
🌸
🌸
Zivanna langsung masuk ke dalam kamar, begitu aktivitas mencuci piring selesai. Dia melihat Raga duduk menyandar di kepala ranjang, dengan ponsel yang ada di tangannya.
Setelah menutup pintu dengan sangat pelan, Zivanna berjalan ke ranjang, dan segera merebahkan tubuhnya pada sisi yang kosong.
"Hei...sudah selesai, Sayang?" tanya Raga, dia segera meletakkan ponselnya di atas nakas. Merangkak mendekati Zivanna yang berbaring terlentang.
"Sudah ...cuma piring dan gelas saja, kok," ucap Zivanna, dengan mata tak berkedip, menatap suaminya yang entah mengapa, terlihat begitu tampan sekali malam ini.
"Sebenarnya, aku cukup gugup sekali malam ini, tapi, apakah aku boleh meminta hak ku malam ini?" mata Raga menatap sang istri tak berkedip. Zivanna hanya bisa mengangguk dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Raga.
Raga tercekat, nafasnya terasa begitu sesak, dia menundukkan kepalanya, meraih bibir merah muda sang istri, mengecupnya lembut dan penuh cinta.
Zivanna membalas kecupan Raga, dia mulai berani berekspresi saat suaminya menciumnya. Hingga kecupan basah itu lambat laun menjadi ******n, tangan kanan Raga merayap, menyentuh kulit halus nan mulus istrinya.
Entah sejak kapan, baju tidur beserta dalaman milik Zivanna lepas dari tubuhnya, dengan Raga yang sudah mengungkung tubuh mungil nan seksi wanita yang begitu di pujanya itu.
"Apa kamu sudah siap?" Raga masih sempat bertanya dulu kepada wanita yang ada di bawah tubuhnya, Mana tau dia merasa takut dan menolaknya.
"Iya, tapi ...tolong pelan-pelan ya, Mas?" kata Zivanna dengan wajah yang merona.
"Tentu, Sayang."
Raga mulai mengecup seluruh wajah cantik Zivanna, lalu turun ke leher jenjangnya, kecupan basah dan terkadang di selingi dengan gigitan kecil yang begitu nakal dari bibir Raga.
Meremat salah satu gunung kembar yang kenyal milik Zivanna, dan bibir yang ******* pucuk dada yang sudah menegang itu dengan gemas.
__ADS_1
Zivanna terus mendes"h dan meleng*h, merasakan kenikmatan duniawi yang seumur hidup baru kali ini dia rasakan.
Wanita cantik itu memekik manja, ketika Raga memulai penyatuan, butuh waktu lumayan lama untuk bisa menembus milik Zivanna, yang memang masih begitu terjaga.
Kedua manusia yang baru merasakan kenikmatan dunia itu larut dan luruh dalam deru hasrat yang bergelora, hanya desah*n yang terdengar mendominasi suasana malam panjang pengantin baru itu.
Raga terus memacu dan menghentak tubuhnya, hingga akhirnya mereka sampai pada pelepasan yang begitu memabukkan, dan sudah pasti akan menjadi candu bagi keduanya.
Dengan nafas terengah-engah, Raga menatap sang istri penuh dengan cinta, tersenyum dan mengecup keningnya lama dan sangat lembut.
"Terima kasih sayang, sudah menjaganya untuk aku, I LOVE YOU," bisik Raga dengan lembut.
"Iya mas, kamu berhak mendapatkan yang terbaik," balas Zivanna tak kalah lembut, dia memeluk leher Raga dengan manja, dan akibatnya membuat junior Raga kembali menegang di bawah sana.
"Sayang ...," Raga memeluk tubuh istrinya, dengan posisi masih betah di atas tubuh Zivanna.
"Hemm."
Zivanna tertawa kecil, dia menggigit bahu suaminya dengan gemas.
"Aww ...sakit, Sayang."
Keduanya kembali mengulang penyatuan yang begitu nikmat dan serasa candu, hingga beberapa kali keduanya mereguk kenikmatan duniawi itu. Hingga akhirnya, keduanya tertidur karena benar-benar kelelahan. Setelah memadu cinta di ranjang besar mereka.
🌸
🌸
Matahari sudah mulai masuk di dalam peraduan mereka, dan kedua manusia itu masih saja betah bergelung di bawah selimut yang sama. Zivanna begitu nyaman tidur dalam pelukan suaminya yang begitu perkasa.
__ADS_1
Perlahan Zivanna mengerjabkan kedua matanya, menyesuaikan dengan cahaya pagi hari yang masuk tanpa permisi ke dalam kamar mereka.
Zivanna meringis, saat ingin menggerakkan tubuh bagian bawahnya. Terasa sakit dan juga perih, mungkin karena aktivitas mereka semalam yang begitu panas dan liar.
Zivanna menyurukkan kepalanya pada dada bidang suaminya, sungguh dia merasa malu, setelah malam panjang mereka.
"Hey ...kamu sudah bangun," kata Raga, saat merasakan pergerakan dari tubuh istrinya.
"Iya mas, ini juga sudah siang banget," Zivanna melepaskan diri dari pelukan suaminya, dia mendudukkan dirinya dengan menyandar pada kepala ranjang.
"Kenapa harus bangun pagi-pagi, kamu nggak kerja kan?" tanya Raga, dia merebahkan kepalanya di pangkuan Zivanna dengan manja.
"Sudah siang mas, matahari saja sudah masuk ke dalam kamar kita, lagi pula, perutku juga sangat lapar," keluh Zivanna lagi.
"Oh ya, apa aku sudah membuatmu kelelahan tadi malam?" tanya Raga lembut, dia berbaring telentang dan menatap wajah cantik yang ada di atasnya.
"Banget mas, dan sekarang aku kelaparan, sebaiknya aku mandi dulu, baru masak,"
Zivanna mengangkat kepala suaminya, dan merebahkan di atas bantal, kemudian dia menurunkan kakinya ke bawah.
"Aww...shhh," Zivanna meringis, saat merasa perih pada organ intimnya, membuat Raga menjadi panik dan cemas.
"Kenapa ,Sayang? apa masih sakit?"
"Perih banget mas," katan Zivanna, dan dengan sigap Raga menggendong tubuh mungil itu, membawa ke kamar mandi mereka, dengan tubuh sama-sama polos.
*bersambung...
🌸
__ADS_1
🌸*