Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 242 - Rencana Yang Dipercepat


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Kediaman Lan, Xiao Fan kini tiba di depan pintu masuk ruangan kerja Lan Yansho. Pintunya sederhana dengan gagang bermotif bunga melingkar. Entah itu apa maksud dari motif tersebut, Xiao Fan sama sekali tidak peduli.


Memutar gagang pintu, Xiao Fan mulai masuk ke dalam ruangan.


Terlihat interior ruangan yang luas, ada empat rak yang masing-masing tersusun di dinding sebelah kanan dan kiri. Tepat di depan mata Xiao Fan, terdapat meja yang memiliki tumpukan kertas di atasnya.


Sosok orang yang dirinya cari tepat berada di balik tumpukan dokumen tersebut. Xiao Fan mengangkat sudut mulutnya, dia tidak berharap bahwa pria tersebut masih banyak tugas.


Lan Yansho yang sedang mengamati dokumen benar-benar mati rasa. Dia sebenarnya bosan dengan dokumen tersebut, akan tetapi dirinya ialah kepala keluarga Lan. Bagaimana dia bisa melepaskan tanggung jawab tersebut.


Lan Yansho yang masih bergulat dengan dokumen, seketika merasakan kehadiran di depannya. Namun, dia tidak merespons karena kehadiran tersebut sangatlah akrab.


"Xiao Fan, ada apa?" Lan Yansho segera menghentikan membaca dokumen dan mulai menanyakan tujuan dari pemuda di depannya itu.


Xiao Fan tidak merespons, dia berpikir bahwa Lan Yansho mungkin melupakan janjinya. Namun, hal itu segera disangkal karena Xiao Fan semenjak semalam membahas makam kuno.


Tentu Lan Yansho tidaklah bodoh, sebenarnya dia ingin menunjukkan makam kuno tersebut. Namun, saat melihat dokumen yang sebelumnya dia baca. Lan Yansho segera menemukan keanehan.


"Kamu melupakan kejadian semalam, Paman Lan?" Xiao Fan yang sudah sadar segera mengajukan pertanyaan balik.


Lan Yansho menarik sudut mulutnya, kemudian berkata, "Aku ingat, hanya saja apakah hari ini?"


Xiao Fan hanya mengangguk dengan tenang. Lan Yansho segera mengerti bahwa Xiao Fan ingin memasuki makam kuno sesegera mungkin.


Membuka laci di dekatnya, Lan Yansho melemparkan gulungan dengan permukaan hijau polos. Berikutnya dia menyerahkan gulungan tersebut kepada Xiao Fan.


"Aku tidak bisa membantu, ini adalah gulungan yang menjadi kunci memasuki makam kuno tersebut. Juga, ingat untuk pulang!"


Lan Yansho memandang tegas ke arah Xiao Fan. Dia sudah menganggap Xiao Fan seperti keluarganya sendiri. Jadi, dirinya tidak ingin melihat Xiao Fan terluka maupun kesusahan nantinya.


"Paman, kamu seperti orang yang tidak mengenali diriku saja." Xiao Fan tersenyum tipis, dia menerima gulungan tersebut. Berikutnya gulungan masuk ke dalam cincin ruangnya.


"Adapun harta di makam kuno..."


"Kamu miliki saja, Nak!" Lan Yansho menolak dengan tegas. "Makam kuno kami sendiri sudah memiliki banyak harta, meskipun tidak sebaik di tempat makam kuno yang kamu masuki nanti."


Xiao Fan sedikit mengerutkan keningnya, sebenarnya dia memasuki makam kuno karena sesuatu di dalamnya yang dapat meningkatkan kekuatannya.

__ADS_1


Sedangkan harta yang bagus lainnya, dia tidak ada keinginan untuk memilikinya. Namun, melihat bahwa Lan Yansho tidak ingin memiliki harta tersebut, Xiao Fan sedikit kurang senang.


Dia ingin memberikannya secara diam-diam, akan tetapi suara Lan Yansho segera memberitahu dirinya tentang alokasi harta tersebut.


"Nak, lebih baik harta itu berikan saja kepada guru perempuanmu itu. Dulu dia menyelamatkan diriku dengan imbalan memasuki makam kuno tersebut."


Xiao Fan segera mendongak mendengar hal itu. Semenjak dulu, dia ingat bahwa Lin Hua bukanlah orang yang peduli akan harta. Namun, kali ini dirinya peduli.


Xiao Fan sedikit bingung, akan tetapi mengangguk setuju diam-diam.


Lan Yansho tersenyum puas dan dia berkata, "Kalau begitu pergilah, aku masih banyak tugas!"


Xiao Fan mengerutkan keningnya dan tidak bisa berkata apa-apa. Pria di depannya sangat jelas mengusirnya, tetapi jika dipikir kembali, memang dirinya tidak berniat untuk lama-lama di ruangan kerja pria tersebut.


"Ya, aku akan pergi! Jika ada sesuatu yang terjadi, hancurkan batu ini!" Xiao Fan berbalik selepas memberikan batu pemanggilan kepada Lan Yansho tersebut.


Lan Yansho memandang punggung Xiao Fan, berikutnya pandangannya terarah ke batu yang diberikan Xiao Fan itu. Senyum tipis terbentuk di wajahnya seketika.


"Dia ternyata sudah mengetahuinya!"


Xiao Fan yang sudah keluar dari ruangan Lan Yansho, sama sekali tidak menunjukkan raut muka senang. Hal ini terkait dengan laporan yang berada di ruangan Lan Yansho.


Shan Yuan yang berada di dalam tubuh Xiao Fan seketika keluar. Dia benar-benar tidak menyangka akan langkah Iblis tersebut.


"Ya, aku harus segera menyelesaikan urusan di Makam Kuno. Jika tidak segera meningkatkan kekuatan. Empat Raja Iblis ini akan benar-benar merajalela nantinya!"


Cahaya dingin melintas di mata Xiao Fan selepas mengatakan hal tersebut.


Apa yang dikatakan Xiao Fan adalah benar. Meski dirinya sendiri sudah kuat, akan tetapi Iblis selalu memiliki hal yang tidak terduga. Terkait informasi empat Raja Iblis, Xiao Fan menduga bahwa ranah keempatnya pasti tinggi.


Tak butuh waktu lama untuk Xiao Fan tiba di depan pintu kamar Lin Hua. Namun, saat membuka pintu tersebut. Xiao Fan mendapati Lin Hua bersama dengan Yun Shie sedang berbicara satu sama lain.


"Shie'er, kamu disini?"


Yun Shie yang mendengar pertanyaan tersebut, segera berbalik memandang ke arah pintu masuk. Senyum lembut diwajahnya terlihat, tanda bahwa dirinya sangat berterima kasih kepada pemilik suara itu.


"Kakak Fan, bukankah kamu memintaku untuk menemui seseorang yang spesial? Juga aku tidak menyangka bahwa orang itu sangatlah spesial seperti yang kamu ucapkan."


"Oh, apakah begitu?"

__ADS_1


Yun Shie yang mendengar jawaban Xiao Fan, menyusutkan matanya seketika. Dia menjadi curiga dengan sikap aneh kakaknya itu.


"Apakah ada yang terjadi, Kakak Fan?"


Mendengar pertanyaan itu, Xiao Fan tersenyum. Dia tidak akan mengelak karena hal ini tidak diperlukan.


"Kerajaan Dou dihancurkan oleh Iblis, kemungkinan besar Kerajaan Tian akan diserang..."


Yun Shie segera melebarkan matanya, kemudian meraih pakaian Xiao Fan dan bertanya dengan nada tidak percaya.


"Kak, katakan itu bohong? Apakah benar, Iblis mulai bertindak lebih cepat?"


Xiao Fan yang melihat Yun Shie memotong ucapannya seketika mencubit puncak dadanya segera. Yun Shie tersentak dan mende*sah sebentar.


"Lain kali jangan memotong orang bicara, hal ini serius. Juga, aku harus segera pergi dengan Lin Hua menuju ke makam kuno."


Xiao Fan melepaskan cubitannya dan Yun Shie segera memerah diikuti dengan nafas yang terengah-engah.


Lin Hua yang mendengar dari awal tidak bisa untuk tidak linglung sesaat.


Kerajaan Dou dihancurkan habis oleh Iblis...


Iblis bergerak lebih cepat dibandingkan sebelumnya.


Hal ini membuat Lin Hua melebarkan matanya tanpa sadar. Dia benar-benar terkejut dengan informasi tersebut.


Segera, dirinya berdiri dan mulai berjalan ke arah Xiao Fan.


"Sayang, kita harus cepat! Jika Iblis bergerak kembali. Kemungkinan besar serangan berikutnya pasti ditujukan ke arah Kerajaan Tian!"


Xiao Fan mengangguk setuju dengan ucapan Lin Hua, dia sudah memikirkan hal itu sebelumnya.


"Kalau begitu, ayo pergi!"


"Tunggu, aku ikut!"


To be Continued.


Hallo Guys, maaf kalau akhir-akhir ini kurang update. Ada sedikit kendala di RL, jadi besok udah mulai update seperti biasa.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2