Rindu Tanpa Batas Waktu.

Rindu Tanpa Batas Waktu.
Kencan pertama Rani dan Danu.


__ADS_3

🌸


🌸


"Gimana Mas?" tanya Zivanna, saat suaminya baru saja muncul di balik pintu apartemen. Raga hanya tersenyum kecil, di raihnya pinggang ramping sang istri, dan mendekapnya penuh kerinduan.


"Suami baru pulang bukannya di kasih ciuman, malah nanya hal yang nggak penting." dengan gemas Raga mencium pucuk kepala Zivanna.


Wanita cantik itu tertawa kecil, merebahkan kepalanya di dada bidang Raga, dan memeluk pinggang kokoh Raga."maaf, habisnya aku penasaran," kata Zivanna sambil mendongak.


"Dasar nakal," bisik Raga, pria itu mengecup bibir merah merekah yang sedang mengulas senyum itu.


"Aku kangen banget sama kamu, Sayang."


"Iya kah? aku nggak tuh," goda Zivanna, dan dia mendapat cubitan gemas di pucuk hidung lancipnya.


"Kejam sekali kamu, Sayang.* Raga pura -pura merajuk, dia melerai pelukannya dan berjalan masuk ke kamar, tanpa menghiraukan Zivanna.


"Eh ..." Zivanna hanya bisa melongo, hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil.


Zivanna ikut masuk ke dalam kamar, tapi tidak melihat Raga, tapi wanita cantik yang memakai setelan piyama tidur itu mendengar gemericik air di kamar mandi.


Zivanna tersenyum kecil, dia bergegas melepas semua pakaiannya, dan bergerak menuju kamar mandi, membuka pintu yang tidak terkunci pelan-pelan.


Bisa dia lihat sosok Raga yang sedang berdiri di bawah shower dengan tubuh telanjangnya, dan perlahan Zivanna melingkarkan kedua lengannya di pinggang telanjang Raga, membuat pria itu kaget, dan menoleh.


"Hey ... kamu mau mandi bareng?" tanya Raga, dia membalik tubuh dan mendadak tercekat mendapati tubuh telanjang Zivanna yang begitu menggoda di bawah guyuran shower.


"Hu um ..." Zivanna tersenyum menggoda, melingkarkan kedua tangan mungilnya di leher suaminya, membuat Raga harus menahan napas karena dua gundukan favoritnya menempel di dadanya.


Keduanya lantas berciuman dengan panas, saling menyesap dan membelit lidah, saling bertukar saliva, dan keduanya menikmati percintaan panas di bawah guyuran air shower.


Desah*n dan juga erang*n mendominasi dinginnya kamar mandi yang nyatanya membuat dua manusia yang sudah berkabut hasrat itu kepanasan.


Tubuh Zivanna yang bagaikan candu, selalu ingin Raga nikmati lagi dan lagi, dan entah berapa ronde mereka bergumul dalam indahnya percintaan malam ini.


🌸


🌸


"Jadi, gimana Mas?" tanya Zivanna, saat keduanya makan malam yang sudah cukup larut, saat ini bahkan sudah hampir pukul sebelas malam. Raga tak melepaskan istrinya sampai akhirnya Zivanna merengek kecapekan.

__ADS_1


"Lancar, kayaknya Danu dan Rani saling mengagumi." Raga memasukkan sepotong tempe goreng tepung ke dalam mulutnya.


"Oh ya, bagus dong Mas."wajah Zivanna tampak berbinar, dia menyantap makan malamnya dengan lahap.


"Iya Sayang, bahkan tadi siang aku memergoki keduanya berciuman," bisik Raga, seolah-olah takut ada yang mendengar ucapannya.


"Apa!"


"Sstt, jangan keras-keras Sayang, nanti di dengar orang."


"Hiss, ini apartemen Mas. nggak akan ada yang kepo dengan urusan kita," kata Zivanna merengut." gimana kalau besok, kita suruh mereka kencan, kan besok hari minggu Mas."


"Hemm, boleh juga."


"Aku nggak sabar, ingin melihat mereka jadian terus menikah, biar Pak Danu beli apartemen di sini saja Mas."


"Biar kalian bisa Ghibah setiap hari, gitu," Kata Raga, seraya menaikkan sebelah alisnya ke atas.


"Ghibah apa sih Mas, biar aku ada teman mengobrol, kan kesepian kaku di sini Mas,nggak ada yang di kerjain."


"Ikut saja ke kantor."


"Malu Mas, terlihat seperti istri yang bucin sama suami saja."


"Nggak lah, yang ada kan kamu yang bucin duluan," ledek Zivanna, dia beranjak berdiri, dan membereskan piring dan gelas bekas mereka makan.


"Heem, iya. Aku sudah bucin dari dulu sama kamu, kasihan ya aku."


Zivanna tertawa mengejek, dia bergegas ke wastafel untuk mencuci piring dan gelas kotornya.


"Nggak apa-apa dong Mas, bucin sama istri sendiri, aku malah senang," kata Zivanna saat melihat Raga mengikuti dia ke dapur.


"Kamu aja nggak bucin sama aku," kata Raga sambil merengut.


"Memang orang bucin tuh seperti apa sih?" tanya Zivanna.


"Nggak tahu juga sih, mungkin kayak begitu mencintai pasangannya, hingga tidak bisa melihat orang lain lagi." Raga memandang sang istri yang sibuk membilas piring.


"Memang kamu pikir, aku nggak mencintai kamu Mas?" tanya Zivanna.


"Mencintai dong, kalau nggak akan aku paksa."

__ADS_1


"Dih, pemaksaan. Mas nggak ada kerjaan?"


"Capek yang, mau istirahat saja." Raga segera membawa sang istri ke dalam gendongannya, begitu Zivanna selesai dengan kegiatannya.


"Mas, aku capek. Aku nggak mau lagi," rengek Zivanna, mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.


"Siapa juga yang mau minta, aku hanya ingin memeluk tubuh kamu Sayang."


🌸


🌸


Minggu pagi yang cerah, tampak sebuah mobil Pajero warna hitam berhenti di depan sebuah tempat kost. Pintu kemudi terbuka dan muncul sosok pria tampan memakai celana jeans biru tua dan kemeja hitam lengan panjang yang digulung lengannya sebatas siku.


Siapa lagi kalau bukan Danu, dia ingin menjemput Rani, untuk kencan pertama kali.


Danu berjalan ke arah tempat kost yang saling berhadapan itu.


Begitu dia masuk ke halaman muncul sosok gadis berpakaian rapi, dengan hijab warna hitam."nyari siapa ,Mas?" tanya nya ramah, kelihatannya dia akan berangkat kerja, di lihat dari pakaian yang rapi, dan membawa tas slempang.


"Rani ada, Mbak?"


"Mbak Rani, ada Mas. tuh kamarnya yang ada di depan sendiri, ketuk aja nggak apa-apa." jelas gadis itu seraya melangkah pergi.


"Makasih, Mbak." ucap Danu.


"Sama-sama."


Danu berjalan mendekat ke arah kamar yang ada di deretan paling depan,dan dia bingung, yang sebelah mana kamar Rani, karena ada dua kamar yang paling depan dan berhadapan.


Saat dia bingung, terdengar suara pintu terbuka, dan muncul sosok yang sedang di carinya, Rani.


"Pak Danu!" Rani memekik kaget, saat melihat Danu muncul tiba-tiba, dan Danu menatap tubuh Rani yang terlihat berbeda pagi ini.


Rani memakai dress motif floral, rambut ikalnya dia gerai dan memakai make up tipis, membuat Danu harus menelan salivanya sendiri.


"Cantik ..." guman Danu lirih.


B*ersambung ...


🌸

__ADS_1


🌸*


__ADS_2