Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 182 - Perang Kerajaan Dong 4


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Pertempuran terus berlanjut, Yan Han dan Ni Shan Jian terus menerus melakukan serangan area. Mereka benar-benar mengamuk dan seluruh fisik mereka berubah.


Kekuatan yang mereka ambil berasal dari membunuh, ketika mereka membunuh kekuatan mereka akan terus menerus meningkat.


Banyak prajurit mati dalam sekejap, semula dua puluh juta. Sekarang hanya tersisa 500.000 prajurit.


Raja Dong yang melihat hal itu benar-benar terkejut. Ia tidak menyangka pasukan yang dirinya bawa, hanya dalam dua jam selesai dalam sekejap.


“Kekuatan mereka, apa sebenarnya.. kenapa mereka tidak lelah sama sekali?” gumam Raja Dong melihat Xiao Fan terus membantai dan tidak ada setitik keringat sama sekali.


Beberapa pasukan yang tersisa bergidik ngeri, namun detik berikutnya mereka langsung menjadi tumbal untuk Xiao Fan.


Para pasukan tidak bergerak, mereka sudah pasrah dan tidak bisa melawan ketujuh musuh yang menyerang mereka masing-masing.


Terutama Ular Hitam besar yang tak lain, Shen Yu Ling. Para pasukan yang di dekat ular tersebut, segera membusuk dan meleleh seketika.


Shen Yu Ling tidak peduli, ia terus bergerak. Kemudian, memakan para prajurit di depannya dengan cepat.


Sementara itu, Ni Shan Jian terus mengeluarkan serangan area miliknya. Ia menggunakan kegelapan dan membuat lautan kegelapan yang bersifat menelan lawan.


Para prajurit tenggelam dan akhirnya mati di dalam kegelapan. Ni Shan Jian, juga menggunakan serangan kegelapan lainnya.


Yan Han sendiri, tetap di tempat dan terus menerus memperluas wilayah magma yang ia kendalikan seperti sebelumnya.


Para prajurit terus menerus terjebak di magma dan dibakar sampai berubah menjadi abu.


Sementara Xiao Fan, ia paling banyak membunuh para prajurit. Setiap langkahnya, tulang mengerikan akan menjulang dari tanah dan menusuk tepat jantung para prajurit.


Xiao Fan juga menggunakan angin miliknya, bergerak cepat dan tulang naik terus menerus.


Tujuh medan terbentuk masing-masing, ada medan api, medan listrik, medan racun, medan korosi, medan kegelapan, medan magma, dan terakhir medan tulang.


Raja Dong benar-benar mati rasa melihat banyak prajuritnya yang dibantai secara sadis. Ia menggertakkan giginya, kemudian berdiri dan turun ke medan perang.


Komandan Inti juga mulai muncul satu persatu, mereka berjumlah enam orang.


“Kalian, atasi enam sisanya. Aku akan mengatasi Raja dari kerajaan Angin Barat ini.” Perintah Raja Dong, ia benar-benar marah sekarang, ekspresi wajahnya mulai menjadi liar.


“Dimengerti, Yang Mulia.” Keenam komandan inti memandang lawan mereka masing-masing, kemudian mereka berenam menghilang dan melesat menuju ke arah lawan.


Raja Dong sendiri melesat menuju ke Xiao Fan, ia segera bergabung dengan Roh Elemen miliknya.


Tubuhnya membengkak, wajahnya memunculkan dua kumis panjang, dua tanduk menghiasi kepalanya. Tubuhnya mulai memanjang, kaki dan tangannya berubah menjadi cakar.

__ADS_1


Mengaum!


Xiao Fan tersadar, ia menatap ke depan dan sedikit terkejut melihat sosok di depannya itu.


“Naga.” Ucap Xiao Fan tanpa sadar, namun melihat naga tersebut. Ia teringat akan Raja Dong yang bisa berubah menjadi seekor Naga.


Xiao Fan menanggapi dengan serius, meski level lawan masih berada di bawahnya. Xiao Fan sama sekali tidak meremehkan lawan di depannya itu.


Xiao Fan mulai dengan menaikkan tulang dari tanah. Tulang itu terkonsentrasi menjadi satu, kemudian muncul tepat di depan Raja Dong.


Namun, Raja Dong yang sudah berubah menjadi Naga, memiliki insting yang begitu kuat. Sehingga, bahaya apa pun, ia dengan mudah menyadarinya.


Xiao Fan sedikit mengangkat sudut mulutnya, kemudian ia mengerahkan seluruh tulang yang dihindari oleh Raja Dong, kembali muncul di depan Raja Dong terus menerus.


Boom! Boom!


Raja Dong melakukan gerakan zig-zag, kemudian dari mulutnya yang tertutup keluar percikan api. Detik berikutnya, Raja Dong naik ke atas dan menyemburkan api ke arah Xiao Fan.


“Matilah, Nak!” raung Raja Dong diiringi dengan semburan api yang begitu kuat.


Xiao Fan menatap semburan api panas tersebut dengan serius. Kemudian, ia menghentakkan kakinya dan berbagai tulang muncul dari tanah di depannya.


Booom!


Semburan api berakhir, Xiao Fan menghilang dari tempat. Ia melesat menuju ke arah Raja Dong dengan cepat.


Namun, insting Naga aktif. Raja Dong merasakan seseorang melesat ke arahnya, ia kemudian mengubah dirinya menjadi setengah manusia setengah naga.


Boom!


Cakar Naga bertemu dengan pedang tulang milik Xiao Fan. Langit seketika menggelap, petir menggelegar dan hujan deras terus turun.


Raja Dong dan Xiao Fan mundur beberapa langkah, sebelum keduanya melesat maju dengan cepat.


Dentang! Dentang! Dentang!


Udara di sekitar keduanya terus menerus pecah. Langit yang gelap mulai terganggu oleh keduanya. Langit gelap seketika mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata.


Cahaya itu terkonsentrasi menjadi satu, kemudian petir yang kuat terjun ke bawah tepatnya Xiao Fan dan Raja Dong berada.


Booom!


Langit pun marah dengan pertarungan tersebut. Namun, petir sama sekali tidak mengurangi efektivitas pertempuran Raja Dong dan Xiao Fan.


Keduanya keluar dari asap akibat ledakan petir. Xiao Fan mengayunkan pedangnya dengan ganas, tarian pedang miliknya layaknya phoenix yang terus menerus menyerang.

__ADS_1


Dentang! Boom! Dentang!


Raja Dong menahan dan menyerang Xiao Fan secara bersamaan. Meski ia kadang kalah dalam konfrontasi, dan serangan menusuk tubuhnya. Namun, tubuh Raja Dong sangatlah keras, ia tidak terlalu khawatir akan serangan Xiao Fan.


Booom!


Keduanya mundur beberapa langkah, Raja Dong menatap ke arah Xiao Fan. Ia benar-benar yakin bahwa pemuda di depannya layak diakui menjadi Raja.


“Sepertinya aku perlu menggunakan Gaeblog.” Ucap Raja Dong, kemudian ia mengayunkan tangannya ke kanan. Dalam sekejap, sosok kapak raksasa muncul di tangannya.


Xiao Fan yang menatap kapak raksasa tersebut menyusutkan matanya. Entah kenapa, perasaan akrab muncul dalam seketika.


Namun, detik berikutnya ia akhirnya mengetahui senjata yang digunakan oleh Raja Dong tersebut. Bagaimana bisa ia melupakan senjata yang dibuat oleh Dewa Pandai Besi.


“Gaeblog, salah satu ciptaan Dewa pemabuk itu.” Ucap Xiao Fan pelan, meski begitu Raja Dong melebarkan matanya. Ia tidak menyangka ada seseorang yang mengetahui senjatanya.


“Sepertinya kau mengetahui tentang Gaeblog. Maka berhati-hatilah, Nak.” Kata Raja Dong sambil menajamkan indranya.


Xiao Fan sendiri menggelengkan kepalanya, ia tidak terlalu peduli akan senjata itu. Bukan karena ia meremehkan, namun dirinya tahu keseluruhan tentang Gaeblog lebih dari Raja Dong sendiri.


Senjata tersebut menguras banyak tenaga, meski begitu kekuatannya kurang maksimal. Xiao Fan pernah mengayunkannya dan enam belas bintang seketika hancur di Alam Atas.


Namun, itu Gaeblog versi sempurna. Sementara di depannya, hanya versi kecilnya. Kemungkinan satu serangan hanya bisa menggerakkan iklim normal.


“Majulah.” Xiao Fan berkata sambil mengeluarkan Qi miliknya dan menyalur ke arah pedang tulang miliknya.


Pedang tulang menyerap Qi, kemudian warna yang sebelumnya putih berubah menjadi hitam.


Raja Dong juga melakukan hal sama, ia menyalurkan Qi miliknya ke dalam Gaeblog. Kemudian, Gaeblog merespons dan bercahaya merah.


Tingkat Qi milik Raja Dong masih di bawah Xiao Fan. Satu bisa mengubah wujud, sementara yang satunya hanya mengeluarkan cahaya.


Meski begitu, senjata keduanya sekarang setara dan tidak ada yang lemah bahkan kuat. Penentuan terakhir, hanya pada pengguna.


Xiao Fan dan Raja Dong menekuk kedua kakinya dan melesat menuju depan meninggalkan bekas pijakan dikelilingi oleh retakan tanah.


Booom!


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2