
Silakan Dibaca.
Matahari mulai terbit, menunjukkan waktu sudah pagi hari. Beberapa pedagang di Ibukota Saint mulai membuka toko mereka satu persatu. Namun, hari tersebut ialah hari paling menggemparkan seluruh Ibukota Saint.
Berita yang benar-benar membuat seluruh warga Ibukota Saint tercengang, bahkan para Bangsawan dan Kerajaan sendiri juga ikut terkejut.
Aula Istana, karpet merah terbentang dari pintu Aula sampai tempat duduk Sang Raja. Di singgasana duduk seorang pria dengan wajah yang sangat muram. Apa yang membuatnya muram, ialah berita yang terjadi semalam dan baru sekarang tersebar.
“Apa pendapat kalian tentang ini, Para Menteri!”
Keras, tegas...
Itu adalah hal biasa oleh Raja Ning tersebut. Semasa dirinya menjabat tidak pernah ada kendala seperti hari ini. Dirinya benar-benar marah, bukan hanya Organisasi Pembunuh Bayaran, melainkan salah satu Bangsawan Keluarga Hong, semuanya dibunuh dalam semalam.
“Yang Mulia, kami semua sedang mencari tahu, dalang di balik semua ini...”
“... Mohon yang sabar, Yang Mulia.”
Raja Ning menatap ke arah menteri, kemudian dia hanya menenangkan dirinya sendiri terlebih dahulu. Raja Ning yang tak lain Ning Zhingren memejamkan matanya dan memikirkan siapa yang telah melakukan semua kejadian itu.
Ning Zhingren seketika membuka matanya, dia mengingat sosok Xiao Fan untuk sekarang. Entah kenapa, perasaannya menjadi buruk ketika mengingat sosok Xiao Fan itu.
“Kalian semua, pergilah selidiki! Aku akan kembali ke ruanganku.”
Ning Zhingren bangkit dari duduknya, di bawah tatapan hormat seluruh Menteri dan beberapa prajurit, Ning Zhingren melangkah pergi dari Aula Istana tersebut.
Selepas Ning Zhingren pergi, berbagai Menteri saling memandang satu sama lain. Kemudian, bergegas menyelidiki dua insiden besar tersebut. Mereka harus segera menemukan hasilnya dan mengungkapkan siapa sosok dalang di balik insiden tersebut.
***
Ning Zhingren sekarang berjalan menuju ke arah kamar miliknya berada. Ekspresi wajahnya benar-benar buruk. Dirinya benar-benar semakin yakin, bahwa pelaku keseluruhannya adalah Xiao Fan.
“Tcih, apakah bocah itu masih hidup? Aku harus secepatnya mengurus bocah ini atau akan menjadi bahaya tingkat atas.”
Ning Zhingren membuka pintu kamarnya, ia melebarkan matanya ketika ranjang yang seharusnya terdapat istrinya yang terikat tanpa busana, sekarang tidak ada seorang pun.
“Lanran, di mana kau sembunyi!” teriakan amarah Ning Zhingren menggema di seluruh kamar tersebut. Namun, teriakan tersebut sama sekali tidak ada respons.
Ning Zhingren menyebarkan Qi miliknya dan tidak menemukan jejak istrinya sama sekali. Matanya seketika memerah karena marah, ia dengan cepat meraih benda apapun di sekitarnya dan menghancurkan seluruh barang di ruangan tersebut.
Blarr.. Trang..
“Baji*ngan!” Ning Zhingren mengamuk habis-habisan. Kamar yang semula tertata rapi dan bersih, dalam sekejap menjadi berantakan dan seluruhnya hancur.
Beberapa pelayan dan prajurit tiba di tempat. Mereka mengira ada penyusup yang menyerang Raja. Namun, hal yang mereka lihat ialah Raja sendiri mengamuk dengan mata memerah tanda bahwa, ia marah besar.
“Ya-Yang.. Mulia...” Prajurit memanggil Ning Zhingren, ia gugup dan merasa takut.
__ADS_1
Ning Zhingren yang dipanggil seketika menatap ke arah pelayan dan prajurit tersebut. Aura buas miliknya keluar dan menyerbu tubuh mereka semua.
“Apa!”
Satu kata dari Ning Zhingren, membuat mereka merinding dan benar-benar basah keringat dingin sekarang. Ning Zhingren, kemudian menyipitkan matanya dan memberi mereka perintah.
“Kalian Prajurit pergilah dan cari di seluruh Ibukota, cari Yun Lanran sampai ketemu!”
“Dan kalian para pelayan masuklah dan bersihkan kekacauan ini!”
Dua perintah dengan penuh penekanan membuat para prajurit dan pelayan menundukkan kepalanya gemetar.
“Apa yang kalian tunggu! Segera lakukan!”
“Ba-Baik, Yang Mulia...”
Para pelayan masuk ke dalam kamar, sementara para prajurit dengan cepat memberikan perintah tersebut kepada seluruh prajurit.
Namun, di saat para prajurit sudah pergi. Pintu kamar Ning Zhingren perlahan-lahan mulai tertutup. Kemudian, di dalam kamar tersebut terdengar rintihan dan desa*han para pelayan.
***
Matahari membumbung sedikit tinggi, di atap Penginapan Perak terlihat seorang pemuda dengan rambut panjang hitam, tengah duduk lotus.
Mata yang terpejam perlahan-lahan mulai terbuka dan menampilkan iris mata merah yang cerah. Siluet cahaya dalam iris mata tersebut terlihat melintas.
Sebuah suara memasuki pendengaran dari pemuda tersebut. Sosok roh pria tua keluar dari tubuh pemuda itu. Pemuda yang mendengar informasi tersebut, sudut mulutnya naik sedikit.
“Jadi, mereka berhasil mendapatkannya dalam sekejap, ya... Lalu, bagaimana keadaannya?”
Pemuda yang tak lain Xiao Fan, memandang ke arah Matahari berada.
“Bisa dibilang tidak baik-baik saja.” Pria Tua yang tak lain Shan Yuan menjawab sambil menyipitkan matanya, ia juga melihat hal yang tak terduga di dalam Istana Kerajaan Ning berada.
“Tidak baik-baik saja?”
Mendengar kalimat tersebut, Xiao Fan tidak bisa tidak mengerutkan keningnya. Dalam pikirannya, hanya satu. Apa yang di alami oleh Ratu tersebut.
“Seluruh fisiknya penuh akan luka cambuk, bahkan terdapat ikatan di tubuhnya tersebut. Raja Ning ini benar-benar...”
Xiao Fan yang mendengar perkataan Shan Yuan, ia benar-benar terkejut. Tatapannya menyusut, ia tidak menyangka bahwa Raja Ning begitu keras.
“Jika, dipikirkan ulang... Kekerasan Ning Zhingren memang berlebihan. Bagaimanapun juga, Lanran adalah istrinya. Juga... menurut pemikiranku yang lain, Ning Zhingren sudah gila.” Xiao Fan berspekulasi sambil menyeringai.
Xiao Fan senang, hal itu karena musuhnya menjadi gila dan dendamnya akan menumpuk besar. Inilah yang ingin Xiao Fan capai, membuat musuh marah dan gila. Supaya, ia mudah menghancurkan lawannya tersebut.
“Bukan hanya gila, Raja itu benar-benar sudah melebihi dari gila...” Shan Yuan menambahi perkataan Xiao Fan, selepas dirinya melihat keadaan nyata Raja Ning tersebut.
__ADS_1
Xiao Fan menaikkan alisnya, tetapi dirinya tak peduli. “Biarkan saja, malam nanti... Kita buat teror yang membuat dirinya terkejut.”
Seringai muncul di wajah Xiao Fan, tetapi itu hanya sebentar. Xiao Fan kemudian berdiri dan melompat masuk ke dalam Penginapan Perak.
***
Tembok besar Ibukota Saint, terlihat beberapa orang berjubah hitam dengan lambang sayap putih dan tengkorak, tengah memandang ke arah seluruh Ibukota.
“Apakah informasi itu benar?” tanya seorang berjubah hitam, kepada rekannya yang berada di sebelahnya.
“Tidak salah lagi. Ning Zhingren memiliki Buku Kuno itu...” jawab seorang berjubah hitam lainnya, kemudian orang itu menatap ke arah Wilayah Timur. “Juga, kita harus berhati-hati. Aku merasa ada seseorang yang memiliki kekuatan mengerikan di tempat ini.”
Seluruh orang berjubah hitam tersebut, menatap ke arah Ibukota Saint kembali. Selepas itu, seorang berjubah hitam yang berada di depan mereka semua berkata dengan tegas.
“Menyebar, kita harus mendapatkan Buku itu bagaimanapun caranya!”
“Baik, Ketua!”
Seluruh orang berjubah hitam, seketika menghilang dan menyebar ke berbagai tempat yang ada di Ibukota Saint tersebut.
***
Xiao Fan menatap ke arah Yu Ling dan Xian Nan. Dirinya menghela nafas panjang ketika melihat kedua perempuan tersebut tengah tertidur di kursi dekat dengan meja makan.
“Sepertinya kedua perempuan itu benar-benar menunggumu sejak kemarin malam, Bocah.”
“Aku tidak menyuruhnya melakukan hal itu...” Xiao Fan sedikit menatap rumit ke arah kedua perempuan tersebut, ia perlahan mendekat dan membawa mereka berdua ke dalam kamar tidur kembali.
“Sebenarnya apa yang berada di pikiran mereka...” Shan Yuan yang mendengar itu, mengerutkan keningnya. Dia berpikir bahwa Xiao Fan tidak memahami arti cinta.
Namun, Shan Yuan tidak mengungkapkan atau menjelaskan apapun. Dirinya kembali ke dalam Alam Bawah Sadar Xiao Fan dan melanjutkan tidurnya.
Xiao Fan sendiri duduk dan menatap kedua perempuan di ranjang tersebut. Dia paham, tetapi ia tidak ingin terlalu mengenal apa itu cinta.
Baginya cinta adalah rasa sakit, hal itu karena ketika seseorang melihat orang yang dicintainya mati. Dirinya akan lepas kendali dan dipenuhi Qi jahat.
“Huff... Berkhianat tidak mungkin, segel budak dan segel pasangan terpasang di tubuh mereka berdua.”
“Yah, sepertinya aku perlu berburu prajurit Ning kembali, agar moodku kembali normal lagi...”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1