
' Dengg dengg dengg dengg '. Suara tatapan ganas Vin ke Jessie.
Kenapa dia harus makan disini! Dan kenapa dia harus TINGGAL DISINI!!! HAHHH!! Marah Vin dalam hati sambil terus menatap Jessie dengan ganas.
" K'Vin! ". Teriak Dey di telinga kanan Vin.
" HAH!! ".
" Jangan bengong, makanannya di lalatin tuh ". Tunjuk Dey.
" Yaahhh!! ". Keluh Vin.
Makananku... . Kesal Vin.
" Ayo... yang sudah makan, langsung di cuci di perut kalian masing-masing ya ". Senyum sang ayah.
" Hm! ". Angguk Dey dan Jessie serempak.
' Kwrek '. Ayah menarik kursi dan duduk di depan Vin.
" Terimakasih, sudah mau membawa Jessie ke ayah ". Senyum sang ayah lagi. Vin tidak menjawab.
" Tapi... ngomong-ngomong. Apa keanehan Jessie ada yang lihat, selain kamu? ".
" Tidak ". Jawab Vin singkat.
" Ahh syukurlah ". Lega sang professor.
" Maksudku, tidak. Aku tidak tahu, ayah ". Lanjut Vin dan langsung membereskan makannya.
" HAH!! S-serius kamu! ".
" Iya, emang ada apa sama Jessie? yang aneh itu bola matanya, untuk yang lain sama saja denganku dan Dey. Teruss kenapa ayah segala adopsi dia dari panti? aku gak mau punya anggota keluarga baru lagi! ". Kesal Vin sambil berjalan meninggalkan sang ayah.
" Itu karena... dia kehilangan ibunya dan anggota keluarganya Vin, jadi ayah gak tega ". Lesu sang ayah.
" K-kehilangan ibu? ayah kira, kami juga gak kehilangannya? ". Vin menoleh.
A-aaduhh bagaimana ini? Apa dia sudah tau soal ibu itu siapa? Kaget Agoston sang professor.
" Eemm soal itu... ".
" Soal ibu ayah! aku dan Dey aja gak tau wajah ibu seperti apa? ". Vin langsung berbalik menghadap sang ayah.
" Ibu kalian dulu ada. Tapi... sekarang ayah gak tau, ibu pergi kemana ". Sesal sang professor mengingat masa lalunya.
" Hah! A-aku punya ibu!! ". Kaget Vin tak menyangka. Sang professor mengangguk pelan.
" Tapi... dia sudah meninggalkan kalian, Vin ". Sedih sang ayah.
" Apa?! KENAPA?!! ".
Karena kalian manusia robot. Ayah telah membuatnya kecewa dari sekian banyaknya masalah, tentang ayah yang ingin mempunyai seorang anak bahkan menipunya dengan ayah membuat kalian yang hanya boneka yang terisi batrai.
" Ayah juga tidak mengerti ".
' BUK '. Bunyi pukulan dari tembok dapur.
" VIN!! Kenapa!! ". Sang ayah langsung berlari menuju dapur.
" Aku benci, ayah!! ".
__ADS_1
" K-kenapa?!! kenapa kamu benci ayah? ayah salah apa? ". Kaget Agoston.
" Bukan itu maksudku. AKU BENCIII IIBBUU!!! ". Teriak Vin.
' BUK '. Vin memukul tembok hingga retak.
' Glek '. Agoston menelan ludah ketakutan.
Menyeramkan... apa yang harus aku perbuat? Vin sangat pemarah. Batin sang professor keringat dingin.
---
" Dey! sudah masuk! ". Suruh Vin, melihat Dey dan Jessie masih menonton televisi.
" Udah K'Vin duluan aja bobo, aku dan Jessie lagi nonton film kartun baru nih ". Jawab Dey sambil bercanda ria dengan Jessie.
" Tapi ini udah waktunya jam bobo, besok kesiangan lho sekolahnya ".
" Iya nantii... ".
Haaahh... membosankan. Batin Vin cemberut kesal.
" Dey! main mobilan di kamar yuk! ". Kali ini Vin membujuk Dey dengan cara bermain.
" Gak, K'Vin. Aku masih mau nonton, nanti aja kalo filmnya udah abis ". Jawab Dey sambil berteriak.
" Yaudah. K'Vin pinjam robotmu ya ".
" Iya... ".
" Ish! ". Nyebelin, kirain Dey marah. Malah dibolehin. Kesal Vin yang masih memperhatikan mereka berdua.
Seseru itu apa nontonnya? kalo ama aku maunya minta udahan. Giliran Jessie aja, seneng banget nontonnya, padahal aku juga suka kartun itu. Kesal Vin lagi.
" Ya, K'Vin ".
" Kenapa? kamu gak suka aku disini! ". Vin semakin kesal.
" Bukan itu. Tapi, filmnya udah habis. Aku dan Jessie udah mau ke kamar ". Jelas Dey. Vin hanya terdiam kesal, lagi-lagi dia dicuekin begitu saja.
Di dalam kamar, Vin hanya menatap dinding-dinding langit kamarnya. Dia tidak bisa tidur karena ada perempuan di rumah itu, membuat terasa risih setiap akan keluar kamar.
" Dey... kamu udah bobo belum? ". Tanya Vin pelan.
" Belum ". Jawab Dey cepat.
' Bruk '. Vin langsung bangkit dari posisi terlentangnya.
" Hah! Yey! ". Semangat Vin.
" Kenapa emangnya? ". Dey menoleh kebelakang.
Posisi tempat tidur Vin and Dey tidak sama rata. Untuk sekarang Vin di atas dan Dey dibawah, lalu hari berikutnya juga saling bertukar posisi.
" Kamu keliatannya seru banget main sama Jessie ". Omong Vin perlahan.
" Seru dong! Jessie memang orangnya asik, aku sama dia banyak banget lho kesamaannya ". Ceria Dey sambil membenarkan posisinya menjadi duduk.
" Oh ". Jadi, sekarang aku dilupain. Oke, liat aja nanti Dey. Aku akan membalasmu lebih menyakitkan. Vin geram.
" Tapi... ". Dey mulai membuka mulutnya (jujur dari hati yang dalam).
__ADS_1
" Hhm? ". Vin penasaran.
" Tapi aku bingung K'Vin. Kenapa aku melihat Jessie waktu pertama kali, dan Jessie yang sekarang bilangnya tidak mengenali? ".
" Hah? maksudnya? ".
" Sstt ini harus kita aja ya yang tau. Dey takuut... ". Melas Dey.
" Ooh oke oke ". Vin langsung duduk di kasur Dey.
" K'Vin tau kan. Mata kita ini kalo sudah liat orang yang sama, secara otomatis pasti ada bertulis 'mengenali' kan? tapi... kalo yang ini kenapa gak ya? kalo emang Jessie ini yang dulu, kenapa dalam penglihatanku bahkan memoriku tidak mengenalinya? Mataku bertulis 'pengenal' artinya orang yang baru aku liat pertama kali, dan dimemoriku hanya memunculkan wajah Jessie yang sekarang. Padahal, aku sangat ingat wajah Jessie yang dulu, yang aku kenal ". Cerita Dey panjang.
" Lho? kok bisa sih. Iya juga sih, aku aja liat kamu juga bertulis 'mengenali' di sebelah kanan atas mataku, sedangkan Jessie gak ".
" Yaa itu karna K'Vin belum pernah liat Jessie yang dulu. K'Vin dulu pernah nanya tentang perempuan kan, aku tau apa itu perempuan, sejak aku liat Jessie. Aku sempat memperhatikannya secara detail, dan aku sempat bingung, kenapa aku dengannya berbeda, dia punya rambut panjang lalu pakai rok, sejak itu pertama kali memoriku memberitahu tentangnya. Kalo dia berjenis kelamin perempuan, perempuan memang memakai rok atau dress, lalu hampir seluruh di kalangan perempuan memiliki rambut melebihi leher ".
" Oohhh itu dia yang aku ingin tanyain ke kamu, Dey. Penjelasan itulah yang aku maksud sejak dulu ". Kagum Vin.
" Ohh hahaha. Habis dulu K'Vin nanyanya juga bingungin sih. Jadi aku jawab cuman singkat, perempuan itu adalah cewek atau wanita lalu bla bla bla sekian terimakasih ". Ledek Dey.
" Hehh! kamu aja yang lemot. Eemm terus apa yang kamu ingin lakuin? ". Vin mulai serius.
" Hhm... aku?? Eemm bingung K'Vin, aku bingung ".
Bocahnya mulai lagi. Sebal Vin.
" Adeehh... kamu tuh. Yaudah, kalo gitu ayo kita curigai dia, dan bongkar rahasianya ". Semangat Vin.
" Ah. Gak ah, aku takut. Lagipula, kata ibu guru Dey, kita itu gak boleh gampang curiga sama orang. Jadi... mending K'Vin aja, kalo aku mendingan pilih bobo nyenyak daripada kepoin orang kayak gitu ".
" Hhaahh!! kamu tuh gak ada semangat - semangatnya. Kita ini akan jadi dektektif lho! masa kamu gak mau ".
" Kalo cuman mainan mah aku mau K'Vin. Tapi kalo ini, beneran curiga sama orang sesungguhnya ".
" Ahhh terserah ". Sebal Vin, langsung kembali ke kasurnya.
Baiklah! Pokoknya, aku akan buktikan semuanya. Aku akan membongkar rahasia cewek nyebelin itu. Hm!
_______________________________________
**Ayo, readers!
Beri semangat terus ya. Buat nyenengin Vin and Dey. Dari dukungan dan motivasi kalian yang luar biasa...
Thank you very much
Buat readers author yang setia sampe sekarang
Love youuu, ehe. Eh?
Continued
_______________________________________
Like 🌟,
Comen 💬,
Share 📤,
and be a
__ADS_1
Royal Readers 👀**