Robot The Humans

Robot The Humans
A Name That Always Strikes Me


__ADS_3

" K'VINNNNN...... ".


" HOOAAHH ".


" Sekolah sekolah sekolah ".


Dey beranjlut-anjlutan di kasur Vin. Membangunkan untuk sekolah.


" Sejak kapan K'Vin bisa tertidur? ". Tanya Dey di kamar mandi.


" Entah... Sepertinya sejak badan ku berubah menjadi kotak-kotak. Sekarang jadi... sering melemah, harus beristirahat cukup. Ayah juga bilang, aku ini memakai batrai ". Jawab Vin sambil mengambil odol dan pasta gigi. Dey hanya mengangguk-angguk mengerti.


---


" Ayah mau makan apa? ". Tanya Dey.


" Ayahh ingin nasi goreng aja biar simple ". Jawab sang ayah.


Dey jalan ke dapur mencari nasi putih, rempah-rempah, hingga bumbu-bumbunya, setelah itu ia memasukkan semuanya ke dalam perutnya, tapi lebih tepatnya adalah ovenan yang memang di sengaja dibuat, oleh sang Profesor karena ia tidak bisa memasak, maka perlu juru masak untuk itu, sekarang ia telah memilikinya yaitu Vin and Dey. Koki sekaligus anaknya.


Ia memanfaatkan mereka untuk ke simple-an dalam hidupnya. Karena sang profesor berpikir, ' Mereka pasti akan menyusahkanku, jadi aku juga harus bisa memanfaatkan mereka terlebih dahulu, sebelum semuanya terlambat '. Ucapnya dalam hati. Sebelum ia akhirnya membuat kedua Manusia Robot.


TRING


" Ini ayah... ". Dey menekan pusarnya, terbukalah ovenan itu, dan tersajilah nasi goreng ala Dey.


" Wooww terima kasih anakku ". Senyum sang profesor, mengelus gemas pada rambut Dey. Dey tersenyum, dan berlari ke kamarnya.


" Vin buat kan ayah minum ". Perintah sang ayah.


Ovenan itu bukan hanya berfungsi untuk memasak saja, melainkan membuat minuman, ice cream, menghangatkan, dan mendinginkan bahkan mencetak pun juga bisa. Mereka sangatlah canggih bahkan update secara otomatis yang memang sudah di desain dengan Vindey Agoston sejak awal Dey tidur, dan sejak awal Vin diperbaiki.


" Ayah mau minum apa? ". Tanya Vin. Menyadarkan sang ayah dari lamunannya tadi.


" Ah! Oh? Itu... Buatkan ayah soda ya ". Jawab sang ayah. Vin mengangguk pelan.


TRING


Lagi-lagi secara otomatis. Minuman itu tersaji dalam sekejap.


" Thank you Vin ". Senyum sang ayah.


" Your Welcome Dad ". Jawab Vin dengan bahasa yang sama.

__ADS_1


---


06.15


" Buku tulis bawa dua, yah? ". Tanya Dey, melongok ke ruang tengah melihat ke sang ayah.


" Iya. Dey ". Jawab sang profesor yang juga mempersiapkan diri, untuk pergi mengajar.


" Ayah. Apa seperti ini pakai bajunya? ". Lalu Vin datang, dengan seragam yang berantakan. Kemeja kancing atas sampai ketiga tak di kancing, kemeja di keluarkan, dan kerah kemeja di ke atas.


" Kancingnya di kancing Vin, kerahnya di rapihkan, lihat ayah ". Kata sang ayah mencontohkan ke sang anaknya.


" Sudah. Terus? ". Tanya Vin langsung sigap.


" Di masukkan kemejanya Vin. Ke dalam celana panjangmu ". Jawab sang ayah lagi.


Pusing jadinya... Ya, tapi tak apa ini hanya karena pemula. Omong sang profesor dalam hatinya.


" Ooh... Okey ". Vin mengangguk-angguk banyak.


Setelah semuanya telah siap, mereka di haruskan ke kantor sekolah Dey terlebih dahulu, agar bisa tahu dimana kelasnya.


" Aku kelas mana, ayah? ". Tanya Dey semangat, menghampiri sang ayah sesudah keluar kantor sekolahnya.


Agoston dan Vin pun mengantarkan Dey ke kelasnya,


" Ayah kayaknya sudah terlambat ". Alasan Dey melihat kelas sudah tertutup.


" Gapapa, Dey. Kamu ini anak baru ". Nasehat sang ayah.


" Tadi kamu semangat ". Ledek Vin.


" Tapi... Takuutt ". Melas Dey tak percaya diri.


" Di bilang gapapa, masuk aja ". Paksa sang ayah.


" Iya, udah masuk aja sih ". Vin ikut-ikutan maksa.


" Gak mauuu... pulang ajaa!! ". Rengek Dey, menarik-narik lengan sang ayah.


" Ayah juga ingin ngajar Dey, ayah juga gak bisa antar pulang, ayah juga mengajar di kelas atas ". Nasehat sang ayah lagi, sedikit membujuknya.


" Gak mauuu aku takuutt... aku udah terlambat... pulang ajaa... ". Rengeknya lagi.

__ADS_1


" Ayah. Tingkah Dey kenapa tetap seperti umur 5 tahun? ". Tanya Vin malah tak nyambung.


" Yaa memang harusnya, ia umur segitu. Tapi, gak tau kenapa tiba-tiba aja ada sistem yang rusak, dan sekarang apa boleh buat. Udah terlihat postur tubuh yang terlalu tinggi, pemikirannya berjalan seperti ia melambat waktu itu ". Jawab sang ayah.


" Maaf... Ini Dey ya? ". Tiba-tiba sang guru dari dalam kelas keluar, dan menanyakan ke Dey.


Dey terdiam. Hidung, mata, dan bibirnya memerah.


" Ayo, masuk nak. Teman-temanmu menunggu ". Senyum sang guru, menyodorkan tangannya. Untuk membantunya berdiri.


Akhirnya Dey pun masuk, dengan melihat keramahan sang gurunya. Ia masuk, berpamitan dengan sang ayah dan Vin. Lalu di tinggal pergi.


Sedikit gugup Dey memperkenalkan diri.


" Haii, H-halo! Perkenalkan nama aku Deyka Naza Rain. Ups! ". Dey salah ucap.


Aduuhh itu bukan namaku. Kenapa nama itu selalu aja ada dipikiranku sihh?? . Heran Dey dalam hati.


" Deyka silakan pilih tempat duduk mu ". Senyum sang guru.


Dey pun tersenyum gugup. Lalu, berjalan ke arah kiri dan menuju ke belakang, ketika ia sudah mulai mendekat kursi kosong pojok belakang.


" Hei! Kamu disini saja, Dey ". Kata gadis kecil (Jessica) sambil membereskan tempatnya yang berserakan dengan buku-buku komik miliknya.


Dey pun menerima tawaran dari Jessi, untuk duduk bersamanya. Ia duduk kedua dari belakang sebelah kiri, kanannya Jessi. Di hari pertamanya, Dey dapat teman yang cukup banyak, dan banyak yang menggemarinya.


" Jessi teman sebangku, Alex teman belajarku, Karen yang menyukaiku, Varel, Bobby, Kevin teman mainku, Acha princess ku, dan masih banyak lagi ". Cerita Dey ke Vin pulang sekolah.


" Princess kamu? Kamu suka Acha? ". Kaget Vin.


" Tidak ". Dey menggelengkan kepala sembari tersenyum.


" Lalu..,,?? ".


" Dia princess aku prince, dia ngajak aku bermain bersamanya seperti itu, dan sekarang aku diberi mahkota ini ". Dey membuka bajunya. Lalu membuka lemari penyimpanan yang ada pada belakang badannya.


" Woooww bagus, pantesan kamu taruh disitu. Gara-gara gak muat di tas ya, ahhaha ". Tawa Vin senang. Dey hanya tersenyum, lalu menutup kembali lemarinya itu.


^-^


**Sampai sini dulu ceritanya, ya. Nanti aku lanjut...


...Byeee

__ADS_1


To continued**...


__ADS_2