
Silakan Dibaca.
Xiao Jun melesat ke arah musuh di depannya, ia menerima formula Array langsung membangkitkan Roh Elemen. Hal itu, membuat dirinya sangat senang dan berubah menjadi liar membunuh para prajurit.
Xiao Jun membunuh para prajurit di dasarkan dua hal. Pertama, karena mereka adalah prajurit Ning yang Tuannya benci. Kedua, para prajurit tersebut ialah tumbal untuk terbangunnya Roh Elemennya.
Xiao Jun semangat, ia menambah kecepatan miliknya dan menarik pedang dari punggungnya.
Pedang panjang yang penuh akan aura, membuat Xiao Jun lebih percaya diri untuk membunuh para prajurit.
“Arhh!”
Teriakan para prajurit yang terbunuh oleh lintasan Xiao Jun, benar-benar membuat prajurit sisanya tertegun sebentar.
Xiao Jun bukanlah orang yang menunggu persiapan musuh. Ia berkedip sebentar dan menghilang menjadi bayangan hitam, membunuh prajurit tanpa ampun sama sekali.
Jrssh...
Darah merah bertebaran di udara, kabur merah menutupi pandangan para prajurit. Namun, Xiao Jun tetap menyerang dan membunuh tanpa ada masalah apapun.
“Kepung orang itu!”
Barisan pengepungan melingkar siap menyerang Xiao Jun. Mereka marah, penuh akan emosi dan pikiran membunuh melanda otaknya.
Xiao Jun tetap tenang, meskipun ia berada di situasi pengepungan, ia tetap bergerak bergabung menjadi bayangan hitam.
Slash...
Berbagai lintasan pedang menyayat para prajurit, darah menyembur keluar dari tubuh, kaki, tangan, bahkan kepala mereka.
Prajurit yang berada dalam barisan pengepungan tertegun dan dalam sekejap, mereka terbunuh dengan sadis.
Xiao Jun tidak pandang bulu. Di pikirannya kali ini, bunuh dapatkan Roh Elemen, balaskan dendam Tuannya.
Xiao Jun juga sudah menghitung prajurit yang dirinya bunuh. “Sudah ada, sekitar 20 prajurit. Waktunya membangkitkan Roh Elemen.”
Dengan bantuan kabut darah, membuat Xiao Jun lancar melakukan pembangkitan dalam beberapa menit.
Para prajurit yang berada di kabut, mereka semua waspada dan mencari keberadaan dari Xiao Jun itu.
Berbagai tulisan kuno muncul di tanah, Xiao Jun berdiri tepat di mayat yang ia bunuh. Kabut darah masih menutupi pandangan para prajurit.
Namun, saat Array di aktifkan. Kabut darah, tumpukan mayat, semuanya terserap dan sebuah bola energi melesat ke arah Xiao Jun dengan cepat.
Serangkaian kejadian tersebut, membuat para prajurit terkejut. Mereka tidak tahu apa yang dilakukan oleh Xiao Jun tersebut. Namun, mereka semua memiliki satu firasat yang sangat buruk.
Tepat pikiran dan firasat buruk terlintas, Xiao Jun bercahaya merah dan gelap. Kemudian, cahaya meredup dan aura baru menyebar ke segala arah.
__ADS_1
“Apa yang terjadi!”
“Sial, kekuatan apa ini?”
“Ini... Ini...”
Banyak prajurit kebingungan dengan perasaan campur aduk. Teror, kebencian, ketakutan, kemarahan, semuanya berpadu menjadi satu dalam benak para prajurit.
Mereka semua basah oleh keringat dingin, tubuh yang melemah dan gemetar. Wajah yang pucat pasi, menandakan mereka benar-benar tak kuasa menahan kekuatan tersebut.
Xiao Jun yang mendarat di tanah, ia membuka matanya. Iris mata merah menyala membawa teror dan bencana kepada semua prajurit.
Xiao Jun tetap tenang, ia menghilangkan auranya. Suasana suram perlahan-lahan mereda dan para prajurit yang berada di dekatnya terbaring tak bernyawa di tempat.
“Aku tidak menyangka mendapatkan Roh Elemen kuat seperti ini.” Xiao Jun tidak bisa tidak tersenyum senang, ia mendapatkan kekuatan baru yang sangat kuat.
Kalajengking Darah Hitam.
Monster Buas yang membuat teror para pelintas gurun dan hutan zaman dahulu. Monster yang telah hilang 80000 tahun yang lalu, karena diburu berbagai orang agar tidak membahayakan nyawa orang selanjutnya.
Namun, korban yang meninggal karena perburuan tersebut, hampir dua setengah Benua mati dalam melawan Monster itu.
***
Sekarang, Xiao Jun menatap ke arah seluruh prajurit yang berada di tempatnya berada. Ia tidak bisa untuk tidak menyeringai ketika melihat para prajurit tersebut.
“Tepat sekali, kalian akan menjadi mangsaku kali ini!”
Puncak ekor tersebut terdapat sebuah jarum panjang dengan cairan berwarna hitam kemerahan. Cairan tersebut menetes ke tanah.
Namun, efeknya membuat para prajurit bergidik ngeri dan takut. Efek cairan tersebut membuat rumput dan tanah menghilang berubah menjadi pasir tanpa ada air sama sekali.
Para prajurit tanpa sadar mundur beberapa langkah, mereka memandang sosok Xiao Jun penuh akan ketakutan yang dalam. Namun, melihat ekor yang persis seperti ekor Kalajengking, tidak bisa untuk tidak bingung.
Namun, salah satu dari prajurit tersebut gemetar dan berlutut sambil perlahan-lahan mundur dari Xiao Jun.
“Itu... itu...”
“Ekor Kalajengking Darah Hitam!!”
Mendengar teriakan prajurit itu, seluruh prajurit gempar. Mereka tahu apa itu Kalajengking Darah Hitam...
Xiao Jun tidak peduli akan reaksi mereka, ia mengarahkan ekornya ke depan. Selepas itu, ia mencabut puncak ekornya tersebut.
Clakk...
Xiao Jun tidak merasakan rasa sakit apapun ketika mencabut puncak ekornya tersebut. Namun, saat Xiao Jun selesai mencabut puncak ekornya tersebut, puncak ekornya tumbuh kembali seketika.
__ADS_1
Xiao Jun mengibaskan puncak ekor tersebut. Lurus, pendek dengan ketajaman sisi yang mirip dengan pedang, puncak ekor tersebut membuat Xiao Jun menaikkan sudut mulutnya senang.
Xiao Jun menatap ke arah sekelilingnya kembali, ia berkedip sebentar dan menghilang dari tempatnya berada.
Melihat menghilangnya Xiao Jun, seluruh prajurit yang berada di dekat Xiao Jun tidak bisa tidak diam. Mereka dengan cepat mengangkat pedangnya.
Mereka tidak mencoba untuk kabur, hal itu karena percuma! Mereka sudah paham bahwa nyawa mereka akan berakhir di tempat. Maka, hanya ada satu pikiran dalam hati mereka.
‘Matilah di Medan perang, mati dengan layak bagaikan prajurit yang gagah dan berani!’
Moral dan pikiran tersebut membuat Prajurit menekan rasa takutnya dan api semangat dalam hati mereka membara untuk melawan Teror Xiao Jun.
Jrsh...
Xiao Jun membunuh dengan mudah, ia tidak akan menggunakan teknik sebelumnya, ia mencoba untuk terbiasa dengan kekuatan barunya itu.
Tak butuh waktu lama, prajurit di sekitarnya berkurang banyak. Sekarang hanya tersisa 100 prajurit di tempatnya berada.
Xiao Jun sedikit mengapresiasi para prajurit tersebut. Hal itu karena, prajurit yang tahu batasnya tidak mencoba lari, mereka tetap berdiri kokoh menekan ketakutan dengan semangat membara.
“Menyedihkan, kalian mengikuti Pemimpin yang salah...” Hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Xiao Jun, ketika melihat prajurit yang masih berjuang.
Xiao Jun sendiri sudah menyuruh para prajurit tersebut untuk menyerah. Namun, kesetiaan mereka benar-benar membuat Xiao Jun sedikit terkesan.
Xiao Jun tidak ingin membuang waktu, ia menghilang dan membunuh seratus prajurit tersebut dengan cepat. Namun, selesai membunuh prajurit, ia mengerutkan keningnya.
Xiao Jun merasa ada hal yang salah kali ini, ia memandang ke sekitar dan semakin mengerutkan keningnya.
Xiao Jun kemudian memandang ke arah Istana yang sekarang hanya ada setengah saja. Xiao Jun memandang dengan mata tajam dan fokus tinggi.
Xiao Jun melihat beberapa orang tengah berlari keluar Istana melalui jalur lainnya. Xiao Jun tahu siapa orang yang lari tersebut, ia ingin mengejar. Namun, sepuluh sosok Jendral berdiri di depannya dengan jarak 50 meter dari tempatnya berdiri.
“Iblis, kau benar-benar Iblis...”
“Iblis terkutuk, harus mati!”
Jendral tersebut terlihat marah ketika melihat berbagai prajurit mati mengenaskan di medan perang. Mereka tidak menyangka akan seperti ini, awalnya mereka akan membantu petinggi melarikan diri. Namun, selepas petinggi melarikan diri, pemandangan lautan mayat prajurit membuat mereka membeku.
Xiao Jun memandang dengan ringan, ia tidak terlalu peduli dengan julukannya. Xiao Jun hanya ingin menyelesaikan seluruh tugasnya yaitu membunuh seluruh prajurit dan Jendral yang berada di tempatnya sekarang.
“Kalian muncul akhirnya...”
“Maka, mari mulai pertempuran kita!”
[To be Continued.]
Silakan Like Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.