
Silakan Dibaca.
Hutan Monster.
Selepas kepergian Xiao Fan dan kedua anak buahnya, Perempuan dan Kusirnya memandang ke arah kepergian Xiao Fan dan kedua anak buahnya.
“Paman, siapa mereka? Apakah kamu mengenalnya?” Perempuan itu memandang ke arah Kusir dengan ekspresi penasaran.
Kusir sendiri memandang ke arah Perempuan tersebut, kemudian menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak mengenal...” Ucap kusir itu perlahan-lahan berhenti, seakan mengingat sesuatu.
Kusir memegang dagunya, ia terus berpikir dan mengingat siapa pemuda dan kedua orang yang tengah menyelamatkan mereka itu.
Kusir juga mengingat tentang pemusnahan Kerajaan Dong, ia mulai mencari ke dalam ingatannya tentang pemuda dan dua orang itu.
‘Arahnya dari Barat.. perbatasan.. Kerajaan Angin Barat.. Yang Mulia.’ Batin Kusir itu, semakin dalam pemikirannya semakin terkejut dirinya.
Tubuhnya dalam sekejap gemetar tak terkendali. Ia mengingat temannya yang kembali dari Barat sebelumnya.
“Kerajaan Ning telah berubah menjadi Kerajaan Angin Barat, juga yang memimpin Kerajaan itu seorang Pemuda yang sangat kuat dan ada beberapa Anak buahnya.”
Ingatan tersebut membuat kusir menoleh ke arah perempuan yang tak lain Putri Bangsawan yang dirinya tempati.
“Putri.. sepertinya aku mengenal, mereka bertiga.” Kata Kusir dengan tubuhnya yang masih gemetar.
Putri itu memandang ke arah Kusir dengan tatapan penasaran dan sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat tubuh kusir tersebut gemetar.
“Paman, siapa mereka dan kenapa tubuhmu gemetar tak terkendali?” tanya putri itu dengan jejak khawatir dan rasa penasaran yang tinggi.
“Jika, aku tidak salah menebak. Mereka seharusnya ialah.. “
***
Sisi Xiao Fan, ia melesat dengan cepat menuju ke Kerajaan Dong. Ni Shan Jian dan Yan Han mengikutinya dari belakang.
“Tuan, selepas Hutan Monster ada dua tempat sebelum kita memasuki Ibukota Kerajaan Dong.” Ucap Yan Han.
Xiao Fan sedikit mengangguk dan berkata, “Apa tempat pertama kita?”
“Desa Wu dan Sungai Si.” Jawab Yan Han dengan jelas.
Xiao Fan mengangkat tangannya dan ketiganya berhenti di cabang pohon kembali. Xiao Fan memandang ke arah Ni Shan Jian dan Yan Han.
“Yan Han, apakah kau tahu lokasi Desa Wu?” tanya Xiao Fan dengan datar.
__ADS_1
“Saya tahu, Yang Mulia.” Jawab Yan Han sambil menunduk hormat.
“Pimpin jalan!” Perintah Xiao Fan, Yan Han segera mengangguk dan mulai melesat terlebih dahulu. Kemudian, diikuti oleh Xiao Fan dan Ni Shan Jian.
Mereka bertiga menambah kecepatan, agar segera tiba di Desa Wu dengan cepat.
***
Empat jam kemudian.
Xiao Fan, Yan Han, Ni Shan Jian tiba di Desa Wu. Mereka tiba tepat matahari sudah hampir tenggelam.
Ketiganya turun dan berjalan cepat menuju pintu masuk ke Desa Wu tersebut.
Xiao Fan menatap ke arah Desa Wu, ia mengerutkan keningnya ketika melihat bahwa Desa itu sama sekali tidak ada penjaga yang berdiri di depan pintu masuk Desa.
‘Aneh, kenapa tidak ada yang berjaga ketika malam hari. Meski ada keadaan khusus, tidak mungkin bukan untuk tidak ada penjaga.’ Batin Xiao Fan dengan penuh kecurigaan.
“Yan Han, apakah Desa ini selalu seperti ini. Tidak ada sama sekali penjaga?” tanya Xiao Fan kepada Yan Han, bagaimanapun Yan Han adalah orang yang pernah datang ke Desa Wu.
“Sebenarnya, Saya juga sedikit curiga, Yang Mulia. Sebelumnya, saat Saya datang ke sini, ada penjaga yang selalu berjaga setiap malam.” Jawab Yan Han dengan jelas.
Xiao Fan mengangguk, ia kemudian mendengar suara angin yang keluar dari Desa Wu. ‘Semuanya di bantai, Desa yang sungguh malang, ada anak kecil di lemari..’
Xiao Fan tertegun, ia sedikit menajamkan matanya. Tangannya bergerak dan muncul dua topeng berwarna putih.
Yan Han dan Ni Shan Jian tertegun, namun keduanya cepat mengambil topeng itu dan memakainya segera.
“Kita akan berpencar, Desa ini tengah diserang oleh pembunuh dan perintahku adalah cari apa yang sebenarnya penyebab dari Desa ini dibunuh. Kedua, bantai keseluruhan pembunuh itu!” perintah Xiao Fan dengan tegas.
“Baik, Yang Mulia.” Jawab keduanya, sebelum mereka berdua melesat menyisir satu persatu tempat di dalam Desa Wu.
Shan Yuan keluar dari Alam Bawah Sadar dan memandang Desa Wu sambil menyipitkan matanya. Ia melihat aura kabut merah tebal di udara tepat Desa Wu tersebut.
“Nak, aku merasakan firasat buruk tentang Desa ini. Segera bergerak dan cari tahu apa yang terjadi.” Tegas Shan Yuan, ia entah kenapa merasakan firasat buruk tentang Desa di depannya.
“Tanpa kau perintahkan, aku sudah tahu, Pak Tua.” Xiao Fan memakai topeng miliknya dan melesat dengan cepat menuju ke arah Desa Wu.
***
Desa Wu.
Terlihat lampu-lampu di berbagai rumah, sama sekali tidak ada yang menyala. Sangat sepi, hanya angin kencang yang sekarang terdengar di Desa tersebut.
Di Pusat Desa, sebuah patung kelinci putih dengan telinga yang menyerupai tanduk, kaki yang besar, terlihat tergeser sedikit dan menampakkan sebuah lubang yang sangat dalam.
__ADS_1
Lubang itu mengeluarkan beberapa asap merah kehitaman. Jauh di dalam lubang itu, terdengar suara berbagai orang tengah melakukan pemujaan dan ritual.
“Ayo Naik.” Tegas seorang pria berjubah hitam sambil menarik seorang perempuan muda.
Perempuan itu hanya bisa menangis, tidak bisa bersuara bahkan menggerakkan tubuhnya. Ia terus ditarik menuju ke tengah lingkaran yang terdapat empat patung kelinci menghadap ke tengah.
“Mulai Ritual.” Ucap seorang pria berjubah hitam dengan sebuah buku berada di tangannya.
Di saat, ia tengah membaca. Perempuan yang berada di tengah-tengah lingkaran menggeliat-geliat, wajahnya memerah dan perlahan-lahan pakaiannya meleleh, menampakkan seluruh tubuhnya.
Detik berikutnya bagian tubuhnya menjadi lebih menonjol, sebuah ekor berbentuk hati tumbuh di atas pan*tatnya. Lalu, sayap kelelawar muncul di punggungnya.
Tak lama kemudian, pakaian merah muncul dan membungkus seluruh tubuhnya. Wajahnya kini sangat cantik, dengan dua garis hitam di pipinya.
“Berhasil, namun kita harus membangkitkan yang lainnya.” Ucap orang berjubah hitam, sambil memandang ke arah berbagai makhluk berbentuk aneh di sisinya.
“Kau benar, kita harus membangkitkan Ratu Mimpi, Iblis Kelinci.” Lanjut orang berjubah hitam lainnya yang memegang buku.
Semua orang berjubah hitam mengangguk, kemudian memulai kembali Ritual yang mereka tengah lakukan sekarang.
***
Di sisi Xiao Fan, ia melesat menuju ke arah tengah Desa Wu, yaitu Patung kelinci putih yang terkenal.
Xiao Fan pergi ke sana, karena menurut petunjuk Shan Yuan, suatu asap merah keluar di tengah-tengah Desa Wu, yang tak lain Patung Kelinci.
“Apakah kau menemukan sesuatu?” tanya Xiao Fan kepada Shan Yuan. Ia sedikit mengerutkan keningnya, ketika mendengar Shan Yuan merasa familiar dengan Asap Merah.
“Belum, kemungkinan dengan melihat secara langsung, aku akan mengingat tentang Asap Merah itu.” Jawab Shan Yuan dengan penuh keyakinan.
Xiao Fan mengangguk dan akhirnya ia melihat patung kelinci yang berada tepat di depannya itu. Xiao Fan segera mengaktifkan mata Qi nya, ia tercengang ketika melihat Asap Merah yang diucapkan Shan Yuan.
“Pak Tua, Bodoh!” teriak Xiao Fan ketika melihat Asap Merah tersebut.
“Apa maksudmu?” tanya Shan Yuan sambil mengerutkan keningnya.
“Itu bukan Asap Merah. Melainkan..” Xiao Fan berhenti di dekat patung kelinci dan memandang ke arah Asap Merah yang keluar.
“Kabut Kebangkitan Iblis.”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.