang benar-benar terlahir sebagai Dewi Perang.”
“Xiao Xia, hanya bermain-main saja melawan beruang bodoh itu.” Xiao Fan berkata dengan nada datar. Dia ingin keduanya segera menyelesaikan membunuh mereka dengan cepat.
“Kalian berdua, sudahi bermainnya. Langsung bunuh saja mereka.” Xiao Fan berkata dengan nada dingin.
***
Xiao Xia dan Xian Nan mendengar suara itu tersenyum, sedangkan Tuan Kota dan anak buahnya sedikit terkejut.
Di saat mereka ingin melihat siapa yang berbicara, Xiao Xia dan Xian Nan mulai menggila dan menyerang mereka.
Tuan Kota terkejut ketika melihat Xiao Xia yang sangat agresif. Bahkan, dia tidak menyangka dengan kecepatan ayunan dari rantai Xiao Xia.
“Bugh...Bugh...Bugh...” Xiao Xia terus menyerang dengan rantainya, bahkan kecepatan ayunan rantai menjadi semakin cepat dan cepat.
“Ahhhhh,” teriak Tuan Kota kesakitan. Dia benar-benar baru pertama kali ini merasakan rasa sakit yang amat dalam. Perlahan-lahan kesadaran miliknya memudar, dia pingsan.
Namun, Xiao Xia tidak berhenti dan menghancurkan berbagai tubuh dari Tuan Kota tersebut. Dia benar-benar menjadi perempuan sadis ketika melawan musuh, tetapi dia akan jinak ketika bersama dengan Tuan dan teman budak lainnya.
***
Xian Nan sendiri memutari para musuh. Dia melihat seluruh musuh sudah menjadi satu di tengah, dengan cepat dia menyiksa mereka dengan cara menyayat dengan cakar miliknya.
Para musuh berteriak keras, mereka benar-benar tidak menyangka bahwa Xian Nan yang berasal dari Akademi Yuen benar-benar sadis.
Xian Nan tidak peduli, dia mirip dengan Xiao Xia. Di pikiran mereka, perintah Tuan adalah nomor satu. Keduanya siap menyerahkan apapun kepada Tuannya, bahkan tubuh mereka.
***
Xiao Fan melihat kesadisan kedua anak buahnya benar-benar tidak bisa tidak menyeringai. “Inilah yang kusuka.”
Xiao Fan kemudian melihat bola berwarna biru keluar dari tubuh Tuan Kota. Dia tahu bahwa itu adalah Bola Roh milik Tuan Kota tersebut.
Xiao Fan juga melihat berbagai bola kuning dan hijau keluar dari tubuh musuhnya yang mati tersebut.
“Walaupun sedikit, tetapi ini sudah lumayan.” Xiao Fan kemudian teringat akan api miliknya, dia akan mencoba untuk membuat apinya menyerap Bola Roh nantinya.
__ADS_1
Pertarungan Xian Nan dan Xiao Xia melawan Tuan Kota serta anak buahnya telah selesai.
Xian Nan dan Xiao Xia saling memandang, keduanya tersenyum dan menatap ke arah Xiao Fan yang tengah menatap keduanya.
Xiao Fan tersenyum, dia turun dan berdiri di depan kedua perempuan tersebut. Dia tersenyum dan berkata, “Selamat, kalian berdua.”
Xian Nan dan Xiao Xia mendekat dan mencium masing-masing pipi Xiao Fan. Hal itu, membuat Xiao Fan menatap datar dan menghela nafas, kemudian mencium kening kedua perempuan tersebut.
“Sesuai sebelumnya, Xian Nan kamu akan pergi menuju ke Akademi Yuen. Semisal ada rumor mengenai kamu yang hanya selamat dan Tuan Kota menghilang, segera bilang bahwa ada yang memisahkan semuanya di Padang Pasir.”
“Jika, mereka tidak percaya. Malam hari, keluarlah dari Akademi Yuen.” Xiao Fan memberikan arahan kepada Xian Nan.
Xian Nan mengangguk dan paham akan penjelasan dari Xiao Fan tersebut.
“Baik, Guru.” Xian Nan mengangguk dengan penuh keyakinan. Xiao Fan tetap menatap biasa dan kemudian berkata dengan nada ringan.
“Kalau begitu, pergilah.” Xiao Fan mengecup sebentar bibir Xian Nan dan berbalik, kemudian menghilang dalam kegelapan diikuti oleh Xiao Xia.
“Kita akan bertemu kembali, Saudari.” Xiao Xia berkata dengan senang dan menghilang mengikuti Xiao Fan.
Xian Nan tersenyum, dia tidak menyangka Gurunya berubah menjadi lebih dingin dan tajam. Juga, ada rasa keinginan akan sesuatu.
Xian Nan kemudian merasakan sesuatu yang terjadi di kakinya, dia penasaran dan melihat ke bawah.
“Eh, sepertinya aku harus ganti celana.”
***
Xiao Fan dan Xiao Xia tiba di dua puluh kilometer dari reruntuhan kuno. Keduanya menatap ke arah pemukiman desa yang berada di padang pasir dekat tanah subur.
“Kita akan memulai, pembuatan Kerajaan di sana. Kita ubah desa itu menjadi sesuatu yang besar.” Xiao Fan berkata dengan nada penuh tekad.
“Kerajaan itu nanti akan bernama...”
[Ilustrasi Karakter.]
Xian Nan
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1