
Sebelum aku lahir di Dunia Humans/para Manusia.....
Di Prancis / Prance
Sepasang suami istri.
( Pengucapan dalam bahasa Prancis ).
" HHAAAAHGGRRR!!!! AYAHH... AYAHHH...!!! CEPAT AYAAH...!!! ". Teriak sang istri yang sedang mengandung sang bayi.
" APA MAKSUDMU?! UMUR KANDUNGANMU BARU TUJUH BULAN ??!! ". Panik sang suami.
" Ahgrr... Tidak tahu ayah... Ini beneran sakit... Ayolahh... Ayah....!!! ". Melas sang istri kepada sang suami yang hanya terdiam diri.
" Ok-oke... Ya, baiklah...". Pasrah sang suami, suami pun langsung menggendong istrinya beserta semua barang bawaannya.
---
Di Ruang Bedah Rumah Sakit Terdekat.
' Tik tok tik tok '. Suara detik jam yang berjalan.
" Ayolahh... Tuhan. Lindungilah dirinya...".
Jangan sampai diri kamu melahirkan di bulan ini... . Dalam hati sang suami penuh ke khawatiran.
Ketika telah menunggu beberapa jam, seorang dokter pun keluar.
" Permisi... maaf apa anda suami dari Gabriella Adelyne Irine? ". Tanya seorang dokter perempuan.
" Ya benar, saya suami dari Gabriella Adelyne Irine ". Jawab sang suami langsung berdiri dari kursinya.
" Eeemmm... maaf sebelumnya, bahwa bayi yang ada di kandungan istri anda telah keguguran dan sekarang anda dipanggil dengannya di dalam ". Kata seorang dokter yang langsung meninggalkan suami Gabriella.
__ADS_1
Sang suami pun menghampiri sang istri yang sedang berbaring di atas kasur rumah sakit.
" Ayahhh... maukah kamu memaafkan ku? lagi-lagi aku gagal dan ini janin anak kita ". Sambil menyodorkan sebuah guci kecil yang berisi janin anak laki-lakinya.
" Sekali lagi... maaf ayahh... aku tidak bisa mengabulkan permintaan darimu, yang ingin memiliki bayi atau seorang anak... maafkan aku ayahhh, ayah aku ingin janin anak kita dikuburkan ". Mohon sang istri.
Sang suami hanya menganggukkan kepala.
Beberapa hari kemudian... Sang istri telah pulih dan boleh pulang kembali ke rumah.
---
Di rumah
' Sreksreksrek '. Adelyne sedang menyapu lantai di bagian ruang depan rumahnya.
' Kletak '. " Eh?! ". Kaget Adelyne, ia telah menginjak lantai kayu hingga miring.
" Sebentar??? Apa ini? ". Membuka lantai kayu yang telah ia injak.
" HAH!! Guci? Guci Ini... Guci yang isinya janin-janinku!!! Astaga dia (sang suami) telah berbohong ". Kaget Adelyne melihat dua guci di balik lantai kayu.
---
Sore hari...
" Aku pulang... ". Sang suami pulang dari kantornya.
" Aku bawa makanan kesukaan kamu, lihat ini ". Dengan bangganya sang suami masuk ke arah dapur, dan berhenti di depan kamar mereka.
" Eh?? Abella? Kamu baik-baik saja? ". Tanya sang suami dengan langsung menghampirinya dan menepuk pundak sang istri yang sedang menghadap ke tembok.
' Plak '. Menampar sang suami secara tiba-tiba.
" Kamu kenapa Abella? Sini lihat aku ". Bingung sang suami ketika sang istri berbalik ke arahnya.
__ADS_1
" Apa ini maksudnya??!! Apa ini maksudnya!!! ". Teriak sang istri yang sedang memeluk dua guci kecil yang ia temui tadi siang.
" Ak-aku tak mengerti apa maksudmu??... ". Gugup sang suami.
" Apa?!! Tak mengerti!!! Jadi kamu bilang tidak mengerti apa maksudnya?!!! Ini kedua janin yang aku suruh kuburkan, janin yang ini aku suruh dua tahun yang lalu dan yang ini dari dua minggu yang lalu dan... dan hiks hiks aku kira kamu akan menguburkannya tapi malah kau sembunyikan, apa maksudmu... Hiks hiks hiks KAU JAHAT!! KAU PENGHIANAT... Aku BENCIii dirimu... ". Teriak Abella yang terasa telah di hianati dengan sang suami sendiri.
" Abella ! Bukan itu maksudku ". Panggil sang suami. Abella menengok.
" YA Terus apa maksudmu, JELASKAN!!! ". Marah Abella.
" Mmm... Sebenarnya begini aku ini hanya ingin memiliki satu... Anak saja. Jadi... Setidaknya ini aku simpan agar nanti,,, ". Pembicaraan sang suami di selak dengan pembicaraan Abella.
" Nanti. Apa Hah!? Kau ini, memangnya seenak itu mengeluarkan anak!!! memang kau kira seperti membuang kotoran kita saja!!! Hah?!".
" Tentu mudah. Bahkan itu sangatlah mudah ". Senyum sang suami.
" Apa maksudmu!? Aish... dasar gila. Memangnya kau ini tuhan!!?? Yang bisa menciptakan segala-galanya!!! ".
" Aku bukan Tuhan. Mungkin aku ini menjadi seorang ayah seperti kau ucapkan setiap memanggilku ". Senyumnya (sang suami) lagi.
" Heh, jangan pikir aku akan memanggilmu 'ayah' lagi, sebelum kau menguburkan kedua janin ini ketempat yang seharusnya. Jangan tidur bersamaku, tidur saja di sofa aku tidak mau melihat wajah penghianat ". Marah Abella.
Continued
_______________________________________
Like 🌟
Comen 💬
Share 📤
and be a
Loyal Readers 👀
__ADS_1