Rindu Tanpa Batas Waktu.

Rindu Tanpa Batas Waktu.
Sandra lagi.


__ADS_3

🌸


🌸


Brakk ...


Suara pintu yang terhempas dengan kencang, membuat pasangan itu dengan kompak menoleh ke arah pintu yang terbuka.


Sandra berdiri di tengah pintu dan menatap pasangan pengantin baru itu dengan sinis.


"Wow ...pasangan yang begitu bahagia tampak nya, hingga tak peduli lagi dengan perasaan orang lain." Sandra berjalan masuk, dan melontarkan sindiran.


Zivanna menghela nafas, dan menatap suaminya yang tampak tak acuh dan tak terpengaruh oleh kedatangan mantan tunangannya itu."Mas ..." bisik Zivanna


"Kamu tenang saja, Sayang, jangan takut. Ada aku di sini." Raga menepuk tangan istrinya yang bertumpu pada pahanya.


"Ada apa San?" tanya Raga dingin, pria itu menopang kaki kanannya ke atas paha kirinya, dan menyandar kan punggungnya ke belakang, sementara Zivanna hanya diam tak bersuara.


"Memangnya aku tidak boleh ke sini? secepat itu kamu melupakan aku Raga, setelah dua tahun kita lalui bersama?" Sandra menghentikan langkahnya di depan Raga duduk, wanita itu bahkan tak menganggap ada sang istri yang tidak lain adalah Zivanna.


"Antara kita sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi San, jangan pernah temui aku lagi," ucap Raga, tetap dalam mode datar dan dingin.


"Kamu benar-benar jahat Raga, setelah semua hati dan cinta aku berikan kepadamu, kamu membuang aku begitu saja, hanya karena wanita tak jelas ini, dasar perebut tunangan orang!" teriak Sandra, membuat Zivanna sontak membulatkan matanya.


Raga berdiri dengan penuh amarah, wajahnya juga telah memerah," tutup mulutmu, Sandra, jangan pernah kamu merendahkan istriku, sudah aku jelaskan, kita tidak bisa menikah, karena aku tidak pernah mencintai kamu!"

__ADS_1


"Kalau saja wanita ini tidak datang, bukankah kita sudah akan menikah, kamu berubah karena kedatangan wanita miskin ini." Sandra terus saja mencaci maki Zivanna, dan wanita itu hanya diam. tak berusaha membalas ucapan mantan temannya itu.


"Cukup, silahkan pergi dari sini, dan jangan pernah kembali lagi." Raga menatap tajam wanita yang malah tersenyum itu, kalau saja dia laki-laki, sudah pasti akan di ajaknya baku hantam sejak tadi.


"Kamu pasti akan menyesal Raga."


"Itu urusanku, dan jangan kamu ikut campur."


"Dasar wanita miskin, murahan, tak tahu malu, tega kamu merebut tunangan ku ini, dimana kamu saat Raga terpuruk, aku yang menemaninya dari bawah, sekarang di saat dia sudah sukses dan kaya, kamu datang dan merebut semuanya!" teriak Sandra penuh amarah.


Raga mengeraskan rahangnya, kedua tangannya yang berada di sisi kanan dan kiri terkepal."Cukup!"


Sandra menatap tajam Zivanna yang terisak, hatinya sangat puas busa membuat wanita yang sejak dulu dia benci itu, karena sejak dulu hingga saat ini, hanya dia yang selalu ada di dalam hati Raga.


"Pergi kamu dari sini, dan jangan pernah kembali, jika kamu nekat, aku nggak segan-segan untuk melaporkan kamu ke yang berwajib!"


Brakk ...


Kembali wanita itu Menghempaskan pintu dengan penuh amarah, membuat Raga dan Zivanna harus memegang dada karena kaget.


"Maafkan, aku?" lirih Zivanna.


Raga menghampiri istrinya yang duduk di sofa, lalu memeluk tubuhnya erat-erat." kenapa minta maaf? harusnya aku yang meminta maaf, karena belum bisa melindungi kamu dari kata-kata kasar Sandra," kata Raga lembut, membelai rambut panjang sang istri yang menguarkan wangi shampoo yang begitu di gilai Raga.


"Karena kehadiranku, kalian jadi bermusuhan seperti ini," kata Zivanna, tangan mungilnya melingkar di pinggang suaminya.

__ADS_1


"Tidak Sayang, semua ini tidak ada hubungannya dengan kamu, biar pun kamu tidak datang di hidupku, hubunganku dan Sandra memang sudah tidak sehat. dia hanya mengkambinghitamkan kedatangan kamu, untuk menutupi dirinya sendiri."


Zivanna melepaskan diri dari pelukan sang suami." aku mengerti, bagaimana hatinya saat ini, Mas. dia pasti kecewa karena gagal memiliki kamu, orang yang sangat di cintainya."


Raga tersenyum, lalu mengecup bibir tipis Zivanna sekilas." perasaan cinta tidak bisa di paksakan Sayang, aku dan Sandra pasti tidak akan bisa bahagia, biarpun kami bisa hidup bersama dan menikah."


"Kamu tidak menyesal sudah mencintai aku?" tanya Zivanna, seraya menatap tampan yang akhir-akhir ini membuatnya tergila-gila.


"Aku menyesal, mengapa tidak sedari dulu menemukan kamu, dan menikahi kamu. tentu waktuku tidak akan banyak terbuang untuk meratapi dirimu Sayang," kata Raga lagi.


Pria itu mencium bibir istrinya yang mengulas senyum, melum*tnya penuh hasrat, dan Zivanna hanya bisa pasrah, saat Raga merebahkan tubuhnya di atas sofa.


Tangan Raga sudah bergerilya membelai setiap inci tubuh Zivanna, yang membuatnya candu.


"Aku mencintaimu, Sayang," bisik Raga, diantara ciuman panasnya, dia terus menyes*p dan ******* bibir semanis buah Cherry itu, seperti candu dengan benda kenyal yang manis itu.


"Mas ... ini di kantor," bisik Zivanna, saat Raga mulai tangan Raga mulai merayap di balik baju Zivanna, mencari dua bukit kembar yang menjadi favorit nya saat ini.


Kedua manusia yang sudah di mabuk gairah dan cinta itu terus saja saling membelit lidah dan saling bertukar saliva, Zivanna hanya bisa mendes* h saat sentuhan demi sentuhan sang suami membuatnya menggelinjang dan terbang ke awang-awang.


Brakk ...


" Oh ... S*hitt!"


*bersambung..

__ADS_1


🌸


🌸*


__ADS_2