Robot The Humans

Robot The Humans
Perkelahian


__ADS_3

" Dey, duduklah disini ". Ajak Bobby yang sudah di dalam kelas.


" Hah? Tidak. Aku sudah bareng Jessi ". Jawab Dey ragu.


Kelas masih terlihat sepi padahal sudah setengah tujuh. Yang datang hanya ada Dey, Jessie, dan Bobby untuk yang lainnya entah mereka pergi kemana, termasuk Varel yang bilangnya mau pergi sebentar setelah berbaikan.


" Jessi... Jessica? ". Tanya Bobby bingung.


" Iya ". Angguk Dey pelan.


Kenapa Bobby gak membenciku ya? Batin Dey bingung.


" Jessica biar sama teman barumu itu ". Tunjuk Bobby ke arah Jessie.


" Ah! Aku? Oh, iya. Kamu belom tau aku ya? ". Sapa Jessie yang sedikit gugup.


" Hm ". Jawab Bobby singkat.


" Perkenalkan namaku Jessie Nazalia Raina, panggil aku Jessie. Dan Dey adalah kembaranku ". Senyum Jessie ramah.


" HOAAHH... jadi kamu punya kembaran! ". Kagum Bobby.


" Hehehe ". Tawa Dey malu.


" Wajah cantik. Oke, aku Bobby salam kenal juga yaa ". Sambut Bobby dengan semangat, sambil menjabat tangan dengan Jessie.


" Dey duduklah denganku. Biar Jessie duduk bareng Jessi, Eh! sama ya? Eemm duduk dengan sisi (Jessica) aja ". Saran Bobby.


" Iya aku setuju. Aku ingin teman baru ". Semangat Jessie.


" Wokkeehh... Yup, Dey. Mari duduk bareng ". Ajak Bobby.


" Tapi... tunggu dulu Bobby ". Tahan Dey.


Bobby kan tidak duduk sendirian... .Ragu Dey.


" Kenapa? kamu takut, aku memusuhimu? ".


" Aahh tidak. Tapi, bukannya kamu duduk bareng Kevin ".


" Eemm jangan dipikirkan. Lebih baik, bawa santai aja ". Kata Bobby santai.


" Keluar gak? ". Tanya Bobby yang mulai berdiri.


" Ah, tidak. Aku disini aja ". Jawab Dey pelan.


" Oke, baiklah. Aku keluar ya ". Senyum Bobby.


" Iya ". Balas Dey dengan senyumannya juga.


Satu persatu siswa/siswi masuk. Tak lama Jessica yang sekarang lebih tepatnya Sisi datang sambil menatap Jessie yang duduk sebangku dengannya.


" Siapa kamu? ". Tanyanya kesal.


" Hai, salam kenal. Aku Jessie Nazalia Raina panggil aku Jessie, aku...,,, ". Omongan Jessie terputus.


" Apa?! J-jessi!! Apa-apaan itu, dasar peniru! Aku gak nyuruh kamu buat duduk disini! ". Marahnya.


Dey langsung menengok ke arah Jessie dan Sisi.


" Aku disuruh duduk disini sama Bobby ". Jawab Jessie sambil memelas.


" Dih! Apa-apaan sih si Bobby! Aku gak mau duduk sama kamu! ". Teriak Sisi lagi sambil melotot.


" Cepat pergiii... ". Melotot Sisi dengan tatapan yang tajam.


" Jessica! ". Panggil Dey yang berdiri di sampingnya.


" Dey! K-kamu kapan datang? ". Kaget Sisi.


" Dey. D-dia ngambil tempat duduk kamu ". Melas Sisi sambil mengadu dengan Dey.

__ADS_1


Jadi... ini dibalik kebaikannya? Jessica yang kuanggap teman yang baik, ternyata dia malah pilih kasih. Batin Dey kaget.


" Aku duduk sama Bobby, aku menyuruh kembaranku duduk denganmu ". Balas Dey dengan pelan.


" Hah! K-kembaran? S-siapa?? Dia? ". Kaget Sisi lagi-lagi dengan melotot.


" Hhm ". Angguk Dey. Lalu pergi ke tempat duduknya lagi.


Dengan terpaksa Sisi duduk di tempatnya, di samping Jessie.


" Eh! Kamu jangan harap, aku duduk selamanya bareng kamu! ". Bisik Sisi ke Jessie. Sedangkan Jessie hanya terdiam.


---


Jam 07.35, pelajaran kedua sudah dimulai. Bobby dan kawan-kawan belum datang kekelasnya juga, termasuk Alex.


" Kemana mereka ". Bingung Dey pelan. Dey pun menengok ke barisan kirinya, terlihat Jessie duduk sendiri.


Jessica... Dia, benar-benar pemilih. Batin Dey yakin.


Jessica duduk lumayan depan, bersama Karen yang harusnya duduk dengan Acha. Tapi, Acha memang selalu saja terlambat.


' Tuk Tuk Tuk '. Ketukan pintu berbunyi.


Ya, benar saja. Acha-lah yang datang, dengan badan yang dipenuhi oleh keringat.


" Duduklah, ibu tidak akan menghukummu ". Senyum guru baru kami, namanya Bu Lina. Dia guru pemaaf. Padahal sudah masuk jam kedua, tapi tidak dihukum sama sekali.


" Iya bu, terimakasih ya ". Senyum Acha dengan manis.


Acha pun berjalan ke arah tempat duduknya.


" Lho! Kok? Kamu disini Jes ". Bingung Acha.


" Tanya aja Karen ". Jawab Sisi dengan malas.


" Karen... ".


" Udah... duduk gih di belakang, duduk dengan anak aneh itu ". Lirik Sisi ke belakang.


Acha menoleh dan berjalan menuju ke belakang.


" Eemm boleh bareng? ". Senyum Acha ragu.


" Hah!? Aaa... ". Bingung Jessie menatap Sisi seolah-olah bertanya.


" Hm ". Jawab Sisi dengan mendehem.


" Ya! Ya, silakan ". Tanpa sungkan Jessie pun senang.


" Perkenalkan namaku Jessie Nazalia Raina, panggil aku Jessie. Aku kembarannya Dey ". Senyum Jessie dengan senang hati.


" Hah! Kamu kembaran Dey? ". Senyum Acha.


" Iya, semua teman disini sudah tau. Karena tadi jam pertama aku kenalin diri di depan ". Cerita Jessie.


" Waahh... kalo begitu, kita bisa berteman baik ya ". Cengir Acha.


" T-temen baik? ".


" Ahh iya, pasti kamu gak mau ya. Karena aku anak yang aneh, sukanya berkhayal ". Tunduk Acha sedih.


" Bukan itu maksudnya, aku baru pertama kali aja punya teman selain keluargaku ". Malu Jessie.


" Ooh begitukah? berarti kamu sama dong, dulu aku pernah merasakannya ". Sedih Acha lagi sambil menundukkan kepalanya.


" Maaf... gak bermaksud buat kamu inget ke masa lalu. Eemm... yaudah, kalo gitu mulai hari ini aku jadi teman baikmu ya ". Senyum Jessie.


" Hah! Serius kamu? Makasih Jessie... ". Senyum Acha sambil memeluk Jessie dengan hangat.


" Iya, sama sama ". Senang Jessie ikut memeluk.

__ADS_1


---


Jam istirahat pun tiba.


" WOY ANAK BARU! ". Teriak Vin di gang kecil.


" Manaaa... pesenan kami! ". Bentak Edzard sambil mendorong salah satu anak baru dari kelasnya.


" A... I-itu... ayam bakarnya habis ".


" APA!!! KENAPA!! CARI SAMPE KETEMU!!! ". Marah Vin sambil maju menghampiri Satrio (anak baru).


" A... A-nu... ". Satrio mundur perlahan.


" Udah udah Vin. Kita lanjut disebelah aja, jangan disini. Lo denger kan di samping ada guru, kayaknya tau kita ada disini ". Kata Ray sambil menahan Vin.


' Grep '. Menarik kerah Ray.


" SIAPA? ". Melotot Vin.


" Walas walas ". Jawab Ray santai.


" Udah ayo, bawa si culun ke tempat selanjutnya! ". Perintah Edzard.


' BRAK '.


" AAHHH!! ". Satrio di pukul dengan kayu besar di bagian leher belakangnya oleh Jim.


" Bawa cepat, Ebra bantu jaga-jaga! ". Perintah Edzard lagi.


" Iya! ". Jawab Ebra dengan cepat.


---


' BRAK '.


" AHHH!! ".


" Apa itu?! ". Kaget pak Haryanto langsung lari ke arah sumber suara.


" Dila bantu saya cek ". Gegas pak Haryanto berlari dengan cepat.


" Iya pak! Ayo kawan, go go go! ". Semangat Dila mengajak beberapa teman laki-lakinya.


' Taptaptap Taptaptap '. ' Bruk '.


" Aah! Pak! ". Kaget Dila menabrak gurunya yang berdiri di depannya.


" Ada apa pak? Kenapa bapak malah berhenti? ". Bingung Dila.


" Hah hah hah... saya gagal... Hiks hiks hiks ". Lemas pak Haryanto melihat darah di atas tanah.


" Hah! Sialan, lagi-lagi!!! ". Kesal Dila.


" Kalian berpencar! Kita cari mereka sampe ketemu! Gue yakin, mereka bawa satrio! SATRIO DALAM BAHAYA!!! ". Tegas Dila sambil mengatur semuanya.


Vin... gue yakin lo setongkol dengan mereka! Batin Dila kesal.


**Continued


_______________________________________


Vote 🌟,


Comen 💬,


Share 📤,


and be a


Royal Readers 👀**

__ADS_1


__ADS_2