Robot The Humans

Robot The Humans
Perempuan


__ADS_3

'YIitt'. Hentian mobil yang tadi melaju.


" Terimakasih telah mengantarkan kami ". Kata Vin sambil menunduk kepala ke sang dokter yang berada di dalam mobilnya, ia hanya memberikan ekspresi datarnya.


" Hah? I-iya sama-sama, senang bisa menolong kalian 😊 ". Senyum hangat sang dokter ke Vin.


" Selamat jalan kak😄... hati-hati ya kak... ". Dey melambaikan tangan dekat dengan dahinya.


" Iya, Dey. Semoga kamu juga tetap menjadi anak yang baik ya ". Senyum sang dokter melihat wajah polosnya Dey.


" Hm ". Angguk Dey sambil tersenyum manis.


" Owh! ". Melotot sang dokter.


'Krek Bruk'. Sang dokter keluar dari mobilnya.


" Kamu gak jadi pulang? ". Wajah jutek Vin muncul lagi.


Vin di hiraukan begitu saja dengan sang dokter, sang dokter melewati Vin. Dan berhadapan dengan...


" Halo, pak. Saya Dokter Syiafou dari rumah sakit Garnie yang telah mengant,,,,, ". Omongan sang dokter terputus.


" Jadi perempuan rupanya! Beraninya kamu menculik kedua anak saya!!! ". Marah Agoston (sang profesor atau ayah).


" Perempuan?😕 ". Bingung Dey.


Sepertinya aku pernah bertemu dengan perempuan? Lamun Dey mengamati wajah sang dokter.


" Oh! bukan. Saya ini dokter nama saya Syifou, pak 😊 ". Tetap memberi senyuman ramah.

__ADS_1


" Darimana saja kamu Dey?! ". Mengalihkan pembicaraan sang dokter.


" Hah!! Ahh... itu... Eeemm... Aku hanya bermaksud membawa K'Vin ke rumah sakit. Agar cepat bangun dari tidurnya karena,,, ". Dey memberhentikan omongannya sendiri, ia hanya bisa menundukkan kepalanya karena tak berani membantah.


" APA!! APA KAU GILA?? SUDAH AYAH BILANG KAKAKMU AKAN SEMPURNA KEMBALI!!! ".


'Plak'. Menampar sang anak.


" HAH 😲! Pak tenangin diri bapak itu anak bapak bukan boneka... Ups! ". Menahan tangan sang profesor yang masih berusaha memukul Dey.


" LEPASKAN!! Boneka? SIAPA YANG BILANG DIA BONEKA, HAH!! Saya tidak pernah bilang kalau mereka adalah boneka...!! ". Marah sang profesor dan langsung mendorong sang dokter hingga terjatuh.


" Memangnya kau siapa?? Kenapa kau membelanya!! HAH! KENAPA!! Pergi... PERGI!! PERGI DARI SINI!! ". Bentak Agoston yang merengut dahinya.


Akhirnya sang dokter pun menjauh dan langsung memasuki mobil dengan tergesa-gesa.


Apa... yang aku lakukan? Apa aku hanya harus menontonkan mereka saja? aku gak tau! Apa yang harus aku lakukan? Dalam hati Vin yang hanya menontoni mereka.


" Vin. Apa itu kamu? ". Lagi-lagi mengalihkan pembicaraan.


" Ah! I-iya aku Vin... ayah ". Kaku Vin sedikit memberi senyuman.


" Bajumu kotor. Memangnya kamu tidak di belikan baju baru sama dokter kw itu ".


" Hah? Dok-dokter... kw? Eemm ini, ada ". Menyodorkan bungkusan yang berisikan baju Vin and Dey.


" Ya sudah cepat. Mandi, lalu ganti bajumu ".


Vin pun langsung memasuki rumahnya itu dengan melirik ke arah Dey. Ia melihat sang adik hanya menundukkan kepala, tanpa pernah mengangkat kepala kalau ia merasa bersalah.

__ADS_1


Ketika sang Profesor ingin menutup pintu rumahnya.


" Hei. Anak ayah ngapain kamu matung disitu? ". Omongnya kepada Dey.


" Hm ". Langsung mengangkat kepalanya.


😊 Sang ayah memberi senyumannya.


"  A. Ayaahhh... ". Mayunnya langsung berlari ke pelukkan sang ayah.


" Maafkan ayah ya... ayah tadi emosi. Sekarang kamu masuk dan mandi bersama kakakmu ". Senyum sang ayah dan langsung menutup pintunya.


" Tapi aku sudah mandi  ".


" Ya sudah ganti baju ".


" Aku sudah ayah. Sudah ganti baju ". Kata Vin yang keluar dari kamarnya.


" Hadeehhh... iya deh... anak ayah keren. Dan yaa... Terimakasih Dey kamu sudah menyadarkan kakakmu kembali ". Senyum sang ayah sambil menselonjorkan kakinya di atas sofa.


" Aku pijatkan ya ayah? ". Semangat Dey langsung memegang betis sang ayah.


" Hei! mandi dulu kamu... ". Kaget sang profesor.


" Aku sudah mandi ayahh ".


" Ohh iya ya. Ayah lupa😄, maksud ayah kamu ganti bajumu. Berhari-hari memakai baju seperti itu. Bau tau ". Ledek sang profesor, lalu langsung berbaring di sofa.


Ayah... Apa yang ayah rencanakan? Kenapa ayah pilih kasih dengan kami... Dey, adikku dia berhak di sayang ayah...

__ADS_1


B    E   R  s ambung.  .   .    . .  .   .


__ADS_2