
Silakan Dibaca.
Halaman Istana Kerajaan Ning.
Xiao Jian menghentakkan kakinya dengan keras, sayapnya mengepak dan ia melesat menuju ke arah Komandan Long.
Komandan Long mengayunkan pedangnya dan mengarahkan ke bawah. Ia kemudian melesat dengan cepat ke arah depan.
A Lin dan A Lan ingin membantu. Namun, kecepatan mereka sangat lambat. Mereka tidak bisa mengejar Komandan Long.
Xiao Jian dan Komandan Long bertemu satu sama lain, keduanya mengayunkan pedang secara bersamaan.
Tabrakan!
Keduanya mundur ke belakang, kemudian mereka saling memandang dan mengayunkan pedang mereka secara cepat.
Percikan-percikan api terbentuk, karena benturan dari dua pedang yang begitu ganas dan cepat.
Benturan keduanya berakhir, ketika mereka berdua mengayunkan pedangnya dengan keras satu sama lain.
Tabrakan!
Komandan Long terkejut, ia terdorong keras ke belakang bagaikan peluru yang melesat menuju ke arah musuh.
Xiao Jian merasakan dua serangan dari depan dan belakang. Ia tahu bahwa keduanya adalah prajurit atau murid dari orang yang dipanggil komandan Long.
A Lin mengayunkan pedangnya secara lurus tepat di depan Xiao Jian. Sementara A Lan mengayunkan pedangnya tepat punggung Xiao Jian.
Namun, sebelum pedang A Lan mengenai tubuh Xiao Jian. Sayap menghempaskan A Lan ke belakang dengan cepat.
Tabrakan!
Xiao Jian menahan serangan pedang A Lin dengan pedang miliknya. Dua pedang terjalin satu sama lain, akan tetapi momentum Xiao Jian jauh lebih kuat dari A Lin.
Dorongan!
A Lin terlempar ke belakang cukup keras. Ia tidak bisa menstabilkan tubuhnya untuk mendarat di tanah.
Xiao Jian kemudian merasakan ada serangan kembali dari depannya. Namun, serangan itu sangat jauh dan hanya terlihat niat menyerang saja.
Xiao Jian paham siapa orang itu. Ia mengayunkan pedangnya ke depan, kemudian sosok Komandan Long tiba di depannya dengan ayunan pedangnya.
Tabrakan!
Momentum keduanya saling menekan satu sama lain. Mereka tidak ada yang mengalah sama sekali.
“Rasakan ini, Nak!”
Komandan Long menambah kekuatan pedangnya dan mendorong Xiao Jian mundur beberapa langkah.
Namun, hal itu tidak membuat Komandan Long senang. Ia tahu bahwa Xiao Jian masih memiliki kekuatan yang besar untuk menekannya kembali.
“Apakah hanya ini, Pak Tua!”
__ADS_1
Aura kekuatan Xiao Jian memadat dan lebih mengerikan dari sebelumnya. Ia memegang pedangnya, kemudian urat-urat tangannya terlihat dan menambah momentum serangan.
“Engah!”
Komandan Long tidak kuat, ia terpental kembali ke belakang dengan cepat dan menabrak dinding Istana kembali.
“Guru!!”
Teriakan A Lin menggema. Namun, seketika teriakan miliknya teredam oleh gemuruh-gemuruh pertempuran yang sedang terjadi sekarang.
A Lan juga ingin berteriak. Namun, ia menggertakkan giginya dan menatap ke arah Xiao Jian dengan tajam dan penuh akan kebencian.
Xiao Jian menyadari hal itu, ia berbalik dan membalas tatapan A Lan tersebut dengan datar dan dingin.
“Kau benci kepadaku? Bencilah, namanya Medan Perang tidak ada belas kasihan sama sekali!”
Xiao Jian berkedip sebentar dan menghilang dari tempat. Namun, bulu-bulu sayap hitamnya membuat A Lin menyadari target Xiao Jian.
“A Lan, larilah!!”
A Lan yang mendengar suara A Lin gemetar, ia sebenarnya belum pernah menghadapi momentum yang begitu kuat. Namun, dalam sekejap ia melihat tanah mulai menghitam dan sosok hitam berdiri tepat di depannya.
“Matilah, Nak!!”
A Lan gemetar, akan tetapi dalam sekejap tatapannya menjadi ganas dan ia mengayunkan pedangnya dengan putus asa.
Tabrakan!
A Lan berhasil menahan serangan pedang dari Xiao Jian. Meski ia berhasil menahan, ia tidak gembira maupun senang. Justru, ia semakin menguatkan seluruh kekuatannya.
“Bagus, A Lan... Tahan, Orang ini dan matilah!”
Tusukan! Tusukan!
Xiao Jian tidak terpengaruh. Namun, A Lan yang berada tepat di depannya tertegun dan matanya melebar dengan aliran darah yang keluar dari sudut mulutnya.
A Lin terkejut, ia melihat A Lan terbunuh oleh Gurunya dengan kejam. Ia tidak menyangka bahwa Gurunya akan melakukan hal kejam kepada muridnya.
Komandan Long tidak peduli, terpenting ia bisa membunuh Xiao Jian itu. Namun, semua pemikirannya runtuh ketika melihat Xiao Jian perlahan-lahan berubah menjadi sekumpulan Gagak dan menghilang dari tempat.
A Lin terkejut, akan tetapi ia tak berdaya sekarang karena adik satu-satunya terbunuh oleh Gurunya, yaitu Komandan Long.
Tepuk! Tepuk!
“Sungguh pertunjukan yang menarik, aku tidak menyangka seorang Guru membunuh Muridnya sendiri.”
Xiao Jian muncul dari kejauhan 20 meter dari Komandan Long itu. “Benar-benar Guru yang baik, menggunakan muridnya untuk alat perang, hehehe... Sungguh baik! Sungguh baik!”
Hinaan, ejekan Xiao Jian membuat Komandan Long membeku. Ia sebenarnya masih terkejut akan Xiao Jian yang berada di kejauhan. Ia tidak memperhatikan muridnya yang ia tusuk itu.
“Baga-Bagaimana kau masih hidup?”
Xiao Jian tidak peduli, ia melirik ke arah A Lin, kemudian fokus kembali ke arah Komandan Long. Lalu, Xiao Jian menyeringai dengan senang.
__ADS_1
‘Mari buat suasana yang menarik!’
Xiao Jian tidak menjawab pertanyaan Komandan Long, ia berkedip menghilang dari tempat dan muncul tepat di belakang A Lin.
Komandan Long terkejut, ia memandang ke arah sekitar. Sampai akhirnya, ia menemukan sosok Xiao Jian berdiri di belakang muridnya yang bernama A Lin.
“Nah, apakah kau mau belas dendam... Lihat adikmu terbaring kedinginan di sana, semuanya ulah dari Gurumu itu.”
A Lin menatap ke arah Komandan Long dengan kosong. Ia yang mendengar hasutan Xiao Jian, bergejolak dalam hatinya.
‘Balas dendam... Orang ini benar... Aku harus balas dendam demi adikku... Ia kesepian di alam lain, aku perlu membawa pembunuhnya ke sana...’
Pikiran A Lin dalam sekejap menghitam. Ia benar-benar sudah dalam kendali Xiao Jian sendiri.
Xiao Jian menempatkan tangannya di punggung A Lin, kemudian simbol budak muncul di punggung A Lin. Xiao Jian mengerutkan keningnya ketika mengetahui jenis kelamin A Lin.
Perempuan!
Xiao Jian semakin menyeringai, ia ingat apa kata tuannya. Perempuan itu paling mudah dikendalikan karena mereka bermain dengan hati, yang mudah untuk dikendalikan.
“Nama...”
“A Lin.”
“Apa tujuanmu sekarang...”
A Lin memandang ke arah Komandan Long dengan penuh kebencian, ia kemudian berkata dengan nada menakutkan.
“Membunuh orang yang membunuh adikku!”
Xiao Jian menyeringai, ia kemudian memberikan sedikit kekuatan kepada A Lin. Meski sedikit, itu cukup untuk mengurus Komandan Long.
Selesai mentransfer kekuatan, A Lin berdiri dan menunduk ke arah Xiao Jian sebagai tanda terima kasih. Kemudian, berbalik menatap ke arah Komandan Long yang berdiri dengan tatapan amarah.
“A Lin, bagaimana bisa ka—“
“Diam kau, Tua Bang*ka!”
Teriakan A Lin sangat keras, ia mengeluarkan pedang miliknya dan menyalurkan kekuatan Qi miliknya yang sudah tercampur dengan Qi Xiao Jian.
A Lin melesat ke arah Komandan Long yang masih menatap dengan amarah.
“Jadi, ini pilihanmu... Maka aku akan membunuhmu!”
Komandan Long yang terbakar emosi karena muridnya memberontak. Ia ingin mengayunkan pedangnya, akan tetapi ia merasakan rasa sakit tepat punggungnya.
Tebasan! Tebasan!
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.