
Silakan Dibaca.
Hutan Kegelapan...
Xiao Fan sekarang mulai mengumpulkan kembali tanaman surgawi untuk yang lain dan dirinya sendiri. Ia terus menjelajah, semakin dalam.
Xiao Fan sendiri memandang ke sekitar, ia sedikit mengerutkan keningnya ketika tidak menemukan satu pun Monster yang berada di tempatnya.
Tanpa Xiao Fan sadari, para monster sudah ketakutan ketika cahaya putih bersinar dengan terang di Hutan Kegelapan. Hal itu, mengakibatkan seluruh Monster yang berada di dekat tempat Xiao Fan mulai berpindah ke sisi lain.
Xiao Fan terus melangkah menuju ke area dalam, ia juga mengambil beberapa tanaman surgawi yang berada di tempat yang ia lewati.
Tak butuh waktu lama, Xiao Fan menemukan area dalam. Dari kejauhan, ia bisa melihat sosok Istana yang megah dengan latar yang begitu menakutkan.
Xiao Fan berhenti di cabang pohon dekat pembatas antara area tengah dan area dalam. Xiao Fan mengerutkan keningnya ketika melihat penampakan tanah hitam yang mengerikan.
“Ini... Apakah area dalam. Bukankah ini, kutukan malam. Namun, kenapa ini kutukan sangat lemah?”
Xiao Fan memiringkan kepalanya, ia menggelengkan kepalanya dan mulai turun ke bawah. Ia dengan santai berjalan ke tanah kutukan, akan tetapi saat Xiao Fan melangkah sedikit jauh, sebuah teriakan menghentikannya.
“Hihihi, berhenti... Jangan mendekat ke pusat atau kamu akan mendapatkan kutukan seperti orang-orang mati di depanmu itu.”
Xiao Fan mengerutkan keningnya, ia tahu bahwa itu orang yang sedang dikutuk dengan kutukan malam. Ia juga melihat berbagai kerangka manusia yang tengah menghitam.
“Yah, memang orang bodoh akan mati berada di tanah kutukan. Namun, aku berbeda...”
Xiao Fan melanjutkan perjalanan dengan santai menuju ke Istana berada.
***
Di Dalam Istana...
Sosok perempuan yang tengah duduk di kursi goyang, tengah terkejut melihat seorang pemuda sedang melintas dengan santai di tanah kutukan.
“Pemuda ini... Apakah yang dikatakan putra takdir itu?”
Perempuan itu hanya memiliki satu pikiran. Hanya seorang putra takdir yang bisa melintasi tanah kutukan. Perempuan itu selalu berharap bahwa putra takdir untuk datang kepadanya.
Akhirnya, sekarang. Penantian yang ia nanti-nantikan terbayar. Perempuan itu ingin menangis bahagia, akan tetapi kutukan malam tidak bisa membuat dirinya menangis sama sekali.
Hanya tawa yang mengerikan yang terdengar, tawa tersebut adalah salah satu efek dari kutukan malam. Selain wilayah hitam, orang yang dikutuk akan selalu tertawa dan tidak akan bisa mengekspresikan hal lainnya.
***
Xiao Fan sendiri tiba di gerbang Istana. Ia selalu mendengar tawa perempuan yang mirip dengan penyihir. Xiao Fan tidak bisa untuk tidak tersenyum.
“Dasar, tawanya benar-benar lucu.”
__ADS_1
Xiao Fan sama sekali tidak menganggap tawa tersebut mengerikan. Malah, ia merasa lucu akan tawa itu. Xiao Fan sendiri sudah terbiasa dengan hal mistis ataupun hal mengerikan.
Xiao Fan memandang ke arah pintu masuk Istana. Dirinya memegang pintu itu dan melepaskan array yang melindungi pintu tersebut.
“Benar-benar Array yang lemah. Apakah semua ini hanya tahap dasar semuanya.”
Xiao Fan masuk ke dalam Istana Kegelapan, ia kemudian mengaktifkan mata Qi miliknya. Berbagai lokasi jebakan, muncul di depan matanya.
Xiao Fan kemudian meregangkan otot-otot tubuhnya. Lalu, ia menyeringai dengan senang.
“Mari bermain.”
Xiao Fan melesat dan menginjak berbagai jebakan yang berada di lorong tersebut. Berbagai anak panah, tombak, jarum, lubang, semuanya dilewati oleh Xiao Fan dengan santai.
Xiao Fan tiba di ujung dari lorong jebakan, ia berbalik dan tersenyum puas ketika seluruh jebakan menghilang.
“Yah, waktunya naik ke atas.”
Namun, sebelum Xiao Fan naik ke lantai dua. Dua sosok Monster muncul di depannya.
Xiao Fan mengerutkan keningnya dan sedikit tersenyum ketika melihat dua monster yang menghalangi dirinya. Xiao Fan juga menyadari bahwa, kedua monster tersebut hanya boneka.
“Benar-benar penjagaan yang ketat.”
Xiao Fan melambaikan tangannya, kemudian Tulang putih miliknya berubah menjadi pedang pendek.
Dua Monster menatap ke arah Xiao Fan. Kemudian, kedua monster itu melesat ke arah Xiao Fan dengan cepat.
Monster1 melemparkan sebuah kapak besar ke arah Xiao Fan. Sementara Monster2 melemparkan sebuah bola besi berduri dengan keras.
Xiao Fan tertegun, ia dengan cepat mengayunkan pedang tulang miliknya ke depan. Kemudian, dua serangan bertemu dengan satu serangan.
Ding!
Xiao Fan terdorong dan melakukan backflip ke belakang. Ia menatap dengan tajam ke arah kedua monster tersebut. Ia tidak menyangka bahwa kedua monster itu memiliki senjata.
Xiao Fan kemudian memasukkan Qi ke dalam pedang tulang miliknya. Dalam sekejap, pedang tulang berubah warna menjadi sedikit kehijauan.
Xiao Fan memasang atribut elemen angin untuk membuat pedang tulangnya menjadi lebih tajam dibandingkan sebelumnya.
Dua Monster tidak peduli, mereka tiba di tempat senjata mereka berdua berada. Kemudian, melesat kembali dan muncul tepat di depan Xiao Fan.
Kedua monster mengayunkan kedua senjata mereka menuju ke arah Xiao Fan.
Menghadapi dua serangan, Xiao Fan sama sekali tidak takut. Ia dengan ringan melesat ke arah salah satu Monster yang membawa Kapak.
Boom!
__ADS_1
Kedua serangan monster menabrak ke lantai, sementara Xiao Fan sudah tiba di depan mata Monster yang memakai kapak.
“Matilah!”
Xiao Fan melintas dengan cepat dan mengayunkan pedangnya dengan kuat ke arah mata monster itu.
Slash!
Monster berkapak mundur ke bawah, kemudian meraung dengan keras, sambil mengayunkan tangannya untuk menampar Xiao Fan.
Namun, terlambat... Xiao Fan melintas kembali seperti hantu dan muncul di salah satu matu Monster berkapak. Ia melesatkan pedangnya kembali, menusuk dalam mata dari monster itu.
Monster berkapak meraung dengan keras, ia benar-benar merasakan kesakitan. Xiao Fan sendiri menginjak tepat ujung pedang tulangnya.
Jleb!
Pedang semakin tenggelam, kemudian Xiao Fan melompat ke belakang dan mengibaskan tangannya kembali, pedang tulang muncul kembali.
Xiao Fan memasukkan atribut elemen api emasnya dengan cepat ke dalam pedang tulangnya. Xiao Fan kemudian menyayat tubuh Monster berkapak dengan lincah dan kuat.
Slash! Slash! Slash!
Monster yang membawa bola besi, meraung marah ketika melihat temannya terluka dengan parah. Monster itu mengangkat bola besinya dan memutar dengan kencang.
Xiao Fan merasakan serangan akan datang menuju ke arahnya. Ia dengan ringan, menambahkan atribut angin kembali ke arah pedang tulangnya.
Bola besi berduri terlempar menuju ke arah Xiao Fan dengan cepat. Xiao Fan sendiri mengatur nafasnya sebentar dan cahaya melintas di iris matanya.
“Pedang pertama, Tebasan Elang Tajam.”
Sring!
Bola Besi terbelah menjadi dua. Xiao Fan melesat dan tiba di depan Monster pembawa Bola Besi itu. Xiao Fan dengan kuat menebas Monster itu secara vertikal.
Slash!
Xiao Fan dalam sekejap muncul di belakang Monster itu. Kemudian, Monster terpotong menjadi dua bagian dan mati di tempat.
Sementara, Monster berkapak terhuyung-huyung dan jatuh ke lantai dengan darah hitam yang terus menetes dari mata, mulut, dan hidungnya.
Xiao Fan mengibaskan pedangnya ke samping dan darah menghilang dari pedang tulang itu. Kemudian, pedang tulang perlahan-lahan masuk ke dalam tubuh Xiao Fan.
“Waktunya melihat sosok orang yang dikutuk...”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.