Rindu Senin

Rindu Senin
Curiga


__ADS_3

Senin malam menyeruak di kota H menyelimuti manusia-manusia di bumi dengan gelap dan dingin. Di sebuah kos khusus wanita, perbincangan seru para penghuninya meriuhkan suasana malam yang sunyi di sekitarnya. Di temani beberapa lembar kertas laporan observasi lapangan, mereka asyik ngobrol sambil terus menggerakkan tangan mereka menulis laporan yang sudah hampir mendekati deadline pengumpulan.


"Pecah banget acara puncak Dies Natalis kemarin. Band-band pembukanya juga gak kalah keren dari bintang tamunya." ucap Rena.


"Elu mah mana ada yang gak keren? Tiap satu band naik lu mesti histeris sendiri, 'Aduh Ta, vokalisnya kereeen, drummernya cool banget, duh gitarisnya ganteeeeng' gitu kan lu." timpal Tata.


"Hehe. Ya abis beneran keren. Temen sekelas kita gak ada yang keren gitu. haha."


"Gue juga heran kenapa kelas kita kebagian cowok-cowok yang ancur parah, gak cuma muka kelakuan juga minus." tambah Tata.


"Ngomongin cowok mulu dari tadi." ucap Trisna sambil terus fokus menulis laporan.


"Iya deh yang udah punya cowok baru." cibir Rena.


"Iya lu cepet banget move on nya. Gak cuma pelarian aja kan Na?" tanya Tata penasaran. Pasalnya Trisna baru putus dari cowoknya beberapa waktu yang lalu.


"Engga." jawab Trisna singkat sambil terus menulis.


"Dapet darimana tuh cowok Na? Keren juga. Cool gitu." ucap Rena disambut toyoran dari Tata.


"Kakak kelas gue waktu SMA. Udah deket dari dulu juga sih. Tapi dia baru bilang kalau suka gue sebulanan yang lalu."

__ADS_1


"Sebulanan yang lalu? Bisa pas gitu ya? Pas lu abis putus, langsung ada yang nembak gitu. Beruntungnya elu Na. Gue boro-boro ada yang nembak, baru gue deketin aja udah pada lari tuh cowok. Heran. Cantik gini ditolak." ucap Rena.


"Iya muka lu cantik, kelakuan lu yang bikin cowok jijik. Kelewat agresif kalau pdkt." ucap Tata. Rena hanya menjulurkan lidahnya menanggapi ucapan Tata.


"Eh, ngomong-ngomong beneran si doi kan yang nembak lu?" tanya Tata kepada Trisna.


"Iyalah, kenapa emang Ta?"


"Kok kayaknya dia dingin gitu, cuek gitu ke elu. Gimana ya gue ngejelasinnya. Gak kayak Ferdi lah, dia kan perhatian banget ke elu, sikapnya juga hangat gitu." ucap Tata curiga.


"Cowok kan beda-beda Ta. Masa' iya semua disamain kayak Ferdi." ucap Rena menenangkan Trisna.


"Ya udah sih kalau emang orangnya gitu soalnya gimana gitu gue liatnya. Kayak terpaksa gitu."


"Apaan sih lu Ta. Temen punya pacar baru bukannya diselametin atau gimana kek, malah dibikin jadi galau gara-gara dugaan lu yang gak berdasar." ucap Rena merasa sebal dengan komentar Tata soal pacar baru Trisna.


Trisna mencoba tetap fokus menulis laporannya yang sudah hampir selesai meski hatinya dipenuhi rasa curiga. Dia tidak memungkiri apa yang dikatakan Tata benar. Nathan memang berubah dingin setelah mereka pacaran. Mengirim pesan singkat duluan pun jarang. Padahal sebelum mereka jadian Nathan termasuk orang yang paling rajin mengiriminya pesan singkat, dari mulai perhatian-perhatian kecil sampai menanggapi curhatan-curhatan Trisna soal cowoknya.


Tak pernah sekalipun Nathan bilang 'aku sayang kamu' setelah jadian. Bahkan ketika Trisna memanggilnya dengan sebutan sayang Nathan pun tidak melakukan hal yang sama. Setelah gue kasih seluruh jiwa raga gue ke dia. Mengingat hal pertama yang mereka lakukan setelah jadian adalah sesuatu yang belum pernah Trisna lakukan dengan cowok manapun yang pernah dipacarinya.


"Tapi menurut gue, cowok lu yang ini lebih oke sih Na daripada si Ferdi." ucap Rena.

__ADS_1


"Yang lu liat paling mukanya doang kan Ren?" tanya Tata sedikit menyindir.


"Engga lah. Tuh kemarin buktinya dia kesini naik motor. Bayangin dari rumahnya naik motor. Berapa jam Na?"


"Empat jam an lah kira-kira." jawab Trisna sambil berkata dalam hati, Benar juga apa kata Rena.


"Ferdi mana mau naik motor sampe empat jam demi Trisna?" lagi-lagi pendapat Rena memberi ketenangan di hati Trisna. Mendengar pendapat Rena, Trisna sedikit merasa tenang. Mungkin hanya perasaan gue aja dia berubah.


***


Laporan observasi sudah tersusun rapi di meja kamar kosnya. Rena dan Tata yang sudah kembali ke kamar mereka masing-masing sudah tak menunjukkan tanda-tanda masih terjaga. Malam yang kian larut membawa lamunan Trisna jauh menyusuri ruang dan waktu, membawanya kepada kekasihnya yang baru.


Tubuhnya yang sudah lemas efek kuliah dan laporan seharian terbaring begitu saja di kasur kamar kosnya. Memikirkan tiap perkataan Tata tentang Nathan yang membuat kecurigaan menguasai hatinya. Ucapan Rena yang semula menjadi penawar pun sudah tak berdampak di hati Trisna.


Mengusir kegelisahan di hatinya, diraihnya ponsel yang sedari tadi tak terjamah. Tak ada pesan singkat. Trisna membuka akun sosmednya, mencari akun sosmed kekasihnya. Dia belum pernah melihat akun sosmed kekasihnya dengan teliti. Dibukanya profil akun sosmed kekasihnya itu. Menampilkan beberapa postingan dari kekasihnya yang biasa. Terus scroll naik hingga akhirnya jarinya berhenti di salah satu postingan foto yang membuat hatinya semakin kacau.


Siapa cewek ini? Nathan tak pernah berfoto dengan cewek apalagi sampai diposting di akun sosmednya. Trisna sangat penasaran. Nama cewek itu disebutkan dalam caption postingan foto itu. Trengginas Saraswati. Dibukanya akun sosmed cewek itu. Ditemuinya beberapa foto bergerombol dimana terdapat Nathan dan cewek itu. Siapa dia?


Trisna kembali membuka akun sosmed Nathan. Dilihatnya postingan foto berdua dengan cewek itu lebih teliti lagi. Tidak ada caption di postingan itu, hanya menyebutkan nama cewek yang duduk dekat dengannya itu. Tanggal yang tertera di postingan itu sekitar dua bulan yang lalu dimana Trisna dan Nathan belum jadian. Dilihatnya dengan seksama foto cewek bernama Trengginas Saraswati. Lumayan cantik.


Mencoba menghilangkan curiga yang semakin bertambah, Trisna menscroll akun sosmed Nathan lebih dalam lagi. Hanya terdapat satu foto berdua itu saja, yang lain foto bergerombol. Mungkin bukan siapa-siapa. Namun Trisna tahu, Nathan paling tidak suka memasang foto berdua dengan cewek di akun sosmednya sedekat apapun hubungannya. Bahkan foto berdua dengan Trisna saja tidak pernah dipasangnya. Dilihatnya lagi postingan foto berdua itu. Penuh rasa ingin tahu dan cemburu. Memenuhi ruang di hatinya. Awas saja!

__ADS_1


__ADS_2