
🌸
🌸
"Oh s*hitt"
Danu mengumpat dengan keras, matanya sungguh ternoda lagi, sudah dua kali dia memergoki sang bos sedang bercumbu mesra dengan Zivanna.
Dalam hati sungguh menangisi nasibnya sebagai jomblo, yang harus sering disuguhi tontonan yang membuat dia panas dingin.
Raga sontak menggerutu, dia kesal karena kesenangannya terganggu, sedangkan Zivanna, wanita itu hanya bisa duduk dan membuang muka, sambil membenahi bajunya yang berantakan.
"Memangnya nggak bisa ketuk pintu dulu ya?" tanya Raga sinis, pria itu duduk dengan raut wajah yang cukup kesal, bagaimana tidak kesal, hasratnya yang sudah naik ke ubun-ubun harus terhenti dengan paksa, karena kehadiran asisten yang berpredikat jomblo akut itu.
"Aku sudah ketuk pintu Bos, lihat jariku sampai hampir putus, Bos saja yang tidak dengar." Danu membela diri, asisten Raga itu memilih duduk di sudut sofa.
"Harusnya kalau aku tidak menjawab, kamu jangan masuk." Raga masih berusaha membela diri, tidak masalah 'kan, bukankah yang jadi Bos itu dia.
"Iya Bos, maaf," kata Danu pasrah, mau bicara bagaimana pun, dia tetap salah, jadi lebih baik mengalah, biarlah yang waras mengalah.
"Jangan mengumpat dalam hati, Dan," ujar Raga, dia seolah bisa menembus mata batin Danu. membuat Danu harus menutup mulutnya rapat-rapat.
"Mana berani Bos saya." Danu melirik istri sang Bos yang tampak tertunduk malu, mungkin dia merasa canggung setelah beberapa kali di pergoki oleh Danu.
"Ada apa?"
"Sebentar lagi ada meeting, di restoran hotel xxx bos."
"Ok, setelah itu jadwal aku kemana lagi?"
"Sepertinya tidak ada Bos,setelah itu free .."
"ok, kamu boleh pergi Dan." tanpa basa-basi Raga langsung saja mengusir sang asisten, dan Danu hanya bisa menghela napas, sedikit kesal.
__ADS_1
"Ok Bos," kata Danu, dia bergegas keluar dari ruangan sang Bos, tentu saja sambil menggerutu dalam hati, semenjak menikah, Raga menjadi semakin ngeselin kalau menurut Danu.
Brakk ...
Terdengar pintu di hempas kasar, siapa lagi yang berbuat kalau bukan Danu.
"Danu ...!" teriak Raga, dan Zivanna hanya tertawa terbahak-bahak, melihat tingkah suami dan asistennya sungguh sangat konyol.
"Dasar asisten kurang ajar." gerutu Raga.
"Kamu juga yang salah Mas, kenapa ceroboh, tidak mengunci pintu dulu, malu aku sama pak Danu." Zivanna menutup wajahnya dengan kelima jarinya.
"Biarin saja, salah sendiri dia masuk begitu saja, 'kan tahu kalau kamu ada disini." Raga mengelus kepala istrinya mesra.
"Tapi kasihan juga Mas, mentang-mentang dia asisten, kamu jangan seenaknya sendiri," omel Zivanna."aku nanti sehabis makan siang langsung pulang saja ya, 'kan Mas masih meeting."
"Nggak mau nunggu di sini?"
"Sendiri gitu?" Zivanna menoleh kepada suaminya.
"Tapi dia 'kan kerja?'
"Khusus hari ini, pengecualian, karena dia harus menemani istriku tercinta," dengan gemas Raga mencubit hidung mancung istrinya.
"Aku boleh turun sekarang Mas, kan sepuluh menit lagi sudah waktunya istirahat?"
"Boleh, jangan nakal ya?" pesan Raga, dia meraih tengkuk Zivanna, dan kembali mencium bibir merah merekah itu, menyesapnya lembut.
"Sudah Mas, nanto ada yang masuk lagi, aku heran, kenapa kamu bisa jadi semesum ini sih? mana Raga yang kuper dan cupu dulu," kata Zivanna, dia menjauhkan wajahnya dari sang suami.
Bukan apa-apa, dia takut terpergok lagi oleh salah satu karyawan Raga, bisa-bisa tambah buruk saja reputasi dirinya.
"Kamu lebih suka Raga yang cupu dan culun?" tanya Raga seraya tergelak, mengingat dirinya sepuluh tahun yang lalu, yang selalu saja gemetar saat berhadapan dengan sosok Zivanna.
__ADS_1
"Kayaknya lebih suka sama yang dulu deh," kata Zivanna, dia sudah berdiri dan bersiap untuk keluar dari ruangan.
"Kalau kamu suka Raga yang dulu, pasti akan repot Sayang."
"Kenapa?"mata bulat Zivanna memandang heran kepada Raga.
"Karena Raga yamg dulu selalu saja gemetar saat berhadap-hadapan dengan kamu, lalu bagaimana aku bisa menyentuh kamu bila seperti itu." kata Raga, dia ikut berdiri, meraih pinggang ramping istrinya.
"Nggak apa-apa kalau memang tidak berani menyentuh aku, bisa bebas ... "
"Enak saja, terus kapan kita bisa membuat Raga atau Zivanna junior kalau seperti itu?"
"Kamu mesum banget sih Mas, ngeri aku lama-lama dekat kamu." Zivanna meraih tangan kanan suaminya dan mengecup punggung tangannya takzim.
"Hanya sama kamu saja Sayang, tidak dengan wanita yang lain," ucap Raga, dia mengecup kening istrinya lembut dan cukup lama.
"Aku pergi dulu ya Mas." pamit Zivanna.
"Iya, ingat ... jangan nakal, jangan lirik sana sini, jangan kegenitan, di kantin banyak karyawan laki-laki," pesan Raga, sambil terus memegang pinggang istrinya.
"Iya ..."
"Ingat, kamu istri dari Raga."
"Iya Mas, sudah ah ... lepasin dong, Rani pasti sudah menunggu," kata Zivanna kesal, dia menepis kedua lengan kokoh suaminya, dan melangkah menjauh.
"Aku mencintaimu, Sayang." teriak Raga, saat istrinya sudah membuka pintu dan bersiap keluar.
"I love you too, Mas."Zivanna balas berteriak, dan setelah itu bergegas keluar dan menutup pintu itu kembali.
*bersambung...
🌸
__ADS_1
🌸*