Rindu Tanpa Batas Waktu.

Rindu Tanpa Batas Waktu.
Pikirkan tentang kita saja.


__ADS_3

🌸


🌸


"Mas ..." usik Zivanna, saat itu mereka baru saja sampai di apartemen, tepat pada pukul tiga menjelang sore hari Raga tiba di kantor, setelah meeting di restoran hotel xxx tadi, rupanya dia dan Danu ada pertemuan lagi dengan salah satu investor yang berasal dari negara Malaysia, maka dari itu keduanya tidak bisa segera kembali ke kantor.


Zivanna dan Rani bahkan ketiduran di sofa ruangan Raga, ketika melihat Danu, raut wajah Rani terlihat salah tingkah, dan membuat Zivanna tergelak senang.


"Kenapa, Sayang?" tanya Raga, mereka ada di kamar mereka, pria tampan itu meraih pinggang ramping sang istri, dan mendekapnya erat, hingga dada mereka saling menempel.


"Ada yang mau aku bicarakan, tapi janji jangan marah ya?" Zivanna meringis, memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rata, semoga saja Raga tidak marah.


"Ada apa? apa kamu berbuat nakal tadi?" Raga mengecup bibir tipis yang mengulum senyum itu, sekilas.


"Memang aku anak kecil apa?" Zivanna merajuk, dia berusaha melepaskan diri dari dekapan sang suami, tapi Raga semakin mengeratkan pelukannya, bahkan kini dia merebahkan kepala Zivanna ke dada bidangnya.


Zivanna merebah dengan manja, kedua tangan mungilnya melingkari pinggang Raga yang masih memakai baju kerja lengkap.


"Hemm, aku merindukanmu Sayang." Raga berbisik, mengecup pucuk kepala Zivanna dalam dan lembut.


"Benarkah?"


"Iya ..."


"Bukannya tadi di luar banyak wanita-wanita yang lebih cantik dan seksi dari aku?"


"Aku tidak ingin melihat wanita selain istriku yang paling cantik, seksi dan baik ini," Raga melepaskan pelukannya, tapi masih dengan tangan yang melingkar di pinggang ramping Zivanna.

__ADS_1


"Gombal ..."


"Iya Sayang, aku tidak bohong, bukannya waktu sepuluh tahun aku setia menunggu dirimu?"


"Apaan, Mas 'kan sempat bersama Sandra selama dua tahun?" Zivanna melepaskan diri dan duduk di bibir ranjang, Raga tersenyum kecil, lalu menghampiri istrinya, dia duduk menekuk kedua lututnya di lantai.


"Hatiku tetap milik kamu Sayang, sudah jangan cemberut, nanti aku gigit lho." Raga mencubit pucuk hidung Zivanna.


"Kamu tadi mau bicara apa?" tanya Raga, dia sudah berdiri lagi, dan melepas kancing jasnya yang berwarna hitam itu, lalu melepasnya dan memasukkan ke keranjang cucian yang ada di pojok kamar.


"Janji jangan marah, ya?"


"Lihat dulu, apa yang akan di bahas, kalau kamu membahas tentang laki-laki lain, aku wajib marah kan?" Pria itu berganti melepaskan kemeja putihnya, dan membuang pada keranjang cucian kotor.


Sekarang dia hanya memakai celana bahan warna hitamnya, bersiap untuk mandi.


"Mas, Pak Danu, sudah punya kekasih belum?" tanya Zivanna sambil menggigit bibir bawahnya dengan takut.


"Ada apa menanyakan Danu?"


" Jawab dulu kenapa sih, Mas?"


"Kamu tidak berniat selingkuh 'kan?" tuduh Raga.


Zivanna meradang, dia beranjak berdiri dan melesat masuk ke kamar mandi, menutup pintu dengan sekencang-kencanganya, hingga Raga kaget.


Brakk...

__ADS_1


"Hey ..." Raga menepuk keningnya frustasi, bisa gawat kalau Zivanna ngambek, bisa-bisa dia kedinginan karena tidur sendirian di sofa.


"Sayang ..." Raga mengetuk pintu kamar mandi seraya berteriak, harus secepatnya merayu dan meminta maaf, sebelum kena lock down.


Hening, hanya ada suara gemericik air yang mengalir di dalam sana, Raga menyandarkan tubuhnya pada tembok yang ada disebelah pintu kamar mandi, kenapa juga tadi mulutnya lemes banget, pakai menuduh Zivanna ingin selingkuh lagi.


Raga mengacak rambutnya dengan kesal, dia takut kalau sang istri benar-benar marah, pernikahan mereka baru berjalan beberapa hari, masa harus pisah ranjang. apa kata cicak di dinding.


Sepuluh menit kemudian Zivanna keluar dari kamar mandi, memakai sebuah handuk yang hanya bisa menutupi setengah pahanya saja, rambut panjangnya tampak basah, dan dari ujung rambutnya menetes bulir-bulir air yang jatuh ke kulit mulusnya.


Raga menelan salivanya kasar, apakah ini bentuk hukuman yang di berikan oleh sang istri.


"Sayang ..." bisik Raga frustasi, dia menatap tak berkedip pada tubuh seksi istrinya, dan wanita itu tak mempedulikan dirinya, dia tetap melangkah menuju ke lemari besar, dan membukanya.


Raga melangkahkan kedua kakinya mendekati Zivanna, seperti orang linglung, dia kemudian duduk di bibir ranjang, dengan mata yang terus memindai tubuh sang istri.


"Mandi sana Mas, kenapa malah duduk di kasur?" ketus Zivanna, di tangannya sudah memegang sebuah baju tidur warna merah, dan Raga tahu baju apa yang ada di tangan Zivanna, pasti itu lingerie.


"A ... aku mandi nanti saja." Raga terbata-bata.


"Kenapa harus tunggu nanti, sekarang saja, keburu malam." titah Zivanna, dia sudah melepas handuknya, dan membiarkan tubuh telanjangnya terekspose di depan mata Raga, dan membuat jantung pria itu kebat kebit tergulung hasrat dan gairah yang tiba-tiba muncul.


"Mau apa!" dengan galak Zivanna melotot tajam kepada Raga.


*bersambung ...


jangan lupa klik like, love dan komen,

__ADS_1


🌸


🌸*


__ADS_2