
Malam hari pun tiba...
Tepat pukul 00:56 malam
Sang suami terbangun dari tidurnya karena mendapat mimpi memiliki dua anak laki-laki. Sang suami berpikir sejenak.
" Eemm... tadi kalau tidak salah guci-guci itu ditaruh di laci samping tempat tidur ". Sang suami berjalan menghampiri kamar tidurnya dan mengendap-endap memasuki kamar.
Lalu sang suami berlari keluar rumah beserta dua janin tersebut ke sebuah tempat, yaitu ruang rahasianya di belakang rumah, Laboratorium.
---
PUKUL 04:15 Subuh
" Hooaahh ngantuknya... semoga aja tadi malam itu hanya mimpi. Oh, iya ada tidak ya guci-guci di laciku? Oh. Tidak ada!!! ". Kaget Abella.
Abella pun bangun dari ranjangnya, lalu berlari menghampiri lemari es di dapur.
" Wahhhhhh tidak ada makanan kesukaankuu... syukurlah ini hanya mimpi ". Senang Abella, ia kira itu hanyalah mimpinya saja.
" Eits, lantai kayu!!! ". Abella tersentak ketika melihat ke arah teras, lagi-lagi ia ingin memastikan seluruhnya.
'Kreekkk' 'kletak'. Suara membuka lantai kayu.
" YES!!! hanya lantai saja yang terbuka, tapi tidak ada sama sekali guci-guci kecil itu. Hhm mungkin aku yang terlalu curiga dengan suamiku ini, kali ini aku harus mempercayainya. HM! ". Abella menyemangati untuk dirinya sendiri.
---
Jam 07:30 Pagi
" Hhmm... Hufftt...". Menarik nafas dan membuang nafas ( sang suami ).
' Tok Tok Tok '. Mengetuk Pintu.
' Krek '. Membuka pintu.
" Sayangg... ". Sambut Abella penuh riang tawa pada wajahnya.
" Hah?? ". Bingung sang suami pada istrinya ini.
Kenapa Abella tak marah denganku? bukankah kemarin dia membenciku? Hahh... yasudahlah tak apa lebih baik seperti ini. Batin sang suami heran.
" Sayang? i..in..ni,,, ". Gugup Abella.
" Oh! iya ini. Lihat sayang... aku mengadopsi bayi kembar dari panti asuhan. Oh, iya! sebelumnya aku minta maaf ya... aku tidak membawakan bayi perempuan karena keduanya laki-laki ". Senyum sang suami.
" Wahh... ini bayi-bayi kita? Wahh aku tetap senang kok walau mereka bukan perempuan, tapi mereka tetap imutt ". Senang Abella.
" Iya, sayang aku mengadopsi mereka dari panti asuhan sebrang jalan tadi ". Jelas sang suami sambil memberikan si kembar ke Abella.
" Oohhh panti yang besar itu ya? ". Tanya Abella yang sedang mengayunkan si kembar.
" Iya. Oh, iya ini jam berapa? aku harus berangkat ke kantor ". Kaget sang suami.
" Memang ayah berangkat jam berapa ke kantor?? ".
__ADS_1
" Seperti biasa setengah sepuluh sudah harus sampai ".
" Ohh gitu. Tapi kamu bisa kan siapin diri kamu sendiri ? ".
" Bisa ".
" Oke, kalau begitu aku mau mandikan mereka berdua ya ".
" Hah?! Me-mereka sudah mandi ". Kaget sang suami.
" Ohh sudah mandi ya, oke kalau begitu mereka aku beri ASI dulu, deh ".
" Eh! Jangan... ". Panik sang suami.
" Lho! kenapa?? Kok jangan? ".
" Eee.... bukan maksud aku itu mereka minumnya madu, tapi... tadi juga sudah diberi madu kok sebelum ke sini. Lihat saja buktinya mereka sudah tidur, kan ". Kata sang suami dengan rasa cemas.
Tidak lama kemudian sang suami telah siap untuk pergi ke kantor. Sebelum sang suami berangkat kerja sang istri memberikan pesan untuknya.
" Eemmm... Ayah, nanti sepulang kerja jangan lupa belikan barang-barang dan keperluan bayi-bayi kita ya ". Pesan Abella dengan senyuman yang bahagia.
" Eee... Iya. Oh, iya ketika mereka sudah besar jangan di manjakan ya ". Sang suami juga memberikan pesan kepada sang istri.
" Hahaha masih lama kali, tapi iya sudah pasti aku akan mengajari keduanya mandiri. Ya sudah kamu hati-hati ya ayah... ". Kata Abella sambil menggerakkan tangan mungil dari salah satu si kembar.
" Iya, sama-sama anak-anakku dahhh... Istriku Abella ".
" Eehhh Gabriella bukan abella ngajarin anak-anaknya bukan yang benar ".
" Hahaha iya juga sih, yaudah sana berangkat nanti terlambat, lho ".
" Ahh iya iya, yaudah kalau gitu dadaahhh semuanyaaa ". Sang suami pun berangkat dengan mobil mewahnya.
---
Sore hari...
Di Ruang Televisi
" Hoaaahhhh aku ketiduran. Oh, iya anak-anakku!!! ". Kaget Abella, ia langsung berlari ke arah kamarnya.
" Ooee oee oeee .... ". Suara tangisan si kembar yang sangat nyaring terdengar.
" Ya ampunn sayangg... Maafkan bundamu ini ya, hmm baiklah aku akan mandikan kalian dulu ya... kalian sudah berkeringat ".
" Ooee oee oeee ".
" Uuss cup cup cup cup cup ini. bunda sayangg, sini bunda bukakan baju kalian dulu yaa ". Lembut sang istri. Perlahan membuka baju si kembar.
πΊ! πΊ !πΊ!
Deg Deg Deg
BAHAYA!!! Kalau istri ku mengetahui semua ini!!Β Batin sang suami sambil mengegas mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.
__ADS_1
Deg Deg Deg
' Zrruuunggg '. Suara mobil yang melaju kecepatan tinggi.
Deg Deg Deg
Bagaimana kalau aku ini gagal berarti aku telah mengecewakannya lagi.
Deg Deg Deg
' Zrruuunggg ' . Suara mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.
.
.
ππ
" HHHAAAHHHH!!!!ππ¨ ". Kaget Abella yang telah melihat tubuh kedua bayi kembarnya itu.
---
' Tap '. Suara hentian berlari, tepat di depan kasur yang ada dua bayi kembar yang tergeletak di atas lantai putih keemasan yang dingin dengan keadaan tanpa busana sama sekali.
" Semua ini telah terlambat... Aku memang gagal... ". Sang suami berbicara pelan seperti tak bersuara.
" Dia telah pergi dan tak pernah bisa kembali kepadaku, aku akan berpisah dengannya dalam waktu yang sangat singkat karena memang berawal dari cinta yang bertepuk sebelah tangan... ".
Kau memang tidak pernah mencintaiku karna dulu aku hanya laki-laki yang tak berdaya, hanya lelaki yang cupu tak bisa apa-apa, dan aku selalu membuatmu kecewa setiap aku di sampingmu. Bella... Aku memang tak berdaya... Untuk membahagiakanmu...
" Hiks Hiks Hiks ". Tangis sang suami.
" Ooee oee oeee ".
" Oh, iya kalian, hah... badan kalian terbuka... Baik, aku akan memberikan warna rambut ke kalian agar bisa membedakan kalian berdua, kamu aku akan beri warna rambut silver dan kamu berwarna coklat keemasan campur coklat kemerahan untuk nama si Silver adalah Ervino dan sedangkan kamu Dey ". Senyum sang suamiβsang ayah...
*Perut dan badan pada kedua bayi tersebut berbeda dari bayi biasanya. Mereka memiliki oven dan pencetak segalanya ada di bagian perut, dan bagian badan belakang terdapat tempat penyimpanan atau lemari serbaguna.
Sang suami merasa dirinya adalah seorang profesor hebat yang bisa menciptakan MANUSIA ROBOT dari janin manusia yang di olah menjadi besi yang kuat dan berbentuk menjadi organ tubuh manusia.
' Ini awal aku dan adikku lahir di dunia manusia. Bersama sang ayah sekaligus Tuhan Kami '. - Ervino
Continued
_______________________________________
Like π
Comen π¬
Share π€
and be a
Royal Readers π
__ADS_1