
Silakan Dibaca.
Xiao Fan dan yang lainnya memandang ke arah asal suara tersebut. Tatapan mereka tidak senang dan suhu di sekitar mereka perlahan-lahan mulai turun. Mereka jelas-jelas marah dengan suara arogan tersebut.
Xiao Xia, Xian Nan, Yu Lin, Yun Lan Ran, Yun Shie, Lan Ling dan An Er, tidak dapat mengontrol emosi mereka kembali. Hal ini tidaklah normal bagi mereka yang marah seketika. Namun, saat melihat sekitar. Segala hal emosi para perempuan benar-benar terpengaruh dari permaisuri Qian.
“Ucapkan sekali lagi dan kalian akan binasa dalam sekejap!” permaisuri Qian dilanda oleh emosi, tatapannya menajam ke arah para bandit serigala. Namun, sayangnya mereka sama sekali tidak takut dengan permaisuri Qian bahkan mereka tidak menempatkan matanya pada seluruh orang yang hadir di tempat.
“Huh, hanya seorang wanita kecil mau melawanku!” dengus dan ejek Bos Bandit Serigala dengan rendah. Kapak yang berada di tangannya, seketika terangkat lurus ke atas. Kemudian, kapak secara cepat menghunus ke depan.
“Serang!” teriakan Bos Bandit Serigala tidaklah kecil. Para bandit lainnya melesat ke arah permaisuri Qian berada. Di depan mereka semua ialah tebasan kapak yang sudah terkondensasi dengan kuat.
Permaisuri Qian yang melihat serangan Bos Bandit Serigala, dia berdiam diri di tempat sambil memandang ke arah lawan dengan dingin. Detik berikutnya, tujuh perempuan yang telah memasuki keadaan marah muncul di depan permaisuri Qian.
“Baji*ngan seperti kalian, perlu dimusnahkan!” Yun Shie melesat dengan cepat ke arah para bandit. Seperti sikapnya yang keras, dia tidak peduli dengan kekuatan lawannya dan maju sambil mengeluarkan pedang biru miliknya.
Tidak hanya saja Yun Shie saja melainkan lima perempuan juga melesat ke arah para bandit. Yun Lan Ran masihlah di tempat bersama dengan permaisuri Qian. Dia memandang ke arah permaisuri Qian dan membuka mulutnya mengatakan sesuatu.
“Apakah kamu memiliki kemampuan menanamkan amarah yang kamu miliki terhadap sesama perempuan?” pertanyaan Yun Lan Ran tidaklah mengejutkan bagi permaisuri Qian. Dia mengangkat sudut mulutnya dan mengangguk.
“Itu benar, aku memang melakukan hal itu. Namun, kejadian seperti itu hanya akan terjadi ketika aku tidak dalam kondisi baik.” Permaisuri Qian menjelaskan seluruhnya kepada Yun Lan Ran. Dia tahu bahwa tidak perlu untuk menyembunyikannya.
Permaisuri Qian memiliki kemampuan aneh selepas menjadi hantu yaitu dapat membuat makhluk hidup merasakan emosi. Entah itu menangis, marah, murung, depresi, semangat, dan lain-lain. Sebelum dirinya meninggal memang sudah memilikinya namun belum terbangun sepenuhnya.
__ADS_1
Yun Lan Ran berpikir sebentar dan mengangguk. Memang ada kemampuan aneh yang hanya dimiliki segelintir orang di dunia. Namun kekuatan menanamkan perasaan benar-benar sangat berlebihan.
“Maaf kalau membuatku tidak nyaman!” Permaisuri Qian dengan tulus meminta maaf, bagaimanapun dia yang menanamkan amarah tanpa sengaja ke orang lain. Terlebih lagi, orang yang dirinya tanamkan adalah orang yang tengah membantunya.
Yun Lan Ran tersenyum canggung. Dia kemudian mendekat ke arah permaisuri Qian dan menepuk bahunya. Hal ini membuat permaisuri Qian memandang Yun Lan Ran yang berada di dekatnya. Dia kini melihat perempuan itu menggelengkan kepalanya tanda tidak perlu untuk dipikirkan.
Permaisuri Qian tersenyum dan merasakan bahwa orang-orang yang telah menyelamatkan dirinya adalah orang-orang baik. “Terima kasih...”
Yun Lan Ran hanya mengangguk, kemudian fokusnya kembali ke arah pertempuran di mana para bandit di bantai dengan cepat. Lalu, pandangannya beralih ke bos bandit serigala dan matanya tiba-tiba menyusut.
“Bos bandit ini tidak biasa...” Yun Lan Ran tidak bisa untuk tidak mengerutkan keningnya. Namun, selanjutnya dirinya tersenyum menarik. Tangan kanannya terulur ke samping dan pedang hitam mirip dengan pedang Xiao Fan muncul di tangannya tersebut.
Yun Lan Ran perlahan-lahan melangkah maju, pedang hitam terhunus ke bawah selepas dirinya pegang. “Permaisuri Qian, aku pergi dulu melawan bos mereka.”
Bos bandit tanpa ragu mengayunkan kapaknya ke depan dan suara benturan logam terdengar ‘Ding!’ benturan kuat tersebut membuat bos bandit segera sadar bahwa dirinya telah diserang oleh seseorang.
“Siapa kau!” teriak bos bandit dengan penuh amarah. Namun, Yun Lan Ran sama sekali tidak mengatakan sepatah kata apapun. Hanya tersenyum dan mulai menyerang kembali dengan lincah.
Bos bandit menahan serangan Yun Lan Ran terus-menerus. Dia marah bagaimanapun juga, baru kali ini dirinya terpojok oleh seorang wanita. Semakin dirinya geram, kekuatan genggamannya mulai menguat.
“Jala*ng sia*lan!” raung marah bos bandit sambil mengayunkan kapaknya dengan kuat secara vertikal. Namun, Yun Lan Ran tidaklah bodoh untuk menahan serangan tersebut, dia melompat ke belakang dengan lincah.
Namun, detik berikutnya bos bandit muncul tepat saat dirinya mendarat. Deru nafas bos bandit semakin kuat, kapak yang berada di tangannya berayun dengan kuat memukul ke arah Yun Lan Ran.
__ADS_1
Sementara Yun Lan Ran, dia terkejut melihat kecepatan yang dimiliki bos bandit. Namun, refleksnya sangat cepat, sehingga pedang hitam terangkat dan berbenturan dengan kapak milik bos bandit.
“Dentang!”
Yun Lan Ran merasakan kekuatan yang besar, dia tidak kuat dan terlempar ke belakang dengan keras. Namun, dia adalah orang berpengalaman dalam bertempur. Alhasil di saat dirinya mendarat, dia memutar dan menstabilkan kembali berdirinya.
Pandangannya tetap ke depan di mana bos bandit menyeringai lebar ke arahnya. Hal ini membuat Yun Lan Ran menjadi lebih dingin. Tangan kanan miliknya mati rasa ketika berbenturan dengan kapak bos bandit.
“Wanita! Bersiaplah untuk kutunggangi nantinya!” bos bandit menjilat bibirnya dengan lidah. Matanya berangsur-angsur menjadi lebih serakah. Apalagi kali ini dirinya melihat lekuk tubuh dari Yun Lan Ran.
Mendengar perkataan bos bandit, Yun Lan Ran mandek. Dia menggelap dan tangan kanannya memegang pedang hitam dengan erat. Tatapannya perlahan-lahan mulai menajam ke arah bos bandit dan aura miliknya keluar.
Yun Lan Ran sama sekali tidak menanggapi perkataan bos bandit. Dirinya ingat akan saran Xiao Fan bahwa tanggapi lawan dengan tindakan bukan dengan perkataan. Hal inilah yang membuat dirinya mengeluarkan aura besar.
Bos bandit berubah menjadi serius, pupil matanya menyusut dan dia juga mulai mengeluarkan aura miliknya. “Apakah kamu mengira Alam Setengah Pejuang hanya kamu seorang, Wanita?”
Bos bandit sedikit terkejut sebenarnya melihat Yun Lan Ran yang mencapai ke Alam Setengah Pejuang. Hal ini karena Alam tersebut tidaklah mudah untuk dicapai. Perlu pemahaman dan sumber daya kuat untuk mencapainya.
Namun, bos bandit segera menyadari siapa lawannya. Sekilas dia melihat pakaian Yun Lan Ran dam para perempuan lainnya. Hatinya menggelap dan matanya mulai menjadi dingin. Satu kata terucap yang membuat dirinya marah dalam sekejap.
“Bangsawan!”
To be Continued.
__ADS_1