
" Lama! ". Keluh Jessie sambil mengayun-ayunkan kedua kakinya.
Mereka duduk dikursi kayu yang sedikit krenyok. Menunggu kedatangan sang kakak.
" Udah... sabar aja ". Jawab Dey sambil tersenyum.
Jessie menatap Dey dengan tatapan penasaran.
" Dey, tadi itu... kamu ngomong sama siapa? K'Vin ya? ". Tanya Jessie tiba-tiba.
" Enggak tuh ". Geleng Dey cepat.
" Terus, kamu ngomong ama siapa? ". Bingung Jessie.
" Ya, kamulah. Gimana sih, haha 😂 ". Tawa Dey.
" Aku?? tapi... kenapa kamu nyebut nama K'Vin? ". Bingung Jessie.
" Hah😕? K'Vin, Eemm... yang kamu maksud, yang aku bilang ini kan, 'udah... sabar aja' itu kan? ". Tanya Dey balik.
" Yaampun Deyyy!!! Bukan itu! ". Teriak Jessie sampai menepuk jidatnya.
" Oh! bukan yang itu ya ". Wajah polos Dey muncul seketika.
" Hehe maaf ya, aku kira yang itu ". Cengir Dey sambil menggaruk-garuk rambutnya.
" Bodo amat! ". Kesal Jessie.
---
Setelah itu, mereka saling diam-diaman. Hening tak bersuara, Jessie menengok lagi ke arah Dey.
" Dey ". Panggilnya.
" Iya ". Jawab Dey tanpa menengok ke arah Jessie, ia sibuk melihat kakinya yang sedang terayun-ayun.
" Umurmu... berapa? ".
" Sepuluh ". Singkat Dey.
" Nama panjangmu? Siapa? ".
" Deyka Naza Rain ". Jawab Dey, lagi-lagi tanpa menengok sekalipun.
" HAH!! S-serius kamu??? ". Teriak Jessie tak percaya.
" Iya, aku udah ngenalin diri dengan nama itu. Padahalkan, K'Vin udah kasih nama buat aku, tapi malah nama itu yang muncul dalam memoriku, teruss aku ucapkan dengan begitu aja ". Jujur Dey.
" Ohh... berarti kita jadi anak kembar aja yuk ". Ajak Jessie sambil tersenyum.
" Hah, anak kembar? maksudnya? ".
" Adeh... ". Jessie menepuk dahinya lagi.
" Anak kembar itu... anak yang terlahir dengan tanggal, bulan, tahun dan tempat yang sama. Begitupula dengan wajahnya yang seiras atau mirip, dan biasanya kebanyakan orangtua yang memiliki anak kembar, sering memberi nama anak kembarnya juga sama ". Jelas Jessie.
" Terus... apa hubungannya sama kita? ". Bingung Dey.
" Hubungannya adalah kita itu sama-sama punya umur yang sama, tanggal lahir pun juga sama, dan nama kita pun juga hampir sama. Berarti... kita KEMBAR! Yeey ". Senang Jessie sendiri.
" Hh... emang? ". Dey mengangkat alis tak percaya.
" Oke, kenalin ". Jessie menyodorkan tangannya, dan disusul oleh Dey.
" Aku. Jessie Nazalia Raina, panggil aku Jessie ". Senyum Jessie dengan sangat manis, ditambah lesung pipinya yang ada dikiri bawah.
" Hah!!! ". Kaget Dey.
Kok sama? Batin Dey tak percaya.
" Iya. Ayolah... mau kan jadi my twin? Ayolah... ". Melas Jessie sambil menarik-narik pelan di kemeja sekolah Dey.
" Aaa... gimana ya? tapi wajah kita gak mirip, terus kamu juga cewek sedangkan aku cowok ".
" Hello... Dey. Kembar itu bisa cewek cewek, bisa cowok cowok, bahkan bisa cewek cowok! ". Kesal Jessie.
" Oohh... gitu ya. Terus wajah kamu juga beda sama aku ".
" Udahlah, sama-samain aja... yang penting warna kulit kita sama-sama putih, ya kan? ".
" Eemm... yaudah deh terserah ". Pasrah Dey.
" Yeeyy! lagipula mumpung aku belom perkenalkan diri disekolah, biar nanti pas sekolah kita udah jadi anak kembar. Aku juga mau minta ayah yang mengurus ini semua hehe ". Senang Jessie.
" My twin! kita main siapa cepat pasti menang yuk! ". Ceria Jessie yang sudah siap di depan jalan berlubang.
" Hm ". Angguk Dey semangat.
---
" Hahaha ". Tawa ceria mereka, bermain hingga belepotan lumpur dan air genangan hujan itu.
" Dey, kamu lucu. Kayak teddy bear hahaha ". Tawa Jessie, melihat Dey yang belepotan lumpur dan air genangan.
" Hah? teddy bear? ".
" Tau gak teddy bear? ". Tanya Jessie. Dey menggeleng.
" Teddy bear adalah boneka beruang yang sering di mainkan oleh anak-anak. Biasanya boneka beruang memiliki bulu yang lembut, dan wajah yang sangat menggemaskan, jadi banyak orang yang suka memeluknya ". Jelas Jessie.
__ADS_1
" Ohh ". Angguk Dey mengerti.
" Udahan yuk, aku cape ". Ajak Dey, dan duduk di tempat semula.
" Yaa... masa udahan ". Lesu Jessie.
" OH! Berarti aku pemenangnya dong? ". Melotot Jessie.
" Yaudah... kamu aja. Aku emang gak pernah menang ". Jawab Dey sambil berbaring di kursi krenyok itu.
Kepala belum menyentuh kursi, tiba-tiba malah ada yang memanggilnya.
" Dede Dey! ". Teriakan yang tak asing lagi. Dey menengok ke arah sumber suara, termasuk Jessie yang sudah berdiri di dekat Dey.
" K' Vin! ". Melotot Jessie.
" Siapa kamu? ". Bingung Vin.
" Lho! Kalo itu siapa? ". Tunjuk Jessie ke orang disamping Vin.
---
Dua jam sebelumnya.
" Uhuk uhuk uhuk, aduhh aku kok batuk-batuk mulu ya ".
Seseorang berdiri di depan sekolah menengah pertama swasta.
" Owh! Vin! ".
Vin menengok.
" Hai 👋👋 ". Orang itu melambai-lambaikan kedua tangannya berkali-kali.
" Hah!! Iiihhh ". Vin langsung berbalik badan.
Kenapa siang gini, ada makhluk begituan sih. Batin Vin sambil berjalan cepat ke arah depan, tidak berani menatap lama ke makhluk yang tadi ia lihat.
" BHAAA!!! ".
" WHOAAAHH!!! ".
'PLAK'.
Terkejut Vin, dan langsung menampar makhluk itu hingga keras. Ia refleks karena kaget, karena makhluk yang tadinya di belakang malah ada di depannya.
" Aauuww! ". Teriak makhluk itu yang telah tertampar oleh tangan mautnya Vin.
" KEBIASAAN!! ". Teriaknya, dan langsung berdiri, lalu menepuk-nepuk roknya.
" Hm 😕 ". Vin hanya terdiam, menonton kan makhluk berambut hitam panjang itu.
" Uhuk uhuk, ini gue! ". Teriak makhluk itu sambil menguncir rambutnya dengan asal.
" Siapa? ". Ledek makhluk itu yang ternyata seorang gadis yang pernah ia temui.
" Eem... Lo siapa ya? ". Tanya Vin plinplan.
" Isshh lupa kan lo! ". Cibir gadis itu sambil melipat tangan.
" Kok lo tau, kalo gue lupa ".
" Yaiyalah tau, orang cuek kayak lo! Gak pernah peduli sama orang sekitarnya! ". Sewot gadis berambut panjang.
" Oh ". Jawab Vin singkat.
" Tuh tuh, bener kan. Masa jawabnya sesingkat itu sih, issh! ". Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Ya, emang harus jawab apa! ". Vin mulai kesal.
" Ya apa kek, yang buat orang nyaman dengernya ".
" Ish, RIBET! ". Melotot Vin, dan langsung berlangkah pergi. Meninggalkan gadis itu.
---
" Ih, ada sepeda! ". Senyum gadis itu dan memungut sepeda yang tergeletak di depan gerbang sekolah.
' Kring kring kring '. Suara bel sepeda disamping kanan Vin.
Vin menengok ke arah bel sepeda yang melewatinya.
" VIN! Gue duluan yaa... Bye... ". Senyum gadis itu sambil melambaikan tangannya dengan santai.
" Yaudah sono! ". Marah Vin, dengan menyatukan kedua alisnya.
Tik 🕐 Tok 🕜 Tik 🕑 Tok
" HAH!! Sep-sepeda!!! ". Sadar Vin.
" Heh! dia udah nyadar! ". Kaget gadis itu langsung mengayuh sepedanya dengan cepat.
" Woiiiiii sepedaa gueee!!!! ". Marah Vin sambil mengejar sepedanya.
' Kring kring kring '.
" Misiiii!!! ". Teriak gadis itu. Ia mengebut, dan memasuki gang-gang kecil yang dipenuhi oleh warga.
" Woiii tungguuuu!!! ". Kesal Vin, terus mengejar.
__ADS_1
" Heeeiii hati-hati! ". Marah seorang ibu yang menggendong bayinya.
" Hah! Iya maaf bu ". Jawab Vin.
' Kring kring kring '
" Wooooo ". Gadis itu menuju belokan yang sangat juram.
' TIIIINNN '. Motor mengklaksonkan gadis itu yang hampir menabraknya.
" Yaaaa maaf pakk ". Teriaknya.
' Kring kring kring '.
" Hei, Vin! ". Ledek gadis itu sambil melewati Vin lagi.
" Wooiii kembaliin!!! ". Kesal Vin
' Kring kring kring '.
" Hosh hosh hosh ". Dengus Vin terengah-engah, yang telah tertinggal oleh gadis itu.
" Ada apa dek? ". Tanya seorang bapak, yang melihat Vin tergesa-gesa.
" Hm?... Hah! Iya itu. Sepeda saya, dibawa maling perempuan! ". Ide Vin.
" Hah?! Maling!! ".
" IYA, maling! ". Semangat Vin.
Awas aja lo Eysi. Hah! Eysi? Iya itu Eysi.
" MALIINGG!!! ". Teriak para warga.
" Dimana malingnya? ". Tanya salah satu pak rt gang itu.
" Tadi disana pak ". Tunjuk ibu-ibu di atas bale-balenya.
Aduhh... gimana nih? Bingung Vin mencari cara.
' *Kring kring kring '.
Hah*!!
" Hah!! ". Para warga menengok ke sudut kanan gangnya.
" ITU MALINGNYAAaa!!! ". Teriak warga yang siap menangkap Eysi.
" VINnn!!! Aku udahan ". Tiba-tiba Eysi teriak, dan melambaikan tangannya dari kejauhan.
" Hah?!! ". Bingung warga menengok ke arah Vin.
" Aaa... ya. Dia teman saya. Saya pamit ya, permisi... ". Alasan Vin melewati warga dengan jalan menunduk.
Para warga terdiam sejenak. Saling tengok menengok satu sama lain.
" Eysi! Eysi! Ayo cepetan ". Kata Vin, langsung naik di joke belakang.
" Uhuk! Lho? udah inget ". Cengir Eysi.
" Udah cepetan... ". Gereget Vin.
" Kenapa harus cepetan? ". Bingung Eysi.
" Aarrghh KELAMAAN! UDAH SINI! ". Kesal Vin langsung perpindah posisi.
" KEJARRR MEREKAAA!!! ". Teriak warga, berlari menghampiri mereka.
" WHOOAAAA GAWAT!!! ". Panik Vin.
' Syut syut syut SYUUuutt '. Vin langsung mengebut kencang.
" Haaahhh... pelan-pelan Vin!! ". Panik Eysi, langsung memeluk erat ke pinggang Vin.
' Brem brem brem '. Suara motor melaju.
" Vinnn... CEPATT ada yang ngejar pake Mottoorr!!! ". Panik Eysi sambil menengok kiri kanan, dan belakangnya.
" Hah?! Serius!!! ". Kaget Vin. Yang siap menghadapi rintangan.
Baik! Yang lolos akan terselamatkan dari maut, yang kalah tetap harus menghadapi maut yang ada! Batin Vin tertantang, ia mulai semangat menghadapinya.
' Breeeemmm '. Motor-motor itu mengebut.
" Ghiaa Vinn cepattt!!! ". Panik Eysi.
" Tenang Eysi! anggap aja ini dunia game ". Cengir Vin.
" Hah? ".
**Continued
_______________________________________
Like 🌟,
Comen 💬,
Share 📤,
__ADS_1
and be a
Royal Readers 👀**