Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 46


__ADS_3

[Chapter 46.]


[Xiao Fan vs Ketua Bandit.]


[Silahkan Dibaca.]


Lembah Fengjian.


Terlihat dua konfrontasi aura yang kuat perlahan-lahan mulai menghilang. Kemudian, dua sosok siluet hitam dan hijau melesat ke arah tengah.


Wush Wush.


Kedua sosok itu ialah Xiao Fan dan ketua bandit. Mereka berdua saling melesat dan tiba di tengah-tengah pertemuan, dengan ringan ketua bandit mengayunkan kapak hitamnya. Xiao Fan sendiri mengarahkan tangannya yang sudah terbalut oleh benang angin.


Booooommmmmm.


Ledakan besar terjadi, Xiao Fan dan ketua bandit terdorong ke belakang. Keduanya saling memandang, kemudian Xiao Fan melancarkan kemampuan kedua miliknya.


“Serigala Pemangsa.”


Wush Wush Wush Wush.


Sepuluh serigala benang muncul dan melesat dengan liar ke arah ketua bandit. Menanggapi hal itu, ketua bandit mengangkat kapaknya dan mengeluarkan kemampuan pertamanya.


“Tebasan Kapak Besar.”


Wushhhhhhh.


Proyektil tebasan besar terlihat dan melesat menuju ke arah para serigala tersebut. proyektil itu memiliki kobaran api di belakang.


Serigala benang memiliki insting yang tajam. Mereka menyadari bahwa serangan tersebut sangat kuat. Mereka memisah menjadi dua bagian, lima serigala menuju ke kiri, lima serigala lainnya menuju ke arah kanan.


Roarr.


Namun, sebuah suara muncul dari tebasan tersebut. Suara yang sangat keras dan kuat, ketua bandit tersenyum.


“Singa pemarah.”


Ketua bandit berkata dengan suara dalam. Tebasan besar seketika berubah menjadi dua singa besar berwarna hitam.


Xiao Fan melihat hal itu, sedikit tertarik. Bagaimanapun juga dia tahu bahwa singa itu adalah kemampuan pertama ketua bandit yang sudah level kedua.


“Heh, kamu kira aku akan terpancing.” Xiao Fan mengendalikan jari-jarinya, kemudian serigala benang bergerak memisahkan diri mereka masing-masing.


Singa api mengejar masing-masing serigala, akan tetapi dia segera merasa kesulitan bergerak. Serigala benang benar-benar dapat mengunci pergerakan singa tersebut.


“Roarrr...” Singa berteriak dengan marah, serigala mengeram dan berubah menjadi benang hijau, kemudian menekan singa api tersebut.


Bughhhhh.


Singa tertekan ke tanah, dia terus ditekan sampai akhirnya singa berubah menjadi kobaran api saja.


Benang angin yang mengunci singa juga menghilang karena kobaran api tersebut. Kedua serangan sama-sama menghilang dari tempat.


Ketua bandit sedikit mengerutkan keningnya, dia menatap ke arah Xiao Fan. Kemudian, melesat ke arahnya, ia yakin bahwa Xiao Fan tidak bisa bertarung jarak dekat.

__ADS_1


Wushhhhh.


Xiao Fan melihat hal itu, dirinya tahu pemikiran dari ketua bandit. Dia menyeringai dan mengeluarkan sebuah pisau yang tajam. Pisau itu di dapat ketika pergi ke pandai besi bersama dengan Ning Shui dulu.


Benang angin melilit ke lubang pisau, kemudian melambai membentuk sebuah rantai. Ketika rantai itu selesai terbuat, ketua bandit tiba di depan Xiao Fan sambil mengayunkan kapaknya.


“Matilah.”


Wushhhhhhh.


Xiao Fan melihat kapak yang berkobar menuju ke arahnya, dia hanya menggerakkan jari dan berbagai pisau menahan kapak tersebut.


Booooommmmm.


Bushhhhh.


Ketua bandit terkejut ketika dirinya terdorong oleh tabrakan senjata tersebut. Dia melihat Xiao Fan mengayunkan kedua tangannya ke depan.


Berbagai pisau melesat ke arah ketua bandit. Hal itu tidak membuatnya takut, dengan mengangkat kapaknya dan berkata, “Seranganmu sangat kecil, bocah.”


Ketua bandit dengan ringan mengayunkan kapaknya menuju ke arah pisau tersebut.


Wushhhh.


Booommmmmm.


Pisau seketika hancur, ketua bandit mendengus meremehkan Xiao Fan. Namun, dia perlahan menyadari bahwa telah di jebak oleh Xiao Fan.


Ketua bandit melihat bahwa Xiao Fan tidak ada di tempat sebelumnya, kemudian dia merasakan bahaya dari sisi kanannya.


“Kau lengah, bodoh.” Xiao Fan muncul di samping ketua bandit, dia dengan keras memukul pipinya.


Booommmmm.


Ketua bandit terbang menuju ke arah tengah lembah Fengjian, dia tidak menyangka akan lengah dalam pertarungan.


Xiao Fan menatap ketua bandit yang terbang ke arah lembah Fengjian bagian tengah. Dia tidak akan tinggal diam, ia juga melesat mengejar ketua bandit tersebut.


***


Xiao Ren melihat pertarungan tersebut, darahnya mendidih. Namun, dia tetap tenang agar tidak ikut campur dalam pertarungan Xiao Fan dengan ketua bandit.


Xiao Ren mengalihkan perhatian ke arah bandit yang tersisa. Para bandit itu terlihat melesat ke arah kamp miliknya.


Xiao Ren melihat hal itu seketika menyeringai. Dia kemudian berubah menjadi Elang Api dan melesat ke arah para bandit tersebut.


***


Sekitar 50 bandit terkejut melihat elang api yang melesat ke arah mereka. Dengan cepat mereka mengeluarkan roh elemen tulang hitam.


Xiao Ren tiba di dekat 50 bandit tersebut. Dia melebarkan sayapnya dan berbagai bulu terlepas dari sayapnya.


“Bulu Bilah Api.” Seketika berbagai bulu di selimuti oleh api. Kemudian, Xiao Ren mengayunkan kedua sayapnya ke depan. Bulu-bulu api tersebut dengan cepat melesat ke arah para bandit tersebut.


Wush Wush Wush Wush Wush.

__ADS_1


Para bandit melihat hal itu, dengan cepat menyatukan roh elemen mereka. Kemudian, seluruhnya berkata bersama. “Dinding tulang.”


Drrrrrrr.


Tulang hitam besar muncul dari tanah, kemudian membentuk sebuah pelindung yang menangkis serangan bulu-bulu api tersebut.


Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb.


Bulu-bulu api menancap di dinding tulang. Xiao Ren menyeringai melihat hal itu, kemudian dia terbang lebih tinggi dari biasanya.


“Akan kugunakan kemampuan ketigaku.” Xiao Ren berkata dalam hati, dia tiba di puncak ketinggiannya. Kemudian, menatap ke arah para bandit dengan senyum merendahkan.


“Terima ini, Tornado Api.” Xiao Ren mengepakkan sayapnya lebih cepat dari biasanya, kemudian perlahan angin memutar dan naik ke atas.


Para bandit yang melihat terbentuknya pusaran, seketika mereka trauma. Tubuh mereka gemetar ketakutan, tapi salah satu dari mereka berteriak dengan keras.


“Buat Dinding terkuat yang kita miliki! Dia bukan iblis itu.”


Para bandit seketika merasa semangat. Mereka mengangguk bersama dan membuat dinding tulang seperti sebelumnya, akan tetapi lebih besar dan keras.


Wushhhhhhh.


Tornado melesat maju ke arah dinding tersebut, apapun yang dia lewati berakhir menjadi abu. Tornado melesat dan akhirnya berhadapan dengan dinding tulang tersebut.


Boooommmmmmmm.


Ledakan besar terjadi akibat Pertarungan kedua serangan tersebut. Xiao Ren yang berada di atas tersenyum ketika melihat debu yang berada di bawahnya.


Debu perlahan menghilang. Kemudian terlihat seluruh bandit dan dinding tulang terbakar menjadi abu. Xiao Ren lalu menatap ke arah di mana Xiao Fan berada.


***


Xiao Fan tiba di dekat ketua bandit. Dia ingin melancarkan serangan, akan tetapi ia merasakan serangan dari samping.


Wushhh.


Xiao Fan menunduk dan melihat sebuah kapak hitam melewati dirinya. Dia tahu itu kapak milik siapa, dengan cepat ia menatap ke arah ketua bandit yang sudah stabil.


Ketua bandit menatap ke arah Xiao Fan dengan tajam. Keduanya saling menatap, akan tetapi mereka berdua merasakan bahaya dari sisi kanan mereka.


Keduanya ingin menghindari bahaya tersebut, akan tetapi bahaya itu tidak sesederhana itu. Sebuah angin yang sangat kencang melesat ke arah keduanya, mereka terdorong dan terlempar terbang menuju ke sebuah jurang.


Xiao Fan sebenarnya bisa melawan, tapi dia tunda karena mendengar kesedihan angin tersebut. Ia kemudian menatap ke arah bawah di mana jurang itu berada.


“Sepertinya aku harus bertarung di bawah dan mengungkapkan sesuatu yang besar.”


[To be Continued.]


Note : Maaf kalau kurang seru.


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


 


__ADS_2