Rindu Tanpa Batas Waktu.

Rindu Tanpa Batas Waktu.
Hampir saja khilaf.


__ADS_3

🌸


🌸


Entah berapa lama Zivanna terlelap, pada akhirnya dia terjaga dan sejenak bingung sembari menatap sekelilingnya.


Aku dimana ya, ini bukan tempat kos aku? tanya Zivanna dalam hati, kemudian dia segera ingat, bahwa ini adalah apartemen milik Raga.


Zivanna menggeliat sejenak, dia bahkan belum sempat berganti baju, masih memakai jeans dan seragam office girl. Netranya yang bulat menatap jam digital yang ada di atas nakas.


Ternyata cukup lama juga dia tidur, sekarang sudah pukul lima sore.


Zivanna sontak meloncat turun dari ranjang, dia mencari baju ganti di koper yang masih utuh tergeletak disamping lemari. Setelah menemukan setelan piyama satin model celana dan atasannya, Zivanna bergegas masuk ke kamar mandi.


Zivanna melepas satu persatu pakaiannya, Zivanna mandi di bawah kucuran shower yang terasa begitu segar dan dingin.


Meraih botol shampoo dan menuang sedikit ke telapak tangannya, kemudian menggosokkan ke rambutnya.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Zivanna keluar dengan piyama tanpa lengan yang memperlihatkan lengan mulus miliknya, sementara rambut yang masih basah dia keringkan dengan sebuah handuk kering lainnya.


Menaburkan bedak tipis-tipis ke wajahnya yang sudah putih dan cantik alami, tak perlu lagi memakai lipstik, toh tidak akan keluar kemana-mana, dan rambut yang setengah basah dia biarkan tergerai sepunggung.


Membuka pintu kamar pelan-pelan, dan menyembulkan kepalanya keluar, mencari tau keadaan di luar bagaimana, dan ternyata sepi. Zivanna tidak tau di mana Raga berada, ah, iya tadi dia pamit ke ruang kerjanya.


Zivanna keluar dari kamar, menuju ke dapur, entah kenapa perutnya tiba-tiba terasa begitu lapar, memang siang tadi belum sempat makan, keburu ada insiden yang membuatnya malu dan tak punya muka lagi untuk kembali ke kantor.


Sampai di dapur, mata Zivanna menangkap beberapa mi instan diatas meja kompor.


Enak juga ya makan mi instan, apalagi kalo memakai sedikit sayur dan cabai.


Air liur Zivanna hampir saja menetes, membuka lemari es dan mencari yang dia inginkan, ternyata tidak ada sayur sama sekali, hanya ada cabai, nggak papa lah, dari pada hambar rasa mi nya.

__ADS_1


Zivanna begitu fokus dengan mi yang sedang dimasaknya, hingga tak menyadari Raga sudah berdiri di belakangnya, dan memeluk pinggang ramping gadis itu dari belakang.


"Ah....Raga...." Zivanna memukul lengan yang melingkari perutnya dengan kesal.


"Hemm, sudah mandi ya? wangi sekali" bisik Raga, sambil mengecup lengan telanjang Zivanna, dan membuat bulu kuduk gadis itu meremang.


"Raga... lepasin, geli ah.."


"Biarkan seperti ini dulu sayang, aku merasa seperti seorang suami yang sedang menunggu istrinya memasak" menyingkap rambut panjang Zivanna ke samping, dan mengecup leher jenjangnya lembut.


"Raga.."bisik Zivanna. Dengan gemetar dia mematikan kompor, karena memang mi nya sudah matang."aku.....aku mau nuang ini dulu.." Zivanna terbata-bata.


"Sebentar sayang.." Raga masih belum rela melepas pelukannya, dia merasa nyaman sehingga tak ingin melepasnya.


"Keburu nggak enak nanti Raga" rengek Zivanna.


Bibir Raga malah semakin gencar menyusuri leher jenjang sang pujaan hati, kecupan basah dan sesekali gigitan kecil membuat Zivanna memejamkan mata, antara rasa gairah yang tiba-tiba saja muncul karena sentuhan Raga yang begitu intim.


Nafas Raga semakin terasa berat di telinga Zivanna, mungkin pria itu juga sudah merasakan gairah dan hasrat yang memuncak.


Tangan kiri Raga menyusup dari balik piyama tidur Zivanna, mengelus perut ratanya, lalu naik le atas, meremas bukit kembar Zivanna yang masih terlindungi dengan lengkap.


"Raga.."desah Zivanna saat bibir Raga turun menyusuri leher hingga ke belahan dadanya, nafas Zivanna naik turun, akal sehatnya seolah menghilang entah kemana. Jemarinya meremas punggung kokoh yang terbalut kaos rumahan itu, Raga mendorong tubuh Zivanna hingga menempel pada meja kompor.


Kembali menyesap bibir manis itu, dan tangan yang terus bermain di dua gundukan kenyal milik Zivanna, bergantian. Entah kapan Raga membuka piyama Zivanna, yang tau-tau dia sudah dalam keadaan polos bagian atasnya, bra nya juga sudah terlempar entah kemana.


Bibir Raga kini mampir ke pucuk payudara Zivanna, menghisapnya seperti seorang bayi yang menyusu kepada ibunya.


Dan akhirnya Zivanna tersentak"Raga....tidak!" teriak Zivanna, dia mendorong tubuh Raga dengan keras, wajahnya memerah menahan tangis, hampir saja dia terlena dan menyerahkan semuanya.


"Cukup Raga..." Zivanna gemetar, dia menutupi dadanya yang polos dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Raga tersentak, dia mengusap wajahnya dengan kasar, hampir saja dia melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya dia lakukan, apalagi kepada wanita yang sangat di cintainya.


"Maaf....maafkan aku sayang, aku khilaf.."


Zivanna terisak, dia juga tidak menyalahkan Raga, karena dia sendiri juga sempat menikmati sentuhan dari Raga tadinya.


"Jangan menangis, maaf......aku salah sayang....maafkan aku ya?" Raga memungut bra dan juga piyama Zivanna yang terlempar kelantai tadi.


"Aku pergi saja dari sini" Zivanna masih terisak, dia menyambar bra dan piyama yang diulurkan Raga.


"Sayang....tolong, jangan marah ya? aku janji, tidak akan menyentuh lagi sebelum kita menikah, ya?" bujuk Raga, tak mungkin dia membiarkan Zivanna pergi meninggalkan dirinya.


"Aku takut, kamu gitu lagi" Masih menangis.


"Tidak....tidak sayang, aku janji..."


"Jangan buat aku seperti wanita murahan Raga, aku tau kau tidak punya siapa-siapa lagi, aku tau aku miskin, tapi aku masih punya harga diri!" teriak Zivanna.


"Iya sayang, maafkan aku" Raga memandang Zivanna penuh rasa bersalah. Karena nafsu yang menyesatkan hampir saja membutakan hati dan pikirannya.


Raga mengulurkan tangan, ingin menyentuh Zivanna, tapi segera di tepis oleh wanita itu, Zivanna berlari masuk ke dalam kamar, meninggalkan mi kuahnya yang sudah mengembang, dan sudah pasti tidak enak untuk di makan lagi.


Arrggg.....Raga meremas rambutnya dengan kesal dan frustasi.


Shi*t....


*bersambung..


jangan lupa klik like, love dan komen.


makasih..😘😘

__ADS_1


🌸


🌸*


__ADS_2