Robot The Humans

Robot The Humans
Automatic Vision


__ADS_3

" J-jessi...e? ". Kaget Dey sambil melotot.


" Hai ". Sapa Jessie dengan ramah.


" K-kamu benar Jessie? ".


" Ya ".


" Tidak mungkin... ". Melotot Dey sambil berjalan mundur dengan perlahan.


" Tentu benar Dey. Sudah terbuktikan dari penglihatanmu bahwa aku Jessie yang dulu, kalau gak percaya ini buktinya ". Jawab Jessie mendekat ke arah Dey, serta menunjukan sebuah gantungan tas berbentuk bulat yang di dalamnya seorang manusia memeluk boneka robot.


" HAH! Bukankah itu...,,, ". Omongan Dey terputus dan dilanjut dengan Jessie.


" Ya, ini hadiah yang pernah kamu beri ke aku Dey ". Senyum Jessie.


😨Tidak mungkin... bukankah harusnya aku tidak akan bertemu Jessie lagi selamanya? Jessie yang aku temui dulu itu... memiliki kanker otak stadium empat? Malah mungkin dia bisa langsung sembuh dengan secepat ini. Batin Dey hanya terdiam melihat gantungan milik sang ayahnya itu.


" Kenapa? Ini aku kembalikan gantunganmu, jangan khawatir... gantunganmu masih utuh kok hehe ". Senyum Jessie dengan lebar.


" Ya. Terimakasih ". Tunduk Dey ke Jessie sambil mengambil gantungan itu kembali, dan berbalik menjauh darinya.


" Stop! Kamu mau kemana? kok aku ditinggalin... aku sekarang udah satu kelas sama kamu πŸ˜‡ ". Senyum Jessie lagi.


" Hah? Eemm... oh, iya benar... Eee ayah sudah bilang ama aku ". Gugup Dey sambil berjalan berdampingan dengan Jessie.


---


Sambil berjalan, Jessie menengok dan bertanya ke Dey.


" Oh, iya Dey. Ngomong-ngomong tadi kenapa kamu yang makasih denganku? Seharusnya aku dong yang terimakasih sama kamu, ya kan? ". Bingung Jessie yang langsung berhenti di depan Dey.


" HAH!!! ". Sontak membuat Dey kaget.


" Hahaha... kamu imut Dey. Kayak boneka barbie ". Ledek Jessie sambil mengelus hidung Dey yang mancung dan mungil itu.


" Enggak sih... aku imut, tapi gak kayak barbie ". Jawab Dey dengan polos.


" Kok gak marah sih... marah dong ".


" Kamu belom bilang makasih sama aku Jessie ". Omong Dey menghiraukan ledekan Jessie tadi.


" Oh, iya lupa. Terimakasih Dey... berkat gantungan kamu itu, aku jadi semangat sembuh dari kankerku ". Senyum Jessie sambil menyodorkan tangan ke Dey.


" Hah? K-kanker...? ". Melotot Dey.


" Iya, kanker itu sembuh dengan total karena kamu ". Senyum Jessie lagi.


" Jessi-e... ini sungguh kamu? ". Lemas Dey, matanya mulai berkaca-kaca.


" Iya, Dey. Aku sungguh Jessie ". Senyum Jessie lagi.


" Haa!! ". Melotot Dey lagi.


" Huaaaa... Jessie... ". Tangis Dey tiba-tiba.


" Huaa... aku kira, a-aku gak akan ketemu kamu lagi... Huaaa... Hiks hiks hiks ". Tangis Dey tiba-tiba sambil mengelap air matanya dengan lengan putihnya.


" Unchh... Cup cup cup jangan nangis bayiku, unchh sini kakak peluk ". Kata Jessie sambil memeluk Dey, dalam pelukannya Dey malah semakin menjerit kencang.


" Aku besok aja deh sekolahnya ". Kata Jessie tiba-tiba, dan itu membuat Dey berhenti menangis.


" Oh, iya! kamu kan harus kenalin diri Jessie. Kalau gitu ayo cepet ke sekolah! ". Panik Dey yang langsung berlari ke arah gedung sekolahnya.


' Grep '. Jessie menarik tangan Dey, lalu menggelengkan kepalanya.


" Jangan Dey. Ini udah sangat terlambat, lagipula kamu yakin mau masuk ke kelas dengan suasana yang masih geruh gelap itu? ". Omong Jessie dengan serius. Dey langsung terdiam dan menatap Jessie.


---


Jessie dan Dey berjalan kaki menuju kerumahnya.

__ADS_1


" Hia hia hia ". Dey melompat-lompat setiap melihat jalanan yang tergenang air di depannya.


" Kamu ngapain Dey? ". Bingung Jessie yang hanya menontonkan Dey daritadi.


" Ini aku ceritanya lagi lomba melompat tebing Jessie ". Senyum Dey sambil melompat-lompat.


" Tapi itu kan air, bukan tebing Dey ". Omong Jessie hanya mengangkat alisnya.


" Iya tau... ini juga ceritanya, lagipula biasanya aku sama K'Vin lompat-lompat siapa cepat pasti menang. Tapi dari kemarin aku sama K'Vin udah naik sepeda, jadinya kita ganti lomba rintangan ". Senyum Dey.


" Maksudnya? lomba rintangan kayak gimana? ". Bingung Jessie yang masih belum mengerti.


" Jadi, maksudnya. Kita itu harus bisa melewati setiap lubang berair ini tanpa harus mengenainya, jika mengenainya kita akan jatuh ke sebuah juram yang sangaaatttt dalam ". Cerita Dey sambil menghentikan langkahnya.


" Oohh seru dong ". Senyum Jessie.


" Iya seru, tapi... Eemm bentar deh ". Dey celingak-celinguk.


" Kenapa Dey? ". Bingung Jessie.


" Eemm... kamu dengar ada yang memanggilku gak sih? ". Tanya Dey sambil memasang telinganya baik-baik.


" Eemm masa sih? aku gak dengar tuh ". Bingung Jessie sambil menggeleng-gelengkan kepala.


" Tunggu! Ada Jessie! ". Sontak Dey kaget.


" Di dalam memoriku, dan pendengaranku dari dalam! ". Peka Dey langsung memejamkan matanya.


" Hah!! maksudnya? ". Lagi-lagi Jessie dibuat bingung oleh Dey. Disitu Dey terlihat seperti boneka yang tak bernyawa, berdiri mematung tanpa bergerak sekalipun. Yang membuat Jessie jadi takut.



" Dey! Dey! Kamu ada dimana? Jawab K'Vin! Penjamkan matamu Dey! Biar aku tau kamu ada dimana! ".



*Oh... jadi K'Vin yang panggilku.


Tunggu! Oh, iya K'Vin! K'Vin kan masih ada di sekolah?



" Apa? Apa!! Kamu bicara apa? Pliss jawabnya jangan dalam hati! Jawabnya pake suara, biar K'Vin dengar! ".



*Lho? K'Vin bisa tau aku ngomong dalam hati*?



" Halo? Halo? Dey? Dey kamu disitu kan?? Jawab K'Vin Dey! ".



" *K'Vin ada dimana? aku dan Jessie udah mau nyampe rumah, K'Vin buruan kesini. Aku udah mau nyampe* ".



" HAH!!! DEY! Yes, menyambung! Halo Dey, ini K'Vin ada dilorong gelap. Tadi K'Vin dengar kamu nangis, bahkan K'Vin lihat kamu dengan jelas pas K'Vin penjamin mata. Pasti kamu nangisnya sambil penjamin mata ya? dan rengek\\-rengek kan? makanya aku bisa dengar ".



*Hah! Seriusan? Tapi kan aku kalo nangis, emang ketutup sendiri matanya. Yaa... K'Vin marah gak ya? kalo aku nangis\\-nangis gitu*.



" Dey?? ".



" *Hhmm hehe iya. Tapi aku sekarang udah reda kok nangisnya... hihi* ".

__ADS_1



" Sekarang kamu sama siapa dan dimana? ".



" *Aku bareng Jessie bukan Jessi, Jessica ya. Eem... terus aku ada dipinggir jalan, yang banyak jalanan berlubang* ".



" Jessi tapi bukan Jessica terus yang mana selain, Jessi temanmu itu? ".



" *Udah nanti K'Vin juga tau, sekarang K'Vin kesini aja* ".



" Ahh... Yaudah oke. Kamu jangan kemana\\-mana! Awas aja ninggalin K'Vin, aku tonjok kamu! ".



" *Iihh K'Vin kata ayah kan gak*,,, ".



" Iya tau! kata ayah gak boleh berantem. Udah! Jangan dikit\\-dikit kata ayah mulu! ".



*Lho? Emangnya kenapa*?



Β 


" Dey... Dey... DEY! Lho? kamu gapapa Dey? ". Panik Jessie yang habis menggoyang-goyang tubuh Dey berkali-kali.


" Hehe kita tunggu sini dulu Jessie πŸ˜ƒ. Nanti K'Vin kesini ". Kata Dey sambil meringis.


" Hah!! Kamu tau darimana? ". Melotot Jessie yang masih tak mengerti.


" Ayah hebat, Jessie! Aku dan K'Vin benar-benar di beri kelebihan yang luar biasa. Pasti kamu akan kagum ". Lagi-lagi Dey menghiraukan pertanyaan Jessie dan hanya menyengir meledek.


" Apa maksudmu? ". Jessie mulai geram.


" Nanti kamu juga akan tau, aku ceritanya nanti aja setelah K'Vin bertemu sama kamu ya ".


" Kenapa gak sekarang! ". Cemberut Jessie.


" Nanti. Aku masih bahagia dan sangat ingin berterima kasih sama ayah ". Senyum Dey sedikit melirik ke atas.


" Ayah? kamu tidak membenci ayah? ".


" Haha sama sekali gak Jessie. Padahal tadi kamu yang bilang kalo aku gak bisa membenci orang lain, kan? ". Tawa Dey bahagia.


" Ooh... Hm. I-iya ya hehe ".


---


' Ya, aku tahu kamu tak bisa membenci orang lain. Tapi, bukan artinya kamu bisa berterima kasih dengan orang yang kamu banggakan dengan begitu saja, dan kamu tidak boleh terlalu sebahagia itu, apalagi... ketika kamu telah tahu seburuk apa dirinya, yang sebelumnya kamu telah anggap dirinya orang hebat dan terpecaya itu, kamu pasti akan sangat menyesal telah membanggakannya, Dey '. - **Jessie


Continued


_______________________________________


Like 🌟,


Comen πŸ’¬,


Share πŸ“€,

__ADS_1


and be a


Royal Readers πŸ‘€**


__ADS_2