
'Sudah dua pelajaran aku lewati sekarang waktunya istirahat.
" Farn, bawa bekal? ". Aku mendekat ke Farn. Lalu duduk disampingnya.
" Gak! Lo makan aja duluan ". Jawab Farn, gak tahu kenapa Farn se-sewot itu menjawab pertanyaan ku, mungkin dia kesal dengan Edzrad dan kawan-kawan.
Aku pun membuka bekal ku. Isinya sebungkus kecil opor daging sapi, pasti lezat rasanya. Batinku dalam hati. Ku tuang kuah opor ke nasi putih, hingga seluruhnya berkuah santan.
" Itu apa? ". Tanya Farn sedikit melirik ke opor daging sapi ku.
" Opor, Farn. Opor daging sapi, kamu mau? ". Jawabku balik menanya ke Farn.
" Boleh? Sedikit tak apa ". Ku sodorkan tempat bekal ku yang berisi opor daging sapi, ke Farn. Farn sedikit menyantap.
" Wwooww enak. Lo beli dimana? ". Senang Farn berseri-seri. Aku menyengir sedikit.
" Aku tak beli. Tapi, tadi dari peru...t. Ups! ". Aku hampir ketelepasan. Dengan kaget, aku langsung menutupi mulutku.
Aduuhh ini gimana? Ayah kan bilang, jangan bilang soal ini. Batinku.
" Vin! Woy, kenapa lo? ". Farn malah menatapku aneh.
Mungkin dia tak dengar. Batinku lega.
" Hah tak apa ". Maluku sendiri pada diriku.
" Oh, iya. Lo cepetan ya makannya, abis itu gue pengen ngomong ". Kata Farn sedikit menepuk pundakku, lalu pergi meninggalkan ku.
" Katanya mau ngomong? tapi kenapa malah ninggalin ". Omongku pelan, sedikit mengangkat pundak '.
_______________________________________
" Bro! Apa kabar!? ". Edzrad menghampiri Vin, dan langsung merangkulnya.
Aduuh... Kan gue mau nyari Farn. Bingung Vin.
Alasan apa ya?. Vin celingak-celinguk.
" Hai, Vin. Lo dari Perancis ya? ". Tanya Ray. Yang ikut merangkul Vin.
__ADS_1
" Iya. Emang kenapa? ". Tanya Vin polos.
" Emang ya, kalo orang bule itu bebas, hm ". Cengir Ray. Sedikit mendehem.
" Maksudnya apa sih? ". Tanya Vin tak mengerti.
" Iya... Maksud Ray. Kok lo berani warnain rambut lo, jadi abu-abu! ". Jawab Edzard mengangkat alis sebelahnya.
" Abu-abu? Ini,,, ". Vin belum selesai bicara. Sudah di selak bicara oleh Ray.
" Lo hebat bro! Lo jagoan! Bahkan lo gak takut sama sekali, pas siniin banyak guru! Oh, iya. Sekalian gue bilangin sama lo, gue Ray. Pemimpin kedua di geng ini, selain Edzard. Gue disini bener-bener kagum sama lo, gue pingin banget kayak lo! Jadi, gue tawarin lo untuk masuk ke geng kami. Yang udah terkenal di banyak sekolah, karena geng kami isinya anak-anak berkualitas. Syaratnya mudah, lo gak harus sekarang lo jawab, tapi... Lo bisa pikirin ini terlebih dahulu, sebelum lo nyesel. Lo juga gak sekenanya berteman dengan yang lain, lo harus bisa memilah teman yang berkualitas tinggi! Dahh itu aja sih dari gue. Oh, iya. Tawaran ini cuman satu kali seumur hidup lo, jika lo nolak, lo harus sidang bareng kami semua ". Sinis Ray menatap tajam ke Vin. Tanpa sadar Vin telah sampai di belakang sekolah, bersama Edzard, dan kawan-kawan.
TRINGGggg
Bel istirahat pun selesai.
Ketika Vin hendak masuk kelas.
Zreett
" Aww! Hai! ". Marah Vin.
'Brak!!'. Badan Vin di banding ke tembok kamar mandi.
" Ahh! ". Teriak Vin sekaligus kaget.
" Jangan! Bodoh! Jangan! ". Marah orang itu ke Vin. Orang itu melototi Vin dengan emosinya. Dan menunjuk-nunjuk dada Vin.
" Farn... Maksud kamu apa!? ". Bingung Vin sambil mengerutkan dahinya.
" Lo, cuman robot mereka saja!! Lo bisa disenangi di awalnya saja!! Lo cuman jadi robot pelayan!! Lo gak akan berguna lagi, kalo lo udah gak berdaya, bahkan kalo lo udah ada penggantinya!! ". Marah Farn meluap-luap.
" Robot?? ".
" Iya. Gue udah bilangin lo dari awal! Jangan pernah masuk geng sialan itu!! ". Bentak Farn.
" Tunggu!? Sebenarnya Ray tadi bilang ke gue. Gue harus mikirin hal ini dulu sebelum menjawabnya ". Omong Vin dengan santai, dan menyingkirkan tangan Farn dari dadanya.
" Jadi, lo mau jawab? ". Kaget Farn sekaligus penasaran.
__ADS_1
" Hm. Gue mau jawab ". Senyum tipis pada wajah Vin. Ia berjalan dengan percaya diri yang juga diikuti Farn.
---
Sesampai di depan kelas.
GUBRAaKk!!
" HAAHH!! ".
Vin menggobrak pintu kelas dan mengerutkan dahi.
" Bagus Vin, bagus ". Bisik Farn tersenyum.
" Iya. Ini sungguh bagus untuk ayah ". Cengir sinis Vin.
" Hah? Maksudnya? ". Farn mengangkat alisnya.
" ZARD! IZINKAN GUE JADI ROBOT LO!! ".
" HAAHH!! VIN! ".
---
' Ayah, kau membenci Robot dan Boneka. Tapi aku, suka Robot atau pun boneka, sejak aku melihat gantungan kuncimu itu. Manusia yang memeluk Boneka Robot '. - **Vin.
Continued
_______________________________________
Like 🌟,
Comen 💬,
Share 📤,
and be a
Royal Readers 👀**
__ADS_1