
" Buku tulis bawa dua, yah ? ".
" Iya. Dey ".
" Ayah. Apa seperti ini pakai bajunya ? ".
" Di masukkan kemejanya Vin. Ke dalam celana panjangmu ".
" Ooh... Okey ".
" Ayah ini bekal untukku? ".
" Iya Dey. Itu yang biru punyamu dan merah kakakmu ".
" Ayah, apa kelas kita berbeda ? ".
" Iya Vin. Kamu kan kakaknya Dey, kamu di gedung SMP dan Dey di gedung SD ".
Benar dugaanku, kami dipisahkan. Dalam hati Vin menatap sang ayah.
" Terus K'Eysi yang cantik di gedung mana? ".
" Eysi kelas 6 SD tunggu lulus dulu, baru SMP nya nanti bareng kakakmu ".
" Memang aku kelas berapa, yah ? ".
" Kamu di kelas 7. A, Vin ".
" Kalau aku? ".
" Kamu kelas 5, tapi ayah belum tahu kamu di kelas 5 apa ".
" Yaaa... ". Cemberut Dey.
" Udah... udah... kamu nanti juga tahu dari gurumu ".
" Hhmm ". Dey mengangguk pasrah.
" Ayah. Kalau nanti kita gak ngerti materi di dalam pelajarannya, bagaimana? ".
" Tenang Vin... ayah sudah mempercanggih memori yang ada di dalam kepala kalian. Biasanya manusia umum lebih menyebutnya Otak. Otak adalah memori dan memori adalah otak. Jika, nanti kalian ada kesulitan menjawab sesuatu dan mempertanyakan sesuatu secara otomatis penglihatan, dan memori kalian akan berjalan layaknya internet. Oh iya, ayah ingin kalian harus jaga diri, jangan gulung baju lengan kalian sembarangan apalagi buka baju kalian. Dan satu lagi, hindari kulit dari api secara langsung! Vin jangan coba-coba kamu makan makanan pedas karena itu kelemahan kamu, perbanyak makan makanan bersantan atau berkuah ! Dey, kamu harus utamakan makan makanan manis, hindari makanan berminyak! Oke? ". Jelas sang profesor.
" Oke ayah. Siap ! ". Jawab Dey.
" Ayah. Tapi... kalau kami kena air hujan, boleh tidak ? ". Tanya Vin sambil merangkul tasnya di punggung kanan.
" Boleh. Kalian tidak akan bermasalah dengan cuaca ". Jawab ayah langsung mengambil kunci mobilnya.
" Ayah! aku sekolah di tempat ayah bekerja? ". Penasaran Dey sambil mengikat tali sepatu tanpa bantuan sama sekali.
" Ya. Tapi, lebih baik pas kalian ketemu ayah di sekolah tolong panggil ayah. Bapak guru atau pak guru saja ya ".
Kenapa ayah memakai nama samaran segala, apa yang dia rencanakan lagi sih!! Tatap sinis Vin ke sang Profesor.
" Kalian sudah siap? ". Senyum sang ayah.
" Sudah ayah 😁, K'Vin sudah siap kan? ayo berangkat ". Ceria Dey langsung mengambil tangan kiri Vin.
Sang ayah tersenyum melihat kedua anaknya, melihat Dey yang sangat menggemaskan dengan seragam putih merahnya dan Vin putih birunya disertai rompi di dadanya.
---
" Hei! Bisa gak sih kalian tenang? ". Bentak Ibu guru di kelasnya, sering disebut Mrs (dibaca mis/ibu dalam bahasa inggris).
" Ssttt jangan berisik!!! ". Bentak Dila, si kapten basket perempuan di sekolahnya.
" Hari ini kalian semua mendapatkan teman baru ". Ucap mis Tiur dengan santai.
" Hah! Seriusan mrs?? Saya juga anak baru hahaha ". Ledek Edzard si anak paling kaya di sekolah itu, ia tertawa bersama teman-temannya.
" Ganteng... maksud mrs-nya, anak baru yang tanpa mengikuti Mos. Sedanglan kita dari awal MOS juga udah masuk ". Jawab Grizelle dari ketua geng perempuan, Grizelle anak yang juga kaya rayanya dibawah pangkat Edzard, dia menyukai lelaki tampan, kaya raya, putih, dan berbakat.
* Masa Orientasi Siswa (pada tahun ajaran 2015-2016)
" Sudah... diam!!! ". Marah mra Tiur lagi.
" Haah... Berapa kali sih saya teriak demi kelas ini tenang! Emangnya ini pasar apa! Ini kelas, kalian berada kelas bukan pasar! Sudah jangan ada yang berani bicara lagi, kecuali saya! Kalau ada yang berani bicara, saya beri hukuman berat buat kalian! Kalian anggap saya guru yang lemah, biarin saja kalian belum lihat saya kalau saya sudah berat hukuman berat ke kalian! ". Kesal mrs Tiur sambil meluapkan emosinya.
" Mungkin dia lagi pms heheh ". Bisik Jim ke telinga Edzard.
" Sstt udah diam! gue penasaran siapa anak barunya ". Jawab Edzard dengan tersenyum picik.
" Mrs! mau tanya ". Edzard menunjuk tangan sambil berdiri.
" Ya. Ada apa? ".
__ADS_1
" Anak barunya cewek apa cowok!? ".
" Kamu menanya dengan saya kayak sama temanmu saja, saya ini guru! Lagipula nanti semuanya juga liat! Saya juga daritadi di dalam kelas! Saya juga menunggu ada pak 'Kepsek' ke sini, untuk konfirmasi pada saya ". Jelas mrs Tiur sambil mengoreksi pr murid-muridnya.
*Kepala Sekolah
" Berarti anak barunya, belom dateng dong? ".
" Iyalah ". Sewot sang guru.
Tak lama, akhirnya semua murid mengeluh dari kelas yang tadi telah hening. Suara ketukan pintu pun muncul, semua langsung bersorak heboh tapi ternyata anak sebelah yang meminta nilai ke mis Tiur.
" Haahh manusia *******! Gak tau diri lo, gue kira anak baru! Ternyata *anak culun sebelah!😡 ". Marah Edzard sambil melempar bukunya.
*anak culun di kelas sebelah
" Tau ah elah, gue kira anak barunya! Udah tau gue mau masukkin ke geng gue! ". Marah Grizelle sambil melipat tangannya.
" Eh, cobek! Tadi lo bilang apa?! ". Kesal Edzard melotot ke Grizelle.
" Iihh sayang... kasar banget sih ". Cemberungut Grizelle.
" Udah cepetan! Tadi maksud lo apa?!! ".
" Ish... iya deh. Tadi aku bilang, kalau ada anak barunya. Gue mau masukin ke geng gue ".
" Heh! Gak bisa gitu dong! kalau anak barunya cewek baru masuk geng lo, tapi kalo dia cowok baru masuk geng gue! ". Ancam Edzard.
" Gaklah orang inginnya di geng gue😚 ada cowoknya, biar nanti kalo ada apa-apa bisa dibelain ".
" Eh! Enak aja lo gak bisa gitu lah! Geng cowok ya semuanya cowok, geng cewek ya semuanya cewek! ". Bentak Edzard semakin memanas.
" Yaudah sih, nanti biar suruh pilih aja dia mau masuk mana ". Jawab Grizelle sambil membuang muka.
'Tok tok tok'.
" Anjirr daritadi bolak balik mulu sih itu *manusia kutu buku! ". Emosi Edzard.
*manusia kutubuku masih sama dengan anak culun sebelah
" Siapa yang tadi bicara kasar! ". Kata pak kepsek tiba-tiba.
Semua teman menengok ke arah Edzard.
" Kamu ternyata. Ganteng, ganteng kok kasar ngomongnya ". Pak kepsek malah meledek.
" Heheh iya maaf pak ". Sok kalem Edzard di depan pak kepsek.
" Ya sudah tak apa. Saya disini mau ngapain ya? ". Ledek pak kepsek lagi, yang memang sudah terkenal akan komediannya itu.
" Anak baru pak... Anak baru... Huuu ". Sorak anak-anak dikelas.
" Oh iya iya😁😁. Saya lupa ".
" Lupa. Apa sengaja pak ". Ledek Dila.
" Eh... abang Dila cowok kamu malie ya? ".
" Hah!! Maksudnya?? ". Bingung Dila.
" Hahah garing pak ". Tawa geli Ebra atau Ebrahim yang masih satu geng dengan Edzard, tapi dia anak yang sangat pemalu walau pemalu banyak ngomong dan gampang tertawa, mau itu lucu ataupun garing.
" Ooh garing ya? oh ya sudah, bapak kenalin aja langsung ya anak barunya. Kasian dia kelamaan di luar hehe ". Cengir pak kepsek sambil melongo keluar kelas.
" Sstt kamu yang di luar. Mau masuk tidak? kalau tidak mau masuk saya tutup lagi pintunya ". Ledek pak kepsek langsung menutup pintu.
" Yaaa si bapak. Kok ditutup? Penasaran kita nihh ". Teriak Friska cewek tomboy selain Dila sekaligus teman satu geng Grizelle.
" Dianya gak mau masuk. Daritadi bapak di sinis-in ". Curhat pak kepsek.
" Hadeeehh bapak kelamaan nihhh ". Keluh para muridnya.
" Iya iya mohon bersabar... ini ujian ". Ledek pak kepsek lagi.
" BApakkk!!! ". Teriak seluruh murid.
Pak kepsek pun tertawa dan langsung membukakan pintu 🚪untuk sang murid barunya.
" Hooooaaaaa ". Serempak seluruh murid.
Ketika pintu terbuka lebar. Berdiri lelaki gagah ditambah, badan besar layaknya panglima, tatapan tajam, bahkan...
berdirinya yang kaku layaknya es batu.
" Ganteng sih, tapi kok kaku gitu ya? ". Bingung Grizelle.
__ADS_1
" Yaudah buat geng gue aja, jangan ambil jatah gue! ". Marah Edzard.
" Aih! entar dulu, tadi aku udah bilang, biar nanti dia yang piliihh ". Kesal Grizelle tak berani menatap Edzard yang sedang marah.
" Sstt tolong tenang ya... sepertinya temanmu ini agak gugup karena pindahan dari Perancis ". Omong pak kepsek menenangkan semua murid.
" Whoooaa pantesan dia bule ".
" Parah parah parah dari negara romance ".
" Gue gak nyangka sekolah bala begini, dapet orang bule dari Eropa gengs ".
" Heh! kayaknya gue bener-bener, dapet kecocokan buat geng kita ini ". Omong licik Edzard.
" Tapi... Zard. Siapa yang mau kita keluarin dari geng kita? kata lo, geng kita hanya menampung 5 anak elite + cogan? ". Tanya Ray sambil merasa cemas.
" Anak lelaki payah yang tak berguna bahkan tak bisa diandalkan, dan lelaki yang telah jatuh miskin ". Senyum tipis Edzard.
" Maksud... lo? Farn? tapi... bukankah dia yang paling bisa diandalkan dalam mengeluarkan kata-kata menyelekit? ".
" Semua orang juga bisa seperti itu! Jadi dia gak berguna lagi di geng ini, dia hanya sampah! Sampah itu harus dibuang! ". Tatap tajam Edzard ke Farn yang hanya menatapnya dengan datar.
---
" Kamu... boleh duduk Ervin ". Senyum pak kepsek.
" Oh. Panggil saya Vin saja sudah cukup ".
" Ooh Vin. Oke, nama panggil yang singkat ".
" Vin duduklah situ samping gue! ". Teriak Edzard melirik ke tempat duduk Farn.
" Eemm tapi,,, ". Lirik Vin ke Farn.
" Farn minggir, itu wilayah kami! lo bukan lagi bagian dari kami! ". Tunjuk Edzard ke Farn.
Dengan santai Farn menyingkir dari tempat duduknya, tanpa ambil masalah panjang.
" Maaf... ya, gue gak bermaksud ngusir lo ". Bisik Vin ke telinga Farn, ketika melewatinya.
" Hei! gue pingin lo gak masuk ke geng manapun. Karena lo nanti akan menjadi bonekanya saja ". Jawab Farn masih menunjukkan wajah santainya.
Boneka? ayah benci itu. Pasti ayah akan marah kalau aku atau Dey di bilang boneka.
" Woy! Silver ngapain lo matung disitu? duduklah... ". Ketus Edzard.
Vin pun duduk menatap Farn yang duduk di paling depan dengan teman lainnya.
" Hai, kenalin aku Grizelle Annabeth, panggil aja Grizelle ". Kata Grizelle menjulurkan tangannya.
Ketika Vin ingin menerima salamannya itu.
' Plak '. Tangan Grizelle langsung di pukul dengan Edzard.
" Vin! Dia inginin lo masuk gengnya, jangan mau Vin! ". Halang Edzard yang sudah keluar dari kursi, berdiri di dekat kursi Vin.
Fran bilang jangan mau masuk geng manapun, kalau aku masuk nanti aku jadi boneka? Batin Vin bingung.
" Iihh kamu apaan sih Zard! aku cuman mau kenalan doang sama dia, huft ". Cemberut Grizelle.
" Gue tau lo mau bujuk dia! biar dia masuk ke geng lo, kan? ". Marah Edzard.
" Trus lo kesini buat apa?! Selain membujuk dia masuk geng lo!!! ". Ketus balik Grizelle yang mulai berani menatap Edzard.
" Hei! Kalian!! Bisa gak sih tenang!! Kamu gak lihat saya disini!! ". Bentak mrs Tiur yang diabaikan mereka berdua.
" Edzard... saya kira, kamu anak kalem. Ya sudah sini kamu ikut bapak dan sama cewekmu itu ". Bujuk pak kepsek yang masih berdiri di depan.
" Dia bukan cewek saya pak!! ".
" Iya... udah, iya. Kalo dia bukan cewekmu ya jangan sewot begitu dong... ". Santai pak kepsek, lalu pergi sambil membawa kedua muridnya itu, Edzard dan Grizelle.
**Continued
_______________________________________
Like 🌟,
Comen 💬,
Share 📤,
and be a
Royal Readers 👀**
__ADS_1