
🌸
🌸
Tiga puluh menit kemudian, keduanya sudah berada diatas mobil Raga yang melaju menyusuri jalan raya yang masih saja ramai, walaupun sudah cukup malam.
"Mau makan apa sayang?" tanya Raga sembari terus fokus ke jalan di depannya.
"Pengen ayam geprek sih, tapi kamu doyan nggak?" Zivanna menoleh ke arah sampingnya, dimana saat itu Raga juga menoleh kepadanya.
"Ayam geprek, doyan lah. Memang aku siapa, makanan seenak ayam geprek harus tidak doyan"
"Ya kali aja, kan sekarang sudah jadi sultan" Zivanna terkikik geli. Dan Raga mengacak rambutnya dengan gemas.
"Sultan juga manusia sayang.., ok kita cari ayam geprek ya, seperti nya di depan kantor kita ada kedai ayam geprek ya kalo siang, coba kita lihat, masih buka apa nggak" kata Raga.
"Ok...semoga saja masih buka ya..." kata Zivanna penuh harap, sudah terbayangkan di matanya, menu ayam geprek yang menggugah selera, ayam yang krispi di tambah sambal yang banyak...air liur Zivanna hampir saja menetes membayangkannya.
Beruntung kedai yang dituju masih buka, dan cukup ramai juga pengunjungnya, setelah memarkir mobilnya Raga mengajak pujaan hatinya untuk masuk, menggandengnya posesif, seakan memperlihatkan kepada semua orang bahwa wanita ini adalah miliknya.
Raga segera memesan dan mencari tempat duduk yang kosong, sambil menunggu pesanan mereka.
"Rani..!" pekik Zivanna senang, saat melihat seraut wajah yang tak asing sedang menikmati makanannya sendiri.
"Zie....."Rani mendongak, semula dia senang saat melihat temannya, tapi begitu melihat siapa yang bersama Zivanna, dia sontak keder.
"Pak Raga.." sapa Rani sungkan. Dia menghentikan makannya, dan menatap pasangan yang bergandengan tangan itu dengan raut penuh tanya.
"Boleh gabung kan?" tanya Raga, dan langsung duduk tanpa menunggu jawaban dari Rani.
__ADS_1
"Silahkan pak.." jawab Rani agak lemas.
Tak lama pesanan keduanya datang, mata Zivanna langsung saja berbinar melihatnya, membuat Raga terkekeh dan tanpa sadar mengacak rambut kekasihnya Dengan gemas.
Melihat interaksi itu Rani hanya menelan ludah, membayangkan betapa beruntungnya Zivanna bisa menjadi kekasih pria hebat seperti Raga.
"Selamat makan Ran, selamat makan Raga.." kata Zivanna sumringah, dan lagi-lagi membuat Rani melotot, apa....Zivanna bahkan memanggil si bos dengan sebutan nama saja.
"Selamat makan sayang.." kata Raga.
Uhuk...
Rani tersedak es teh yang baru saja di seruputnya, jiwa ke jombloa nya meronta-ronta.
"Hei...kenapa Raj, hati-hati dong kalo minum" kata Zivanna agak cemas.
"Nggak apa-apa Zie..." Rani meneruskan makannya yang sempat tertunda karena kehadiran si bos beserta permaisurinya.
"Oh ya...kalo begitu kita ki minimarket dulu nanti sebelum ke atas, belanja buat stok lemari es" ucap Raga, sambil menikmati makanannya.
"Boleh... deh. Oh ya Ran, mungkin aku sudah nggak kerja lagi di tempat bos Raga, maaf ya kalo aku ada salah sama kamu"
"Hah...nggak Zie, kamu adalah teman aku yang paling baik, aku juga minta maaf bila ada salah sama kamu ya Zie....eh... masih boleh nggak sih aku panggil Zie.."
Zivanna terkekeh" memang kamu mau panggil aku apa?"
"Nona mungkin..." jawab Rani polos.
"Nona apa sih Ran, aku tetap sahabat kamu kok, tenang aja, yang sultan tuh bos kita, dan nggak ngaruh sama aku" bisik Zivanna jail.
__ADS_1
Raga hanya tersenyum melihat keakraban dua sahabat itu." kalo libur main saja ke apartemen Ran, biar Zivanna ada temennya"
"Ah...iya pak, nanti saya akan main" jawab Rani sopan.
"Kamu pasti pengen tau kan, kenapa aku bisa bersama teman kamu ini" kata Raga lagi.
"Eh....anu...i...iya sih pak... hehe" Rani menggaruk tengkuknya canggung. Untung saja dia sudah mencuci tangan, coba kalo belum, sudah pasti tengkuknya akan kepedasan kena bekas sambal geprek yang dimakannya.
"Nanti boleh tanya sama Zivanna, biar kamu nggak penasaran" Raga tergelak.
"Raga..ih.." rengek Zivanna manja, dia juga sudah selesai makan, sekarang ganti meneguk es jeruknya, yang begitu segar terasa di tenggorokan.
Raga terkekeh, dia mencuci tangannya di air dalam baskom, yang memang disediakan oleh pemilik warung, untuk yang ingin makan menggunakan tangan langsung.
"Biar teman kamu nggak penasaran sayang.."
"Memalukan.." Zivanna melotot pada Raga, dan membuat pria itu menjadi keder lagi.
"Iya...maaf sayang...jangan ngambek lagi ah, capek aku bila harus membujuk lagi" Raga tergelak lagi.
"Oh...jadi gitu, nyesel maksudnya sudah capek membujuk aku?" Zivanna menatap tajam kepada Raga, dan pria itu menggaruk tengkuknya dengan takut.
"Bukan....bukan begitu sayang, sudahlah....aku minta maaf, jangan ngambek lagi ya?" seperti sedang membujuk anak kecil yang sedang merajuk, Raga menatap wanitanya penuh cinta.
Zivanna melengos, membuat Rani bertambah galau, apalah dayaku yang hanya office girl jomblo ini.
*bersambung..
🌸
__ADS_1
🌸*