
🌸
🌸
"Kita jalan sekarang, Pak?" tanya Rani mengusik lamunan Danu, pria itu masih saja mengagumi kecantikan alami Rani yang baru saja muncul, karena selama ini wanita itu selalu berpenampilan sederhana dan terkesan tomboy.
"Ah ... iya, ayo."
Danu melangkah dengan sedikit gugup, menuju ke mobilnya dan selayaknya pria sejati, membukakan pintu untuk Rani, membuat Rani mengulum senyum canggung. Dia segera masuk dan menghempaskan bokong di kursi penumpang.
"Makasih, Pak." lirih Rani, dan pintu di tutup oleh Danu, setelahnya pria itu berjalan memutari mobil menuju ke pintu pengemudi dan segera masuk.
"Ok, kita langsung jalan ya?" kata Danu, perlahan mobil itu melaju meninggalkan tempat kost yang hampir dua tahun di huni oleh Rani.
"Ran ... "
"Iya Pak," kata Rani seraya menoleh sekilas kepada pria yang sedang fokus mengemudi itu.
"Ck, jangan panggil Pak, ini bukan di kantor. Apa aku terlihat begitu tua?" tanya Danu sedikit kesal.
"Eh, sa-saya harus panggil apa?" tanya Rani polos.
"Apa saja, asal bukan Pak."
"Panggil Om?" Rani tertawa kecil, menutup mulutnya dengan kelima jarinya, dan Danu harus mendelik kesal, di acaknya pucuk kepala Rani gemas.
"Memang aku sudah tua, di panggil Om, kelihatannya kamu seusia dengan Zie kan?"
"Iya Mas, hanya beda beberapa bulan saja," kata Rani sambil tersenyum canggung saat mengucap kata 'Mas'.
"Mas? cukup manis, baiklah panggil aku seperti itu mulai sekarang." titah Danu.
"I-iya."
"Mau jalan ke mana?" tanya Danu lagi, menoleh sekilas ke arah samping tempat duduknya.
__ADS_1
"Terserah saja." Rani berkata dengan pasrah, karena memang dia tidak punya pandangan mau jalan-jalan ke mana.
"Ke mall, eh tapi kamu sudah sarapan atau belum?"
"Belum sih ... " Rani mengusap tengkuknya untuk mengurangi rasa malu yang terus menderanya.
"Baiklah, kita sarapan di Mall saja bagaimana? masih kuat menahan lapar beberapa menit lagi kan?"
"Masih, Mas."
"Ok, kita langsung ke mall XX saja."
Pajero milik Danu itu segera meluncur dengan kecepatan sedang, menuju ke Mall XX yang berada di pusat kota.
🌸
🌸
Setengah jam kemudian, mereka sampai di tempat yang dituju, masih terlihat sepi, karena memang baru pukul sembilan pagi, mungkin juga Mall ini batu saja buka.
"Kita cari sarapan dulu, ya. semoga sudah ada yang buka, kamu mau sarapan apa?" tanya Danu, sambil menoleh ke arah Rani yang sedari tadi hanya diam saja.
"Apa saja Mas, aku nggak pilih-pilih makanan kok, tapi ... kalau ada aku pengen nasi goreng saja," kata Rani malu-malu.
"Dasar, katanya terserah, malah request nasi goreng," ujar Danu seraya mencubit pucuk hidung lancip Rani, membuat wanita itu memekik manja.
"Aww ... sakit, Mas." Rani mengelus hidung yang baru saja menjadi korban kejailan tangan Danu.
"Masa sih?" Danu terkekeh.
"Iya ... " Rani cemberut, dan Danu memeluk bahunya dengan lembut, membuat gadis polos itu sontak membeku tubuhnya, nyaris tidak bisa bergerak.
"Mas ... kok peluk-peluk?" tanya Rani, dia pikir kalau seperti ini, sudah bisa di pastikan dia akan pingsan karena malu.
"Kenapa? kamu nggak nyaman?" Danu melepaskan tangan yang tadinya melingkari bahu Rani.
__ADS_1
"Kita kan belum ada hubungan, Mas," kata Rani hati-hati, takut menyakiti hati Danu.
"Hemm, baiklah. Maaf, ya?" Danu menggenggam tangan lentik Rani, dan mengajaknya naik tangga berjalan, menuju ke lantai atas.
🌸
🌸
Danu dan Rani duduk berhadapan dengan makanan di depan masing-masing, sengaja memilih menu nasi goreng juga, seperti keinginan Rani.
"Habiskan, Ran." Danu menarik piringnya lebih dekat, dan mulai menyuapkan ke dalam mulutnya.
"Eh, iya Mas." Rani juga mulai menyantap nasi goreng yang dia inginkan itu, menikmati sesendok demi sesendok, yang begitu nikmat dia rasakan. maklum sebagai anak kost yang merantau, dia jarang sekali bisa makan mewah seperti ini.
"Ran ... " panggil Danu.
"Ya," kata Rani, dia menatap pria tampan yang bagai mimpi bisa dia pandang sepuas hati ini, tak pernah bermimpi bisa jalan berdua dengan asisten Bos Raga ini.
"Kamu sudah punya pacar apa belum?" tanya Danu, pria itu memandang intens sang lawan bicara.
"Belum lah Mas, kalau saya sudah punya pacar, mana mungkin mau jalan sama Mas?"
Danu tergelak, dalam hati merutuki pertanyaan bodohnya barusan,"Benar juga ya?"
"Iya Mas, mana ada yang mau sama sama saya, sudah miskin, jelek hanya office girl lagi." Rani tersenyum miring.
"Jangan merendah seperti itu, kamu cantik, dan aku mau jadi pacar kamu?" kata Danu percaya diri.
Uhuk ... uhuk ...
Bersambung ...
🌸
🌸
__ADS_1