Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 171 - Harta Desa Wu


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Ruang bawah tanah.


Xiao Fan, Ni Shan Jian, dan Yan Han melangkah maju ke arah lorong yang menghubungkan antara ruang bawah tanah dengan ruang rahasia sekitar.


Ketiganya memasuki lorong, Xiao Fan mengerutkan keningnya ketika melihat lorong yang gelap tanpa ada pencahayaan sama sekali.


Xiao Fan melambaikan tangannya, berbagai kristal cahaya muncul dan menyinari lorong tempatnya berada.


Xiao Fan melangkah maju mengikuti jalan lurus, Ni Shan Jian dan Yan Han mengikutinya dari belakang dan memandang ke arah dinding-dinding dengan penuh rasa penasaran.


Bagaimana tidak penasaran, dinding-dinding lorong tersebut terdapat berbagai tulisan yang belum pernah mereka lihat sama sekali.


Namun, bagi Xiao Fan sendiri.. tulisan di dinding sudah pernah ia lihat dan tidak asing baginya.


***


Beberapa menit kemudian.


Xiao Fan dan kedua pengikutnya tiba di ujung jalan. Mereka menatap ke arah pintu tua yang terdapat berbagai pola Enkripsi mengunci penuh pintu tersebut.


Xiao Fan mengerutkan keningnya. Bukan karena enkripsi itu sulit, melainkan enkripsi yang terpasang di pintu terkenal buatan sendiri, namun masih lemah.


(Note : Enkripsi memiliki tiga tingkat, Enkripsi daratan, Enkripsi lautan, Enkripsi Langit. Setiap tingkat memiliki arah perkembangan masing-masing, yang disebut Enkripsi Buatan.)


Xiao Fan sebenarnya sedikit terkejut, ketika melihat ada seseorang yang bisa membuat Enkripsi buatan sendiri, meski itu Enkripsi yang lemah.


Namun, di tempat seperti Benua Yuansu ada yang bisa membuat Enkripsi buatan benar-benar langka.


Enkripsi buatan sendiri sangatlah susah untuk dibuat. Berbeda dengan Enkripsi dasar-dasar lainnya.


‘Menarik, ada seseorang yang bisa membuat Enkripsi buatan, meski lemah. Namun, cukup untuk membuat orang dari Benua ini kesulitan.’ Batin Xiao Fan.


Ia kemudian berjalan mendekat dan mulai membuka Enkripsi itu dengan cepat.


Tak butuh waktu lama, Enkripsi perlahan-lahan memudar dan pintu tua itu perlahan-lahan mulai terbuka lebar.


“Ayo masuk.” Ucap Xiao Fan, kemudian dibalas anggukan oleh Ni Shan Jian dan Yan Han.


Mereka bertiga memasuki ruangan di balik pintu tua itu. Terlihat ruangan yang sangat luas, berbagai koin emas dan perhiasan terdapat di sana.


Kemudian di tengah ruang tersebut terdapat Altar yang menampilkan tiga peti harta yang berbeda warna.


Xiao Fan mengamati sekeliling, ia mengaktifkan mata Qi miliknya. Kemudian, berbagai enkripsi biasa tertanam di berbagai sisi ruangan tersebut.

__ADS_1


“Banyak jebakan, di ruangan ini.” Ucap Xiao Fan, kemudian mengeluarkan beberapa batu kecil dengan karakter tulisan yang berbeda-beda.


Xiao Fan melempar batu kecil itu di setiap sisi ruangan dan batu segera pecah, detik kemudian seluruh Enkripsi menghilang.


“Kalian kumpulkan koin emas itu, jika ada teknik ambil saja. Aku akan ke Altar itu.” Kata Xiao Fan dengan ringan.


“Dimengerti, Yang Mulia.” Jawab Ni Shan Jian dan Yan Han secara bersamaan. Mereka kemudian menghilang dan mulai mengambil seluruh harta di ruangan itu.


Xiao Fan melesat ke arah Altar, ia penasaran dengan tiga peti yang memiliki warna berbeda-beda.


Bukan pertama kali, ia pernah melihat hal itu. Ini adalah kedua kalinya, Xiao Fan menemukan hal yang sama seperti saat di Kerajaannya dulu.


‘Posisi dan letaknya sama, apakah isinya masih sama pecahan lingkaran?’ batin Xiao Fan penuh akan tanda tanya.


Tak butuh waktu lama, Xiao Fan tiba di Altar. Ia mengamati peti tersebut, sebelum membukanya.


Sekilas mirip dengan sebelumnya, namun ada beberapa perbedaan yang tidak luput dari mata Xiao Fan sendiri.


Peti di depannya terdapat simbol yang berbeda dari sebelumnya, simbol itu benar-benar membuat Xiao Fan sedikit terkejut.


Bagaimana tidak, simbol yang berada di peti itu terlihat sangat familiar bagi Xiao Fan. Ia mencoba mengingat tentang simbol tersebut, entah kenapa beberapa lapis kabut masih menutupi ingatannya.


Xiao Fan menggelengkan kepalanya dan bergumam pelan. “Lupakan, lebih baik lihat isinya dan cari tahu apa itu..”


Xiao Fan kemudian membuka peti yang paling kanan, dengan warna abu-abu.


Xiao Fan masih mengaktifkan mata Qi miliknya, ia sama sekali tidak melihat adanya jejak jebakan di peti tersebut.


Tanpa pikir panjang, Xiao Fan mengambil gulungan tersebut dan memasukkannya ke dalam cincin ruang miliknya.


Ia kemudian melangkah ke peti selanjutnya yang berada di tengah. Peti itu memiliki warna merah darah.


Xiao Fan membukanya dan melihat ada sebuah gulungan kembali, namun dengan tampilan yang berbeda.


Gulungan di peti merah, memiliki sisi berwarna merah, sementara gulungan sendiri memiliki jejak-jejak kaki bahkan tangan, namun jejak itu terbuat mirip dengan noda darah.


Xiao Fan tidak merasakan jebakan dan ia mengambilnya, kemudian memasukkan ke dalam cincin ruang miliknya.


Selepas itu, ia melangkah ke peti berwarna hitam. Ia membukanya langsung dan menemukan sebuah gulungan sisi hitam dan gulungan memiliki gambar berbagai kabut berdiri.


Xiao Fan mengambilnya, kemudian ia berbalik. Ia melirik sebentar ke arah peti-peti tersebut, lalu menghilang dari tempat.


Xiao Fan muncul di bawah dan ia merasakan dua kehadiran di sebelahnya. Xiao Fan mengetahui, siapa itu.


“Apakah semuanya sudah kalian ambil?” tanya Xiao Fan dengan ringan.

__ADS_1


“Semuanya sudah kita ambil, Yang Mulia.” Jawab Ni Shan Jian dengan penuh hormat.


Xiao Fan mengangguk, lalu ia berkata, “Kalau begitu, waktunya kita kembali ke permukaan.”


“Dimengerti, Yang Mulia.” Ucap Ni Shan Jian dan Yan Han secara bersamaan.


Mereka bertiga menghilang dari ruang harta rahasia dengan cepat.


***


Desa Wu.


Tiga sosok kemudian muncul di dekat jalan keluar dari ruang bawah tanah. Mereka ialah, Xiao Fan, Ni Shan Jian, dan Yan Han.


Para penduduk yang telah diselamatkan terkejut melihat kemunculan ketiganya. Namun, saat melihat bahwa yang muncul adalah juru selamat mereka, para penduduk menundukkan kepalanya.


“Terima kasih, Juru Selamat.” Ungkapan terima kasih kepada Xiao Fan dan kedua pengikutnya, benar-benar begitu tulus.


Para penduduk sangat senang, akhirnya mereka bebas dari para orang-orang berjubah hitam yang begitu kejam kepada mereka.


Xiao Fan mengangguk ringan, namun ia sama sekali tidak senang. Ia kemudian melayang dan menatap ke arah seluruh penduduk.


“Bangun! Jika, kalian tidak ingin mengalami hal seperti sebelumnya jadilah kuat.” Teriak Xiao Fan sambil mengeluarkan aura menindas miliknya.


Teriakan ditambah aura Xiao Fan benar-benar menusuk ke dalam hati para penduduk. Mereka bisa mengerti kata-kata sederhana Xiao Fan, memiliki berbagai makna hinaan.


Para penduduk tidak marah kepada Xiao Fan melainkan mereka marah kepada diri mereka sendiri.


‘Kenapa kami tidak berlatih, ini tanah kami.. kenapa harus menunggu orang untuk menyelamatkan kami.. persetan dengan kedamaian, dunia tidak ada kedamaian sama sekali.’ Pikiran-pikiran penekanan muncul di benak para penduduk.


Xiao Fan melihat hal itu, menarik sudut mulutnya naik membentuk senyuman puas. Ia memperingatkan mereka, karena selanjutnya para penduduk di Desa Wu akan berguna untuknya.


Ni Shan Jian dan Yan Han menatap dengan ringan, bagi keduanya ucapan tuannya adalah kebenaran. Jadilah kuat untuk mengendalikan semuanya.


Tanpa kekuatan, kalian akan diinjak dan dipermalukan di tempat. Kata damai sama sekali tidak ada di dunia, hanya ada kata damai ketika berada di surga.


Ni Shan Jian dan Yan Han mengagumi Xiao Fan, baik kekuatan maupun ucapannya memiliki makna yang sangat dalam.


Xiao Fan tidak peduli akan pikiran kedua pengikutnya. Ia memandang ke arah para penduduk dan berpikir dalam hatinya.


‘Ya, jadilah kuat dan menjadi pionku nantinya.’


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2